Dua Perahu Jolloro Tabrakan di Takalar, Tiga Orang Terluka

KabarMakassar.com — Kecelakaan Laut kembali terjadi di Kepulauan Tanakeke yakni sebuah perahu Jolloro mengalami tabrakan di Perairan Paria Lau, Lingkungan Kunjung Mae, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Takalar, Rabu (5/8).

Kapolsek Mappakasunggu, Iptu M Natsir S yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan saat ini korban sedang dirawat di RSUD Padjonga Daeng Ngalle.

“Benar tadi pagi telah terjadi kecelakaan laut perahu (jolloro) milik nelayan di Kepulauan Tanakeke, kejadian tersebut sedang diusut oleh kepolisian dan meminta kepada keluarga korban untuk bersabar, karena kasus ini sedang berproses,” Iptu Natsir.

Ia menjelaskan satu unit perahu yang di kemudi oleh Tallasa Daeng Bombong melaju dari arah Dermaga Takalar dengan tujuan Kepulauan Tanakeke bertabrakan dengan perahu milik Maming Daeng Sitaba yang melaju dari Kepulauan Tanakeke menuju Dermaga Takalar.

Ia mengaku jika dugaan sementara kasus kecelakaan laut di perairan Paria Lau itu disebabkan angin kencang yang terjadi di wilayah itu.

“Penyebab terjadinya kecelakaan akibat arus ombak yang kencang sehingga para pengemudi parahu sulit mengendalikan laju perahu masing-masing,” katanya.

Akibat dari kecelakaan ini, ia mengatakan ada tiga orang mengalami luka dan sementara dirawat di RSUD Padjonga Daeng Ngalle. “Aparat dari Polsek Mappakasunggu langsung menindak lanjuti dengan mendatangi dan mengamankan TKP,” pungkasnya.

Satu Pasien Positif Covid-19 Takalar Meninggal

KabarMakassar.com — Satu pasien positif Covid-19 berinisial A (54) warga Campagaya, Kelurahan Pattene, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar meninggal dunia, Selasa (9/6/2020) sekitar pukul 05.05 Wita.

Kasus meninggalnya pasien Covid-19 di Takalar ini menjadi kasus pasien meninggal yang pertama sejak Kabupaten Takalar terimbas pandemi Covid-19.

Terkait hal itu, Direktur RSUD Padjonga Dg Ngalle, dr. Asriadi Ali mengatakan pasien pada awalnya mengalami keluhan lemah separuh badan sebelah kiri secara tiba-tiba. Selain itu, kata dia, pasien juga memiliki riwayat batuk, sesak dan demam.

“Pasien masuk RSUD Padjonga Dg Ngalle 29 Mei, kemudian menjalani rapid tes hasilnya reaktif. Jadi, kita rujuk ke RS Dadi untuk menjalani perawatan intensif pada 30 Mei dan dinyatakan meninggal hari ini,” kata dr. Asriadi Ali.

Ia menambahkan bahwa pasien yang diketahui merupakan salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI ini juga memiliki riwayat penyakit lain.

“Hasil pemeriksaan penunjang di rumah sakit mendukung adanya penyakit infeksi, selain penyakit strokenya juga ada pembesaran jantung,” ungkapnya.

Kata dia, karena merupakan pasien positif Covid-19 maka pasien dimakamkan dipemakaman umum khusus penderita Covid-19 di Macanda, Kabupaten Gowa. “Proses pemakaman dengan standar protokol kesehatan,” pungkasnya.

RSUP Wahidin Pastikan Pasien Rujukan dari Takalar Bukan Corona

KabarMakassar.com — Pihak RSUP Wahidin Sudirohuso Makassar memastikan seorang warga Takalar yang dirujuk dari RSUD Padjinga Dg Ngalle Takalar pada Sabtu (7/3) kemarin, negatif atau tidak terinfeksi Virus Corona (Covid-19).

“Pasien ini tidak memenuhi syarat indikasi suspect ataupun pasien dalam pengawasan (PDP),” kata Humas RSUP Wahidin Sudirohusodo, Dewi Risky Nirmala, Ahad (8/3).

Menurut Dewi, pasien tersebut menderita infeksi penyakit lain, bukan suspek corona.

“Jadi bukan suspect Corona, lebih kepada penyakit infeksi lain,” terangnya.

Terpisah, pihak RSUD Pajdjonga Dg Ngalle Takalar juga mengklarifikasi soal beredarnya informasi terkait adanya salah seorang warga Takalar yang dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar karena suspect Corona.

“Pemberitaan itu tidak benar. Pasien tersebut riwayatnya baru pulang dari unrah, dan masuk RS dengan keluhan demam dan batuk sejak kurang lebih seminggu yang lalu,” tulis pihak RSUD Padjong Dg Ngalle melalui akun media sosial reminya.

“Namun dari hasil pemeriksaan penunjang yang dilakukan di RS, tidak mendukung untuk diagnosa Corona,” tegasnya.

Dalam klarifikasi tersebut juga disampaikan jika pihak RSUD Padjonga Dg Ngalle Takalar memang sedang melakukan protap penanganan kasus penyakit Corona sebagai bentuk proteksi perlindungan diri.

“Makanya untuk pemeriksaan dan konfirmasi pasti, kami lakukan rujukan ke RS Wahidin Sudirohusodo,” jelasnya.