Dinkes Bantah PDP Meninggal di Grestelina

KabarMakassar.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar membantah jika ada 2 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal setelah dilakukan perawatan di RS Grestelina dan satu lagi di RS Faisal.

Kepala Dinkes Kota Makassar, dr. Naisiyah Tun Asikin menepis informasi tersebut. Ia mengaku jika memang ada PDP yang meninggal tapi merupakan warga dari Kabupaten Gowa.

“Saya sudah konfirmasi ke Grestelina tidak ada PDP yang meninggal. Ada PDP meninggal tapi itu Warga Kabupaten Gowa yang dirawat di RS Faisal,” kata dr. Naisiyah, Selasa (31/3).

Hal serupa juga disampaikan oleh Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb. Ia membenarkan jika warga Kabupaten Gowa yang sedang dirawat di RS Faisal meninggal.

“Ada memang yang meninggal tapi bukan warga Makassar langsung dikirim ke Gowa, tadi malam itu RS Faisal langsung kirim ke Gowa karena memang KTP–nya KTP di sana, keluarganya juga di sana,” kata Iqbal.

Ia mengatakan bahwa pasien tersebut telah diambil SWAB-nya pada Senin sore sebelum dinyatakan meninggal dunia. “Laporan yang saya dapat semalam dari Kepala Dinas Kesehatan tetapi memang belum ada hasilnya,” tambahnya.

Iqbal memastikan jika semua PDP yang meninggal akan dikebumikan sesuai dengan protokol Covid-19. Kata dia, hal itu dilakukan untuk menghindari adanya kemungkinan pasien tersebut dinyatakan positif.

“Protokol yang digunakan tetap protokol Covid-19. Semua proses pemakamannya misalnya disholatkan dan lain-lainnya itu kalau dia islam, itu semua sudah diselesaikan di RS tidak dibawah lagi ke rumah langsung dimakamkan semua sesuai protokol,” pungkasnya.

Dirawat di 5 RS, Ini Daftar Tambahan 14 Pasien Positif Covid-19 di Sulsel

KabarMakassar.com — Jumlah pasien di Sulsel yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19 bertambah sebanyak 14 orang. Dengan begitu, hingga Kamis (26/3) total jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel berjumlah sebanyak 27 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Ichsan Mustari mengatakan, tambahan 14 pasien positif Covid-19 ini diketahui berdasarkan hasil tes spesimen dari para pasien yang dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar.

Menurut Ichsan, 14 tambahan pasien positif Covid-19 ini tersebar dan dirawat di 5 rumah sakit, yakni: 1 dirawat di RSUD Andi Makkasau (Parepare); 3 di RS Tajuddin Chalid (Makassar); 6 di RS Stella Maris (Makassar); 2 di RS Grestelina (Makassar); dan 2 di RS Labuang Baji (Makassar).

“Dari yang tambahan 14 pasien positif Covid-19 yang datanya baru diumumkan hari ini, ada 2 yang telah meninggal saat masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yakni 1 di RS Tajuddin Chalid, dan 1 RS Grestelina,” terang Ichsan melalui video conference, Kamis (26/3) malam.

“Untuk asal pasien, yang 14 pasien positif baru ini 1 dari Sidrap, 1 dari Bulukumba, 1 dari Maros, dan sisanya dari Makassar. yang dari Sidrap itu dirawat di RSUD Andi Makkasau, dan sisanya dirawat di Makassar,” sambungnya.

Ichsan menjelaskan, peningkatan secara signifikan jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel ini dikarenakan dua laboratorium di Sulsel sudah beroperasi untuk memeriksa spesimen pasien berstatus PDP.

“Lab kita itu, yakni BBLK Makassar dan Lab Unhas di RS Wahidin itu sudah bisa memeriksa spesimen pasien. Jadi tak perlu lagi dikirim ke Jakarta. Otomatis hasilnya sudah bisa cepat diketahui. Makanya kelihatannya peningkatannya begitu cepat alangsung menjadi banyak,” jelasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyebut, sebaran kasus positif Covid-19 di Indonesia masih didominasi di DKI Jakarta.

Namun berdasarkan data peningkatan jumlah kasus pasien positif, Sulsel juga menjadi salah satu daerah dengan penambahan jumlah kasus terbanyak. Olehnya itu, Yurianto meminta hal ini menjadi perhatian pihak terkait.

“Sebaran kasus positif Covid-19 di Indonesia masih didominasi di DKI Jakarta. Sementara di Sulsel juga terjadi penambahan kasus yang cukup banyak, yakni 14 orang. Ini Ini hendaknya menjadi atensi kita sekalian dalam mewaspadai ini,” kata Yurianto saat menyampaikan keterangan pers di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (26/3) sore.