16 Dokter, Perawat dan Nakes di RSUP Wahidin Sudirohusodo Positif Terinfeksi Covid-19

KabarMakassar.com — Sejumlah dokter, perawat dan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di RSUP Wahidin Sudirohosodo Makassar terpapar dan terkonfirmasi positif virus Corona (Covid-19).

Direktur RSUP Wahidin Sudirohusodo, Dokter Khalid Saleh mengatakan, dalam tiga hari terakhir ada sebanyak 16 dokter, perawat dan nakes di RSUP Wahidin Sudirohusodo yang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.

“Iya benar, staf kami (dokter, perawat dan nakes lainnya) sudah terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. Ada 6 orang yang sementara dirawat,” kata dr. Khalid, Jumat (22/5).

Khalid berharap, masyarakat tetap mengikuti imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan dengan melakukan social distancing, physical distancing, selalu menggunakan masker dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Khalid juga menyampaikan, pihaknya juga melakukan pengembangan ruang isolasi di RSUP Wahidin Sudirohusodo. Saat ini, kata dia, ruang isolasi untuk pasien Covid-19 bukan hanya di Infection Center (3 lantai), tetapi ada penambahan ruangan dengan kapasitas tampung 40 tempat tidur yang disertai saran penunjang.

“Di RSWS kami lakukan pengembangan ruang isolasi. Bukan hanya di Infection Center 3 lantai, tetapi kami kembangkan ruang perawatan Covid-19 di Paviliun Palem dengan kapasitas 40 TT (tempat tidur) disertai sarana pemeriksaan penunjang x-ray mobil,” terangnya.

RSUP Wahidin Banjir Karangan Bunga

KabarMakassar.com — Puluhan karangan bunga memenuhi depan Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, yang merupakan Rumah Sakit rujukan utama di Provinsi Sulsel untuk menangani pasien kasus Virus Corona atau Covid-19.

Semua karangan bunga yang dikirimkan berbagai kelompok, perusahaan dan elemen masyarakat itu berisikan kata-kata penyemangat yang ditujukan untuk Tim Medis di RSUP Wahidin, yang saat ini tengah bekerja dan berjuang menangani pasien Covid-19.

“Ada banyak karangan bunga berisikan kata-kata dukungan semangat untuk tim medis di RS Wahidin yang dikirimkan masyarakat. Karangan bunga itu diletakkan di depan IGD,” kata Kasubag Humas dan Pemasaran RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, Dewi Rizki Nurmala, Sabtu (21/3) sore.

Bentuk dukungan masyarakat kepada Tim Medis di RSUP Wahidin, kata dia, tidak hanya ditunjukkan dalam bentuk karangan bunga. Ada juga yang mengirimkan minuman untuk dibagikan kepada para Tim Medis yang bekerja.

“Tadi juga ada kiriman kopi dari kopihub untuk teman-teman (tim medis),” terangnya

Menurut Dewi, adanya dukungan dari masyarakat ini memberikan sugesti positif bagi tenaga medis di RSUP Wahidin Sudirohusodo untuk melakukan tugas-tugasnya.

“Tentunya mereka senang dengan dukungan yang diberikan masyarakat ini. Ada sugesti positif dengan dukungan yang diberikan ini. Kami berterima kasih atas dukungan ini,” ujarnya.

Dewi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap melakukan social distacing agar dapat membantu tim medis dalam penanganan dan pencegahan bertambahnya kasus Covid-19 di wilayah Sulsel.

“Bantu kami dengan tetap tinggal di rumah, jaga jarak sosial, bacalah berita terkait Covid19 dari sumber yang terpercaya. Laporkan jika ada tetangga atau kenalan yang masuk dalam kriteria ODP dan PDP. Jangan kucilkan ODP dan PDP, dan yang paling penting makan makanan yang sehat, olahraga yang cukup, serta cuci tangan pakai sabun sesering mungkin,” tutupnya.

RSUP Wahidin Pastikan Pasien Rujukan dari Takalar Bukan Corona

KabarMakassar.com — Pihak RSUP Wahidin Sudirohuso Makassar memastikan seorang warga Takalar yang dirujuk dari RSUD Padjinga Dg Ngalle Takalar pada Sabtu (7/3) kemarin, negatif atau tidak terinfeksi Virus Corona (Covid-19).

“Pasien ini tidak memenuhi syarat indikasi suspect ataupun pasien dalam pengawasan (PDP),” kata Humas RSUP Wahidin Sudirohusodo, Dewi Risky Nirmala, Ahad (8/3).

Menurut Dewi, pasien tersebut menderita infeksi penyakit lain, bukan suspek corona.

“Jadi bukan suspect Corona, lebih kepada penyakit infeksi lain,” terangnya.

Terpisah, pihak RSUD Pajdjonga Dg Ngalle Takalar juga mengklarifikasi soal beredarnya informasi terkait adanya salah seorang warga Takalar yang dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar karena suspect Corona.

“Pemberitaan itu tidak benar. Pasien tersebut riwayatnya baru pulang dari unrah, dan masuk RS dengan keluhan demam dan batuk sejak kurang lebih seminggu yang lalu,” tulis pihak RSUD Padjong Dg Ngalle melalui akun media sosial reminya.

“Namun dari hasil pemeriksaan penunjang yang dilakukan di RS, tidak mendukung untuk diagnosa Corona,” tegasnya.

Dalam klarifikasi tersebut juga disampaikan jika pihak RSUD Padjonga Dg Ngalle Takalar memang sedang melakukan protap penanganan kasus penyakit Corona sebagai bentuk proteksi perlindungan diri.

“Makanya untuk pemeriksaan dan konfirmasi pasti, kami lakukan rujukan ke RS Wahidin Sudirohusodo,” jelasnya.

Sempat Diobservasi, Satu Warga Sulsel Dinyatakan Negatif Corona

KabarMakassar.com — Satu warga Sulsel yang diduga atau dicurigai (suspect) terpapar Virus Corona (Covid-19), dan sempat menjalani proses observasi selama dua hari di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, akhirnya dinyatakan negatif Corona.

Kepala Bagian Humas RS Wahidin, Dewi Resky mengatakan, pasien tersebut diobservasi sejak Senin (2/3) malam, dan dinyatakan negatif pada Rabu (4/3) siang, sehingga langsung dipulangkan.

“Hasilnya negatif, sudah pulang kemarin siang,” kata Kepala Bagian Humas RS Wahidin, Dewi Resky, Kamis (5/3).

Sebelumnya, kabar tentang adanya warga Sulsel yang diduga terpapar Virus Corona dan menjalani onservasi di RSUP Wahidin Sudirohusodo disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Ichsan Mustari, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi E DPRD Sulsel terkait penanganan Virus Corona, Rabu (4/3) kemarin.

“Sudah sejak dua hari lalu di RS Wahidin, dan sampai saat ini masih dalam observasi,” ungkap Ichsan.

Meski begitu, kata dia, warga tersebut belum bisa dipastikan positif terjangkit Virus Corona.

“Kita belum bisa tentukan, karena juga sedang menunggu hasil lab dari Litbangkes Jakarta. Begitulah proseduralnya. Kita semua berdoa mudah-mudahan ini tidak ada (bukan Covid-19),” ujarnya.

Ichsan juga membeberkan bahwa sejak 20 Januari lalu sampai saat ini, setidaknya ada 49 warga Sulsel yang berada dalam pemantauan tim dari Dinas Kesehatan.

“Mereka ini langsung datang ke kita, dan diperiksa. Tapi ternyata hanya demam saja. Sekarang semua sudah sehat,” bebernya.

Sekadar diketahui, Pemerintah Provinsi Sulsel telah menunjuk dan menetapkan enam Rumah Sakit (RS) sebagai tempat rujukan, jika terdapat pasien suspect Corona di wilayah Sulsel.

Keenam RS tersebut yakni: RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo (Makassar); RSU Andi Makkasau (Parepare); RSU Lakipadapada (Tanah Toraja); RSU Akademis Jaury (Makassar); RS Islam Faisal (Makassar); dan RSUD Sinjai (Sinjai). Keenam RS yang ditunjuk ini adalah RS yang dulunya juga dijadikan sebagai tempat rujukan kasus Flu Burung.

Selain enam RS rujukan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel juga telah menyiapkan Posko Siaga COVID-19. Masyarakat Sulsel bisa mendapatkan informasi terkait Virus Corona dengan menghubungi call center di nomor telepon 085299354451.

Sulsel Mulai Siaga Corona

KabarMakassar.com — Sulawesi Selatan mulai memperketat pengawasan penyebaran Corona. Sejak virus ini menyebar, sejumlah pihak mulai siaga.

Dari pelabuhan misalnya Pelabuhan Soekarno Hatta sejak Rabu (29/01) sudah memasang alat Thermal Scanner. Thermal Scanner atau alat pendeteksi suhu tubuh.

Pantauan KabarMakassar.com alat Thermal Scanner di letakkan pada pintu masuk keluar penumpang, semua penumpang dipastikan melalui alat pendeteksi tubuh tersebut.

“Alat ini adalah alat pendeteksi tubuh jadi bagi semua penumpang yang datang jika suhu tubuhnya dia atas 38 derajat celcius maka kita akan pisahkan dengan penumpang lainnya, jadi tandanya kalau dilayar alat scanner ini berwarna merah artinya mereka memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat, tapi belum bisa kita pastikan bahwa dia terjangkit virus karena bisa jadi mungkin karena demam atau sebagainya tapi kalau pun memang dia punya suhu badan 38 derajat kita saring lagi dan kita liat dia berasal dari mana, misal dari negara terjangkit baru kita curigai tapi kalau bukan kita bebaskan saja.” ucap Abd Rahman, Operator Thermal Scanner dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) saat di wawancarai tengah melakukan pengecekan di pelabuhan Soekarno Hatta.

Selain di pelabuhan, antisipasi juga dilakukan pihak Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo. Rumah sakit ini bahkan sudah membentuk Tim khusus penanganan 2019-nCoV pun telah dibentuk dan siap siaga.

RSUP telah di tunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menangani kasus pendemik (penyakit menular) di Indonesia Timur. Direktur RSWS, dr Khalid Saleh mengungkapkan, pihaknya telah berpengalaman menangani kasus flu burung dan flu babi sebelumnya. RSWS Satu-satunya di Indonesia Timur. Jika kecurigaan nCoV, maka pasien akan langsung ditangani oleh Tim Kewaspadaan Pandemik RSWS. Prosedurya pun telah dirapatkan, pasien telah diberikan akses khusus. Seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah pusat.

“Jika seandainya terjadi, kamar pasien dan fasilitas harus dikondisikan. Nanti dengan sendirinya, disiapkan ruangan khusus”,” ungkapnya pada Diskusi Panel 2019-nCoV di Fakultas Kedokteran Unhas.

Selain rumah sakit Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan kabarnya juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh Kepala Dinas di Kabupaten dan Kota.

Surat edaran itu sendiri sebagai tindak lanjut Kementerian Kesehatan RI untuk mengantisipasi virus yang mulai berjangkit di sejumlah negara yang bertetangga dengan Indonesia.