Jadwal Pemberangkatan Ribuan Jemaah Umrah dari Sulsel di-Reschedule

KabarMakassar.com — Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan kebijakan penangguhan kedatangan jemaah umrah dari semua negara, termasuk Indonesia. Dampak dari kebijakan ini, penerbitan visa para calon jemaah umrah dihentikan sementara.

Menanggapi kebijakan dari Pemerintah Kerjaan Arab Saudi tersebut, Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua), Muhammad Azhar Ghazali mengatakan, hal ini tentunya akan berdampak pada jadwal pemberangkatan jemaah umroh asal Indonesia, termasuk Sulsel.

“Dampaknya pasti pada penundaan pemberangkatan dengan penundaan reschedule untuk pemberangkatan para jemaah. Tapi ini bukan pembekuan ya, ini hanya bersifat reschedule. Kerena Saudi lagi memersiapkan diri dengan pengawasaan yang lebih ketat dalam hal menerima jemaah umrah terkait dengan adanya wabah corona. Itu saja,” kata Azhar, Kamis (27/2).

Menurut dia, tak ada pilihan lain selain memaklumi keputusan yang dikeluarkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tersebut.

Ditanya soal kerugian yang dialami travel umrah akibat kebijakan ini, Azhar mengatakan, sejauh ini pihaknya belum bisa bicara terkait hal tersebut.

“Sejauh ini, kita belum bicara soal kerugian. Tapi mungkin kerugian itu hanya pada persoalan waktu, karena para jemaah ini tidak bisa berangkat sesuai waktu yang awalnya sudah ditentukan. Tapi kita juga kan harus memaklumi bahwa ini adalah aturan dari Pemerintah Saudi,” ujarnya.

Perihal berapa banyak jemaah umrah asal Sulsel yang pemberangkatannya harus ditunda akibat kebijakan ini, Azhar mengatakan, jumlahnya mencapai ribuan jemaah.

“Dalam seminggu yang penerbangan langsung dari Makassar saja itu ada tiga kali, dengan jumlah total sekitar 1.200 jemaah. Jadi untuk jumlah jemaah yang pemberangkatannya harus di-reschedule, silahkan saja kalikan dengan berapa lama waktu penangguhan ini diberlakukan,” ucapnya.

Sekadar diketahui, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memutuskan untuk menangguhkan sementara kedatangan jemaah umrah dari semua negara, teramsuk Indonesia. Hal ini disampaikan pihak Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada kamis (27/2) waktu setempat.

Dilansir dari SPA, keputusan ini diambil Pemerintah Kerjaan Arab Saudi sebagai upaya menecegah penyebaran virus corona amasuk ke negaranya, sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyampaikan pemerintah kerajaan melalui otoritas-otoritasnya sangat gigih menerapkan standar internasional yang disetujui, guna mendukung upaya negara dan organisasi internasional utamanya Organisasi Kesehatan Dunia untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga mengatakan tindakan pencegahan ini sebagai bentuk perlindungan bagi keselamatan warga dan penduduknya.

Pihak Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga menegaskan bahwa prosedur ini bersifat sementara, dan akan dievaluasi terus menerus oleh pihak berwenang.