Rapsel Ali Beri Bantuan Renovasi Mesjid dan Alquran di Desa Pallantikang

KabarMakassar.com — Anggota Komisi VIII DPR RI, Rapsel Ali memberikan bantuan renovasi Mesjid dan Quran untuk Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang ada di Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Rapsel Ali secara simbolis kepada Kepala Desa Pallantikang disaksikan ratusan warga pada kegiatan Kunjungan Dapil yang dilakukannya di Desa Pallantikang, Sabtu (22/2).

“Walaupun Desa Pallangtikang bukan basis pendukung kami saat Pemilu 2019, tapi itu tidak menyurutkan niat kami bersilaturahmi dengan warga di sini. Kita tidak ingin melihat ke belakang, saatnya kita menatap kedepan. Aspirasi masyarakat harus kita serap dan persoalan masyarakat harus kita bantu,” Rapsel Ali yang merupakan anggota DPR RI Dapil Sulsel 1 dari Fraksi Partai Nasdem itu.

Sementara, Kepala Desa Pallantikang, Usman mewakili warganya menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya atas kesediaan anggota DPR RI memilih Desa Pallantikang sebagai lokasi Kunjungan Dapil.

“Biasanya politisi atau anggota DPR akan banyak turun dan berssilaturahmi ke warga saat jelang pemilihan. Tapi kali ini sangat berbeda, karena rombongan ini datang setelah terpilih jadi anggota DPR. Ini sangat luar biasa dan bantuan untuk desa kami juga sangat kami apresiasi,” tutur Usman.

Rapsel Ali Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

KabarMakassar.com — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai NasDem Muhammad Rapsel Ali menggelar Sosialisasi Kebangsaan MPR-RI di Hotel Trisula Jalan Topaz Raya, Makassar, Ahad (9/2).

Dihadapan ratusan Mahasiswa dan tokoh masyarakat yang hadir dalam kegiatan itu, Rapsel Ali menekankan perlunya mahasiswa dan masyarakat untuk kembali meneladani Pancasila, Undang-Undang Negara Republik Indonesia, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai 4 Pilar Kebangsaan dalam menjaga keutuhan bangsa dari ancaman disintegrasi.

“Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sudah menjadi ciri kehidupan masyarakat Indonesia, sebab ini yang membedakan kita dengan negara lain. Tidak banyak negara yang memiliki keanekaragaman serupa dengan Indonesia, namun persatuan dan kesatuan tetap dapat kita jaga dan pertahankan sampai dengan saat ini,” kata Rapsel Ali.

Kedepan, kata dia, tantangan disintegrasi bangsa akan semakin besar. Namun, jika nilai-nilai luhur pancasila, kecintaan terhadap NKRI serta patuh pada UU yang berlaku ditanamkan dalam diri setiap warga negara Indonesia, maka ia meyakini kebhinekaan akan tetap terjaga.

Pada kesempatan itu, anggota DPR RI dari Dapil Sulsel 1 ini juga menanggapi fenomena munculnya kerajaa-kerajaan baru di tanah air, yang mengancam keutuhan NKRI.

“Alhamdulillah fenomena munculnya kerajaan-kerajaan baru seperti Sunda Empire dan semacamnya tidak terjadi di Sulawesi Selatan. Tapi kita tentunya perlu untuk bersikap terhadap fenomena munculnya kerajaan-kerajaan baru ini. Perlu kiranya kita mempererat dan memperdalam kembali pengamalan 4 Pilar Kebangsaan, salah satunya sila Persatuan Indonesia dalam Pancasila,” ujarnya.

“Pancasila sebagai filsafat pemersatu bangsa harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menyikapi munculnya kerajaan-kerajaan baru ini,” tambahnya.

Lebih jauh Rapsel Ali mengingatkan, perlu dipahami bahwa Indonesia merupakan negara kesatuan yang menjunjung tinggi kebebasan berkespresi. Namun, Indonesia juga adalah negara hukum yang menuntut agar setiap tindakan yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku.