PT Pertamina Salurkan ZIS Melalui BDI dan BAZMA

KabarMakassar.com — Badan Dakwah Islam (BDI) PT Pertamina (Persero) bersama dengan Baituzzakah Pertamina (BAZMA) guna mengumpulkan sekaligus menyalurkan Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS) dari para pekerja dan jasa penunjung muslim.

Khusus untuk hasil pengumpulan yang dilakukan BDI dan BAZMA dari pekerja Pertamina yang ada di lingkungan Marketing Operation Region (MOR) VII langsung disalurkan kepada masyarakat pada sejumlah wilayah di Kota Makassar, Jumat (22/5) lalu.

Periode pengumpulan ZIS itu dilakukan mulai dari 13 Mei hingga 18 Mei 2020. Nilai konversi untuk 3 kilogram (kg) beras yang ditetapkan adalah sebesar Rp.50 ribu dengan sistem penyerahan ZIS dilakukan via transfer ke rekening BDI Pertamina yang telah disiapkan.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan mengaku jumlah ZIS yang berhasil dikumpulkan dalam periode tersebut adalah sebesar 1.400 kg beras untuk zakat fitrah, Rp.15,5 juta untuk zakat maal, dan Rp.4,2 juta berupa infaq.

Ia mengaku setiap tahun Pertamina melalui BDI dan BAZMA secara aktif mengumpulkan zakat, infaq dan sedekah dari pekerja Pertamina. “Pengumpulan zakat ini merupakan suatu bentuk kemudahan yang ditawarkan kepada pekerja Pertamina untuk menyalurkan zakat mereka,” kata Hatim.

“Zakat ini kemudian akan disalurkan oleh BDI dan BAZMA sesuai dengan ketentuan penerimanya termasuk bagi kaum dhuafa terdampak Covid-19,” tambahnya.

Selain itu, sebagian zakat fitrah yang terkumpul langsung diserahkan ke anak panti asuhan dan sebagian lain dititipkan ke amil zakat yang tersebar disejumlah masjid yakni Masjid Nur Ilham Smansa 81, Masjid Istiqomah Jl. Rajawali, Masjid Mutmainnah Qulub Jl. Garuda dan Masjid Nurul Haqqi Jl. Manunggal.

Menurutnya zakat fitrah juga diserahkan kepada Panti Asuhan Mahdiyat Jl. BTN Minasa Upa dan Panti Asuhan Anugerah Jl. Badak. “Sedangkan untuk infaq dan sadaqah diberikan dalam bentuk paket sembako kepada tenaga cleaning service di lingkungan Pertamina MOR VII,” jelasnya.

Hatim berharap agar seluruh ZIS yang diberikan oleh para pekerja di lingkungan Pertamina MOR VII ini dapat menjadi pembersih harta yang dimiliki. “Serta masyarakat yang telah mendapatkan haknya atas zakat tersebut dapat merasakan indahnya ramadan tahun ini walaupun dalam keterbatasan,” pungkasnya.

Pertamina Siap Bersihkan Tumpahan Minyak di Pesisir Pantai Makassar

KabarMakassar.com — PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII bergerak cepat dalam upaya menanggulangi tumpahan minyak yang terjadi di pesisir Pantai Makassar. Tim gabungan terdiri dari fungsi Health Safety Security Environment (HSSE), Marine VII dan Supply & Distribution VII sigap mencegah penyebaran minyak lebih luas lagi.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan menjelaskan bahwa penanggulangan kebocoran minyak ini telah ditanggulangi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di Pertamina. “Kami telah melakukan upaya terbaik agar tumpahan minyak tidak meluas dan dampak yang ditimbulkan bisa seminim mungkin,” kata Hatim, Jumat (22/5).

Menurut Hatim, area tumpahan minyak sudah tidak terlihat lagi dan hanya menyisakan sedikit film minyak di daerah dermaga. “Minyak yang tumpah diperkirakan sebanyak 11 liter berjenis Low Sulfur Fuel Oil (LSFO). Faktor arus laut yang agak tinggi serta karakter minyak dengan kekentalan (viskositas) tinggi, memang sempat membuat penyebaran menjadi lebih luas,” jelasnya.

Walau sebagian besar tumpahan minyak sudah tidak nampak, Hatim mengatakan pihaknya masih terus berupaya mencari dan membersihkan sisa-sisa tumpahan minyak yang masih ada. “Koordinasi yang baik terhadap pihak-pihak yang berkepentingan juga terus dibangun sebagai bagian dari upaya penanggulangan tumpahan minyak ini,” pungkasnya.

Saat diketahui terjadinya kebocoran, operasi langsung dihentikan dan dilakukan penanganan tumpahan. Tim penanggulangan tumpahan Integrated Terminal Makassar segera melakukan perbaikan dan pemasangan oil boom di area tumpahan untuk mengurung minyak agar tidak menyebar luas.

Meski sudah terpasang oil boom tetapi masih ada yang lolos. Minyak yang lolos itu kemudian segera ditanggulangi dengan menggunakan Absorbent Pad dan Dispersant. Dugaan awal, terjadinya kebocoran bahan bakar yang biasa digunakan untuk mesin kapal ini berasal dari flange to flange jalur pipa bunker yang secara lokasi tidak terlihat oleh kasat mata.

Jelang Lebaran, Pertamina Pastikan Pasokan LPG di Sulawesi Aman

KabarMakassar.com — PT Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) VII memastikan pasokan dan distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) pada enam di Sulawesi aman. Langkah pengamanan stok dan peningkatan kehandalan distribusi telah dilakulan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi LPG jelang lebaran.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan mengatakan ketahanan stok LPG untuk wilayah Sulawesi saat ini lebih dari 12 hari. Menurutnya, secara garis besar konsumsi LPG di Sulawesi mengalami tren peningkatan.

“Perhitungan peningkatan konsumsi LPG ini diambil dari rerata penyaluran normal yaitu sepanjang bulan Januari hingga Februari 2020 dibandingkan dengan rerata penyaluran saat masa satgas Covid-19 pada April hingga Mei 2020,” kata Hatim.

Kata dia, rerata konsumsi LPG all product baik PSO maupun non-PSO di Sulsel masih tercatat yang paling tinggi dengan angkanya mencapai 876,66 Metric Ton (MT)/hari. Berikutnya, kata dia, dipegang Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah dengan rerata konsumsi LPG masing-masing adalah sebesar 249,76 MT/hari serta 187,88 MT/hari.

Sementara untuk konsumsi berikutnya Sulawesi Tenggara yang pada periode yang sama rerata konsumsi LPG-nya adalah sebesar 165,20 MT/hari. Sementara rerata konsumsi LPG untuk Gorontalo dan Sulawesi Barat masing-masing adalah sebesar 107,86 MT/hari serta 95,37 MT/hari.

Pada periode ini, kata dia, Pertamina MOR VII mencatat kenaikan konsumsi LPG Public Service Obligation (PSO) ukuran 3kg dari 1.511,60 Metric Ton (MT)/hari atau setara 503.866 tabung/hari menjadi 1.541,24 MT/hari atau setara 513.746 tabung/hari.

“Dengan kata lain, terjadi peningkatan sebesar 29,64 MT/hari setara 9.880 tabung/hari atau sebesar 1,96% dari penyaluran normal,” ungkapnya.

Kenaikan konsumsi LPG PSO, lanjut Hatim, tidak lepas dari himbauan pemerintah kepada masyarakat untuk lebih banyak tinggal di rumah sehingga aktivitas memasak di rumah semakin meningkat.

“Sedangkan untuk LPG Non-PSO, produk yang mengalami penurunan terbesar adalah Elpiji 12kg yaitu sebesar 36,22% yang salah satunya dipengaruhi oleh penerapan Single Brand Produk Bright Gas 12kg,” jelasnya.

Untuk produk LPG yang juga mengalami penurunan jumlah konsumsi adalah produk LPG untuk sektor non-rumah tangga yang biasanya diserap oleh industri rumah makan, cafe serta hotel. Datanya, kata dia, konsumsi rata-rata harian masa Covid-19 hingga Mei 2020 turun 39,49% atau yang semula 32,15 MT/hari menjadi 19,46 MT/hari.

“Namun secara keseluruhan konsumsi LPG di Sulawesi meningkat sekitar 0,93%. Kami juga memprediksi bahwa akan ada kenaikan konsumsi jelang lebaran ini sesuai dengan tren tahunan,” katanya.

Ia menegaskan jika peningkatan konsumsi LPG ini bakal diikuti upaya Pertamina untuk terus memastikan bahwa dari sisi distribusi dan pasokan tetap aman dan tidak ada kendala.

“Kami sudah mitigasi dengan melihat kecendrungan yang ada saat ini dalam situasi wabah Covid-19 serta sebaran konsumsi sepanjang bulan ramadan tahun lalu,” jelasnya.

Untuk itu, Hatim menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan terus dapat memanfaatkan berbagai jenis produk LPG berkualitas dengan berbagai macam keunggulan yang ditawarkan.

“Masyarakat juga dapat turun berperan aktif dalam mengawasi distribusi dan penggunaan LPG bersubsidi dengan melaporkan jika terjadi kecurangan ke Call Center 135,” pungkasnya.

Pertamina Gelar Customer Loyalty Program pada Empat Provinsi di Sulawesi

KabarMakassar.com — PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII secara khusus menyelenggarakan Customer Loyalty Program pada empat provinsi di Sulawesi.

Program ini merupakan bentuk After Sales Service Excellent kepada Direct Customer sekaligus wujud kontribusi Pertamina dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Pada Customer Loyalty Program ini, Pertamina memberikan Safety Kit Covid-19 yang terdiri dari masker dan hand sanitizer sebagai perangkat standar untuk pencegahan penularan Covid-19.

Untuk tahap awal, penyerahan Safety Kit Covid-19 dilakukan secara simbolis oleh Region Manager Corporate Sales VII, Jeffri Afandi kepada PT Ang and Fang Brothers pada akhir April lalu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kemudian, Pertamina juga memberikan apresiasi kepada PT Boskalis Internasional di Sulawesi Selatan yang diserahkan oleh Sales Branch Manager (SBM) Industry I, Ibnu Kautsar.

Untuk di Sulawesi Tenggara, Pertamina memberikan Safety Kit Covid-19 tersebut kepada PT Wahana Inti Nusantara yang diserahkan oleh Pjs. SBM Industry II, Jodi Remadi. Untuk di Sulawesi Tengah, Pertamina memberikan apresiasi bagi PT Sinar Mutiara Megalithindo yang diserahkan oleh SBM Industry IV, Dini Rezkika.

Sedangkan di Sulawesi Utara, Pertamina memberikan apresiasi bagi Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Bitung yang diserahkan oleh SBM Industry IV, Fandhy Haryanto.

Terkait hal itu, Unit Managar Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk After Sales Service Excellent yang selalu diberikan Pertamina kepada para pelanggan setianya.

“Pertamina selalu berupaya memberikan service terbaik bagi para pelanggannya sekaligus sebagai bentuk apresiasi dan pelayanan ekstra,” kata Hatim.

Pemberian Safety Kit Covid-19 ini juga, lanjut Hatim, sejalan dengan upaya Pertamina untuk mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Pertamina telah memberikan sejumlah bantuan terkait penanganan Covid-19 di Indonesia, termasuk pemberian Safety Kit yang diserahkan kepada pelanggan setianya ini,” pungkasnya.

Beli Pertamax Series Bisa Dapat Voucher KFC

KabarMakassar.com – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII menjalin kerjasama dengan Kentucky Fried Chicken (KFC). Mulai hari Selasa (12/5) kemarin, konsumen yang melakukan pembelian produk Pertamax Series berkesempatan mendapatkan voucher KFC.

Konsumen yang ingin mengikuti program promo ini cukup melakukan pembelian Pertamax atau Pertamax Turbo minimal Rp 100 ribu, sudah bisa mendapatkan voucher KFC untuk menu Winger dan Puding. Begitu juga sebaliknya, jika konsumen melakukan pembelian KFC via Drive-Thru minimal Rp 100 ribu, maka akan mendapatkan voucher Pertamax atau Pertamax Turbo nominal Rp 15 ribu.

Periode program promo bertajuk ‘Isi Pertamax Series, Nikmati Kelezatan KFC’ ini berlaku mulai dari 12 Mei hingga 12 Juni 2020. Konsumen yang ingin mengikuti promo ini bisa bertransaksi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang telah ditunjuk oleh Pertamina diantaranya SPBU 74.90110 Hasanuddin, SPBU 74.90231 Pettarani, SPBU 74.90208 Sudiang dan SPBU 74.90236 Bawakaraeng. Sedangkan untuk penukaran voucher KFC, konsumen bisa mengunjungi List Outlet KFC di Samratulangi, Pettarani, dan Perintis

Hadir pada launching tersebut Sales Area Manager Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara (Sulseltra), Addieb Arselan serta beberapa jajaran Sales Branch Manager (SBM) Sulseltra dan Regional Marketing KFC Makassar, Andi Asnida Pandita, serta jajarannya.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan menjelaskan, promo ini dilaunching di Bulan Ramadhan dengan tujuan untuk memberikan alternatif santapan berbuka bagi konsumen Pertamina.

“Momennya tepat sekali saat Bulan Ramadhan di mana masyarakat sekaligus bisa memanfaatkan promo ini untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa,” jelasnya.

Program promo ini, lanjut Hatim, menyusul program promo lainnya yang sudah diadakan lebih dahulu.

“Kami masih ada program Ramadhan Cashback hingga 30% berlaku hingga 31 Mei 2020. Ada juga Cashback 50% bagi ojek online dan angkutan kota, berlaku hingga 31 Juli 2020,” terangnya.

Hatim menambahkan, Pertamina juga masih memiliki layanan Pertamina Delivery Service untuk menjawab kebutuhan konsumen akan produk BBM, LPG dan pelumas Pertamina dikala konsumen masih membatasi diri dari kegiatan di luar rumah. (*)

Lagi, Pertamina Salurkan Bantuan APD ke RS Rujukan Penanganan Covid-19 di Makassar

KabarMakassar.com — Sebagai salah satu bentuk tindakan nyata dalam penanganan Covid-19, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII kembali menyalurkan bantuan bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit (RS) rujukan penanganan Covid-19 di Kota Makassar, Rabu (29/4).

Bantuan ini menggenapkan bantuan sebelumnya yang telah dilakukan Pertamina kepada dua RS rujukan Covid-19 Kota Makassar.

Bantuan yang disampaikan langsung oleh Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan ini ditujukan ke Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat, dan diterima oleh dr. Arman Bausat, selaku Direktur RSKD Dadi Makassar serta dr. Heriyah B selaku Direktur RSUD Sayang Rakyat.

Bantuan yang diberikan berupa Alat Pelindung Diri (APD) yang sangat dibutuhkan oleh tanaga kesehatan dalam menangani dan merawat pasien Covid-19. Bantuan APD yang diberikan terdiri dari 100 pcs Hazmat Coverall dan 10 box Handscoon Latex.

Ucapan terima kasih langsung disampaikan oleh dr. Heriyah, selaku Direktur RSUD Sayang Rakyat. Menurutnya, bantuan APD yang diberikan Pertamina ini memang menjadi salah satu kebutuhan utama di rumah sakitnya yang mulai akhir pekan ini bakal menyiapkan 183 ruangan khusus pasien Covid-19.

“Bantuan Pertamina benar-banar dibutuhkan kami yang akan langsung menangani pasien Covid-19,” ujarnya.

Diakui Hatim, bantuan ini merupakan bentuk tindakan nyata Pertamina dalam penanganan Covid-19 khususnya di Kota Makassar.

“Bantuan yang diberikan berupa APD yang belakangan ini sangat sulit ditemukan padahal merupakan elemen penting bagi tenaga kesehatan dalam menangani dan merawat pasien Covid-19,” jelasnya.

APD yang diberikan, lanjut Hatim, diharapkan berguna bagi tenaga kesehatan dalam upaya mengurangi resiko terpapar Covid-19.

“Selain upaya penyembuhan pasien, tenaga kesehatan juga harus dilindungi kesehatannya karena mereka lah yang melakukan kontak langsung dengan pasien, sehingga resiko terpapar menjadi lebih tinggi,” ujarnya.

Bantuan ini merupakan lanjutan dari program yang sebelumnya di mana Pertamina juga memberikan sejumlah APD dan multivitamin bagi tenaga kesehatan di RS Dr. Wahidin Sudirohusodo dan RS Dr. Tadjuddin Chalid.

“Total sudah empat RS rujukan Covid-19 di Kota Makassar yang kami berikan bantuan,” tutupnya.

Selain bantuan tersebut, Pertamina juga telah memberikan bantuan bagi 274 tenaga kesehatan wanita di tujuh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di enam ibu kota provinsi yang ada di Sulawesi. Pertamina juga telah membagikan ribuan paket sembako sebagai bentuk simpatinya kepada kalangan yang harus berjuang lebih berat dalam masa pandemi Covid-19 ini. (*)

Pertamina Luncurkan Program “Move On Ki” untuk Ojol

KabarMakassar.com — Marketing Operation Region (MOR) VII PT Pertamina (Persero) meluncurkan program promosi terbaru “Move On Ki'”, Jumat (24/04) lalu. Program ini ditujukan bagi para Ojek Online (Ojol) di Kota Makassar.

Program Move On Ki’ ini menawarkan kepada para pengemudi Ojol untuk penukaran 2 tabung kosong LPG 3 Kg menjadi 1 tabung Bright Gas 5,5 Kg lengkap dengan isinya. Syaratnya, para Ojol yang melakukan penukaran harus menunjukkan aplikasi MyPertamina yang telah terinstall di smartphone.

Selain itu, program penukaran ini tanpa biaya tambahan apa pun dan Pertamina juga menyiapkan hadiah berupa voucher Bahan Bakar Kendaraan (BBK) senilai Rp xxx bagi lima Ojol yang berhasil melakukan penukaran tabung terbanyak setiap minggunya. 

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan mengatkan bahwa program ini dibuat agar masyarakat menjadi lebih mudah untuk beralih ke produk LPG berkualitas dari Pertamina.

“Program ini diluncurkan bertepatan dengan awal Ramadan karena kami mengerti bahwa banyak masyarakat yang membutuhkan LPG untuk memasak. Kami memberikan promo agar masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan dan merasakan produk Bright Gas dari Pertamina,” kata Hatim, Selasa (28/4).

Menurutnya, program Move On Ki’ ini berlangsung mulai 24 April hingga 31 Mei 2020 mendatang. Kata dia, batas waktu penukaran dimulai pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. “Dan masyarakat umum pun tetap bisa memanfaatkan program ini dengan bantuan para pengemudi ojol,” ujarnya.

“Penukaran tabung untuk program ini bisa dilakukan di tiga SPBU yakni SPBU 7490236 di Jl. Gunung Bawakaraeng No. 120, SPBU 7490208, Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 19 serta SPBU 7490115, dan Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 122 di Kota Makassar,” tambahnya.

Hatim mengaku jika sebelumnya Pertamina juga telah meluncurkan program yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan produk Pertamina yakni Pertamina Delivery Sevice (PDS).

“Kami juga punya program PDS dimana konsumen bisa mendapatkan produk Pertamina hanya dengan menghubungi Call Center Pertamina 135 atau chat whatsapp di nomor 0811 135 0135, produk Pertamina seperti BBM, LPG maupun Pelumas bisa langsung diantar ke rumah,” pungkasnya.

Pertamina Delivery Service Kini Hadir di Sulawesi Utara dan Gorontalo

KabarMakassar.com — Layanan pesan antar atau Pertamina Delivery Service (PDS) kini hadir di Sulawesi Utara dan Gorontalo dengan mengusung hashtag #DirumahJo. Layanan ini akan memanjakan konsumen untuk memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG tanpa harus khawatir keluar rumah.

Layanan ini dapat mendukung himbauan pemerintah terkait pembatasan aktivitas di luar rumah sehingga membuat sebagian masyarakat mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk kebutuhan BBM dan LPG. Kareanya PDS muncul sebagai sebuah solusi untuk pemenuhan kebutuhan tersebut.

Adapun produk BBM yang tersedia melalui PDS yakni pertamax, pertamax turbo, pertamina DEX dan dexlite. Untuk LPG, tersedia pembelian tabung dan isi ulang bright gas ukuran 5,5kg dan 12kg. Sedangkan untuk produk pelumas sesuai peruntukkan mulai dari Fastron Gold, Fastron Techno, Fastron Diesel hingga Fastron Eco.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII PT Pertamina (Persero), Hatim Ilwan mengatakan jika layanan delivery service ini bertujuan untuk memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk BBM, LPG maupun Pelumas dengan mudah dan tanpa perlu keluar rumah.

“Juga siap mengantarkan kebutuhan sembako lain seperti beras dan minyak goreng. Cara pemesanannya sangat mudah, cukup hubungi Call Center Pertamina 135 atau melalui chat whatsapp di nomor 0811 135 0135,” kata Hatim.

Layanan ini, kata Hatim, akan dibuka setiap hari. Khusus konsumen di Kota Manado, Bitung dan Gorontalo, kata dia, Pertamina membebaskan biaya pengantaran. “Pemesanan akan diantar pada hari yang sama jika dilakukan sebelum pukul 17.00 WITA, namun jika di atas itu, pengiriman akan dilakukan hari berikutnya mulai pukul 08.00 – 20.00 WITA,” ungkapnya.

Ia menjelaskan untuk kenyamanan dan keamanan pada saat pengisian BBM diingatkan kepada konsumen untuk tetap memperhatikan aspek keselamatan seperti proses pengisian harus berada di ruang terbuka atau tidak di ruang tertutup seperti basement maupun garasi. “Ini untuk menghindari konsentrasi uap tidak berkumpul di satu titik,” jelasnya.

Satu lagi kemudahan yang diberikan, kata Hatim, yakni pilihan pembayaran yang beragam. Selain cara tunai, kata dia, pembayaran pesanan LPG, BBM dan pelumas ini pun bisa dilakukan dengan non-tunai melalui aplikasi MyPertamina maupun Voucher BBM.

“Bagi konsumen yang bertransaksi melalui aplikasi MyPertamina, kami berikan cashback hingga 25%,” ujarnya.

Pertamina memastikan layanan PDS ini tetap memperhatikan upaya-upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Diantaranya, kata dia, dengan melakukan penyemprotan disinfektan terhadap produk serta seluruh petugas pengantarannya.

“Selama pelanggan berkomunikasi dengan petugas pun tetap jaga jarak sesuai protokal pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Pertamina Bagikan 400 Paket Sembako di Makassar

KabarMakassar.com — PT Pertamina (Persero) membagikan ratusan paket sembako kepada warga di sekitar Kantor Marketing Operation Region (MOR) VII, Sabtu (25/4).

Selain menghadapi bulan Ramadan, pembagian sembako ini sekaligus wujud kepedulian Pertamina kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi dari pandemi Covid-19.

Ada sekitar 400 paket sembako yang dibagikan oleh Pertamina kepada masyarakat di sekitar Kantor MOR VII, khususnya warga RW 2 dan RW 3 Kelurahan Kunjung Mae, Kecamatan Mariso, Kota Makassar.

Paket sembako yang diberikan berupa beras, minyak goreng, mie instan, gula pasir, tepung terigu, sarden, kecap dan garam.

Penyerahan bantuan ini secara simbolis diberikan oleh General Manager MOR VII, C. D. Sasongko, kepada Lurah Kunjung Mae, Iqbal, serta perwakilan warga. Hadir juga pada kesempatan tersebut Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan, Komandan Koramil Mariso serta jajaran pengurus RW dan LMD Kelurahan Kunjung Mae.

Sasongko menyampaikan, pandemi Covid-19 ini memberi pukulan yang cukup terasa terhadap ekonomi global termasuk Indonesia, sehingga berdampak pada berbagai lapisan ekonomi masyarakat. Tak terkecuali bagi masyarakat yang ada di sekitar kantor Pertamina.

“Paket sembako ini diberikan untuk meringankan beban masyarakat yang terkena dampak ekonomi dari adanya Covid-19 sekaligus menghadapi bulan Ramadan,” tuturnya.

Dalam keadaan pandemi Covid-19, lanjut Sasongko, Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turut andil dalam menanggulangi wabah dan menunjukkan rasa kepedulian terhadap bencana nasional ini.

“Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga kita bisa kembali beraktifitas seperti biasa,” ungkapnya.

Sementara, Lurah Kunjung Mae, Iqbal mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan sembako yang diberikan oleh Pertamina ini.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian Pertamina yang secara konsisten selalu memperhatikan warga sekitar yang sekaligus dalam sehari-hari menjadi tetangga kantor,” kata Iqbal.

Sekadar diketahui, sebelumnya Pertamina telah memberikan bantuan nutrition kit dan masker kepada dua rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Makassar. Selain itu, Pertamina juga telah menempatkan puluhan wastafel portabel di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan titik keramaian lain bekerja sama dengan Pemkot Makassar.

Pemberian paket sembako kepada pegawai wanita di Puskesmas yang sedang berjuang mengatasi pandemi Covid-19 di enam provinsi di Sulawesi pun telah dilakukan. (*)

Jelang Ramadan, Pertamina Pastikan Stok dan Distribusi BBM di Sulawesi Aman

KabarMakassar.com – Seperti tahun-tahun sebelumnya, jelang Ramadan dan Idulfitri PT Pertamina (Persero) selalu membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) khusus, guna memastikan stok dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kondisi aman dan terkendali.

Hanya saja, untuk tahun ini sedikit berbeda. Dalam situasi di tengah berjangkitnya wabah pandemi Covid-19, SSatgas yang dimulai sejak 8 April hingga 8 Juni mendatang ini namanya pun menjadi Satgas Ramadhan, Idulfitri dan Covid-19 Tahun 2020 atau Satgas Rafico 2020.

Tim Satgas ini bertugas untuk memastikan kehandalan dan keselamatan layanan distribusi energi ke masyarakat terutama selama Ramadhan dan Idul Fitri serta dalam situasi berjangkitnya wabah Covid-19.

Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII, Hatim Ilwan mengatakan, sampai dengan minggu ke-3 bulan April 2020 ketahanan stok BBM terbilang cukup aman.

“Ketahanan stok di wilayah Sulawesi untuk seluruh produk BBM rata-rata mencapai 14 hari. Bahkan khusus untuk jenis premium dan solar ketahanan stoknya masing-masing mencapai 15 dan 28 hari,” ujarnya.

Dalam suasana wabah Covid-19 yang diikuti adanya imbauan dari pemerintah kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah, kata dia, membuat konsumsi BBM mengalami koreksi jika dibandingkam kondisi normal 2 bulan awal tahun ini atau sepanjang Januari-Februari 2020.
“Dampaknya ativitas penggunaan kendaraan berkurang dan mengakibatkan konsumsi BBM juga ikut menurun,” terangnya.

Pertamina MOR VII mencatat adanya penurunan komsumsi secara significant untuk jenis Gasoline yaitu premium serta Perta Series yang terdiri dari Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo. Sementara untuk produk-produk Gasoil yang meliputi Solar JBT, Pertamina Dex, Dexlite, dan Solar Non-PSO cenderung stabil dibandingkan dengan penyaluran normal sepanjang Januari-Februari 2020.

Hingga minggu ke-3 bulan April 2020 ini, konsumsi BBM jenis Gasoil untuk seluruh wilayah Sulawesi cenderung stabil berada di kisaran 2.300-an Kiloliter (KL)/hari. Adapun BBM jenis Gasoline mengalami penurunan sebesar 15,3% menjadi 5.966 KL/hari dari yang semula saat penyaluran normal sepanjang Januari-Februari 2020 masih berada di level 7.041 KL/hari.

“Penurunan konsumsi Gasoline terbesar dialami oleh produk Pertalite yang mencapai 22%,” ujar Hatim.

Meski adanya tren penurunan, Hatim memastikan pihaknya tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan terkait dinamika komsumsi BBM selama masa satgas ini. Pertamina juga menegaskan pihaknya akan terus menjaga pelayanan demi kenyamanan pelanggan setianya.

“Kami juga akan terus menjaga agar pasokan dan distribusi BBM tetap aman,” pungkasnya. (*)