Data BPBD: Puting Beliung Rusak 3.743 Rumah di Sulsel

KabarMakassar.com — Cuaca ektrem yang melanda wilayah Sulawesi Selatan selama sepekan ini mengakibatkan ribuan rumah warga rusak yang berada di 4 daerah di Sulsel terdampak angin puting beliung.

Data dari Pusat pengendalian operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan melansir sebanyak 3.743 unit rumah rusak terdampak dari 4 daerah di Sulsel.

Empat daerah yang terdata dari BPBD Sulsel diantaranya, Kabupaten Sidrap, Kota Pare-pare, Kabupaten Pinrang, dan Wajo.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten masing-masing melaporkan detail laporan kejadian bencana angin puting beliung yang terjadi di Kabupaten Sidrap yang terjadi di 9 Kecamatan total rumah terdampak sebesar 1.802 unit, rumah rusak berat sejumlah 152 rumah, rusak sedang 197 rumah, rusak ringan 1.453 rumah.

Tak hanya itu, sarana pendidikan 4 unit juga terdampak, gedung serbaguna (umum) 1 unit, kantor pemerintahan 4 unit, usaha ekonomi 39 unit dan sarana ibadah 1 unit.

Sementara itu, Kota Parepare, data sementara yang telah dihimpun oleh Pusdalops BPBD Sulsel akibat bencana angin puting beliung yang terjadi di 4 kecamatan mengakibatkan sekitar 800 unit rumah terdampak. Tak hanya itu dilaporkan ada 2 orang mengalami luka sedang akibat runtuhan balok penyangga atap yang tertimpa oleh pohon tumbang, dan dilarikan ke RS. Type B untuk dilakukan penanganan selanjutnya.

Sedangkan update data kerusakan yang diakibatkan cuaca ekstrim kabupaten Pinrang, tercatat sekitar 888 unit rumah yang terdampak akibat hujan dan angin kencang yang terjadi di 9 kecamatan. Rusak berat 162 unit rumah, rusak sedang 245 unit, rusak ringan 481 unit rumah. Dilaporkan tidak ada korban pada kejadian ini.

Kabupaten Wajo, berdasarkan data yang diterima Pusdalops dari BPBD kabupaten, hujan deras dan angin puting beliung yang terjadi mengakibatkan 277 unit rumah terdampak, 1 unit masjid, 2 unit sarana kesehatan, 4 unit sekolah, 2 peternakan ayam, dan 1 unit tempat pelelangan ikan ikut terdampak bencana yang terjadi di 12 kecamatan. Tidak ada korban dalam kejadian ini.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengungkapkan pemerintah akan terus hadir untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Kita juga pastikan pada rakyat bahwa pemerintah hadir,” kata Nurdin Abdullah.

Menurutnya pemerintah terus melakukan pendataan, pasalnya Pemprov Sulsel telah menyiapkan sejumlah dana untuk tanggap darurat.