BNNP Sulsel Musnahkan 3,7 Kg Sabu Senilai Rp5,5 M

KabarMakassar.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulsel memusnahkan 3,7 kilogram narkoba jenis sabu senilai Rp5,5 miliar, hasil tangkapan di Kota Parepare, dengan tersangka empat orang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Kabupaten Pinrang, Senin (2/3).

Kepala BNNP Sulsel, Idris Kadir mengatakan, pemusnahan barang bukti ini adalah hasil pengembangan kasus pada tahun 2019 lalu.

“Empat orang perempuan berhasil diamankan di dalam mobil di depan kampus Universitas Muhammadiyah Parepare. Satu sebagai koordinator dan tiga lainnya sebagai kurir,” kata Idris, saat menggelar konferensi pers di kantornya.

Idris menyebutkan, keempat pelaku tersebut masing-masing berisial KM (29), FT (53), AR (26), dan AL (34). Mereka diamankan bersama barang bukti yang disembunyikan didapatkannya di dalam celana untuk mengelabui petugas.

“Masing-masing pelaku membawa paket sabu sebanyak 1 Kg lebih. AL sebagai Koordinator yang menjemput ketiganya di Pelabuhan Parepare. Rencananya barang tersebut akan dibawa ke Kabupaten Sidrap,” ucapnya.

Keempat tersangka, kata dia, dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1, dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat 5 sampai 20 tahun penjara.

Nyabu di Kamar Sendiri, Polisi Ciduk Tona

KabarMakassar.com — Polres Takalar melakukan pengembangan pelaku penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Takalar, hingga akhirnya mendapati seorang pemuda yakni Syahrul alias Tona (25), warga asal Desa Bategulung, Bontonompo, Kabupaten Gowa yang sedang asyik nyabu di kamar sendiri, Sabtu (25/1).

Pelaku Tona hendak kabur saat diamankan polisi, namun ia pun kembali diciduk saat keluar lewat jendela rumahnya.

Kanit 2 Resnarkoba Polres Takalar, Ipda H Syuryadi Sarrang mengatakan, penangkapan pelaku dari hasil interogasi rekannya sendiri bernama Daeng Rurung bin Baso (42) warga Palleko yang kami ringkus sepekan lalu bahwa peroleh jenis sabu dari terduga pelaku Tona.

“Pelaku adalah residivis kasus begal dan jambret setahun lalu, dan pelaku kami ringkus dirumahnya tepatnya dalam kamarnya saat sibuk isi paket sachet jenis sabu,” ujar Ipda H Syuryadi.

Dari hasil penangkapan ditemukan beberapa barang bukti berupa dua sachet diduga keras berisi jenis sabu, dua buah hp, satu alat isap sabu lengkap, dua buah dompet dan dua bal sachet baru.

Pelaku kini mendekam di tahanan Mako Polres Takalar, pelaku terancam hukuman diatas 7 tahun penjara dikenakan pasal 112, 114 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Terkait Kepemilikan Sabu, Supir Truk Asal Takalar Dibekuk Polisi

KabarMakassar.com — Sebelumnya Nurwahyudi alias Tutu (22), warga Polong Bangkeng Utara, Kabupatan Takalar, Sulawesi Selatan, yang diduga hendak menjual sabu, telah diamanakan Tim Drugs Hunter Resnarkoba Takalar lantaran kedapatan membawa narkotika jenis sabu dalam saku celana.

Rekan Nurwahyudi bernama Daeng Rurung bin Baso (42) warga Palleko III, Kelurahan Palleko, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar. Akhirnya diringkus yang sempat buran selama Sepekan.

Polres Takalar menciduk terduga terlapor Daeng Rurung di Jalan Ir. Sutami Makassar usai mengemudi truk dari Palopo, ia bekerja disalah satu dealer motor di Kota Makassar, saat akan digeledah terduga terlapor sempat kabur lewat belakang swalayan, tetapi dengan sigap polisi menciduknya.

Polisi mendapat info dari rekan terduga terlapor mengatakan pemilik uang sebanyak 2 juta rupiah yakni Daeng Rurung, untuk membeli sabu dan edarkan kembali persachet.

Sementara itu Kanit Drugs Hunter Resnarkoba Polres Takalar, Ipda H. Syuryadi Sarrang, mengatakan, “Berkat informasi rekan terduga terlapor yang diamankan lebih dahulu sehingga kami melakukan pengembangan dan pengejaran hingga ke Makassar dan menunggu pulang dari dari Palopo, lantaran terduga pelaku ini adalah supir Dum truk dealer motor,” ungkap Ipda H. Syuryadi Sarrang.

“Saat akan dilakukan penangkapan terduga terlapor sempat kabur, tetapi anggota bergerak cepat, alhasil cepat kami ringkus. dirinya terlihat panik saat mengetahui temannya tertangkap.” Tambah Kanit Drugs Hunter Resnarkoba Polres Takalar.

Dari hasil intoregasi dilokasi pelaku mengakui perbuatannya pemilik uang tersebut.

Pelaku pun langsung digelandang ke Mako Polres Takalar unit Satresnarkoba untuk disamakan keterangan kedua pelaku dan dikenakan pasal 112, 114 undang undang narkotika no 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Polres Pinrang Ungkap Tiga Tersangka Pemilik Sabu 1 Kilogram

KabarMakassar.com — Polres Pinrang gelar Press Release kasus penyalaan Narkoba sebanyak 1 kilo 300 gram di halaman kantor Polres Pinrang Jalan Bintang Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Rabu (22/1).

Adapun tersangka Ramon Bin Hasan (39) pekerjaan nelayan, Awi Bin Mamma (37), pekerjaan buruh keduanya warga Karang Kejo, Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan dan Abd. Rahman alias Emmang Bin Yamang (40), warga Cacabala Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang.

AKBP Bambang Suharyono mengatakan modus para tersangka bermufakat jahat untuk memiliki, membeli, menerima, menjual, dan mengedarkan narkotika jenis sabu tersebut kepada orang yang mau membelinya di Kota Pinrang.

“Para pelaku mengaku barang haram tersebut berasal dari negara Malaysia yang kemudian dikirim ke pulau Kalimantan dan masuk ke wilayah Sulawesi Selatan melalui pelabuhan Kota Parepare,” kata Bambang di depan awak media.

“Pasal yang disangka untuk tersangka yaitu pasal 114 ayat 2 Juncto pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 2 Juncto pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama hukuman seumur hidup atau pidana mati,” ungkapnya.

Lanjut Bambang, kita berkomitmen memerangi peredaran barang haram itu di Pinrang dengan cara melakukan upaya preventif atau pencegahan dan menindak tegas para pelaku penyalahgunaan narkoba.

“Kita selama ini sudah maksimal melakukan penyuluhan sebagai upaya Preventif. Tentu juga kita akan menindak secara tegas para pelaku penyalahgunaan barang haram itu di Pinrang,” Tutupnya.

Barang bukti yang diamankan di Mapolres Pinrang yaitu
1. 1 kilo 300 gram narkotika jenis sabu
2. 2 buah kantongan warna hitam
3. 1 buah termos nasi besar, warna biru
4. 1 bungkus yang berisikan kosong.

Diduga Hendak Edarkan Sabu Pria di Takalar Dibekuk Polisi

KabarMakassar.com — Niat Nurwahyudi alias Tutu (22), warga Polong Bangkeng Utara, Kabupatan Takalar, Sulawesi Selatan, diduga hendak menjual sabu.

Sebab, terduga tersangka keburu diamankan Tim Drugs Hunter Resnarkoba Takalar lantaran kedapatan membawa narkotika jenis sabu dalam saku celana.

Terduga tersangka diduga kuat merupakan pengedar sebab polisi menemukan chat via WA pesanan sabu, ia nekat edarkan lantaran tergiur dari hasil keuntungan penjualannya.

Nurwahyudi diamankan saat hendak keluar rumah dan polisi langsung mencegat dan di cek body cover.

Kanit 2 Renarkoba Polres Takalar Ipda H Syuryadi Sarrang mengatakan, polisi sudah mengintai sejak dua pekan lalu, berkat info dari temannya yang telah tertangkap oleh anggota kami.

“Tim sudah mengintai Nurwahyudi selama dua Minggu. Saat kami geledah di kantong celananya kami temukan 1 sachet bening berisi diduga narkoba jenis sabu,” ungkapnya.

Barang bukti yang di amankan oleh Polres Takalar.

Dari hasil pemeriksaan terhadap terduga tersangka polisi menemukan 1 buah handphone berisi pesanan barang haram.

Selanjutnya Terduga pelaku dibawa ke Mako Polres unit Satreskoba untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan terancam hukum diatas 7 tahun penjara dengan pasal 112, 114 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.