Kondisi Pantai Ujung Tape Jadi Sorotan, Bupati Pinrang Janji Segera Carikan Solusi

KabarMakassar.com — Kondisi Pantai Ujung Tape di Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, yang beberapa hari belakangan menjadi sorotan karena dipenuhi sampah, mendapat perhatian dari Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid.

Senin (1/6) kemarin, Irwan Hamid turun langsung mengecek kondisi Pantai Ujung Tape. Di lokasi tersebut, selain mendapati tumpukan sampah yang berserakan di bibir pantai dan mengapung di perairan, ia juga mendapati seorang petugas kebersihan Pasar Langnga yang sedang membuang sampah ke laut.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Meski alasannya dikarenakan belum adanya lokasi pembuangan tetap atau TPA, ini tetap tidak benar karena merusak lingkungan dan mencemari laut,” kata Irwan Hamid, Selasa (2/6).

Olehnya itu, Irwan mengaku telah memanggil lurah dan camat setempat, termasuk pengelola Pasar Langnga, untuk mencarikan solusi terbaik dari permasalahan tersebut.

“Kita segera carikan solusi terbaik dari permasalahan sampah di Pantai Ujung Tape itu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pinrang, Hartono Mekka, membenarkan adanya pemanggilan terhadap pemerintah setempat termasuk pengelolah pasar terkait kondisi Pantai Ujung Tape yang dipenuhi tumpukan sampah.

“Smentara ini pak bupati rapatkan terkait persoalan itu untuk dicarikan solusi sesegera mungkin,” singkatnya.

Sebelumnya dikabarkan, sejumlah titik di Pantai Ujung Tape dipenuhi sampah yang berserakan dan menumpuk. Sampah-sampah itu diduga sengaja dibuang langsung oleh warga ke bibir pantai hingga akhirnya terbawa arus dan berserakan di periran sekitar pantai tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pinrang, Sudirman yang dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, kondisi itu bukan menjadi ranah atau tanggung jawab DLH.

Sampah yang berada di wilayah kecamatan, kata dia, adalah tanggung jawab camat atau kelurahan setempat.

“Itu bukan ranahnya DLH. Itu urusanya camat atau lurah untuk mempersiapkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS), karena sudah ada anggaran yang sudah disiapkan itu,” kata Sudirman, Ahad (31/5).

Terpisah Lurah Pallameang, Fajrin Abma, mengaku yang menjadi kendala selama ini adalah belum adanya TPS untuk menampung sampah masyarakat, termasuk sampah dari pasar setempat.

“Iya pak sampah-sampah tersebut kita simpan di bibir pantai, kalau malam dibakar oleh petugas, karena memang terkendala belum ada tempat pengelolahan sampah. Kami sudah upayakan itu,” kata Fajrin.

“Kami sudah tiga kali meminta ke DLH pengadaan armada atau kontainer untuk disimpan di pasar, tapi sampai saat ini belum ada, dan itu juga menjadi kendala kami di kelurahan,” ujarnya.

Spiderman Parepare Kembali Beraksi

KabarMakassar.com — Lahan kosong di belakang Gudang Bulog Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, kini seolah menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah umum warga. Bahkan, sampah yang dibuang ke lokasi tersebut sampai bersereakan ke bahu jalan.

Mirisnya, kondisi itu sepertinya luput dari perhatian pihak pemerintah setempat dan instansi terkait. Hal inipun kembali mendorong Spiderman Parepare, conten creator asal kota kelahiran Presiden RI ketiga BJ Habibie itu untuk kembali melakukan aksinya.

Sabtu (8/2), Spiderman Parepare itu mendorong tumpukan sampah yang berserakan di bahu jalan dan membahayakan pengendara yang melintas, ke bagian tepi.

“Awalnya saya dapat informasi dari netizen di media sosial, katanya sampah di belakang Gudang Bulog ini menumpuk. Jadi saya datang ke sini,” katanya.

Salah seorang warga yang bermukim di sekitar lokasi tersebut, Isa menuturkan, sampah yang menumpuk di belakang Gudang Bulog itu bukan hanya milik warga sekitar. Menurut dia, warga yang rumahnya jauh dari lokasi tersebut pun sering membuang sampah di tempat tersebut menggunakan sepeda motor maupun mobil.

“Kami harap pihak terkait segera melakukan upaya pembersihan. Selain lokasi sudah bau, juga sudah membahayakan pengendara,” ujarnya.

Dikonfirmasi terkait keluhan warga tersebut, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare, Syamsuddin Taha tak menampik jika pihaknya akhir-akhir ini memang agak terlambat mengangkut sampah.

“Iye, secara berkala telah dibersihkan itu pak. Segera kami akan tindaklanjuti,” kata Syamsuddin.

Sekadar diketahui, Spiderman Parepare merupakan conten creator asal Parepare yang kerap membuat konten video di media sosial dengan tema lingkungan, budaya dan wisata. Aksinya itu telah membawanya mengkampanyekan aksi peduli lingkungan hingga ke media nasional.

Perumahan Mewah di Makassar Bakal Diminta Sediakan Bank Sampah

KabarMakassar.com — Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb berencana berkoordinasi dengan para pengembang perumahan,

khususnya perumahan menengah ke atas, dan meminta mereka untuk menyiapkan Bank Sampah atau tempat pengolahan sampah organik di setiap kompleks perumahan yang dibangun.

“Kita mau tidak ada lagi sampah yang keluar dari perumahan mewah. Semua teknologi sudah kita punyai, dan itu tidak perlu teknologi yang canggih-canggih amat. Tidak perlu teknologi yang susah, semuanya lebih kepada kesadaran sebenarnya,” kata Iqbal, usai menghadiri acara Lokakarya membahas tentang permasalahan sampah, yang digelar Alumni SMANSA 1 Angkatan 85, di Hotel Imperial Aryaduta, Sabtu (8/2).

Iqbal mengatakan, sebenarnya yang sangat diharapkan dari sebuah kompleks perumahan terkait permasalahan sampah adalah adanya share away atau daur ulang.

“Misalnya kalau dia bisa mengelola sampahnya dengan baik, sampah plastik bisa dimasukkan ke bank sampah, yang organik bisa jadi kompos. Kita berharap perumahan mewah di Makassar semua bisa seperti itu,” ujarnya.

Sekadar diketahui, kegiatan Lokakarya yang digelar Alumni SMANSA Makassar angkatan 85 ini mengangkat tema ‘Reduce, Reuse dan Recyle’, dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang berkompeten dibidangnya, yakni Deputi IV Kemenko Bidang Kemaritiman, Kepala Subdit Barang dan Kemasan Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (Indonesia Bebas Sampah 2025), Direktur Green Indonesia Foundation ,dan Ketua Umum Asosiasi Bank Sampah Indonesia.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim, Chaerul Amin, yang juga merupakan Alumni SMANSA Makassar angkatan 85 mengatakan, kegiatan Lokaakarya ini digelar dengan tujuan untuk membuka wawasan tentang paradigma pengelolaan sampah melalui upaya pengurangan dan upaya penanganan sampah, membangun konsep mekanisme pengelolaan sampah bersama pihak pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, serta melakukan fun education tentang pentingnya pengendalian sampah plastik.

“Kami berharap, dengan kegiatan yang terselenggara ini dapat merubah perilaku di semua lapisan masyarakat, pemerintah dan swasta dalam pengendalian limban palstik dan perilaku dalam melestarikan lingkungan hidup,” ungkapnya.