Dimulai Besok, Pj Walikota Peringatkan Peserta SKD CPNS

KabarMakassar.com — Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota Makassar akan mulai digelar besok, Sabtu (22/2) di Gedung Olahraga Universitas Hasanuddin.

Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, semua persiapan baik sarana maupun prasarana penunjang pelakasanaan SKD sudah rampung dan siap untuk digunakan.

“Kami melalui BKPSDM Makassar sudah mempersiapkan lokasinya dan peralatan penunjangnya seperti komputer. Tidak ada masalah. Sebelum peserta masuk ada pemeriksaannya, termasuk pada masa tes juga akan diperiksa,” kata Iqbal, Jumat (21/2).

Menurut Iqbal, dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang digunakan dalam SKD ini, maka kecil kemungkinan bagi orang-orang yang tidak mempunyai kompetensi untuk bisa lulus.

“Tes yang dilakukan dengan sistem CAT ini menggunakan komputer dan hasilnya dapat langsung diketahui dan dilihat oleh peserta tes. Jadi kecil kemungkinannya untuk orang yang tidak mempunyai kompetensi bisa lulus,” ujarnya.

Iqbal juga mewanti-wanti para peserta untuk tidak mencoba melakukan kecurangan. Ia menegaskan, peserta yang melakukan kecurangan dalam tes CPNS akan dipidanakan.

“Kalau sampai ketahuan (curang) bukan saja digugurkan, tapi kita proses secara hukum. Jadi tidak bisa lagi sekedar tidak lulus, tapi itu jadi tindak pindana,” tegasnya.

Sekadar diketahui, SKD CPNS Pemerintah Kota Makassar akan digelar selama lima hari, mulai tanggal 22 sampai 27 Februari 2020. Dalam sehari, tes SKD akan dibagi dalam lima sesi, dimana setiap sesinya diikuti sebanyak 700 peserta.

Secara total, tes SKD CPNS Pemerintah Kota Makassar akan diikuti sebanyak 16.888 peserta yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi administrasi. Para peserta tersebut akan bersaing untuk memperebutkan sebanyak 526 formasi atau kuota penerimaan yang dibuka Pemerintah Kota Makassar.

171 Peserta CPNS Sinjai Tidak Ikut Ujian SKD

KabarMakassar.com — Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Peegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Sinjai dengan sistem computer Assisted Tes (CAT) yang berlangsung selama empat hari, telah berakhir pada Jumat (14/2) kemarin.

Dari total 3.748 pelamar yang lulus seleksi administrasi dan dinyatakan berhak mengikuti tes SKD, hanya 3.577 orang yang mengikuti tes tersebut.

“Sedangkan sebanyak 171 orang tidak megikuti tes SKD dan dinyatakan gugur,” kata kepala BPSDMA, Lukman Mannan, Sabtu (14/2).

Menurut Mannan, ada beberapa hal yang membuat ratusan peserta tersebut tak bisa mengikuti tes SKD.

“Ada yang lupa membawa KTP, dan ada juga yang karena terlambat datang ke lokasi ujian,” terangnya.

Menurut Mannan, pihak panitia pelaksana ujian CPNS 2020 Kabupaten Sinjai telah memberikan pelayanan maksimal kepada peserta ujian. Bahkan ketika turun hujan pun panitia mengantar peserta dengan payung dan tenda kerucut.

“Kita memberi pelayanan maksimal ke peserta ujian, karena waktu pelaksanaan ujian harus tepat waktu. Awalnya panitia mengantar peserta pakai payung, cuma waktu pelaksanaan ujian sesi selanjutnya harus terlaksana, sehingga terpikirkan oleh panitia lebih efektif dan efisien waktu dengan menggunakan tenda kerucut makanya panitia melakukan itu,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, video aksi para panitia tes CPNS di Kabupaten Sinjai yang memayungi peserta dengan tenda kerucut saat hujan deras untuk mengantarkan peserta ke ruang ujian, beredar dan viral di media sosial.

Salah satu peserta tes dari Sinjai Selatan, Musdalifah mengaku bahwa video tersebut dishare di grup WA pada hari kedua sesi keempat.

“Hujan deraski kayaknya terus tempat pemeriksaan dan lokasi agak berjauhan, kemudian tendanya tidak bersambung dan tidak punya atap, sehingga panitia dari BKPSDMA membantu pakai payung untuk antar peserta ke tempat antrian,” tuturnya menjelaskan kejadian saat itu.

“Kemungkinan panitianya sudah capek antar pakai payung, jadinya tenda kerucut menjadi solusinya. Mereka tidak kehabisan akal meskipun harus basah kuyup, tetapi mereka tetap berusaha memandu para peserta CPNS untuk sampai di ruang tes tanpa harus basah kuyup Kmai sangat berterima kasih kepada panitia,” tutupnya.

Server Tes CPNS Parapare Down, Peserta Komplain

Kabarmakassar.com — Peserta tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Parepare mengeluhkan server yang sempat down saat mengerjakan soal. Server down diperkirakan sepuluh menit menjelang waktu soal selesai.

Tes SKD CPNS digelar di Kantor BKPSDMD Kota Parepare, Jalan Balai Kota, pada Senin, 10 hingga 16 Februari 2020.

Server down sekira sepuluh menit. Peserta panik minta bantuan ke pengawas tes. Suasana sempat riuh. Hal itu diungkapkan salah satu peserta tes CPNS Rusli (24) asal Majene saat keluar dari lokasi tes.

Rusli membeberkan kejadian tersebut menghambat dirinya menyelesaikan soal.

“Sekira 10 menit terakhir eror. Tidak bisa dijawab soal. Kita harus menunggu sampai kembali normal. Sekitar 10 menit baru lanjut lagi,” ungkap dia, Senin (10/2).

Ia pun membeberkan suasana saat server down. Peserta banyak yang komplain, bahkan teriak minta bantuan.

“Banyak yang teriak karena tidak bisa jawab soal dan waktu terus berkurang. Ada juga yang eror tapi waktunya tidak berkurang,” keluhnya.

Saat dikonfirmasi, Kadis Kominfo Parepare Iskandar Nusu mengatakan segera melakukan evaluasi soal koneksi jaringan.

“Iya nnti kita lakukan peningkatan. Setelah kita evaluasi. Kami terus berkoordinasi dengan BKN. Server dari BKN juga biasa down. Ada stand by itu bagian IT dari Kominfo,” ujarnya saat dihubungi melalui via WhatsApp

Sementara, Sekdis Kominfo, Anto mengatakan koneksi jaringan internet yang disediakan pihaknya yaitu 90mbps untuk server BKN. Ia pun tak menampik adanya gangguan server saat sementara tes berlangsung.

“Yang tadi gangguan itu koneksi BKN ke Pusat. Untuk antisipasi akan ada penggantian server,” ucap dia.

Sekadar diketahui, tes hari pertama ini diikuti 1100 peserta. Ada lima sesi tes, tiap sesi ada 220 peserta.

Pansel Penerimaan CPNS Gowa Gagalkan Joki

KabarMakassar.com — Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Gowa berhasil menggagalkan upaya salah seorang peserta di sesi keempat hari terakhir pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada Selasa (4/2), di Baruga Krg Galesong, Kantor Bupati Gowa, yang menggunakan jasa joki.

Berdasarkan data Pansel, peserta tes CPNS yang coba menggunakan jasa joki tersebut tercatat atas nama Andi Armayudi Syam dengan NIK: 7302040309910002, dan mendaftar untuk formasi pengolah data pelayanan.

Setelah tim Pansel melakukan penelusuran terkait kehadiran peserta dengan nomor peserta ujian 19730211300000534 tersebut di lokasi ujian untuk kroscek data, ternyata yang bersangkutan memang tidak hadir hingga ujian selesai digelar. Sayangnya, joki yang digunakan peserta atas nama Andi Armayudi Syam itu berhasil melarikan diri sebelum sempat diamankan oleh petugas.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Gowa, Muh Basir menuturkan, upaya joki untuk menjalankan aksinya digagalkan oleh petugas di tahapan verifikasi peserta, tepatnya pada proses pemeriksaan barcode yang ada pada kartu tes peserta.

“Panitia menemukan tanda mencurigakan.Kartu testnya mencurigakan karena sangat beda dengan stempel asli panitia dengan kartu testnya. Kemudian panitia meminta KTP dan diteliti dengan data pendaftaran yang kami miliki, ternyata berbeda,” kata Basir menceritakan kronologisnya, Rabu (5/1).

Saat petugas tengah mencocokkan data peserta yang diduga joki tersebut, lanjut Basir, pelaku meminta izin untuk ke toilet. “Karena mencurigakan, sempat dibuntuti oleh panitia. Namun si joki ini kabur. Sepertinya sudah ada temannya yang siap menjemput di parkiran,” ujarnya.

Saat ini, upaya salah satu peserta yang coba menggunakan jasa joki ini telah dilaporkan oleh Pansel penerimaan CPNS Pemkab Gowa kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Kami bersyukur karena dengan ketatnya pemeriksaan yang dilakukan panitia, sehingga joki ini tidak lolos dan bisa digagalkan. Harapan kami, pelakunya ini bisa terungkap dan tidak ada lagi kejadian seperti ini di masa yang akan datang,” pungkas Basir.