Pelindo IV Transformasi Pelabuhan Ambon, Perkuat Konektivitas di KTI

KabarMakassar.com — Ditengah situasi yang masih tidak menentu akibat pandemi Covid-19, PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) tetap berkomitmen untuk mengembangkan Pelabuhan Ambon guna memperkuat konektivitas antarpulau di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

PT Pelindo IV sendiri juga ingin menjadikan momentum era normal baru atau new normal ini untuk mempercepat pergeseran layanan kepelabuhanan ke arah digital.

Hal itu dikemukakan Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi, beberapa waktu lalu. “Khususnya pelayanan kapal, sudah harus masuk ke bisnis digitalisasi,” katanya.

Sementara itu, General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Ambon, Ady Sutrisno menuturkan, Pelabuhan Ambon merupakan salah satu pelabuhan kelolaan yang tahun ini dijadwalkan melakukan transformasi.

“Melalui pengembangan proses bisnis, modernisasi peralatan, pengembangan IT, serta penyegaran struktur organisasi,” sebutnya.

Dia mengatakan, pihaknya saat ini masih terus melakukan transformasi yang bersifat fundamental. Selain pengembangan teknologi informasi dan modernisasi infrastruktur, transformasi mendasar yang dilakukan Pelindo IV adalah dengan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM), agar mampu menjawab tuntutan layanan kepelabuhanan yang berkembang pesat.

Kebutuhan itu menurutnya, terlihat dari meningkatnya kapasitas dan volume pelayaran, termasuk yang melintasi KTI.

Dia juga menjelaskan, saat ini proses transformasi yang sudah berjalan telah membuahkan hasil. “Dimana produktivitas container handling (bongkar muat peti kemas) sudah meningkat jauh. Salah satunya, kinerja operator crane naik dari 10 boks peti kemas per jam menjadi 25 boks peti kemas per jam,” tuturnya.

“Secara fisik, perubahan di dermaga juga terlihat. Terminal peti kemas yang merupakan kawasan terbatas (restricted area) mulai steril, sehingga keamanan dan keselamatan container handling lebih terjamin,” tukas Ady.

Dia menambahkan, dengan era digitalisasi dan adanya pandemi Covid-19, para pengguna jasa sudah dapat merasakan layanan yang ada di Pelindo IV Cabang Ambon. “Dengan adanya penerapan physical distancing dan social distancing untuk memutus rantai penyebaran virus corona, pengguna jasa saat ini sudah dapat mengakses layanan dari mana saja, tanpa harus datang ke kantor Pelindo IV Cabang Ambon.”

Selain itu lanjut Ady, dengan digitalisasi di Pelabuhan Ambon, pengguna jasa kini sudah bisa melakukan tracking posisi barang atau kontainernya sudah berada di mana. “Apakah masih berada di atas kapal, atau sudah di pelabuhan. Semua sudah bisa diakses oleh [pengguna jasa] dari mana saja dan kapan saja,” terangnya.

Pelindo IV Tetap Komitmen Pacu Pertumbuhan Indonesia Timur

KabarMakassar.com — PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) berusaha untuk tetap survive dalam memacu pertumbuhan Indonesia Timur dengan terus melakukan pengembangan pada sejumlah pelabuhan kelolaan di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Teknik PT Pelindo IV, Prakosa Hadi Takariyanto mengatakan pihaknya sudah menargetkan produktivitas tahun ini tidak turun.

“Sehingga meskipun ditengah pandemi Covid-19, kami tetap melakukan pengembangan di sejumlah pelabuhan kelolaan sesuai program yang telah disusun,” kata Prakosa Hadi.

Ia mengaku tetap berkomitmen dan melakukan pembangunan infrastruktur maupun penambahan peralatan pada sejumlah pelabuhan sesuai target investasi yang ditetapkan.

“Sejumlah proyek pengembangan tetap berjalan, tentunya kami dari manajemen juga tetap mengedepankan protokoler kesehatan Covid-19, terutama bagi karyawan atau siapapun yang bertugas di lapangan,” jelasnya.

Kata dia, sebagai kelanjutan dari pengembangan yang dilakukan manajemen Perseroan, tahun 2020 ini juga akan mendatangkan sejumlah alat untuk ditempatkan pada beberapa pelabuhan kelolaan.

“Total ada 6 unit alat yang akan kami datangkan, yakni 4 unit alat Rubber Tyred Gantry (RTG) dan 2 unit Container Crane (CC),” sebut Prakosa.

Sementara itu, Senior Vice President of Port Equipment PT Pelindo IV, Muhajir Djurumiah mengatakan bahwa pada awal Agustus nanti pihaknya akan mendatangkan 4 unit alat RTG dan 2 unit CC.

“2 unit RTG dan 2 unit CC untuk di Pelabuhan Sorong, serta 2 unit RTG untuk di Terminal Petikemas Bitung (TPB),” kata Muhajir.

Kata dia, kedatangan 6 unit alat ini nantinya diharap akan semakin meningkatkan produktivitas di Pelabuhan Sorong dan TPB di era new normal ini adalah juga bagian dari rencana investasi tahun 2020.

“Keenam unit alat tersebut dibeli dengan anggaran internal perusahaan sebesar Rp.160 miliar. Walaupun saat ini masih berlangsung pandemi Covid-19, tetapi kami berusaha untuk tetap survive demi memacu pertumbuhan Indonesia Timur,” pungkasnya.

Pelindo IV akan Salurkan Bantuan Rp5,710 Miliar untuk UMKM

Kabarmakassar.com — PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) berencana menyalurkan bantuan Program Kemitraan (PK) sebesar Rp5,710 miliar untuk membantu sektor Usaha Mikro kecil Menengah (UMKM) untuk memulihkan usaha yang terdampak Covid-19.

Corporate Secretary PT Pelindo IV, Dwi Rahmad Toto mengatakan bantuan tersebut terutama akan disalurkan kepada mitra binaan yang bergerak pada sektor usaha pertanian dan perikanan.

“Rencananya bantuan PK ini akan disalurkan pada semester II nanti. Saat ini kami tengah melakukan survei dan pemetaan kepada mitra binaan dan lokasi. Sebab mitra binaan yang akan menerima bantuan, harus yang benar-benar layak mendapatkan,” kata Toto, Jumat (26/6).

Dia menyebutkan, tahun lalu total bantuan PK yang disalurkan Pelindo IV sebesar Rp12,240 miliar. Dana tersebut, kata dia, digunakan untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat terutama sektor UMKM.

Dari total anggaran PK yang disiapkan itu, kata Toto, yang terserap oleh mitra binaan sebesar Rp10,750 miliar. Dengan rincian, usaha tambak udang di Samarinda, Kaltim menyerap bantuan sebesar Rp3 miliar, rumput laut di Baubau, Sultra sebesar Rp2,5 miliar dan usaha pertanian di Sidrap, Sulsel sebesar Rp1,5 miliar.

Selanjutnya, kata dia, usaha rumput laut Mandiri di Palopo menyerap bantuan PK Pelindo IV sebesar Rp.3 miliar dan usaha rumput laut Aeng Batubatu di Takalar dengan penyerapan bantuan sebesar Rp750 juta.

“Selebihnya, anggaran PK tahun lalu digunakan untuk pelatihan mitra binaan atau capacity building,” ungkapnya.

Khusus penyaluran bantuan PK sebesar Rp3 miliar di Samarinda, kata Toto, diberikan kepada 30 mitra binaan yang tergabung dalam satu kelompok usaha.

“Kami bekerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) memberikan bantuan kepada satu kelompok usaha tambak udang di Samarinda, yang di dalamnya berisi 30 mitra binaan,” tukasnya.

Kementerian BUMN Resmi Mengangkat M. Adji sebagai DirOps Pelindo IV

KabarMakassar.com — Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi mengangkat M. Adji sebagai Direktur Operasi dan Komersial PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).

Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku rapat umum pemegang saham perusahaan perseroan PT Pelabuhan Indonesia IV Nomor SK : 210/MBU/06/2020 tanggal 18 Juni 2020.

Diaman pemberhentian dan pengangkatan Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia IV yang dibacakan melalui video conference pada hari ini, Kamis (18/6).

Sebelumnya, M. Adji menjabat sebagai Direktur Utama PT IPC Terminal Petikemas sejak April 2017 hingga Juni 2020. M. Adji menggantikan Riman S. Duyo yang telah menjabat sebagai Direktur Operasi dan Komersial PT Pelindo IV periode 2017-2020.

Corporate Secretary PT Pelindo IV, Dwi Rahmad Toto mengatakan pengangkatan M. Adji sebagai Direktur Operasi dan Komersial adalah sebagai bentuk penyegaran yang dilakukan oleh Kementerian BUMN.

“Pengangkatan direktur baru dalam sebuah perusahaan adalah hal yang biasa, ini juga sebagai bentuk penyegaran bagi Perseroan,” kata Toto.

Menurutnya seluruh jajaran Komisaris, Direksi, Staf dan Karyawan PT Pelindo IV mengucapkan terima kasih atas semua pengabdian dan dedikasi Riman S. Duyo selama menjabat sebagai Direktur Operasi dan Komersial selama menjabat periode 2016 – 2017.

“Sukses selalu untuk Pak Riman dan selamat menjalankan amanah yang baru sebagai Direktur Operasi dan Komersial di PT Pelindo IV buat Pak M. Adji,” kata Toto.

Berikut susunan Direksi PT Pelindo IV yang baru:

  1. Direktur Utama : Prasetyadi
  2. Direktur Teknik : Prakosa Hadi Takariyanto
  3. Direktur Operasi dan Komersial : M. Adji
  4. Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) : M. Asyhari
  5. Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis : I M. Herdianta
  6. Direktur Keuangan : Choirul Anwar.

Begini Skenario Pelindo IV Hadapi Kenormalan Baru

KabarMakassar.com — Virus Corona atau Civid-19 menjadi wabah di hampir seluruh wilayah di Indonesia termasuk Sulawesi Selatan dan Kota Makassar sejak kurang lebih tiga bulan terakhir. Selama itu pula, semua masyarakat diminta untuk menjalani kehidupan yang tidak seperti biasanya. Aktivitas belajar, bekerja, hingga beribadah semuanya diminta untuk dilakukan dari rumah.

Kini setelah kurang lebih tiga bulan menjalani kehidupan yang tidak biasa itu, vaksin atau antivirus untuk melawan Covid-19 belum juga ditemukan. Pemerintah pun mulai mengimbau kepada masyarakat untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 dan menjalani kehidupan yang “New Normal” atau kenormalan baru. Apalagi, beberapa kota di Indonesia termasuk Makassar sudah menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Alhasil, pascaidulfitri 1441 H, mulai banyak aktivitas sosial, bisnis dan perkantoran yang mulai menyesuaikan dengan imbauan pemerintah tersebut, termasuk PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).

Direktur SDM Pelindo IV, M Asyhari mengatakan, menindaklanjuti imbauan pemerintah itu, pihaknya sudah menyiapkan skenario untuk pelaksanaan kenormalan baru di lingkungan Perseroan.

Menurutnya, skenario kenormalan baru akan diberlakukan secara bertahap dan dilaksanakan secara efektif, serta berlaku menyeluruh di lingkungan PT Pelindo IV pada pertengahan Juli 2020. Namun, pemberlakuannya tetap berkoordinasi dengan Tim Satgas Covid-19 dan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah daerah di masing-masing cabang.

“Untuk optimalisasi dan efektivitasnya, maka manajemen perlu untuk melakukan beberapa langkah persiapan,” kata Asyhari, Kamis (4/6).

Asyhari memaparkan, skenario kenormalan baru yang telah disiapkan itu diantaranya melaksanakan protokol penerapan proses bisnis untuk pelayanan jasa kepelabuhanan, yakni pelayanan kapal, barang, petikemas dan penumpang.

Saat ini, kata dia, pihaknya sudah melakukan perubahan pola kerja yang dimulai dengan Tahap 1 yaitu pada 25 hingga 30 Mei 2020. Dimana pada Tahap 1 ini, program Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah hanya diberlakukan kepada pegawai yang berusia 46 tahun atau lebih.

“Dan program Work From Office (WFO) berlaku bagi pegawai yang berusia 45 tahun kebawah, kecuali yang oleh karena alasan tertentu tidak memungkinkan.” terangnya.

Kemudian di Tahap 2 yang berlaku pada 1 hingga 5 Juni 2020, program WFH hanya untuk pegawai yang berusia 46 tahun atau lebih, dengan komposisi 50% WFH dan 50% WFO. Serta program WFO berlaku bagi pegawai yang berusia 45 tahun kebawah.

Tahap 3 yang akan diberlakukan pada 8 sampai dengan 26 Juni 2020, program WFH hanya untuk pegawai yang berusia 46 tahun atau lebih, dengan komposisi 40% WFH dan 60% WFO.

“Di Tahap 4 nanti yang akan diberlakukan pada 29 Juni sampai dengan 10 Juli 2020, program WFH hanya untuk pegawai yang berusia 46 tahun atau lebih, dengan perubahan komposisi yakni 20% WFH dan 80% WFO,” paparnya.

Sedangkan di Tahap 5 yang akan berlaku pada 13 Juli 2020 dan seterusnya, lanjut Asyhari, program WFH tidak diberlakukan lagi.

“Seluruh pegawai sudah bekerja normal seperti biasa, kecuali ada pertimbangan tertentu terkait kondisi kesehatan, masa penyembuhan atau pegawai yang sedang dalam kondisi hamil,” pungkasnya.

Serikat Pekerja Pelindo IV Kembali Berbagi di Tengah Pandemi Covid-19

KabarMakassar.com — Serikat Pekerja (SP) PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) kembali menyerahkan sebanyak 1.000 paket bahan pokok untuk disalurkan kepada masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan yang terdampak Covid-19.

Paket bahan pokok itu diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi bersama Ketua Umum SP Pelindo IV, Muhajir Djurumiah kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu (20/5).

Dirut Pelindo IV, Prasetyadi mengatakan, paket bahan pokok yang diserahkan merupakan bentuk kepedulian para pegawai Perseroan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Ini adalah wujud kepekaan sosial insan Pelindo IV kepada masyarakat karena Pelindo IV merupakan bagian dari mereka,” kata Prasetyadi.

Dia menuturkan secara ekonomi, aktivitas di pelabuhan masih tetap berjalan normal. Bahkan ada kenaikan sekitar 0,5% di triwulan I lalu dibandingkan posisi yang sama pada tahun lalu. “Hanya memang aktivitas penumpang yang belum ada, namun untuk logistik tetap beroperasi,” imbuhnya.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengapresiasi bantuan yang diberikan Pelindo IV melalui serikat pekerja. “Alhamdulillah, terima kasih atas bantuan paket bahan pokok ini. Tentunya akan kami salurkan untuk masyarakat di Sulsel,” ujarnya.

Sementara, Ketua Umum SP Pelindo IV, Muhajir Djurumiah menyebutkan, secara total pihaknya menyiapkan sebanyak 3.000 paket bahan pokok untuk wilayah Sulsel.

“Sebanyak 1.000 paket sudah diserahkan melalui Posko Induk Penanganan Covid-19 Kota Makassar dan 1.000 paket untuk masyarakat yang juga sudah diserahkan kepada Pemprov Sulsel. Sebagian lagi kami salurkan bekerja sama dengan pegawai, Badan Amil Zakat Provinsi Sulsel dan teman-teman jurnalis.” terangnya.

Muhajir mengatakan, paket bahan pokok yang disiapkan berasal dari penghasilan karyawan PT Pelindo IV yang disisihkan untuk berbagi dengan sesama.

“Agar masyakarat lainnya juga ikut merasakan keriangan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri, meski sedang pandemi virus Corona,” tuturnya.

Dia menambahkan, kegiatan SP ini tidak hanya dilaksanakan di Makassar tetapi juga di seluruh wilayah kerja Pelindo IV yakni di seluruh cabang yang ada di Sulawesi, Kaltim, Kaltara, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

“Penghasilan dari Tunjangan Hari Raya atau THR yang disisihkan berasal dari karyawan Pelindo IV yang merayakan Hari Raya Idul Fitri dan juga karyawan yang akan melaksanakan Hari Raya Natal nanti, dimana saat ini mereka juga sudah menyisihkan penghasilannya. Dengan harapan, Covid-19 tidak berlanjut atau tidak berlangsung lama hingga akhir tahun nanti,” pungkas Muhajir. (*)

Pandemi Covid-19, Dirut Pelindo IV Perkuat Sinergi dengan Seluruh Instansi di Pelabuhan

KabarMakassar.com — PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menegaskan komitmennya untuk selalu bersinergi dengan seluruh instansi di pelabuhan, terutama Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Makassar, Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, dan Polres Pelabuhan Makassar.

Hal tersebut disampikan langsung Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi di sela-sela kunjungan silaturahmi sekaligus memperkenalkan diri sebagai Dirut Pelindo IV yang baru ke tiga instansi pelabuhan tersebut, didampingi Pts. Corporate Secretary, Dwi Rahmad Toto dan General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru.

“Selain untuk silaturahmi, kunjungan ini tentunya juga untuk menyampaikan bahwa seluruh instansi terkait di pelabuhan harus tetap selalu bersinergi dalam pengelolaan dan peningkatan kualitas layanan utamanya di Pelabuhan Makassar, apalagi di saat pandemi Covid-19 ini,” kata Prasetyadi.

General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru menambahkan, dalam masa pandemi Covid-19 ini, seluruh instansi di wilayah Pelabuhan Makassar diharapkan lebih memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi hal-hal darurat di wilayah Pelabuhan Makassar.

“Koordinasi akan lebih diperkuat lagi, untuk mengantisipasi hal-hal darurat di masa-masa pandemi Covid-19,” ujar Aris.

Dalam kunjungan silaturahmi itu, Dirut Pelindo IV, bersama corporate secretary dan GM Pelindo IV Cabang Makassar diterima langsung oleh Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Makassar, Rahmatullah; Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, Ahmad Wahid; dan Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim di ruang kerjanya masing-masing. (*)

KM Lambelu Diizinkan Sandar di Pelabuhan Petikemas Makassar

KabarMakassar.com — KM Lambelu dengan 141 kru atau anak buah kapal (ABK) yang awalnya direncanakan dikarantina di perairan dengan jarak 2 mil dari Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, ternyata bersandar di Pelabuhan Petikemas (dermaga Hatta ujung selatan) Makassar, Selasa, (14/4) dinihari tadi.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Laut Kantor Otoritas Pelabuhan Makassar, Sirajuddin yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut dia, keputusan untuk membolehkan KM Lambelu bersandar di pelabuhan Makassar ini diambil setelah dilakukan rapat bersama Ketua Gugus Covid-19 Kota Makassar, Otoritas Pelabuhan Makassar, Kantor Kesyahbandaraan Utama Makassar (KSU), Pangdam XIV Hasanuddin, Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dan Kota Makassar, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Polres Pelabuhan.

Selain untuk pengisian BBM, air tawar dan supply logistik, kata dia, keputusan ini juga diambil untuk memudahkan pengawasan dan pemantauan terhadap ABK KM Lambelu. Terlebih, petugas dari KKP dan Dinkes akan melakukan pemeriksaan lanjutan.

“Setelah melalui evaluasi dan pertimbangan bahwa dalam beberapa hari anchorage pada posisi zona karantina, pengawasan dan pemantauan kurang efektif dan dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, makanya diizinkan untuk bersandar di pelabuhan petikemas,”
kata Sirajuddin, Selasa (14/3) siang.

Saat ini, kata dia, KM Lambelu yang sandar di Pelabuhan Petikemas itu telah dijaga ketat oleh pihak kepolisian dan TNI, guna memastikan tidak ada ABK yang turun dari kapal.

“Saat ini sudah ada posko pengawasan di depan kapal, untuk memastikan tidak ada awak kapal yang turun ke darat. Di posko itu ada dari Otoritas Pelabuhan, KSU, Polres, Koramil, Dishub dan security,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah T Azikin mengungkapkan, pemeriksaan terhadap 99 ABK (sisa dari yang belum diperiksa pada pemeriksaan sebelumnya) yang sedianya akan dilakukan pada Senin (13/4) kemarin, tertunda dan baru dilakukan hari ini.

“Sesuai rencana awal, semua dilakukan di atas kapal. Tidak ada yang boleh turun ke darat, karena kapal masuk dalam zona karantina. Dan hasilnya nanti akan diumumkan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel. Termasuk semua ABK yang positif dan lainnya sudah isolasi mandiri di kapal selama 14 hari,” kata Naisyah.

Hal senada disampaikan Kepala KKP Kelas 1 Makassar, Darmawali Handoko. Ia memastikan tidak ada ABK KM Lambelu yang akan turun dari kapal.

Namun, jika dibutuhkan tindakan medis darurat, maka pasien akan langsung dilarikan ke RS rujukan Covid-19.

“Intinya adalah tidak boleh ada yang turun dari kapal, kecuali jika diperlukan untuk tindakan medis,” tegasnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya dari 141 ABK KM Lambelu, 42 ABK sudah menjalani pemeriksaan swab. Hasilnya, 26 diantaranya dinyatakan positif terrinfeksi Covid-19 dan 16 lainnya negatif.

Pelindo IV Perketat Pengawasan Kru Kapal dari Luar Negeri

KabarMakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menegaskan bahwa pihaknya tetap melayani kegiatan ekspor dan impor barang ke sejumlah negara, meski di negara-negara tersebut tengah mewabah Virus Corona (Covid-19).

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan, meskipun ada wabah virus corona, ekspor langsung ke Vietnam, Korea, Jepang dan China dari Pelabuhan Makassar sejauh ini tetap terjaga.

“Hanya saja ada beberapa kebijakan yang memang harus kami lakukan terkait hal tersebut. Salah satunya, life animal atau binatang hidup dari daratan China tidak boleh masuk Indonesia, termasuk di Pelabuhan Makassar,” kata Farid.

Selain itu, walaupun barang ekspor dan impor tetap bisa masuk dan keluar melalui pintu Pelabuhan Makassar, namun kru kapal yang membawa barang tidak boleh turun dari kapal dan memasuki area pelabuhan.

“Mereka hanya bisa berada di atas kapal dan akan diperiksa oleh Tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Pelindo IV dan Otoritas Pelabuhan menggunakan alat thermal scanner yang telah disiapkan untuk mendeteksi suhu tubuh manusia dan hand thermometer scanner,” paparnya.

Farid menjelaskan, larangan tersebut sesuai dengan hasil Rapat Terbatas Kabinet Indonesia Maju yang diselenggarakan di Istana Bogor pada Selasa (4/2) lalu Februari 2020 yang juga dihadiri oleh SKJ, DRJU, DRJL, Dirut Angkasa Pura 1, Dirut Angkasa Pura 2, Dirut Pelindo I, II, III dan IV.

Dalam rapat tersebut beber Farid, disimpulkan bahwa kargo dari dan ke Main Land tetap dapat dilaksanakan sebagaimana biasanya dari laut, dimana para operator pelabuhan bekerjasama dengan KKP dalam melaksanakan prosedur kepada para crew kapal untuk tidak turun dari kapal.

Sebelumnya, Farid juga sudah meminta kepada semua pegawai yang ada di front liner, terutama yang berada di Terminal Penumpang, untuk lebih waspada dan wajib menggunakan masker saat melayani.

Pelindo IV Terapkan Social Distancing di Wilayah Kerjanya

KabarMakassar.com – Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) mulai menerapkan social distancing di kantor pusat, seluruh cabang, anak perusahaan, Strategic Business Unit (SBU), dan di seluruh area pelabuhan kelolaan.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan, penerapan itu dimulai dengan pemasangan stiker pembatas social distancing di sekitar area Pelabuhan Makassar mulai Rabu (18/3) kemarin.

“Ini bertujuan untuk mengurangi interaksi dan juga mengurangi kontak tatap muka langsung dengan orang lain,” jelas Farid.

Farid menuturkan, saat ini di seluruh area Pelabuhan Makassar sudah dilakukan pemasangan stiker pembatas social distancing. Terutama di loket pemeriksaan tiket, lokasi pedagang kaki lima (K5), hingga di terminal penumpang dan garbarata atau jembatan penghubung antara terminal penumpang dengan pintu masuk kapal.

Tak hanya itu, kata dia, di depan pintu dan di dalam lift yang ada di kantor pusat juga saat ini sudah ada stiker pembatas social distancing.

“Untuk antrean di depan lift, dibatasi hanya boleh 4 orang. Begitu juga yang berada di dalam lift, hanya bisa 4 orang dan masing-masing menghadap ke dinding lift, tidak boleh saling bertatap muka langsung,” terangnya.

Farid berharap, upaya ini bisa mengurangi penyebaran Virus Corona atau Covid-19 yang kini sudah menjadi wabah pandemi.

“Paling tidak di lingkungan karyawan Pelindo IV,” ujarnya.

Sekedar diketahui, social distancing adalah tindakan mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain, termasuk mengurangi kontak tatap muka langsung. Langkah ini termasuk menghindari pergi ke tempat-tempat yang ramai dikunjungi, seperti supermarket, bioskop dan stadion.

Bila seseorang dalam kondisi yang mengharuskannya berada di tempat umum, setidaknya perlu menjaga jarak sekitar 1,5 meter dari orang lain.