Sekda Minta PPK untuk Pilkada Gowa Berintegritas dan Luber Jurdil

KabarMakassar.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, H Muchlis berharap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mampu mempertahankan trend positif penyelenggaraan Pilkada Gowa.

Apalagi Gowa masuk zona aman pada Pilkada September mendatang. Hal itu disampaikan H Muchlis ketika menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah PPK Pilkada Gowa yang diselenggarakan oleh KPU Gowa di Hotel Swiss Bell Panakkukang, Sabtu (29/2).

“Saya berharap raport yang kita terima sekarang ini jangan lagi dinodai dengan perilaku atau segelintir anggota PPK. Pertama kalinya kita melaksanakan Pilkada di dalam penentuan rangking kemarin temasuk yang dikeluarkan oleh Bawaslu, Gowa itu sudah keluar dari zona merah. Alhamdulillah Gowa sudah ada di zona aman,” kata Muchlis.

Selain itu, Muchlis juga berharap seluruh anggota PPK yang baru dilantik agar bekerja dengan baik dan menjaga integritas agar Pilkada Gowa dapat berjalan langsung, umum, bebas dan rahasia atau luber dan jurdil.

“PPK garda terdepan yang akan menentukan apakah bisa berlangsung dengan luber kemudian jurdil. Namanya Pilkada itu sangat menentukan kita akan memilih putra terbaik Gowa untuk dijadikan pemimpin, nah untuk mendapatkan putra terbaik tentu kita rekrutlah PPK dari putra-putri terbaik agar bisa melahirkan yang terbaik juga,” jelasnya.

Untuk itu, kata Muchlis para PPK harus senantiasa menjaga kerukunan, kekompakan, kerjasama, kejujuran, amanah dan menjaga etos kerja agar tetap ulet dalam bekerja. “Ini komitmen profesionalisme” ujarnya.

Sementara itu, Ketua (KPU) Kabupaten Gowa, Muhtar Muis mengatakan bahwa PPK yang dilantik merupakan hasil seleksi secara terbuka dan transparan yang dilakukan oleh KPU Gowa sejak Januari lalu.

“Kami melakukan seleksi betul-betul berdasarkan kemampuan, kredibilitas dan terutama terkait integritas,” kata Muhtar.

Karena itu ia berharap seluruh PPK bekerja dan menjalankan amanah dengan baik dan menjaga integritas. Ia meminta agar segala pekerjaan dapa berdasarkan pedoman aturan dan undang undang yang berlaku.

“Kami di KPU tidak segan-segan jika di tengah perjalanan ada teman-teman yang berani bermain atau berani berbuat tidak sesuai aturan maka kami akan amputasi di tengah jalan,” pungkasnya.