Pertamina Resmikan Pertashop di Jeneponto dan Gowa

KabarMakassar.com — Pertamina terus bergerak cepat dalam meningkatkan penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk daerah terpencil dan jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Terbaru, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII kembali meresmikan Pertashop di Kabupaten Jeneponto dan di Kabupaten Gowa, Senin (10/08).

Peresmian Pertashop ini dihadiri oleh Sales Area Manager Retail Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara (Sulseltra), Addieb Arselan, Camat Bontolempangan, Drs. H. Muslimin Pata, dan Kepala Desa Paranglompoa, H. Yusup.

Produk BBM yang dijual di Pertashop di Desa Paranglompoa yakni Pertamax dan Dexlite sedang untuk Pertashop Desa Malakaji menyediakan produk Pertamax dengan harga jual yang sama dengan SPBU terdekat yaitu Rp 9.200 untuk Pertamax dan Rp 9.700 untuk Dexlite.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali mengatakan Pertashop ini merupakan hasil kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri perihal Pelaksanaan Program Pertashop di Desa. “Pertashop lahir untuk melayani kebutuhan konsumen BBM dan LPG terutama bagi mereka yang berada di remote area,” kata Laode.

Menurutnya Desa Paranglompoa dan Desa Malakaji terletak cukup jauh dari SPBU yakni sekitar 50 km. Kata dia, Pertashop ini dibangun diatas lahan dengan luas 200 m2 dengan kapasitas masing-masing sebesar 10 kilo liter (KL) dan 5 KL.

Untuk pasokan BBM, kata dia, akan didatangkan dari Integrated Terminal Makassar dengan menggunakan Mobil Tangki ukuran 16 KL sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pasokannya.

Ia mengungkapkan pihaknya akan kembali menempatkan Pertashop di sejumlah titik di Sulawesi. Kata dia, untuk di Sulawesi Selatan akan ada 10 Pertashop lagi menyusul diresmikan di beberapa kota/kabupaten seperti Sinjai, Gowa, Soppeng, Tana Toraja hingga Luwu Utara.

“Total tiga belas Pertashop akan kita launching di bulan Agustus ini,” ujarnya.

Laode berharap dengan adanya Pertashop ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa lebih cepat. Pertamina ingin menjangkau daerah yang selama ini sulit mendapatkan BBM.

“Semoga perekonomian desa semakin bertumbuh dan taraf hidup warganya bisa semakin meningkat,” pungkasnya.

Pertama di Sulsel, Pertashop Kini Dinikmati Warga Datara Jeneponto

Kabarmakassar.com– Menjadi yang pertamakali, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII melakukan peluncuran Pertashop di Sulawesi Selatan pada Jumat (07/8). Berlokasi di Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto, peluncuran Pertashop ini dihadiri oleh Remigius Choerniadi selaku Region Manager Retail Sales VII.

Saat ini masyarakat Desa Datara dan sekitarnya sudah bisa menikmati Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berkualitas dengan harga terbaik.

Produk BBM yang dijual di Pertashop Desa Datara ini adalah Pertamax RON 92, dengan besaran harga jual yang sama dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terdekat yaitu Rp 9.200. Selain itu, di Pertashop ini juga menyediakan produk lain seperti Bright Gas dan berbagai macam pelumas Pertamina dengan harga yang terjangkau.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali, menuturkan bahwa Pertashop ini merupakan hasil kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri perihal Pelaksanaan Program Pertashop di Desa.

“Pertashop lahir untuk melayani kebutuhan konsumen BBM dan LPG terutama bagi mereka yang tidak atai belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lainnya,” tuturnya.

Desa Datara sendiri terletak cukup jauh dari SPBU yaitu sekitar 15 km. Peluncuran Pertashop Desa Datara yang dihadiri pula oleh Addieb Arselan selaku Sales Area Manager Retail Sulseltra dan M. Nur Lewa Sa’ad selaku Camat Bontoramba ini dibangun diatas lahan dengan luas 200 m2 dengan kapasitas sebesar 3.000 liter.

Pasokan BBMnya akan didatangkan dari Integrated Terminal Makassar dengan menggunakan Mobil Tangki ukuran 16 kilo liter (KL) sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pasokannya.

Pertamina akan kembali menempatkan Pertashop di sejumlah titik di Sulawesi. Untuk Sulawesi Selatan sendiri, akan ada 13 Pertashop yang tersebar di beberapa kota/kabupaten seperti Sinjai, Gowa, Soppeng, Tana Toraja hingga Luwu Utara. “Ketiga belas Pertashop tersebut sudah siap launching di bulan Agustus ini,” sambung Laode.

Laode berharap dengan adanya Pertashop ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa lebih cepat lagi. Pertamina ingin menjangkau daerah yang selama ini sulit mendapatkan BBM.

“Semoga perekonomian desa semakin bertumbuh dan taraf hidup warganya bisa semakin meningkat,” pungkasnya.

Cegah Covid-19, Pertamina Ajak Warga Parepare Sering Cuci Tangan

KabarMakassar.com — Angka penularan Covid-19 di Sulawesi Selatan semakin tinggi. Data per 23 Juli 2020 yang diperoleh dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan menempati posisi ke-3 di Indonesia untuk provinsi dengan jumlah kasus terbanyak dengan 8.164 kasus.

PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkoordinasi aktif dan terus membantu upaya Pemerintah dalam menekan angka penularan Covid-19 tersebut. Salah satu caranya adalah dengan terus mengkampanyekan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang salah satu caranya adalah dengan sering mencuci tangan.

Hari Kamis ini (23/07), Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII kembali menyerahkan bantuan wastafel portable kepada Kecamatan Soreng, Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan sebagai bagian dari kampanye Pertamina dalam PHBS. Sebanyak 12 unit wastafel portable diserahkan langsung oleh Fuel Terminal Manager Pare-Pare, Muhsin, kepada Camat Soreang, Dede Harirustaman, S.STP., di Kantor Camat Soreang.

Di tempat terpisah, Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali, menjelaskan bahwa pentingnya disiplin dalam menerapkan PHBS untuk mencegah penularan Covid-19.

“Semua pihak bisa ambil bagian dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di lingkungannya masing-masing. Sebagai individu, salah satu caranya adalah dengan disiplin menerapkan PHBS,” jelasnya.

Dede memberikan apresiasinya kepada Pertamina dan akan menempatkan wastafel ini di tempat strategis yang bisa diakses oleh banyak orang. “Wastafel ini akan ditempatkan di lokasi yang banyak dikunjungi orang seperti pasar, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), atau tempat umum lainnya,” ungkapnya.

Laode juga terus mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan demi kesehatan bersama. “Tetap patuhi protokol Covid-19 dalam beraktifitas sehari-hari terutama di luar rumah. Sebisa mungkin untuk jaga jarak di tempat keramaian dan selalu gunakan masker,” pungkasnya.

Pertamina Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Masamba

KabarMakassar.com — Pertamina Peduli Marketing Operation Region (MOR) VII menyalurkan sejumlah bantuan kepada korban banjir bandang yang terjadi Masamba, Luwu Utara. Bantuan yang diberikan berupa 1 ton beras, 50 dus mie instan, sarden, telur, minyak sayur, bumbu masak dan selimut.

Bantuan itu pun langsung diserahkan oleh Fuel Terminal (FT) Palopo, Bushro Sihabuddin Busthomy kepada Iptu Budi Amin S.Sos di Posko Polsek Masamba, Rabu (15/7) lalu.

Terkait hal itu, Unit Manager Communication & CSR MOR VII PT Pertamina (Persero), Hatim Ilwan mengatakan jika bantuan itu diserahkah kepada posko Polsek Masamba untuk kemudian disalurkan kepada warga.

“Semoga bantuan tersebut sedikit banyak bisa meringankan beban warga yang harus kehilangan rumah dan sumber penghasilan akibat banjir bandang di Masamba,” kata Hatim, Jumat (17/7).

Ia mengaku pihaknya juga pihaknya juga menyerahkan bantuan air mineral sebanyak 100 box di Posko Induk Penanganan Banjir Bandang Luwu Utara yang diterima langsung oleh Kabid Pencegahan dan Kesiagaan BPBD Luwu Utara, Irwan.

Selain itu, kata dia, Pertamina juga menyertakan bantuan 20 tabung Bright Gas ukuran 5,5 kg yang diperuntukkan bagi dapur umum yang ada di sana.

Karena itu, ia menyampaikan apresiasinya kepada berbagai pihak yang telah bekerja ekstra keras dan cepat dalam penanggulangan banjir bandang di Masamba.

“Semua pihak harus saling bahu membahu sesuai dengan porsi dan kapasitasnya masing-masing agar bencana ini bisa segera tertanggulangi dan masyarakat bisa terbantu,” pungkasnya.

Pertamina Jalin Kerjasama dengan Dekranasda untuk Salurkan Permodalan UMKM

KabarMakassar.com — PT Pertamina menjalin kerjasama dengan Dewan Kerajinan dan Kesenian Daerah (Dekranasda) dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sulsel untuk membantu permodalan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kegiatan pemberian bantuan permodalan itu diberikan secara simbolis dari pihak Pertamina kepada Dekranasda dan PKK, di Rumah Jabatan Gubermur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Senin (13/07).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII, C.D. Sasongko kepada Ketua Dekranasda dan Ketua Tim PKK Sulsel, Liestiaty F. Nurdin.

Hadir juga pada kesempatan itu Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII Hatim Ilwan, Ketua Tim PKK Kota Makassar, Dr. Rossy T. Wahyuningsih dan Ketua Darmawanita Persatuan Setda Provinsi Sulsel, Sri Rejeki Hayat, SE,. MM.

Adapun bantuan modal yang diberikan sebesar Rp.3,7 miliar akan disalurkan kepada 73 pelaku UMKM yang sebelumnya telah melalui proses survei yang tersebar pada10 kabupaten/kota.

Diantaranya Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Bone, Bulukumba, Gowa, Pinrang, Sinjai, Soppeng, Takalar, dan Wajo. Pelaku UMKM pun berbeda-beda mulai dari sektor industri, jasa, perdagangan hingga peternakan.

Terkait hal itu, Sasongko menjelaskan bahwa jalinan kerjasama yang dilakukan bersama Dekranasda dan PKK Provinsi Sulsel ini bermula dari kepedulian Pertamina dan Dekranasda kepada UMKM khususnya Sulsel.

“Berangkat dari itu, Pertamina, Dekranasda dan PKK kemudian melakukan sosialisasi Program Kemitraan yang dimiliki Pertamina kepada sejumlah pelaku UMKM yang selama ini dibina dengan baik,” kata Sasongko.

Kata dia, Sosialisasi dilakulan Juni 2020 lalu yang kemudian disambut baik oleh pelaku UMKM yang hadir. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari peran dan dukungan Ketua Dekranasda Sulsel.

“Hal ini tidak lepas dari dukungan Ibu Gubernur selaku Ketua Dekranasda sekaligus ketua penggerak PKK Sulsel. Setiap sosialisasi lewat online dilakukan, puluhan pelaku UMKM hadir dan serius menyimaknya,” katanya.

Sasongko berharap jalinan kerjasama ini terus berlanjut dan menuai hasil yang positif dalam mengembangkan UMKM yang ada di Sulsel. “Masih banyak UMKM di Sulsel yang potensial dan bisa dikembangkan,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebelumnya Pertamina MOR VII hingga menyalurkan bantuan modal Program Kemitraan sebesar Rp.7 miliar kepada 143 pelaku UMKM yang tersebar di seluruh provinsi yang ada di Sulawesi.

Untuk tahun ini, kata dia, pihaknya menargetkan Rp.16,5 miliar dana yang akan disalurkan untuk pelaku UMKM di seluruh wilayah Sulawesi. “InsyaAllah kami ingin menjadi bagian penting agar UMKM di Sulsel bisa naik kelas,” pungkasnya.

Sementara itu, Liestiaty F. Nurdin mengatakan sangat mengapresiasi kepada Pertamina atas bantuan modal yang diberikan kepada UMKM binaan Dekranasda.

“Semoga ini merupakan langkah awal untuk kerjasama dengan Pertamina yang lebih baik lagi,” kata Liestiaty.

Menurutnya, animo pelaku UMKM binaan Dekranasda dan PKK Sulsel sangat antusias menyambut program permodalan ini. “Keinginan mereka untuk menjadi mitra binaan Pertamina sangat kuat,” tambahnya.

Dukung Indonesia Mandiri Energi, Pertamina Gelar Kompetisi Sobat Bumi

Kabarmakassar.com — PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation menyelenggarakan kompetisi Proyek Inovasi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang merupakan bagian dari Kompetisi Sobat Bumi 2020.

Kompetisi ini merupakan bentuk dukungan terhadap tercapainya Indonesia Mandiri Energi 2035 yang saat ini sedang digaungkan oleh pemerintah.

Kompetisi Sobat Bumi kategori proyek inovasi EBT ini telah dimulai sejak akhir Juni lalu dan akan berakhir pada Juli 2020. Pemenangnya akan mendapat kesempatan untuk mengimplementasikan ide inovasinya bersama dengan Pertamina Foundation melalui program PFSains.

Program PFSains sendiri bertujuan menghimpun hasil riset dan praktik energi alternatif yang implementatif untuk penyediaan energi di daerah terisolir atau Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), serta berupaya menjawab permasalahan sampah perkotaan untuk inovasi biomassa.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menjelaskan bahwa keunggulan dari PFsains adalah kompetisi prototype hasil penelitian para akademisi, praktisi dan masyarakat luas ini dapat diimplementasikan untuk menjawab permasalahan energi daerah terisolir.

“Nilai lebih diberikan kepada karya yang mengedepanan muatan lokal (local wisdom) karena program PFSains ini mengedepankan prinsip community based research/technology,” kata Agus Mashud.

Ia mengaku berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal tahun 2020-2024, terdapat 3 kabupaten di Sulawesi yang termasuk dalam kategori daerah tertinggal yaitu Kabupaten Donggala, Tojo Una-Una dan Sigi, yang semuanya berada di Propinsi Sulawesi Tengah.

“Juga terdapat 15 pulau yang tergolong kategori pulau terluar,” ujarnya.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII PT Pertamina (Persero), Hatim Ilwan, mengungkapkan bahwa kompetisi proyek inovasi EBT ini memiliki nilai strategis mengingat implementasi hasil akhirnya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi di daerah terisolisir.

“Selain itu, potensi alam di Indonesia, khususnya Sulawesi, mampu mendukung berkembangnya inovasi EBT di daerah terpencil guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Hatim.

Hatim menambahkan pihaknya mengundang seluruh kalangan akademisi, praktisi, peneliti maupun masyarakat umum, baik secara individu maupun kelompok, khususnya di Sulawesi, untuk mengikuti kompetisi Sobat Bumi ini.

“Mari ambil bagian untuk mendukung program pemerintah demi tercapainya Indonesia Mandiri Energi 2035,” ungkapnya.

Diketahui, tahapan Kompetisi Sobat Bumi kategori Proyek Inovasi EBT sudah dimulai dengan pengumpulan abstrak proposal yang batas akhirnya diterima hingga akhir bulan Juli 2020.

Selanjutnya akan dilakukan pembuatan prototype dalam bentuk aplikasi program serta finalnya adalah pemilihan 10 besar peserta yang akan melakukan unjuk kreativitas implementasi prototype hasil penelitan.

Pada akhir kompetisi akan terpilih 3 karya terbaik yang sekaligus akan menyandang anugerah Duta Energi Pertamina Foundation 2020. Untuk keterangan lebih lanjut terkait program ini bisa dilihat di www.bit.ly/pfsains

Jalur Palopo-Toraja Terputus, Pertamina Jamin Pasokan BBM dan LPG

KabarMakassar.com — Jalan Palopo-Toraja terputus akibat longsor yang terjadi pada Jumat (26/6) kemarin. Akan tetapi, Pertamina memastikan pasokan BBM dan LPG untuk wilayah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara tetap aman.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII PT Pertamina (Persero), Hatim Ilwan mengatakan pihaknya telah mengambil beberapa langkah antisipatif untuk mengamankan distribusi dan pasokan BBM dan LPG di Tana Toraja dan Toraja Utara.

“Karena jalur ini terputus maka untuk sementara distribusi LPG akan dialihkan sedangkan untuk distribusi BBM tidak ada kendala,” kata Hatim.

Menurutnya, sejak Agustus 2019 pasokan BBM untuk seluruh SPBU di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara didatangkan dari Fuel Terminal (FT) Parepare. “Intinya distribusi BBM ke dua daerah ini tidak terkendala,” ujarnya.

Sedangkan untuk distribusi LPG, lanjut Hatim, terputusnya akses jalan tersebut membuat Agen LPG di Tana Toraja dan Toraja Utara tidak dapat mengambil pasokan dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Palopo.

“Agen LPG yang saat ini tengah mengambil pasokan LPG di SPPBE Palopo harus memutar melalui Kabupaten Sidrap untuk kemudian bisa mencapai Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara,” lanjutnya.

Hatim menambahkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan untuk mengalihkan sementara pasokan LPG ke SPPBE Sidrap dan SPPBE Pinrang.

“Kami juga membuka koordinasi dengan Pemda setempat mengenai potensi keterlambatan pasokan LPG di Tana Toraja dan Toraja Utara,” katanya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap bijak dalam menggunakan LPG serta melaporkan jika ditemukan adanya penyalahgunaan konsumsi BBM dan LPG di lapangan.

“Masyarakat bisa melaporkan penyalahgunaan tersebut ke Call Center Pertamina 135,” pungkasnya.

Pertamina Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bantaeng

KabarMakassar.com — Banjir yang melanda Kabupaten Bantaeng pada Jumat (12/06) lalu diakibatkan meluapnya Sungai Calendu dan merendam tujuh kelurahan pada dua kecamatan yakni Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Bissapu.

Karena itu, banyak rumah warga, perkebunan dan fasilitas umum terdampak. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantaeng menaksir jika kerugian dari banjir ini terjadi mencapai Rp.33 miliar.

Untuk itu, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII melakukan peninjauan secara langsung di Kabupaten Bantaeng pada Minggu (14/6) kemarin sekaligus untuk memberi sejumlah bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BPBD Bantaeng dan telah menyerahkan sejumlah bantuan. “Bantuan yang diberikan berupa 100 dus mie instan dan 1 ton beras,” kata Hatim, Senin (15/6).

Ia mengaku pihaknya akan memberikan pelayanan terbaik dalam hal penyediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG. Kata dia, Pertamina juga berupaya untuk terus hadir membantu masyarakat yang tertimpa musibah.

“Semoga masyarakat di Bantaeng ini segera bangkit dan bisa kembali beraktifitas seperti sedia kala,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Banteng, Irfan Fajar memberikan apresiasinya kepada Pertamina yang secara sigap memberikan bantuan kepada korban terdampak banjir di wilayahnya.

“Kami sampaikan apresiasi kepada Pertamina Peduli yang telah menyerahkan bantuan ke posko penanganan banjir di Bantaeng,” kata Irfan.

Pertamina dan PWP MOR VII Kolaborasi Bersama Dekranasda Sulsel Hadirkan Etalase Sedekah

KabarMakassar.com — Persatuan Wanita Patra (PWP) Pertamina Tingkat Wilayah Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi membuat sebuah inovasi yang dinamakan “Etalase Berkah”.

Program Etalase Berkah ini merupakan wadah bagi warga Kota Makassar untuk bisa menyisihkan sebagian rezekinya untuk bersedekah kepada mereka yang membutukan. Kegiatan itu diberi tagline “Siapapun boleh mengambil, Siapapun boleh mengisi”.

Untuk itu, warga yang ingin menyumbang makanan bisa menitipkannya di etalase ini dan bagi mereka yang membutuhkan, bisa mengambilnya tanpa dikenakan biaya sedikitpun.

“Etalase berkah ini diharapkan akan menjadi wadah bagi warga Kota Makassar untuk bersedekah makanan yang manfaatnya kembali masyarakat lagi,” kata Ketua PWP Tingkat Wilayah Pertamina MOR VII, Dwi Novitasari Sasongko.

Lanjut Dwi, kegaitan ini merupakan pengembangan kegiatan Jumat Berkah yang telah dilaksanakan sejak tahun 2019 lalu. Saat itu, kata dia, polanya adalah PWP Pertamina turun langsung untuk membagikan makanan kepada mereka yang membutuhkan.

“Sejak semakin merebaknya pandemi Covid-19, kami ubah polanya dengan menempatkan makanan disebuah etalase dan yang membutuhkan bisa mengambil dari etalase tersebut,” ujarnya.

Kata dia, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama para istri pekerja Pertamina yang tergabung dalam PWP Tingkat Wilayah Pertamina MOR VII dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel dan diresmikan langsung oleh Ketua Dekranasda Sulsel, Liestiaty F. Nurdin pada Jumat (12/06) kemarin.

Unit Managar Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan menjelaskan bahwa Pertamina berkomitmen untuk menyediakan setidaknya 100 box makanan setiap Jumat untuk mengisi Etalase Berkah ini. “Hingga Desember 2020, Pertamina akan menyediakan minimal 100 box setiap Jumatnya,” kata Hatim.

Ia berharap Etalase Berkah ini bukan hanya sekedar bantuan tetapi menjadi sebuah gerakan berbagi dari masyarakat untuk masyarakat. “Kami mengajak kepada warga Kota Makassar untuk berperan serta menyumbangkan makanan melalui etalase ini agar semakin banyak warga yang terbantu dan menerima manfaat dari adanya Etalase Berkah,” jelasnya.

Sebelum Memulai Work From Office, Pertamina Wajibkan Rapid Test

KabarMakassar.com — Pt Pertamina mewajibkan pelaksanaan rapid test Covid-19 bagi para pekerjanya. Hal ini untuk memastikan pekerja yang akan melaksanakan Work From Office (WFO) dalam kondisi sehat dan siap kembali beraktifitas.

Pelaksanaan rapid test bagi pekerja dilingkungan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII dilaksanakan sebanyak dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada Senin (18/05) sedangkan tahap kedua dilaksanakan pada Kamis (28/05).

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan menjelaskan bahwa tidak ditemukan hasil reaktif dari kedua hasil rapid test yang dilakukan terhadap pekerja tersebut.

“Pelaksanaan rapid test ini untuk menyiapkan pekerja agar aman dan nyaman saat beraktifitas kembali di kantor,” kata Hatim, Selasa (9/6).

Ia mengatakan bahwa tidak semua pekerja akan langsung bersamaan melaksanakan WFO. Tapi, kata dia, akan dilakukan secara bertahap dan akan diatur sedangkan lainnya masih tetap dengan sistem kerja Work From Home (WFH).

“Pekerja dengan kondisi fit akan mulai melaksanakan WFO sedangkan pekerja dengan kondisi khusus seperti yang memiliki faktor komorbid meliputi penyakit kronis dan kondisi gangguan imunitas, wanita hamil, menyusui, yang memiliki status ODP, OTG, PDP atau positif Covid-19 tetap diberlakukan WFH,” jelasnya.

Karenanya untuk memastikan seluruh pekerja mematuhi protokol WFO di masa new normal, pihaknya memberikan dan mendistribusikan safety kit berupa paket Pertamina Againts Covid-19 yang terdiri dari masker, hand sanitizer, vitamin dan suplemen serta buku saku sebagai panduan pekerja.

Selain itu, kata dia, Pertamina juga menyiapkan sarana dan prasarana pendukung agar pekerja mudah dalam mengikuti protokol Covid-19 seperti penyediaan sarana cuci tangan di pintu masuk kantor hingga pembatasan sejumlah sarana umum seperti toilet, sarana ibadah, ruang tunggu tamu, dan ruang rapat.

“Kami juga secara rutin melakukan pembersihan ruang kerja dan saranan umum agar pekerja semakin aman dalam bekerja,” katanya.

Menurutnya WFO di lingkungan Pertamina MOR VII sendiri akan dimulai 22 Juni mendatang. Meski demikian, kata dia, kondisi ini sangat tergantung dari keputusan pemerintah setempat.

“Pertamina akan menyesuaikan dengan kebijakan Pemprov Sulsel mengenai penerapan WFO ini,” pungkasnya.