Pasca Banjir di Lutra, Distribusi BBM dan LPG Kembali Normal

KabarMakassar.com — Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan mulai Senin (13/07) membuat lebih dari 15.000 warga harus rela mengungsi karena rumah yang terendam air. Akses jalan dari dan menuju Kabupaten Luwu Utara pun sempat terputus akibat genangan air. Terputusnya akses jalan ini sempat membuat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG untuk Kabupaten Luwu Utara sempat terkendala.

Namun setelah dua minggu pasca banjir tersebut, distribusi BBM dan LPG untuk wilayah Kabupaten Luwu Utara telah kembali normal seiring dengan akses jalan yang mulai terbuka. “Jalur poros yang biasa dilalui Mobil Tangki (MT) atau Skidtank (ST) kini telah bisa dilalui,” jelas Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII, Laode Syarifuddin Mursali.

Rata-rata penyaluran harian BBM produk Gasoline (Premium, Pertalite, dan Pertamax) untuk wilayah Luwu Utara mencapai 90 kilo liter (KL)/hari, sedangkan untuk produk Gasoil (Solar, Dexlite, dan Pertamina Dex) mencapai 42 KL/hari. Untuk LPG, rata-rata penyaluran harian mencapai 25,3 metric ton (MT)/hari.

Laode menjelaskan bahwa Pertamina terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan BBM dan LPG untuk Kabupaten Luwu meskipun harus menempuh jalur alternatif yang memakan lebih banyak waktu. “Supply BBM untuk Kabupaten Luwu diambil dari Fuel Terminal (FT) Palopo, sedang LPG diambil dari dua Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kota Palopo,” ungkapnya.

Pertamina juga memastikan bahwa pasokan untuk Kabupaten Luwu aman dan akan terus meningkatkan kehandalan distribusi. Pertamina juga membuka ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan dalam penggunaan BBM dan LPG. “Jika terjadi penyalahgunaan penggunaan BBM dan LPG, masyarakat bisa melaporkannya ke Pertamina Call Center 135,” pungkas Laode.

Jelang Idul Adha, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Sulawesi Aman

KabarMakassar.com — Jelang hari raya idul adha 2020, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII pastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG di Sulawesi aman. Langkah pengamanan pasokan dan peningkatan kehandalan distribusi terus dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali mengatakan bahwa stok BBM untuk wilayah Sulawesi mencapai 13 hari sedangkan untuk LPG mencapai 5 hari. “Kami memastikan pasokan BBM dan LPG di Sulawesi aman, khususnya jelang idul adha 2020 ini,” kata Lsode Syarifuddin, Selasa (28/7).

Laode menuturkan bahwa konsumsi BBM dan LPG pads Juli ini sudah menunjukkan tren positif meski masih belum kembali ke kondisi normal. “Konsumsi BBM saat ini masih lebih rendah 13% dari kondisi normal. Sedang untuk konsumsi LPG mengalami peningkatan sekitar 2,19%,” ungkapnya.

Pada minggu terakhir Juli, rata-rata konsumsi produk Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) di era new normal untuk Juni-Juli sebesar 5.960 Kilo Liter (KL)/hari. Kata dia, jumlah ini masih dibawah dari rata-rata konsumsi normal untuk periode Januari-Februari sebesar 15% dimana rata-rata konsumsi normal mencapai 7.041 KL/hari.

Sedangkan rata-rata konsumsi produk Gasoil (Solar, Pertamina Dex, dan Dexlite) saat ini tercatat sebesar 2.142 KL/hari dimana besaran rata-rata konsumsinya masih dibawah kondisi normal yang sebesar 2.319 KL/hari atau selisih 8%.

Secara besaran konsumsi, kata dia, Sulsel masih menjadi provinsi dengan konsumsi BBM terbesar yakni 2.705 KL/hari untuk Gasoline dan 1.131 KL/hari untuk Gasoil. Besaran konsumsi ini diikuti oleh Sulawesi Tengah dengan jumlah konsumsi Gasoline sebesar 960 KL/hari dan Gasoil sebesar 314 KL/hari. Untuk provinsi Sulawesi Utara, besar konsumsi Gasoline mencapai 889 KL/hari dan Gasoil mencapai 216 KL/hari.

Sedangkan untuk Sulawesi Tenggara mencatat besar konsumsi di provinsi tersebut sebesar 736 KL/hari untuk Gasoline dan 254 KL/hari untuk Gasoil. Untuk Sulawesi Barat dan Gorontalo, masing-masing mencatat besaran konsumsi Gasoline sebanyak 317 KL/hari dan 353 KL/hari sedangkan konsumsi Gasoilnya tercatat sebesar 133 KL/hari dan 95 KL/hari.

Laode juga menjelaskan bahwa untuk konsumsi LPG di wilayah Sulawesi telah kembali normal bahkan mengalami peningkatan. “Peningkatan konsumsi LPG yang terjadi khususnya terhadap LPG bersubsidi, yaitu meningkat sebesar 3,4%,” jelas Laode.

Adapun untuk konsumsi LPG bersubsidi atau LPG Public Service Obligation (PSO) hingga akhir bulan Juli 2020 ini tercatat bertumbuh sebesar 3,4%, yaitu 1.563 Metric Ton (MT)/hari dari awalnya 1.511 MT/hari

Sedangkan untuk LPG Non-PSO (Elpiji 12 kg, Bright Gas 5,5 kg dan Bright Gas 12 kg) masih di bawah rata-rata konsumsi normal sebesar 3%, yaitu 119 MT/hari dibandingkan dengan rata-rata konsumsi normal yang sebesar 123 MT/hari. Sedang untuk LPG Non-PSO sektor non-rumah tangga mencatat angka konsumsi sebesar 20,38 MT/hari.

“Kami prediksi tren konsumsi BBM dan LPG di wilayah Sulawesi terus meningkat seiring dengan kembali normalnya kegiatan masyarakat. Karenanya, Pertamina berupaya agar pasokan tetap terjaga dan distribusi semakin handal,” jelasnya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap bijak dalam mengkonsumsi BBM dan LPG, serta membuka ruang bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai produk Pertamina.

“Jika masyarakat membutuhkan informasi mengenai produk Pertamina maupun layanan pesan antar (delivery service), bisa menghubungi Pertamina Call Center 135,” pungkasnya.

Cegah Covid-19, Pertamina Ajak Warga Parepare Sering Cuci Tangan

KabarMakassar.com — Angka penularan Covid-19 di Sulawesi Selatan semakin tinggi. Data per 23 Juli 2020 yang diperoleh dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan menempati posisi ke-3 di Indonesia untuk provinsi dengan jumlah kasus terbanyak dengan 8.164 kasus.

PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkoordinasi aktif dan terus membantu upaya Pemerintah dalam menekan angka penularan Covid-19 tersebut. Salah satu caranya adalah dengan terus mengkampanyekan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang salah satu caranya adalah dengan sering mencuci tangan.

Hari Kamis ini (23/07), Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII kembali menyerahkan bantuan wastafel portable kepada Kecamatan Soreng, Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan sebagai bagian dari kampanye Pertamina dalam PHBS. Sebanyak 12 unit wastafel portable diserahkan langsung oleh Fuel Terminal Manager Pare-Pare, Muhsin, kepada Camat Soreang, Dede Harirustaman, S.STP., di Kantor Camat Soreang.

Di tempat terpisah, Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali, menjelaskan bahwa pentingnya disiplin dalam menerapkan PHBS untuk mencegah penularan Covid-19.

“Semua pihak bisa ambil bagian dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di lingkungannya masing-masing. Sebagai individu, salah satu caranya adalah dengan disiplin menerapkan PHBS,” jelasnya.

Dede memberikan apresiasinya kepada Pertamina dan akan menempatkan wastafel ini di tempat strategis yang bisa diakses oleh banyak orang. “Wastafel ini akan ditempatkan di lokasi yang banyak dikunjungi orang seperti pasar, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), atau tempat umum lainnya,” ungkapnya.

Laode juga terus mengajak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan demi kesehatan bersama. “Tetap patuhi protokol Covid-19 dalam beraktifitas sehari-hari terutama di luar rumah. Sebisa mungkin untuk jaga jarak di tempat keramaian dan selalu gunakan masker,” pungkasnya.

Pertamina MOR VII Resmikan Pertashop Pertama di Sulawesi

KabarMakassar.com — PT Pertamina (Persero) meluncurkan Pertashop pertama di Sulawesi atau perdana di wilayah operasi Marketing Operation Region (MOR) VII. Pertashop ini dilaksanakan di Desa Serei, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Rabu, (15/7).

Peresmian ini dilakukan langsung oleh General Manager Pertamina MOR VII, C.D. Sasongko didampingi oleh Region Manager Retail Sales VII, Remigius Choerniadi, Region Manager Marine VII, Yada Prawira Ganta.

Hadir juga Sales Area Manager Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo), Fachrizal Imaduddin serta Sales Branch Manager Rayon I Sulutgo, Parrama Ramadhan Amyjaya juga Camat Likupang Barat, Swengly Takainginan dan Kepala Desa Serei, Emma Marasi.

Pada kesempatan itu, Sasongko menjelaskan bahwa Pertashop hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama yang berlokasi jauh dari SPBU.

“Pertashop menjadi lembaga penyalur resmi Pertamina di wilayah yang belum ter-cover oleh SPBU,” kata Sasongko.

Lanjut Sasongko, ini merupakan hasil kerjasama dengan Kemendagri melalui Surat Mendagri No. 117/3015/SJ tanggal 28 April 2020 perihal Pelaksanaan Program Pertashop di Desa.

“Pertamina bersama Kemendagri berkomitmen untuk menyediakan Pertashop pada 418 desa di tahap pertama dan total 2.300 desa di tahap kedua yang tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.

Menurutnya, produk BBM yang dipasarkan di Pertashop adalah yang berkualitas terbaik seperti Pertamax dan Dexlite. “Meski ukurannya mini tetapi produk yang dijualnya tergolong lengkap,” ujarnya.

Selain itu, produk unggulan Pertamina lainnya juga tersedia yakni Elpiji Bright Gas dan pelumas Pertamina. “Harga produk Pertamina yang dijual di Pertashop pun sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Ia mengaku dalam waktu dekat di wilayah operasi Pertamina MOR VII akan kembali dibangun 44 titik Pertashop dengan rincian 13 di Area Sales Sulawesi Selatan dan Tenggara, 11 di Area Sales Sulawesi Tengah dan Barat serta 20 outlet di Area Sales Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“Harapannya masyarakat akan semakin mudah mendapatkan beragam produk Pertamina berkualitas dengan harga terjangkau serta dengan memperhatikan faktor keselamatan dalam layanannya,” pungkasnya.

Kepala Desa Serai, Emma Marasi mengatakan jika Pertashop di Desa Serei akan dikelola penuh oleh Badan Usaha Milik Desa. “Total kapasitas 3.000 liter berdiri di atas area seluas 200-an meter persegi,” kata Emma.

“Selama ini, masyarakat kami mengandalkan pemenuhan BBM-nya dari SPBU terdekat yang jaraknya sekitar 44 KM,” tambahnya.

Diketahui, ada tiga kategori Pertashop yang tersedia berdasarkan luas area dan kapasitas penyaluran per harinya yaitu Gold, Platinum, dan Diamond. Untuk informasi resmi mengenai Pertashop dan prosedur pendaftarannya, bisa menghubungi Pertamina Call Center 135.

Pertamina Jalin Kerjasama dengan Dekranasda untuk Salurkan Permodalan UMKM

KabarMakassar.com — PT Pertamina menjalin kerjasama dengan Dewan Kerajinan dan Kesenian Daerah (Dekranasda) dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sulsel untuk membantu permodalan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kegiatan pemberian bantuan permodalan itu diberikan secara simbolis dari pihak Pertamina kepada Dekranasda dan PKK, di Rumah Jabatan Gubermur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Senin (13/07).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII, C.D. Sasongko kepada Ketua Dekranasda dan Ketua Tim PKK Sulsel, Liestiaty F. Nurdin.

Hadir juga pada kesempatan itu Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII Hatim Ilwan, Ketua Tim PKK Kota Makassar, Dr. Rossy T. Wahyuningsih dan Ketua Darmawanita Persatuan Setda Provinsi Sulsel, Sri Rejeki Hayat, SE,. MM.

Adapun bantuan modal yang diberikan sebesar Rp.3,7 miliar akan disalurkan kepada 73 pelaku UMKM yang sebelumnya telah melalui proses survei yang tersebar pada10 kabupaten/kota.

Diantaranya Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Bone, Bulukumba, Gowa, Pinrang, Sinjai, Soppeng, Takalar, dan Wajo. Pelaku UMKM pun berbeda-beda mulai dari sektor industri, jasa, perdagangan hingga peternakan.

Terkait hal itu, Sasongko menjelaskan bahwa jalinan kerjasama yang dilakukan bersama Dekranasda dan PKK Provinsi Sulsel ini bermula dari kepedulian Pertamina dan Dekranasda kepada UMKM khususnya Sulsel.

“Berangkat dari itu, Pertamina, Dekranasda dan PKK kemudian melakukan sosialisasi Program Kemitraan yang dimiliki Pertamina kepada sejumlah pelaku UMKM yang selama ini dibina dengan baik,” kata Sasongko.

Kata dia, Sosialisasi dilakulan Juni 2020 lalu yang kemudian disambut baik oleh pelaku UMKM yang hadir. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari peran dan dukungan Ketua Dekranasda Sulsel.

“Hal ini tidak lepas dari dukungan Ibu Gubernur selaku Ketua Dekranasda sekaligus ketua penggerak PKK Sulsel. Setiap sosialisasi lewat online dilakukan, puluhan pelaku UMKM hadir dan serius menyimaknya,” katanya.

Sasongko berharap jalinan kerjasama ini terus berlanjut dan menuai hasil yang positif dalam mengembangkan UMKM yang ada di Sulsel. “Masih banyak UMKM di Sulsel yang potensial dan bisa dikembangkan,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebelumnya Pertamina MOR VII hingga menyalurkan bantuan modal Program Kemitraan sebesar Rp.7 miliar kepada 143 pelaku UMKM yang tersebar di seluruh provinsi yang ada di Sulawesi.

Untuk tahun ini, kata dia, pihaknya menargetkan Rp.16,5 miliar dana yang akan disalurkan untuk pelaku UMKM di seluruh wilayah Sulawesi. “InsyaAllah kami ingin menjadi bagian penting agar UMKM di Sulsel bisa naik kelas,” pungkasnya.

Sementara itu, Liestiaty F. Nurdin mengatakan sangat mengapresiasi kepada Pertamina atas bantuan modal yang diberikan kepada UMKM binaan Dekranasda.

“Semoga ini merupakan langkah awal untuk kerjasama dengan Pertamina yang lebih baik lagi,” kata Liestiaty.

Menurutnya, animo pelaku UMKM binaan Dekranasda dan PKK Sulsel sangat antusias menyambut program permodalan ini. “Keinginan mereka untuk menjadi mitra binaan Pertamina sangat kuat,” tambahnya.

Dukung Indonesia Mandiri Energi, Pertamina Gelar Kompetisi Sobat Bumi

Kabarmakassar.com — PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation menyelenggarakan kompetisi Proyek Inovasi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang merupakan bagian dari Kompetisi Sobat Bumi 2020.

Kompetisi ini merupakan bentuk dukungan terhadap tercapainya Indonesia Mandiri Energi 2035 yang saat ini sedang digaungkan oleh pemerintah.

Kompetisi Sobat Bumi kategori proyek inovasi EBT ini telah dimulai sejak akhir Juni lalu dan akan berakhir pada Juli 2020. Pemenangnya akan mendapat kesempatan untuk mengimplementasikan ide inovasinya bersama dengan Pertamina Foundation melalui program PFSains.

Program PFSains sendiri bertujuan menghimpun hasil riset dan praktik energi alternatif yang implementatif untuk penyediaan energi di daerah terisolir atau Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), serta berupaya menjawab permasalahan sampah perkotaan untuk inovasi biomassa.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menjelaskan bahwa keunggulan dari PFsains adalah kompetisi prototype hasil penelitian para akademisi, praktisi dan masyarakat luas ini dapat diimplementasikan untuk menjawab permasalahan energi daerah terisolir.

“Nilai lebih diberikan kepada karya yang mengedepanan muatan lokal (local wisdom) karena program PFSains ini mengedepankan prinsip community based research/technology,” kata Agus Mashud.

Ia mengaku berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal tahun 2020-2024, terdapat 3 kabupaten di Sulawesi yang termasuk dalam kategori daerah tertinggal yaitu Kabupaten Donggala, Tojo Una-Una dan Sigi, yang semuanya berada di Propinsi Sulawesi Tengah.

“Juga terdapat 15 pulau yang tergolong kategori pulau terluar,” ujarnya.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII PT Pertamina (Persero), Hatim Ilwan, mengungkapkan bahwa kompetisi proyek inovasi EBT ini memiliki nilai strategis mengingat implementasi hasil akhirnya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi di daerah terisolisir.

“Selain itu, potensi alam di Indonesia, khususnya Sulawesi, mampu mendukung berkembangnya inovasi EBT di daerah terpencil guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Hatim.

Hatim menambahkan pihaknya mengundang seluruh kalangan akademisi, praktisi, peneliti maupun masyarakat umum, baik secara individu maupun kelompok, khususnya di Sulawesi, untuk mengikuti kompetisi Sobat Bumi ini.

“Mari ambil bagian untuk mendukung program pemerintah demi tercapainya Indonesia Mandiri Energi 2035,” ungkapnya.

Diketahui, tahapan Kompetisi Sobat Bumi kategori Proyek Inovasi EBT sudah dimulai dengan pengumpulan abstrak proposal yang batas akhirnya diterima hingga akhir bulan Juli 2020.

Selanjutnya akan dilakukan pembuatan prototype dalam bentuk aplikasi program serta finalnya adalah pemilihan 10 besar peserta yang akan melakukan unjuk kreativitas implementasi prototype hasil penelitan.

Pada akhir kompetisi akan terpilih 3 karya terbaik yang sekaligus akan menyandang anugerah Duta Energi Pertamina Foundation 2020. Untuk keterangan lebih lanjut terkait program ini bisa dilihat di www.bit.ly/pfsains

Memasuki New Normal di Sulawesi, Pertamina Jaga Pasokan Tetap Aman

Kabarmakassar.com — Beberapa minggu setelah dimulainya Era New Normal di Sulawesi, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII memastikan pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap aman. Langkah pengamanan stok dan peningkatan kehandalan distribusi terus dilakulan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM ke depannya.

Ketahanan stok BBM untuk wilayah Sulawesi saat ini lebih dari 14 hari. Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan, mengatakan bahwa secara garis besar konsumsi BBM di Sulawesi masih belum kembali normal. “Perhitungannya diambil dari rerata penyaluran normal yaitu sepanjang bulan Januari hingga Februari 2020 dibandingkan dengan rerata penyaluran saat era New Normal yang dimulai dari bulan Juni,” ujarnya.

Hingga akhir bulan Juni, rerata konsumsi BBM all product baik Public Service Obligation (PSO) maupun non-PSO di Sulawesi mengalami penurunan sebesar 15%, yaitu dari 9.517 Kilo Liter/hari menjadi 8.092 KL/hari. Produk Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu dari 7.041 KL/hari menjadi 5.833 KL/hari atau sebesar 17%. Sedangkan produk Gasoil (Solar, Pertamina Dex, dan Dexlite) mengalami penurunan sebesar 9%, yaitu dari 2.319 KL/hari menjadi 2.105 KL/hari.

Meski belum kembali normal, Sulawesi Selatan masih menjadi propinsi dengan konsumsi BBM terbesar yakni 2.676 KL/hari untuk Gasoline dan 1.118 KL/hari untuk Gasoil. “Konsumsi Sulawesi Selatan sekitar separuh konsumsi seluruh Sulawesi,” ujar Hatim. Selanjutnya disusul dengan Sulawesi Tengah dengan konsumsi Gasoline sebanyak 948 KL/hari dan Gasoil sebanyak 306/KL/hari.

Untuk Sulawesi Utara, jumlah konsumsi Gasoline per harinya sebanyak 836 KL dan Gasoil sebanyak 203 KL. Sementara Sulawesi Tenggara mencatat konsumsi Gasoline sebanyak 718 KL/hari dan Gasoil sebanyak 250 KL/hari.

Peningkatan konsumsi Gasoil secara khusus terjadi di Sulawesi Barat dan Gorontalo, masing-masing sebesar 7% dan 6%. Jumlah konsumsi Gasoil Sulawesi Barat sebesar 134 KL/hari sedangkan Gorontalo sebesar 92 KL/hari. Untuk Gasoline, Sulawesi Barat mencatat konsumsi sebesar 312 KL/hari dan Gorontalo sebesar 341 KL/hari.

Melihat tren saat ini, Hatim memprediksi akan mulai terjadi peningkatan konsumsi BBM dalam beberapa bulan ke depan. “Seiring dengan semakin meningkatnya aktifitas masyarakat, kami prediksi konsumsi BBM juga akan semakin meningkat,” lanjutnya.

Peningkatan konsumsi BBM, Hatim memastikan akan dibarengi dengan upaya Pertamina untuk terus meningkatkan pelayanan dan pasokan BBM. “Kami pastikan pasokan untuk tetap terjaga,” pungkasnya.

Hatim juga menghimbau agar masyarakat tetap bijak dalam penggunaan BBM untuk aktifitas sehari-hari. “Masyarakat juga dapat turut berperan aktif dalam mengawasi distribusi dan penggunaan BBM dengan melaporkan jika terjadi kecurangan ke Call Center Pertamina 135,” tutup Hatim.

Pertamina Bantu Permodalan Rp.2 Miliar untuk Pangkalan Penjual Bright Gas

KabarMakassar.com — PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII menjadi region pertama yang menyalurkan pinjaman modal yang dibalut dalam program Pinky Movement.

Penyaluran bantuan modal ini senilai Rp 2 miliar dan secara simbolis diserahkan langsung oleh General Manager MOR VII, C.D. Sasongko di kantor region, Jalan Garuda Kota Makassar, Selasa (23/06).

Penyerahan ini dihadiri oleh Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan serta Sales Area Manager Retail Sulseltra, Addieb Arselan dan 28 pemilik pangkalan LPG bergabung dalam program ini.

Mereka adalah pengusaha kelas UMKM yang terdiri dari 5 orang dari Sulawesi Selatan, 3 orang dari Sulawesi Barat, 12 orang dari Sulawesi Tenggara, 1 orang dari Sulawesi Tengah, 5 orang dari Gorontalo dan 2 orang dari Sulawesi Utara.

Pada kesempatan itu, Sasongko menyampaikan apresiasinya kepada fungsi Communication & CSR MOR VII serta jajaran Sales Area Manager dan Sales Branch Manager di MOR VII yang telah menjalin kerjasama.

Apalagi, kata dia, cukup solid dalam menemukan pemilik pangkalan LPG yang potensial untuk bisa ikut serta dalam program Pinky Movement ini.

“Berkat kerjasama yang solid dan kecepatan eksekusi di lapangan, MOR VII menjadi region pertama yang melakukan penyaluran program Pinky Movement,” kata Sasongko.

Kata dia, program ini merupakan inovasi Pertamina yang menjadi bagian dari program pembiayaan dan pembinaan yang bertujuan guna meningkatkan kemampuan UMKM terutama bagi sektor yang bersentuhan langsung dengan rantai bisnis Pertamina.

Melalui program ini Pertamina mengajak pelaku UMKM dan para pemilik pangkalan LPG khususnya yang berjualan tabung 3 kg untuk dapat beralih menggunakan dan menjual LPG yang lebih berkualitas dari Pertamina yaitu Bright Gas tabung 5,5 Kg dan 12 Kg.

Ia menjelaskan Bright Gas memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya lebih baik dibanding LPG biasa. Salah satunya teknologi valve ganda yang membuat Bright Gas lebih aman karena dilengkapi segel hologram sehingga kualitas dan kuantitas LPG dalam tabung terjamin.

Penyaluran ini, lanjut Sasongko, merupakan tahap pertama dari program Pinky Movement di MOR VII. “Semoga tahap selanjutnya segera mengikuti dan banyak pemilik pangkalan LPG serta pelaku UMKM lain yang bergabung dalam program ini,” pungkasnya.

GM Pertamina MOR VII Audiens ke Pangdam XIV Hasanuddin

KabarMakassar.com — General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII, C.D. Sasongko melakukan audiens dengan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, S.E., di Lounge Setia Hingga Akhir Makodam Jl. Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (15/6).

Hadir pada kegiatan itu antara lain GM Pertamina MOR VII didampingi oleh Region Manager Supply & Distribution VII Hari Purnomo, Region Manager HSSE VII Yock Yorlando, Region Manager Legal Counsel & Complience Sulampua Himawan Djatmiko, dan Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan.

Pada kesempatan itu, Sasongko mengatakan tujuan kedatangan GM Pertamina MOR VII adalah untuk silaturahmi dan memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di lingkungan Pertamina MOR VII Sulawesi.

“Audiensi diperlukan guna menjalin sinergi yang baik terutama dalam pelaksanaan tugas Pertamina MOR VII di wilayah yang bersinggungan langsung dengan Kodam XIV/Hasanuddin,” kata Sasongko.

Lanjut Sasongko, pihaknya juga memperkenalkan aplikasi MyPertamina sebagai salah satu solusi pencegahan penyebaran Covid-19 melalui kontak langsung.

“Dengan menggunakan aplikasi MyPertamina, pembelian BBM bisa dilakukan secara non-tunai sehingga mengurangi risiko penyebaran Covid-19 dengan pertukaran uang tunai,” ujarnya.

Sementara itu, Mayjen TNI Andi Sumangerukka menyambut baik atas kunjungan yang dilakukan oleh GM Pertamina MOR VII. Ia berharap kerjasama yang sudah dibangun dengan baik dapat terus berlanjut.

“Semoga hubungan baik terus terbina untuk kepentingan masyarakat luas,” kata Mayjen TNI Andi Sumangerukka.

Ia juga sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Pertamina dalam mencegah penyebaran Covid-19 dengan adanya aplikasi MyPertamina ini. “Aplikasi ini sangat membantu dalam mencegah penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Pertamina Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bantaeng

KabarMakassar.com — Banjir yang melanda Kabupaten Bantaeng pada Jumat (12/06) lalu diakibatkan meluapnya Sungai Calendu dan merendam tujuh kelurahan pada dua kecamatan yakni Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Bissapu.

Karena itu, banyak rumah warga, perkebunan dan fasilitas umum terdampak. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantaeng menaksir jika kerugian dari banjir ini terjadi mencapai Rp.33 miliar.

Untuk itu, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII melakukan peninjauan secara langsung di Kabupaten Bantaeng pada Minggu (14/6) kemarin sekaligus untuk memberi sejumlah bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BPBD Bantaeng dan telah menyerahkan sejumlah bantuan. “Bantuan yang diberikan berupa 100 dus mie instan dan 1 ton beras,” kata Hatim, Senin (15/6).

Ia mengaku pihaknya akan memberikan pelayanan terbaik dalam hal penyediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG. Kata dia, Pertamina juga berupaya untuk terus hadir membantu masyarakat yang tertimpa musibah.

“Semoga masyarakat di Bantaeng ini segera bangkit dan bisa kembali beraktifitas seperti sedia kala,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Banteng, Irfan Fajar memberikan apresiasinya kepada Pertamina yang secara sigap memberikan bantuan kepada korban terdampak banjir di wilayahnya.

“Kami sampaikan apresiasi kepada Pertamina Peduli yang telah menyerahkan bantuan ke posko penanganan banjir di Bantaeng,” kata Irfan.