Apa Itu Sembako? Ini Penjelasannya

KabarMakassar.com — Sembako menjadi istilah yang hampir tiap hari selalu kita dengar. Mungkin semua orang di Indonesia tahu bahwa Sembako merupakan akronim dari Sembilan Bahan Pokok.

Namun, jika diminta menyebutkan satu per satu apa saja yang termasuk dalam sembilan bahan pokok tersebut, masih banyak orng yang bingung menjawabnya.

Dilansir dari berbagai sumber, istilah sembako itu populer pasca krisis moneter sekitar tahun 1998 lalu. Kesembilan bahan pokok itu dibutuhkan oleh semua kalangan untuk memenuhi kebutuhannya setiap hari.

Adapun sembilan bahan pokok tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Industri dan Perdagangan (Kepmenperindag) Nomor 115/MPP/Kep/2/1998 tanggal 27 Februari 1998 yakni:

  1. Beras
  2. Gula pasir
  3. Minyak goreng dan mentega
  4. Daging sapi dan ayam
  5. Telur ayam
  6. Susu
  7. Jagung
  8. Minyak tanah (elpiji)
  9. Garam beryodium

Harga Bahan Pokok di Gowa Terpantau Stabil

KabarMakassar.com — Harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah di Indonesia beberapa minggu belakangan mengalami kenaikan akibat atau dampak dari mewabahnya Virus Corona (Covid-19). Namun khusus di Kabupaten Gowa, hal itu tak terjadi. Harga sejumlah kebutuhan pokok terpantau stabil.

Berdasarkan data harga bahan pokok di Pasar Minasa Maupa Sungguminasa yang dirilis Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa pada Senin (16/3) pagi, dari total 22 item komoditi/jenis bahan pokok, hanya minyak goreng curah yang harganya menagalami kenaikan (naik Rp1.000/liter).

Sedangkan komoditi bahan pokok lainnya seperti bawang, beras, daging, ikan, telur, tepung dan beberapa komoditi lainnya terpantau stabil dan tak mengalami kenaikan harga. Bahkan harga cabe mengalami penurunan.

Cabe merah besar yang sebelumnya Rp18.000/Kg, turun menjadi Rp12.000/Kg. Cabe kriting yang sebelumnya Rp24.000/Kg, turun menjadi Rp15.000/Kg. Sementara cabe hijau dari yang sebelumnya Rp12.000/Kg, juga turun menjadi Rp10.000/kg.

Harga bawang juga tidak mengalami kenaikan. Bawang merah masih Rp30.000/Kg, dan bawang putih Rp34.000/Kg.

Sementara untuk harga daging sapi stabil di harga Rp95.000/Kg. Begitupun dengan harga daging ayam broiler yang tetap di harga Rp45.000/ekor.

Harga Telur dan Beras di Bulukumba Naik Diawal Tahun 2020

KabarMakassar.com — Harga kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Bulukumba terpantau mengalami kenaikan di awal tahun 2020 ini. Salah satunya yakni beras dan telur, bahkan kenaikan tersebut sudah terjadi menjelang libur Natal lalu.

Kenaikan harga Telur dan Beras tersebut terjadi di Pasar Sentral Bulukumba, jalan Sam Ratulangi Caile, Ujung Bulu, Bulukumba.

Salah satu pedagang, Hj. Salih mengatakan, saat ini harga beras dan telur mengalami peningkatan. Masuk pada bulan Januari 2020, harga beras kini tembus Rp 9.000 per liternya. Dimana sebelumnya harga beras per liter hanya Rp 7.500.

Pada awal Januari ini, harga beras sudah menyentuh angka 9000 per liter yang sebelumnya masih berada di angka 7.500 per liter.

“Mulai dari natal 2019 sampai hari ini, harganya masih tinggi dan belum mengalami penurunan” ujarnya saat di temui di lapak dagangannya, Senin (6/1)

Selain harga beras yang merangkak naik, harga telur dan minyak pun ikut naik, saat ini harga telur meningkat mencapai 40.000 satu rak yang sebelumnya Hj. Salih menjualnya dengan harganya Rp 38.000, dan minyak yang sebelumnya Rp 10.000 menjadi Rp 11.000.

Dia menyampaikan, kenaikan harga tersebut salah satunya dikarenakan banyaknya permintaan dari konsumen.

“Ya kemarin kan ada Natal, terus Maulid Nabi, sekarang Tahun Baru. Jadi banyak permintaan,” kata dia.

Selain hal diatas, menurut Hj. Salih kenaikan tersebut juga dipengaruhi faktor cuaca. “Bulan-bulan ini musim hujan, panennya kurang bagus,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang lainnya, Nurlia dia mengatakan bulan November 2019 yang lalu harga telur masih di angka 38.000 satu rak, namun saat ini mencapai 40.000 satu rak.