Angin Kencang di Bulukumba Robohkan Rumah Warga

KabarMakassar.com — Angin kencang yang terjadi dalam dua hari ini merusak salah satu rumah warga di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (9/1/2020) sekitar pukul 13.20 WITA.

Tidak ada korban jiwa namun kerugian harta benda diperkirakan mencapai kurang lebih puluhan juta.

Dari hasil pantauan KabarMakassar kejadian tersebut terjadi di Jalan Perintis Dusun Bontomanai, Desa Bontomanai, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba.

Sementara dari pengakuan korban Sina bin Nampara (77), salah satu warga di Dusun Bontomanai dia menyaksikan saat angin kencang merobohkan rumah panggungnya yang sudah di huni selama bertahun-tahun tersebut.

Sina mengatakan sehari sebelum kejadian angin memang sangat kencang di sertai dengan hujan deras dan hari ini angin kencang kembali terjadi dan merobohkan rumah panggungnya, saat kejadian Sina dan cucunya tidak berada di rumah tersebut.

“Dari kemarin ji angin kencang sekali dan hujan juga sangat deras, terus tadi kencang mi lagi angin na itumi na robohkan mi rumahku tapi untungnya tidak adaja di rumah karena keluarka sama cucu ku” ujarnya saat di temui dirumahnya.

Atas musibah ini, pihak BPBD Kabupaten Bulukumba berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk penanganan selanjutnya.

Sekedar diketahui, Kepala BPBD Andi Akrim saat di wawancarai,”Kami dari pihak BPBD Kabupaten Bulukumba telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan kami juga menyalurkan beberapa bantuan seperti bahan makanan, pakaian, dan tikar. Dan untuk sementara waktu kami mendirikan tenda posko di tempat kejadian tersebut dan mengimbau kepada masyarakat agar selalu tetap waspada apalagi musim hujan ini. ujarnya.

Diterjang Angin Kencang, 715 Rumah Rusak di Sidrap

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap terus menyikapi dampak bencana angin kencang yang terjadi pada Minggu, (5/1). Pemkab Sidrap melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap juga intens membantu warga melakukan evakuasi.

Proses evakuasi oleh BPBD, turut dibantu dari TNI-Polri dari Kodim dan Polres Sidrap. Tim tersebar di sejumlah lokasi terjadinya bencana angin kencang

Kepala Pelaksana BPBD Sidrap, Siara Barang yang dikonfirmasi sesaat lalu mengaku telah mengantongi data sementara dampak bencana angin kencang itu

“Hingga malam ini, total rumah warga yang rusak sudah mencapai 715 unit. Data ini terus kami update,” ujar Siara Barang, Senin, (6/1)

Sibar, sapaan akrab Kepala Pelaksana BPBD Sidrap itu merinci, 715 rumah warga yang rusak itu terdiri dari 81 unit rusak berat, 105 unit rusak sedang dan sisanya 529 unit rusak ringan

Selain rumah warga, beber Siara Barang, terdapat sarana pendidikan 2 unit serta satu unit gedung serbaguna (umum) yang rusak

“Ada juga kantor pemerintahan sebanyak 2 unit, lalu usaha ekonomi sebanyak 21 unit serta sarana ibadah 1 unit,” ujarnya

Adapun lokasi terjadinya angin kencang, diantaranya di wilayah Kecamatan Watang Pulu, Panca Rijang, Maritengngae

Termasuk di Kecamatan Panca Lautang, Tellu Lumpoe, Wattang Sidenreng, Dua Pitue, Pitu Riawa dan Kulo serta Pitu Riase

Siara Barang mengatakan, data-data tersebut diperlukan sebagai acuan di dalam menyalurkan bantuan perbaikan rumah kepada warga yang terdampak angin kencang.

BPBD Sidrap Imbau Warga Tetap Waspadai Angin Kencang Susulan dan Petir 

Kepala Pelaksana BPBD Sidrap, Siara Barang menambahkan, pihaknya tetap mengimbau warga untuk selalu waspada akan potensi angin kencang susulan.

Mengacu BMKG, sebut Siara Barang, potensi cuaca ekstrem masih terus terjadi. Karenanya, tak menutup kemungkinan masih adanya angin kencang susulan disertai hujan dan petir

“Karena itu, tak ada salahnya kami imbau warga agar selalu waspada akan potensi dari cuaca ekstrem,” ujar Siara Barang

Pasca Angin Kencang, Wali Kota Parepare Tinjau Rumah Warga

Kabarmakassar.com — Wali Kota Parepare, Taufan Pawe meninjau rumah warga yang rusak diterjang angin kencang.

Tinjauan itu dilakukan di Kelurahan Bumi Harapan, Kelurahan Cappa Galung, dan Tonrangeng, Parepare, Sulsel, Senin (6/01/2020). Hadir pula Wawaliz Pangerang Rahim, Sekda, Iwan Asaad dan Kepala OPD.

Taufan Pawe menyapa langsung warga, mengimbau warga untuk bersabar menghadapi ujian itu, sembari memberi bantuan tenda dan bahan pangan secara simbolis.

“Dalam waktu tiga hari akan kami salurkan bantuan musibah ganti rugi kepada warga yang rumahnya rusak, berupa sangan dan papan darurat,” ucapnya.

“Ganti rugi dibawah Rp5 juta akan ditangani BPBD Parepare. Kalau diatas Rp5 juta akan diproses di Badan Keuangan Daerah (BKD),” lanjut dia.

Taufan pun membeberkan, ada ratusan rumah warga yang rusak akibat angin kencang yang terjadi Minggu, 5 Januari kemarin.

“Yang jelas jumlahnya diatas 100. Saya tidak sebutkan jumlah pasti karena seterusnya kita lakukan validasi. Jumlahnya tidak sedikit,” papar dia.

Untuk mengantisipasi angin kencang susulan, Taufan bakal melakukan edukasi dan menyajikan informasi untuk terus bersikap waspada.

“Untuk pohon besar kita tidak akan tumbangkan karena itu ekosistem. Penataan ruang terbuka hijau dikedepankan, kalau ada pohon yang belum tua kita pangkas saja,” tandas dia.

Sementara, salah satu warga yang dikunjungi di Kelurahan Bumi Harapan Jumiati mengatakan terima kasih atas perhatian pemerintah dengan kondisi rumahnya yang rusak.

“Bantuan tenda sangat berguna, karena kami sulit berteduh apalagi hujan deras,” ujarnya.