Bukan DO, Begini Penjelasan Rektor UKI Paulus Makassar

KabarMakassar.com — Drop Out (DO) atau pemecatan 28 mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKIP) karena melakukan aksi Unjuk Rasa (Unras) didepan kampus Rektorat. Dr Agus Salim SH MH selaku Rektor membantah bahwa pihak kampus tidak memecat melainkan memberikan surat pindah.

“Jadi kami menegaskan bahwa bukan dipecat atau di DO tetapi kami memberikan surat pindah ke perguruan lain. Dalam artian pemberhentian dengan hormat,” kata Dr Agus kepada KabarMakassar.com ketika ditemui dikampusnya, Kamis (30/1).

Menurut Agus, pengambilan sanksi kepada 28 mahasiswa sesuai dengan prosedur. Dimulai dari Prodi, fakultas, sampai ke universitas, kemudian ke Komisi Disiplin terakhir pada rapat Senat.

“Jadi setelah Prodi, Fakultas dan ke Universitas kemudian ke Saya (Rektorat). Dan setelah itu kita kumpulkan para Senat untuk rapat, hasilnya keluarlah putusan pemberian sanksi,” jelasnya.

Rektor UKIP kembali menjelaskan bahwa aksi demo yang dilakukan mahasiswanya hingga berujung dipindahkan karena menolak aturan Ormawa (Organisasi Mahasiswa) yakni menuntut agar tidak menyatakan IPK bagi Mahasiswa yang akan jadi Pengurus Kelembagaan. Padahal aturan Ormawa sudah ada sejak tahun 2015 lalu.

“Pelanggarannya itu, para mahasiswa yang Demo itu tidak mau menaati aturan Ormawa. lalu mereka demo berjilid-jilid, sangat mengganggu. Puncaknya pada tanggal 20 Januari dimana pada saat itu semua mahasiswa kita liburkan. Dan saat itu kita adakan kegiatan Nasional,” ungkap Agus kembali menjelaskan.

Dalam hal ini, Rektor UKIP Makassar menghimbau kepada mahasiswa yang sudah diberikan surat pemberian sanksi yang melanggar peraturan etika dan disiplin warga kampus agar kembali ke kampus untuk mengurus kembali surat pindahnya.

“Jika para mahasiswa tidak mengurus surat pindah 14 hari sejak 24 Januari sampai Jumat 7 Februari . Maka akan diberhentikan secara tidak hormat dan tidak di berikan surat pindah,” sebut Rektor.