Pelindo IV Perketat Pengawasan Kru Kapal dari Luar Negeri

KabarMakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menegaskan bahwa pihaknya tetap melayani kegiatan ekspor dan impor barang ke sejumlah negara, meski di negara-negara tersebut tengah mewabah Virus Corona (Covid-19).

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan, meskipun ada wabah virus corona, ekspor langsung ke Vietnam, Korea, Jepang dan China dari Pelabuhan Makassar sejauh ini tetap terjaga.

“Hanya saja ada beberapa kebijakan yang memang harus kami lakukan terkait hal tersebut. Salah satunya, life animal atau binatang hidup dari daratan China tidak boleh masuk Indonesia, termasuk di Pelabuhan Makassar,” kata Farid.

Selain itu, walaupun barang ekspor dan impor tetap bisa masuk dan keluar melalui pintu Pelabuhan Makassar, namun kru kapal yang membawa barang tidak boleh turun dari kapal dan memasuki area pelabuhan.

“Mereka hanya bisa berada di atas kapal dan akan diperiksa oleh Tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Pelindo IV dan Otoritas Pelabuhan menggunakan alat thermal scanner yang telah disiapkan untuk mendeteksi suhu tubuh manusia dan hand thermometer scanner,” paparnya.

Farid menjelaskan, larangan tersebut sesuai dengan hasil Rapat Terbatas Kabinet Indonesia Maju yang diselenggarakan di Istana Bogor pada Selasa (4/2) lalu Februari 2020 yang juga dihadiri oleh SKJ, DRJU, DRJL, Dirut Angkasa Pura 1, Dirut Angkasa Pura 2, Dirut Pelindo I, II, III dan IV.

Dalam rapat tersebut beber Farid, disimpulkan bahwa kargo dari dan ke Main Land tetap dapat dilaksanakan sebagaimana biasanya dari laut, dimana para operator pelabuhan bekerjasama dengan KKP dalam melaksanakan prosedur kepada para crew kapal untuk tidak turun dari kapal.

Sebelumnya, Farid juga sudah meminta kepada semua pegawai yang ada di front liner, terutama yang berada di Terminal Penumpang, untuk lebih waspada dan wajib menggunakan masker saat melayani.

Pelindo IV Terapkan Social Distancing di Wilayah Kerjanya

KabarMakassar.com – Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) mulai menerapkan social distancing di kantor pusat, seluruh cabang, anak perusahaan, Strategic Business Unit (SBU), dan di seluruh area pelabuhan kelolaan.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan, penerapan itu dimulai dengan pemasangan stiker pembatas social distancing di sekitar area Pelabuhan Makassar mulai Rabu (18/3) kemarin.

“Ini bertujuan untuk mengurangi interaksi dan juga mengurangi kontak tatap muka langsung dengan orang lain,” jelas Farid.

Farid menuturkan, saat ini di seluruh area Pelabuhan Makassar sudah dilakukan pemasangan stiker pembatas social distancing. Terutama di loket pemeriksaan tiket, lokasi pedagang kaki lima (K5), hingga di terminal penumpang dan garbarata atau jembatan penghubung antara terminal penumpang dengan pintu masuk kapal.

Tak hanya itu, kata dia, di depan pintu dan di dalam lift yang ada di kantor pusat juga saat ini sudah ada stiker pembatas social distancing.

“Untuk antrean di depan lift, dibatasi hanya boleh 4 orang. Begitu juga yang berada di dalam lift, hanya bisa 4 orang dan masing-masing menghadap ke dinding lift, tidak boleh saling bertatap muka langsung,” terangnya.

Farid berharap, upaya ini bisa mengurangi penyebaran Virus Corona atau Covid-19 yang kini sudah menjadi wabah pandemi.

“Paling tidak di lingkungan karyawan Pelindo IV,” ujarnya.

Sekedar diketahui, social distancing adalah tindakan mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain, termasuk mengurangi kontak tatap muka langsung. Langkah ini termasuk menghindari pergi ke tempat-tempat yang ramai dikunjungi, seperti supermarket, bioskop dan stadion.

Bila seseorang dalam kondisi yang mengharuskannya berada di tempat umum, setidaknya perlu menjaga jarak sekitar 1,5 meter dari orang lain.

Direktur Keuangan Pelindo IV Resmi Jabat Dirkeu Pelindo II

KabarMakassar.com — Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi mengangkat Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), Yon Irawan sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Hal tersebut dituangkan dalam Keputusan Menteri BUMN setelah melalui Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II dengan Nomor SK- 69/MBU/03/2020 tanggal 2 Maret 2020 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas dan Pengangkatan Anggota-anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II.

Corporate Secretary PT Pelindo IV, I M Herdianta mengatakan, dengan diangkatnya Yon Irawan sebagai Direktur Keuangan PT Pelindo II, maka secara otomatis susunan Direksi PT Pelindo IV juga akan berubah.

“Tapi hingga saat ini kami belum mendapat informasi, siapa yang akan menggantikan posisi Bapak Yon Irawan sebagai Direktur Keuangan di Pelindo IV,” kata Herdianta, Selasa (3/3).

“Seluruh jajaran komisaris, direksi, staf dan karyawan PT Pelindo IV mengucapkan terima kasih atas pengabdian Bapak Yon Irawan selama menjabat sebagai Direktur Keuangan di Pelindo IV. Sukses untuk Bapak Yon Irawan, selamat menjalankan tugas yang baru sebagai Direktur Keuangan di PT Pelindo II,” tuturnya.

Untuk diketahui, saat ini susunan Direksi PT Pelindo IV terdiri dari: Direktur Utama, Farid Padang; Direktur Teknik, Prakosa Hadi Takariyanto; Direktur Operasi dan Komersial, Riman S. Duyo; Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), M. Asyhari; Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis, Tony Hajar Andenoworih; dan Direktur Keuangan yang sementara ini masih kosong.

Pelindo IV Cabang Makassar Uji Coba Penertiban Parkir di Pelabuhan

KabarMakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Makassar melakukan uji coba penertiban parkir kendaraan roda empat dan roda dua di area Pelabuhan Makassar. Uji coba yang dimulai Kamis (27/2) kemarin ini rencananya akan berlangsung selama satu minggu.

General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru menuturkan, penertiban yang dilakukan pihaknya ini masih dalam tahap sosialisasi.

“Kami masih sosialisasi dan ini akan berlangsung selama satu minggu. Setelah itu kami akan melangkah ke tahap berikutnya lagi,” katanya, Jumat (28/2).

Selama penertiban dan seterusnya, pihak PT Pelindo IV Cabang Makassar tidak akan mengizinkan ada kendaraan yang parkir di sebelah kiri dan kanan badan jalan di area Pelabuhan Makassar.

Semua kendaraan roda empat dan roda dua yang biasa parkir di badan jalan, akan dialihkan ke Container Yard (CY) atau lapangan penumpukan yang berada di sebelah Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, dengan memanfaatkan lahan yang ada seluas kurang lebih 5.000 meter persegi dari total lahan yang tersedia seluas 10.000 meter persegi.

“Nanti akan dipisah antara parkiran mobil dan motor, tapi tetap di lahan yang sama. Jadi semua kendaraan roda empat dan dua, baik milik pegawai di instansi yang ada di Pelabuhan Makassar maupun kendaraan milik tamu atau pengunjung, parkirnya di CY samping Kantor Syahbandar,” terangnya.

Penertiban ini, kata dia, merupakan hasil kesepakatan bersama dengan semua instansi yang ada di Pelabuhan Makassar. Diantaranya Pelindo IV, Otoritas Pelabuhan, Syahbandar dan pihak Polsek Pelabuhan Makassar, setelah sebelumnya dilakukan rapat dan diskusi bersama pada Rabu (26/2) kemarin di Ruang Rapat Kantor Pelindo IV Cabang Makassar.

Menurut Aris, selama masa uji coba seminggu ini, pihaknya akan memantau apakah hal tersebut efektif atau tidak dalam mengatasi kemacetan di depan Car Terminal pada saat embarkasi (pemberangkatan dengan kapal laut) dan debarkasi (penurunan penumpang kapal laut).

“Kalau ternyata efektif, kita akan melangkah ke penertiban yang lainnya lagi, yaitu cek in penumpang kapal yang selama ini dilakukan di lantai 2 akan kita uji coba di lantai 1, tepatnya di bawah lokasi pedagang asongan atau depan car terminal,” bebernya.

Jika perubahan lokasi cek in juga ternyata efektif, lanjut dia, pihaknya juga akan melakukan penertiban di area dermaga dan Terminal Penumpang Pelabuhan Makassar.

“Di area International Ship and Port Facility Security Code (ISPS Code) ini nantinya tidak boleh lagi ada kendaraan maupun seseorang yang tidak menggunakan ID Card atau orang-orang yang tidak berkepentingan berlalu lalang di area ISPS Code tersebut. Untuk ID Card-nya, nanti akan dibuatkan oleh Pelindo IV,” jelasnya.

“Tidak boleh lagi ada kendaraan roda empat maupun roda dua yang parkir di depan seluruh kantor instansi di Pelabuhan Makassar,” tegasnya.

Intinya, tambah Aris, uji coba semua penertiban itu akan dilakukan selama satu minggu. Setelah itu, baru akan diberlakukan secara efektif.

Semua penataan dan penertiban yang dilakukan ini, kata dia, bertujuan untuk melancarkan arus bongkar muat kendaraan yang melewati ruas jalan yang ada di area Pelabuhan Makassar.

Pasalnya, jika banyak kendaraan yang parkir di sebelah kiri dan kanan badan jalan, hal ini sangat mengganggu operasional kelancaran kendaraan yang keluar masuk, khususnya untuk truk-truk yang melakukan aktivitas bongkar muat.

“Diharapkan, dengan penataan dan penertiban yang dilakukan mulai Kamis (27/2) ini, mudah-mudahan semua instansi terkait di Pelabuhan Makassar dan pengunjung, baik debarkasi- embarkasi maupun pengantar dan penjemput, bisa tertib sesuai dengan rambu-rambu yang sudah disepakati,” pungkasnya.

Pelindo IV Raih 3 Kategori Penghargaan Bulan K3

KabarMakassar.com — Dalam rangka Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional 12 Januari hingga 12 Februari, manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menerima tiga penghargaan Pemerintah Provinsi Sulsel.

Tiga penghargaan tersebut yakni untuk kategori Kinerja K3 Terbaik, Sistem Manajemen K3 (SMK3) Terbaik, dan Zero Accident.
Penghargaan yang diserahkan oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah itu diterima langsung oleh Senior Vice President Risk Manajemen dan Standarization PT Pelindo IV, Moudy Pitoy, saat Upacara Bulan K3 Nasional Tahun 2020 Tingkat Provinsi Sulsel yang digelar di Kantor PT PLN (Persero) UIP Sulbagsel, Makassar.

Moudy mengatakan, ketiga kategori penghargaan tersebut masing-masing diberikan kepada PT Pelindo IV Kantor Pusat, Cabang Makassar, dan Cabang Terminal Petikemas Makassar (TPM).

“Dengan diterimanya penghargaan K3 ini, semoga menjadikan Pelindo IV sebagai perusahaan yang berbudaya dan sadar K3, terutama di semua level manajemen,” tutrur Moudy.

Moudy berharap, budaya K3 bisa diimplementasikan di setiap proses bisnis perusahaan dengan mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja menuju perusahaan yang unggul dan berdaya saing tinggi.

Ia juga berterima kasih kepada Direktur Utama dan seluruh jajaran Direksi PT Pelindo IV untuk semua dukungan yang diberikan, sehingga pihaknya bisa menerapkan budaya dan sadar K3 di lingkungan perusahaan.

Sekadar diekthaui, dalam peringatan Bulan K3 tahun ini, Kementerian Ketenagakerjaan mengusung tema ‘Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Teknologi Informasi’.

Peringatan Bulan K3 dilaksanakan setiap tahun pada 12 Januari hingga 12 Februari. Gerakan nasional membudayakan K3 yang berkesinambungan ini dalam rangka melaksanakan ketentuan yang ada di dalam UU Nomor 1 Tahun 1970, dan mendorong tercapainya kemandirian Bangsa Indonesia Berbudaya K3 pada 2020.

Perusahaan Jepang Jajaki Peluang Kerja Sama

KabarMakassar.com — Obe Machinery and Engineering Co. Ltd., sebuah perusahaan yang berkantor pusat di Jepang menawarkan kerja sama dibidang peralatan kepelabuhanan dan maintenance kepada Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).

Hal itu diungkapkan President of Obe Machinery and Engineering Co. Ltd., Kotaro Obe, saat berkunjung ke Kantor Pusat PT Pelindo IV Makassar, Senin (27/1).

Tak hanya bertemu dengan Manajemen Pelindo IV dan melihat secara langsung aktivitas pelabuhan di Terminal Petikemas Makassar (TPM) dan Makassar New Port (MNP), tetapi Kotaro Obe bersama tim juga mengunjungi beberapa lokasi di Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Bantaeng, untuk menjajaki peluang kerja sama.

Terpisah, Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengungkapkan bahwa tahun ini adalah tahun produksi bagi Perseroan seiring datangnya sejumlah alat yang kemudian ditempatkan di beberapa pelabuhan kelolaan.

Pihaknya juga telah menyiapkan anggaran investasi sebesar Rp5,4 triliun di tahun ini yang sebagian besar akan digunakan untuk membangun fasilitas pelabuhan, termasuk untuk melanjutkan pembangunan Makassar New Port.

Dari total investasi yang disiapkan tahun ini kata Farid, MNP menyerap jumlah paling banyak yaitu sebesar Rp1,9 triliun.

“Jumlah investasi yang disiapkan untuk MNP akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas terpasang MNP dan menjadikan mega proyek tersebut sebagai hub port bertaraf internasional, sehingga dapat meningkatkan direct call dan direct export dari Makassar,” jelasnya.

Saat ini lanjut Dirut Pelindo IV, Container Yard (CY) atau lapangan penumpukan di MNP memiliki luas 16 ha dan akan terus ditingkatkan menjadi 48 ha pada 2022 mendatang, dengan kapasitas penumpukan akan menjadi 17,5 juta TEUs dari kapasitas eksisting yaitu 500.000 TEUs per tahun.

Dengan kapasitas yang ada sekarang, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini baru bisa melayani tiga perusahaan pelayaran domestik dan satu perusahaan pelayaran internasional yang melakukan aktivitas bongkar muat di MNP.

“Kedepan jumlah itu akan bertambah, untuk domestik menjadi 8 dan internasionalnya menjadi 2 pelayaran,” sebut Farid.

Dengan peralatan yang serba elektronik dan sudah terelektrifikasi di MNP, pihaknya menargetkan angka dwelling time di pelabuhan yang sudah menerapkan konsep Green Ecosystem ini kurang dari 2 hari.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan pada 2022 mendatang Makassar New Port memiliki kawasan industri yang terintegrasi.

Saat ini pihaknya terus menggenjot pembangunan untuk proyek multiyears ini. “Setelah Tahap I Paket A rampung, lanjut Paket B, Paket C, Paket D dan Tahap II yang dibangun secara bersamaan,” tukasnya.

Februari-Maret, Pelindo IV Datangkan Head Truck dan Reach Stacker

Kabarmakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) akan mendatangkan 27 unit head truck 6 x 4 dan chasis serta delapan unit reach stacker untuk ditempatkan di beberapa pelabuhan kelolaan.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang mengatakan hingga Juni 2020 nanti Perseroan memang akan mendatangkan sejumlah alat. “Alat-alat tersebut akan ditempatkan di beberapa pelabuhan untuk meningkatkan aktivitas bongkar muat,” jelasnya.

Dia menuturkan pelabuhan cabang yang akan mendapatkan tambahan alat reach stacker pada Februari nanti yaitu Pelabuhan Parepare, Nunukan, Merauke, Manokwari, Tolitoli, Tarakan, Ternate dan Pelabuhan Sorong.

Sedangkan pelabuhan cabang yang mendapat tambahan head truck 6 x 4 dan chasis, masing masing Terminal Petikemas Makassar (TPM) 14 unit, Pelabuhan Ternate 4 unit, Kendari 4 unit, Jayapura 3 unit dan Pelabuhan Bitung 2 unit.

“Untuk head truck 6 x 4 dan chasis akan tiba pada Maret 2020,” ucap Farid.

Dirut Pelindo IV menegaskan, kedatangan alat tersebut untuk menunjang aktivitas bongkar muat barang di sejumlah pelabuhan, seiring rencana Perseroan yang akan melakukan peningkatan status beberapa pelabuhan dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose.

Tahun ini lanjutnya, ada enam pelabuhan yang akan ditingkatkan statusnya dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose yakni Pelabuhan Sorong, Tarakan, Ternate, Kendari, Manokwari dan Pelabuhan Merauke.

Sebenarnya menurut Farid, ada 9 pelabuhan yang ditingkatkan statusnya dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose.

“Namun yang tiga pelabuhan lainnya sudah selesai, yakni Pelabuhan Ambon, Pantoloan dan Pelabuhan Jayapura. Tinggal enam pelabuhan lagi yang ditarget selesai dalam tahun ini,” tukasnya

Dirut Pelindo IV: Semua Pembangunan Pelabuhan Diawasi TP4D dan BPKP

KabarMakassar.com — Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) mengatakan bahwa setiap pembangunan pelabuhan yang dilaksanakan di semua wilayah kerja selalu diawasi oleh Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan BPKP.

Hal itu ditegaskan Farid usai menghadiri pengarahan penguatan pencegahan korupsi kepada kepala daerah se-Sulsel di Kantor Gubernur Sulsel, didampingi Kepala Satuan Pengawas Intern Pelindo IV, Enriany Muis.

“Menjadi salah satu kewajiban Pelindo IV adalah mengembangkan pelabuhan yang ada di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Karena tugas Pelindo IV juga adalah bagaimana mendistribusikan barang-barang yang dari Makassar ke pelabuhan yang ada di pulau lainnya, seperti Kalimantan, Maluku dan Papua,” terangnya.

Sementara itu dalam arahannya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Firli Bahuri mengingatkan kepada seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati dan walikota untuk berhati-hati dengan segala bentuk tindak korupsi, suap maupun gratifikasi.

“Himbauan ini juga untuk seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan stakeholder terkait,” tegas Firli.

Dia menyebutkan, sesuai UU 30 Tahun 2002 jo. UU 10 Tahun 2015 jo. UU 19 Tahun 2019 Pasal 6, tugas KPK adalah melakukan tindakan-tindakan pencegahan sehingga tidak terjadi tindak pidana korupsi.

KPK juga harus melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang untuk melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi dan instansi yang bertugas melaksanakan pelayanan publik.

Selain itu lanjut Firli, KPK juga harus melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara dan melakukan supervisi terhadap instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi.

“KPK juga melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi, serta melakukan tindakan untuk melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memeroleh kekuatan hukum tetap,” urainya.

Bangun Pelabuhan Lok Tuan, Pelindo IV Siapkan Investasi

KabarMakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menyiapkan anggaran investasi jangka pendek sebesar Rp500 miliar untuk mengembangkan Pelabuhan Umum Lok Tuan Bontang di Kalimantan Timur.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang modal sebesar itu akan digunakan untuk melakukan reklamasi seluas 52.506 meter perseri yang nantinya akan menjadi container yard (CY) atau lapangan penumpukan seluas 38.111,4 meter persergi serta Container Freigt Station (CFS) atau area pergudangan dengan luas 5.282 meter persegi.

“Selain itu juga akan dibangun Dermaga IV dan V ukuran 140 x 18 meter dengan fasilitas dan utilitas seluas 5.989 meter persegi,” jelasnya.

Dia menyebutkan rencana pembangunan Pelabuhan Umum Lok Tuan Bontang sesuai Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Lok Tuan (KM 75 Tahun 2009 tanggal 2 Desember 2009). Dimana pengerukan akan dilakukan hingga kedalaman minus 9 mLWS.

“Hasil pengerukan itu yang akan digunakan untuk kegiatan reklamasi,” ucapnya.

Rencananya terminal petikemas yang dibangun akan mampu menampung kontainer sebanyak 180.000 TEUs per tahun.

Selain membangun pelabuhan kata Farid, pihaknya juga akan menyiapkan sejumlah peralatan yaitu Container Crane (CC), Reach Stacker (RS), Head Truck, Tronton dan Forklift untuk menunjang kegiatan bongkar muat di pelabuhan yang akan mulai dibangun pada 2020 dan direncanakan rampung pada 2024 mendatang.

Menurutnya, Pelabuhan Lok Tuan Bontang perlu dibangun terminal petikemas untuk mengakomodasi kegiatan bongkar muat petikemas, mengantisipasi pertumbuhan arus barang, menekan biaya logistik serta untuk mengantisipasi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut yang diperkirakan lebih dari 3%.

“Mengingat pertumbuhan ekonomi wilayah Bontang dalam 5 tahun terakhir sekitar 3 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut Farid mengatakan, Pelabuhan Umum Lok Tuan Bontang juga dikembangkan karena menjadi salah satu gate way wilayah Kaltim, selain Balikpapan dan Samarinda, serta dilalui oleh Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.

Untuk diketahui, Pelabuhan Lok Tuan dibangun oleh Pemerintah Kota Bontang menggunakan dana APBD.

Kerja sama pengoperasian Pelabuhan Lok Tuan oleh PT Pelabuhan Indonesia IV sudah berlangsung sejak 1 Desember 2016 sampai dengan 30 November 2021.

Skema kerja sama adalah bagi hasil melalui kontribusi tetap, profit sharing, retribusi dan kegiatan meliputi bongkar muat general cargo, penumpang dan pelabuhan rakyat (pelra).

Siapkan Rp 38 Miliar, Pelindo IV Segera Kembangkan Pelabuhan Loktuan Bontang

Kabarmakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) segera melakukan pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bontang, Kalimantan Timur.

Hal itu diutarakan Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang saat melakukan presentasi pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang yang dihadiri Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam serta beberapa pejabat dari instansi terkait di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin malam (20 Januari 2020).

Farid Padang mengatakan, tahun ini pihaknya sudah menyiapkan total investasi sebesar Rp5,4 triliun yang di antaranya akan digunakan untuk melakukan pengembangan sejumlah pelabuhan di wilayah kelolaan.

Dari total capex atau belanja modal yang disiapkan Perseroan tahun ini kata Dirut Pelindo IV, pihaknya menyisihkan sebesar Rp38 miliar khusus untuk pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang.

Farid mengakui kontribusi Pelabuhan Loktuan Bontang pada pendapatan perusahaan di 2018 lalu dari segmen kunjungan kapal memang masih cukup kecil, yakni hanya 3,24 persen. “Yang terbesar masih Pelabuhan Balikpapan yaitu 10,09 persen,” jelasnya. Namun lanjut dia, potensi komoditas yang dimiliki dan ekspor dari Bontang cukup besar.

Sebelumnya, sudah ada pelabuhan milik Pemkot Bontang yang dikerjasamakan dengan Pelindo IV dan Wali Kota Bontang ingin kedepan BUMN yang bergerak dibidang jasa kepelabuhanan ini melakukan ekspansi untuk menambah fasilitas dan akan dilakukan kerja sama baru untuk pengembangan tersebut.

Farid Padang saat melakukan presentasi pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang

“Dalam rangka mendukung Ibu Kota Negara (IKN) baru, maka beberapa kabupaten di Kaltim yang memiliki pelabuhan ingin mengembangkan kapasitas pelabuhannya.”kata Farid Padang

Kedepan, Pelabuhan Umum Loktuan Bontang akan dijadikan pelabuhan pengumpul di Sangatta, Bontang dan Kutai Timur.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan pihaknya sangat berharap kerja sama pengembangan Pelabuhan Umum Loktuan Bontang dengan PT Pelindo IV dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tentunya menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Yang penting adalah sustainable (keberlanjutannya). Karena kedepan aktivitas ekonomi di Bontang Insya Allah akan cukup besar. Oleh sebab itu, Bontang harus memiliki pelabuhan untuk petikemas,” ujarnya.

“Mudah-mudahan dengan pemanfaatan pelabuhan di Kota Bontang, bisa meningkatkan PAD dan juga meningkatkan aktivitas masyarakat, sehingga dapat mengurangi pengangguran. Oleh sebab itu, pelayanan pelabuhan juga menjadi salah satu perhatian Pemkot Bontang,” harap Neni.

Pelindo IV Kerja Sama Pemanduan dengan KPC

Farid menambahkan selain melakukan kerja sama dengan Pemkot Bontang, Pelindo IV juga melakukan kerja sama pemanduan kapal dengan pihak Kaltim Prima Coal (KPC).

“Dalam kerja sama itu, dibahas tentang beberapa perbaikan kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya, untuk peningkatan level of service pemanduan dan penundaan di KPC pada tahun ini,” sebutnya.

“Hal tersebut sebagai dampak dari adanya peningkatan produksi batu bara oleh KPC di 2019 lalu,” tukas Farid.