Usulkan Pembangunan Bendungan, Pemprov Sulsel Harap APBN

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Usulkan pembangunan bendungan di beberapa daerah di Sulawesi Selatan. Ada tiga usulan pembangunan bendungan yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten.

Tiga bendungan ini antara lain Walimpong di hulu danau Tempe dengan kapasitas tampung 545,96 juta meter kubik (M3). Kemudian ada Barrutung dan Paropo.

Pembangunan tiga bendungan ini nantinya akan menggunakan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya dan Tata Ruang.

“Masalah biaya untuk sementara Fokus pada APBN ya karena beberapa program pemerintah termasuk bapak Jokowi adalah infrastruktur masih sangat tinggi, lebih cepat dibandingkan dengan mekanisme inveatasi karena banyak tahapan,” ungkap Rudy Djamaluddin Rabu,(22/01).

Ia menambahkan bahwa kebutuhan Sulsel akan bendungan ini sangat tinggi.

“Kita butuh karena masih ada sekitar 250 hektar lahan sawah tadah hujan. Satu-satunya cara dalam meningkatkan produktifitas pertanian selain intensifikasi juga adalah perluasan area sawah irigasi teknis, dengan solusi yang diberikan pemanfaatan air dengan teknologi bendungan,” jelasnya.

Pasalnya, dari 650 ribu hektar lahan pertanian baru setengahnya yang beririgasi teknis.

“Jadi sekarang potensi bendungan dimanapun itu tentu sangat dibutuhkan. Sehingga yang menentukan layak atau tidaknya pembangunannya ini tetap feasibility study, karena semuanya prosesnya ada,” kata Rudy.

Tak hanya itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan juga memaparkan salah satu fungsi bendungan ini adalah untuk mencegah terjadinya banjir.

“Sementara ini masih dicek sama balai apakah layak kemudian akan diusulkan nanti,”ungkap Andi Sudirman Sulaiman.

Ia memambahkan potensi bendungan yang paling mendesak untuk segera dibangun, yaitu bendungan Paropo yang paling berpotensi dan bisa mengcover. Letaknya ini di perbatasan Maros-Bone. Kemudian Walimpong, dan Barrutung.

Rencananya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam waktu dekat akan menginisiasi rapat koordinasi pengendalian dalam hal ini pembangunan-pembangunan infrastruktur Sulsel dalam APBN, Dimana Balai Pompengan juga akan turut hadir untuk membahas pembangunan bendungan.