Ketua Umum PSSI Minta Insan Sepak Bola Indonesia Ikuti Imbauan Pemerintah

KabarMakassar.com — Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menilai keputusan pemerintah untuk melakukan physical distancing dan diterapkannya pembatasan sosial berskala besar harus bisa diterjemahkan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat lapisan bawah.

“Acaman Covid-19 ini mulai dari bagaimana cara virus ini menular serta langkah yang kita lakukan agar masyarakat tidak dengan mudah terpapar,” kata Iriawan.

Karena itu, kata dia, PSSI juga telah melakukan berbagai hal terkait imbauan pemerintah mengenai kebijakan bekerja dari rumah sejak Maret lalu. Pihaknya juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di kantor PSSI.

“Seluruh kegiatan kompetisi dan Timnas Indonesia juga telah dihentikan,” ungkapnya.

Iriawan menilai menjaga jarak adalah hal yang sangat prinsipal dalam melakukan physical distancing. “Hal ini hendaknya dilakukan bukan hanya di ruang publik, tetapi juga di seluruh rumah, di setiap warga,” ujarnya.

Ia meminta agar masyarakat dan insan sepak bola Indonesia dapat melindungi diri dan keluarga dari Covid-19 untuk tidak berkumpul sementara dengan alasan apapu dan berhenti bercanda tentang Covid-19 demi Indonesia.

“Seluruh masyarakat dan insan sepak bola harus bersatu padu, kompak, bergotong royong dan saling memberikan dukungan satu sama lain sehingga kita bisa bersama-sama meminimalkan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat,” pungkasnya.

PSSI dan Legenda Sepakbola Indonesia Lucurkan Video “Garuda Melawan Corona”

Kabarmakassar.com — Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan bersama para legenda dan bintang sepakbola Indonesia meluncurkan video bertajuk ‘#GarudaMelawanCorona: Empat Strategi Menghadapi Wabah Covid-19.’

Video berdurasi 2 menit 6 detik yang diputar di akun youtube resmi PSSI ini menampilkan rangkaian tips dan motivasi yang disampaikan secara ringkas dan efektif oleh para publik figur sepakbola Indonesia.

Pada scene pertama, pemilik catatan penampilan dan gol terbanyak untuk timnas Indonesia. Bambang Pamungkas mengatakan, sepakbola adalah ‘passion’ yang telah menjadi sejarah dalam hidupnya.

“Membayangkan sepakbola akan berhenti untuk sementara waktu, tentu tidak mudah. Namun hidup bukan hanya sekadar sepakbola. Corona adalah musuh kita bersama,” kata pria yang kini menjabat Manajer Persija Jakarta ini.

Adegan berikutnya, Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri turut memberikan pesannya.

“Lawan musuh kita bersama saat ini. Kita harus bersama-sama dengan menerapkan empat strategi ini,” kata pelatih asal Sumatera Barat yang membawa Indonesia meraih medali perak cabang sepakbola pada Sea Games XXX di Filipina tahun 2019 kemarin.

Strategi pertama diungkap bintang Persib Bandung, Febri Hariyadi. Pemain Timnas kelahiran 19 Februari 1996 itu mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar jangan lupa mengawasi kebersihan tangan dan selalu gunakan antiseptik atau cuci tangan selama 20 detik.
“Ikuti instruksi WHO sebelum mencuci tangan, kurangilah memegang wajahmu sebelum kamu mencuci tangangmu agar kamu tidak terpapar oleh virus ini,” kata Febri.

Strategi kedua disampaikan pemain timnas putri Indonesia asal Persija Jakarta, Zahra Muzdalifah.

“Selalu tutup hidung dan mulutmu ketika bersin atau batuk, atau bisa gunakan masker apabila kamu merasa flu dan batuk,” kata Zahra.

Strategi ketiga, giliran pemain Timnas U-23, Egy Maulana Vikri yang menyampaikan.

“Jauhi tempat dengan potensi keramaian tinggi. Untuk sementara bertahan di rumah dan menjagak kesehatan adalah strategi yang baik dalam melawan Virus Corona,” papar pesepakbola kelahiran Sumatera Utara yang kini memperkuat Lechia Gdańsk Polandia.

Strategi pamungkas diterangkan mantan kapten Timnas Indonesia yang kini menjabat General Manager Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI, Ponaryo Astaman.

“Selalu perhatikan kondisi kesehatanmu. Apabila kamu merasa kurang sehat, selalu penuhi asupan gizimu dan minumlah vitamin. Isolasi dirimu dengan bertahan dari rumah adalah protokol yang juga dianjurkan oleh pemerintah Indonesia apabila sedang sakit,” kata Ponaryo.

Di bagian penutup video ini, tampil Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan yang menyampaikan, #GarudaMelawanCorona adalah usaha bersama untuk memenangkan pertandingan ini.

“Selalu ikuti perkembangannya dan ikuti empat strateginya. Together, we will win this difficult match,” kata jenderal polisi bintang tiga yang akrab disapa ‘Iwan Bule’ itu.

Sebagaimana diketahui, terkait persebaran meluasnya COVID-19, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan telah mengeluarkan Surat Keputusan bernomor SKEP/48/III/2020 tertanggal 27 Maret 2020 ini bahwa bulan Maret, April, Mei dan Juni adalah keadaan kahar atau ‘force majeure’ bagi pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

Iriawan juga membenarkan adanya informasi terkait Piala AFF U-16 dan AFF U-19 yang rencananya digelar di Indonesia pada Juli dan Agustus ditunda untuk waktu yang belum bisa ditentukan. Begitu pula Piala AFF U-18 Putri yang rencananya juga menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah.

“Kita semua harus berbesar hati. Ini adalah kondisi darurat yang melanda umat manusia di dunia. Mari kita saling bergandeng tangan, tanpa saling menyalahkan. Jika kita kompak dan bersatu, kita akan kuat, bersama melewati ujian ini. Amin amin ya robal alamiiin,” pungkas Iriawan.

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Terancam Dihentikan

KabarMakassar.com — Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengeluarkan surat keputusan dengan nomor SKEP/48/III/2020 tertanggal 27 Maret 2020 yang menyatakan bahwa kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 dalam status keadaan darurat bencana Covid-19.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyatakan bahwa PSSI telah surat keputusan tersebut menimbang arahan Presiden Jokowi, Maklumat Kapolri, Surat Keputusan BNPB tentang perpanjangan status darurat bencana Covid-19.

Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan masukan dan saran dari Komite Eksekutif (Exco) PSSI, PT Liga Indoensia Baru (LIB), serta klub peserta Liga 1 dan Liga 2.

“Maka PSSI memutuskan dan menetapkan bahwa Maret, April, Mei dan Juni adalah status keadaan darurat bencana terkait Covid-19 di Indonesia, maka status ini disebut keadaan kahar atau force majeure,” kata Iwan Bule–sapaan akrab Mochamad Iriawan, Sabtu (28/3).

Ia menambahkan klub peserta Liga 1 dan Liga 2 dapat melakukan perubahan kontrak kerja yang disepakati antara klub dan pemain, pelatih serta ofisial atas kewajiban pembayaran gaji untuk dibayarkan maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera di dalam kontrak.

“Penundaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sampai dengan 29 Mei 2020. Apabila keadaan darurat bencana tidak diperpanjang oleh pemerintah, maka PSSI menginstruksikan PT LIB untuk dapat melanjutkan Liga 1 dan Liga 2 pada mulai 1 Juli 2020,” ungkapnya.

Akan tetapi, kata dia, jika pemerintah memperpanjang status darurat bencana setelah 29 Mei dan PSSI memandang belum cukup ideal untuk melanjutkan kompetisi, maka Liga 1 dan Liga 2 musim 2020 akan dihentikan.

“Hal-hal terkait teknis, termasuk penjadwalan, sistem dan format kompetisi, kewajiban klub pada pihak ketiga, promosi dan degradasi, akan saya atur kemudian pada surat keputusan terpisah,” jelasnya.

Ketum PSSI Minta Klub Selesaikan Kewajiban ke Pemain

KabarMakassar.com — Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan meminta lima klub sepakbola di Indonesia, yakni PSPS Riau, Kalteng Putra, Mitra Kukar, Perserang, dan PSMS Medan untuk segera menyelesaikan permasalahan tunggakan gaji pemain.

Hal ini disampaikan Iriawan setelah lima klub yang musim ini (2020) berkompetisi di Liga 2 tersebut, hingga kini masih belum menemukan solusi untuk membayar tunggakan gaji para pemainnya.

“Kami mengimbau dan mengapresiasi kepada lima klub ini untuk dapat juga melakukan upaya penyelesaian kewajiban kepada pemain. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen dan dukungan dari klub demi mewujudkan aspek keolahragaan pada umumnya, serta industri sepakbola khusunya ke arah yang lebih profesional,” kata Iriawan, seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Jumat (13/3).

“PSSI ingin agar Liga 2 2020 berjalan lancar, aman, damai dan semua pihak mendukung jalannya kompetisi ini. PSSI juga meminta untuk klub-klub menjaga stabilitas finansial. Dan kami berharap kedepannya tidak lagi menghadapi masalah finansial yang dapat mengganggu jalannya kompetisi,” tambah Iriawan.

Sebelumnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga Indonesia juga sudah melakukan pertemuan dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) untuk membahas permasalahan ini.

Selain itu, PSSI juga mempunyai National Dispute Resolution Chamber (NDRC) atau badan penyelesaian sengketa nasional untuk mempermudah dan mempercepat pemain memperoleh solusi di kasus yang berkaitan dengan pesepakbolaan.

Sekadar diketahui, kick off kompetisi Liga 2 2020 akan dimulai pada Sabtu (14/3) besok. Laga antara Persiba Balikpapan melawan Kalteng Putra yang berlangsung di Stadion Batakan, Balikpapan, akan menjadi pertandingan pembuka kompetisi sepakbola kasta kedua di Indonesia
yang diikuti 24 tim, serta dibagi dalam dua grup. Nantinya, hanya tiga tim saja yang akan memperoleh tiket promosi ke Liga 1 2021.

EPA Liga I U-16 dan U-18 Digelar Akhir Maret

KabarMakassar.com — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) siap menggelar kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-16 dan U-18. Hal itu disampaikan melalui rilis yang dibagikan kepada kabarmakassar.com, Kamis (12/3).

Ketua PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa kompetisi bergengsi usia dini tersebut akan diikuti 18 klub peserta Shopee Liga 1 2020. Menurutnya, kompetisi ini menjadi tahun ketiga EPA sejak tahun 2018 lalu.

“InsyaAllah kompetisi EPA Liga 1 U-16 dan U-18 akan dimulai pada akhir Maret ini. Kita harap kompetisi ini berjalan lancar dan sesuai visi program PSSI yang ingin terus meningkatkan kualitas kompetisi terutama usia dini,” kata Mochamad Iriawan.

Ia menambahkan bahwa kompetisi EPA Liga 1 U-16 dan U-18 penting untuk dilaksanakan PSSI dengan tujuan untuk pembinaan pemain muda. Selain itu, kata dia, kompetisi ini dapat dijadikan sebagai sarana mencari pemain Timnas Nasional Indonesia (Timnas) usia muda.

“Kompetisi ini bukan hanya untuk kepentingan PSSI. Tapi juga kepentingan klub dan Timnas untuk mempersiapkan pemain-pemain masa depan,” ungkapnya.

Sementara Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri berharap agar kompetisi ini membuat para pelatih klub atau Timnas Indonesia dapat mudah mencari pemain yang diinginkan. Karena, kata dia, setiap klub membawa atau merekrut setiap pemain terbaik di kota asal tim tersebut berasal.

“Ini menjadi tahun ketiga digelarnya kompetisi EPA Liga 1 U-16 dan U-18. Tentu harus lebih baik dan semakin banyak menciptakan pemain berkualitas. Pemain juga terasah sejak usia muda karena mereka dituntut kemampuan, teknik, skill, kecerdasan, dan fair play,” kata Indra Sjafri.

Untuk diketahui, kompetisi EPA tahun 2019, Bhayangkara FC tampil sebagai juara EPA Liga 1 U-18, sementara PS Tira menjadi juara Liga 1 U-16. Sedang pada tahun 2018, Persib Bandung memborong dua gelar EPA Liga 1 U-16 dan U-18 sekaligus.

Komdis PSSI Jatuhi Sanksi Denda Rp55 Juta untuk Persiraja

KabarMakassar.com — Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada klub Persiraja Banda Aceh berupa denda sebesar Rp55 juta.

Sanksi ini diberikan karena adanya supporter Persiraja yang melakukan pelemparan ke dalam lapangan dan berteriak menghina wasit dengan kalimat tak patut saat Persiraja menjamu Bhayangkara FC pada 29 Februari lalu.

Selain klub Persiraja Banda Aceh, Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar Rp25 juta kepada Ofisial Bhayangkara FC, Paul Christopher Munster, dan sanksi berupa teguran keras untuk Pemain Persija Jakarta, Sandi Darma Sute.

Ketiga sanksi tersebut diputuskan melalui sidang Komite Disiplin yang digelar pada Senin (9/3) lalu.

Berikut hasil lengkap sidang Komite Disiplin PSSI, yang digelar Senin 9 Maret 2020:

  1. Persiraja Banda Aceh
    Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2020
    Pertandingan: Persiraja Banda Aceh vs Bhayangkara FC
    Tanggal kejadian: 29 Februari 2020
    Jenis pelanggaran: Suporter melakukan pelemparan ke dalam lapangan dan berteriak menghina wasit dengan kalimat tidak patut
    Hukuman: Denda Rp55.000.000
  2. Ofisial Bhayangkara FC Sdr. Paul Christopher Munster
    Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2020
    Pertandingan: Persiraja Banda Aceh vs Bhayangkara FC
    Tanggal kejadian: 29 Februari 2020
    Jenis pelanggaran: Menghampiri dan memaki wasit
    Hukuman: Denda Rp25.000.000
  3. Pemain Persija Jakarta Sdr. Sandi Darman Sute
    Nama kompetisi: Shopee Liga 1 2020
    Pertandingan: Persija Jakarta vs Borneo FC
    Tanggal kejadian: 1 Maret 2020
    Jenis pelanggaran: Menendang botol air mineral di area sentle ban
    Hukuman: Teguran keras

3 Laga Kualifikasi Timnas Indonesia di PD 2022 Ditunda, PSSI Maklum

KabarMakassar.com — Emergency meeting atau arapat darurat yang dilakukan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) pada 2 Maret lalu di Kuala Lumpur, Malaysia, memutuskan menunda pelaksanaan sejumlah pertandingan kualifikasi Piala Dunia dan beberapa pertandingan Liga Champions Asia. Hal ini dilakukan mengingat merebaknya Virus Corona akhir-akhir ini.

Dampaknya, laga Indonesia melawan tuan rumah Thailand yang telah dijadwalkan pada 26 Maret 2020, ditunda menjadi 8 Oktober 2020. Demikian pula laga kandang Indonesia melawan Uni Emirat Arab yang awalnya tanggal 31 Maret 2020, diubah menjadi tanggal 13 Oktober 2020. Sedangkan pertandingan tandang melawan Vietnam yang sebelumnya dijadwalkan tanggal 4 Juni, diundur menjadi tanggal 12 November 2020.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengaku telah menerima surat dari AFC yang menyampaikan beberapa keputusan hasil emergency meeting itu, dan PSSI menghormati keputusan AFC tersebut.

Iriawan mengatakan, pihaknya juga memaklumi dan memberikan apresiasi kepada AFC yang melakukan langkah-langkah antisipatif terkait merebaknya Virus Corona.

“Timnas kita telah melakukan persiapan pada bulan lalu. Rencananya, pertengahan Maret ini pun akan berkumpul kembali. Tapi kita sama-sama memaklumi perkembangan terakhir di dunia, yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh pada aktivitas persepakbolaan,” kata Iriawan, seperti dilansir dari laman resmi PSSI, Kamis (5/3).

“Bagaimanapun, kemanusiaan ada di atas segalanya,” pungkasnya.

Ketum PSSI Sampaikan Pekembangan Persiapan Piala Dunia U-20 ke Menpora

KabarMakassar.com — Pemerintah dan PSSI sepakat mempercepat persiapan menuju Piala Dunia U-20 2021, baik dalam aspek tempat pelaksanaan (venues), tim nasional, maupun kebutuhan anggaran.

Dalam waktu dekat, pemerintah bersama PSSI rencananya akan membentuk Indonesia FIFA U-20 World Cup Organizing Committee (INAFOC) sebagai organisasi panitia pelaksana Piala Dunia U-20 2021.

“Untuk penetapan enam kota yang menjadi host cities, PSSI dan FIFA akan mengusahakan mempercepat pengumumannya pada awal Maret. Ini karena Kementerian PUPR perlu kepastian untuk segera memperbaiki infrastruktur di kota-kota terpilih,” kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, usai bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali di Ruang Kerja Kemenpora, Jumat (21/2)

Iriawan yang didampingi Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Sumantri dan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria juga menyampaikan, Piala Dunia U-20 akan berlangsung pada 23 Mei – 12 Juni 2021 di enam kota di Indonesia.

Pihaknya, kata dia, juga telah melakukan inspeksi langsung di enam kota yang menjadi calon tuan rumah. Yakni Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, dan Pekanbaru. Selain itu, ada beberapa kota kandidat lainnya yang juga bakal segera dikunjungi secara resmi. Seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Bali.

Terkait kesiapan timnas U-20, Iriawan menyatakan pihaknya mengajukan anggaran antara Rp103 hingga Rp170 miliar, termasuk untuk pemusatan latihan di Jerman atau Spanyol, serta mendatangkan tim-tim internasional sebagai lawan uji tanding.

Smeentara, Menpora Zainudin Amali mengatakan, sinkronisasi antar kementerian dan lembaga untuk menyukseskan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021 akan terus dilakukan.

“Ini pertaruhan nama baik bangsa, karena menjadi tuan rumah even sekelas Piala Dunia sangat langka. Belum tentu terulang 20-30 tahun lagi,” kata Zainudin.

Pertemuan antara PSSI-Kemenpora ini selanjutnya akan dilakukan secara berkala dalam persiapan Piala Dunia U-20 2021.

Satgas Antimafia Bola Tegaskan Komitmennya Berantas Match Fixing

KabarMakassar.com — Satgas Antimafia Bola Jilid III resmi bertugas sejak 1 Februari 2020. Tim ini akan bertugas memonitoring pertandingan di Liga Indonesia (Liga 1, Liga 2 dan Liga 3) untuk mencegah terjadinya pengatauran skor atau match fixing.

Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjen Pol Hendro Pandowo menyatakan komitmennya untuk mengawal Liga Indonesia musim 2020, dan siap bekerjasama dengan PSSI. Hal itu disampaikannnya saat menghadiri rapat koordinasi Polri-PSSI di Ballroom Hotel Century, Jakarta, Kamis (20/2).

“Kita sangat apresiasi rapat ini, untuk menyamakan langkah dan siap mengawal kompetisi Liga 2020 yang berkualitas menuju Indonesia dan sepakbola lebih bersih serta berprestasi,” ujarnya.

Hendro menambahkan, Satgas Antimafia Bola akan melakukan monitoring dan pengawasan dari berbagai aspek untuk mencegah terrjadinya match fixing, termasuk kemungkinan pengaturan skor yang dilakukan bandar judi dari dalam maupun luar negeri.

Olehnya itu, ia meminta kepada seluruh jajaran klub dan perangkat pertandingan untuk sama-sama berkomitmen memberantas pengaturan skor, suap dan sejenisnya di persepakbolaan Indonesia.

“Marilah kita bersama-sama berkomitmen agar kedepan jangan ada lagi pengaturan skor dan suap dalam pertandingan di Liga Indonesia,” Pungkasnya.

Sekadar diketahui, kegiatan yang dihadiri Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dan jajaran pengurus PSSI itu digelar dalam rangka menjamin kompetisi Liga Indonesia 2020 yang berkualitas menuju Indonesia Maju.

Pecinta Sepakbola di Bulukumba Gotong Royong Bersihkan Stadion Mini

KabarMakassar.com — Prihatin melihat kondisi Stadion Mini Bulukumba yang sudah tak terawat sejak pengerjaannya terhenti karena kasus korupsi anggaran renovasinya mulai diproses oleh penegak hukum, para pecinta dan pemerhati sepakbola di kabupaten berjuluk Butta Panrita Lopi itu bergotong royong membersihkan stadion tersebut

Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bulukumba, Abdullah Rusydi menuturkan, pembersihan tanaman dan rumput liar setinggi lutut orang dewasa yang sudah tumbuh di lapangan Stadion Mini Bulukumba tersebut sudah dilakukan sejak beberapa hari terakhir oleh pelatih, pemain dan pemerhati sepakbola di daerah itu.

“Pembersihan stadion ini diinisiasi oleh pecinta sepakbola Bulukumba, mulai dari pelatih, pemain dan pemerhati sepakbola. Ini karena kita semua sangat prihatin dengan kondisi stadion yang tak terawat, yang sudah ditumbuhi rumput liar,” kata Abdullah Rusydi, Selasa (11/2).

Menurut Rusydi, setelah pembersihan selesai, para pemerhati sepakbola di Bulukumba juga untuk melakukan perawatan dengan mengganti rumput yang mati.

Setelah semuanya telah bagus dan tumbuh, kata dia, barulah nantinya lapangan stadion tersebut digunakan.

Untuk anggaran pengadaan rumput, rencananya bakal dikumpulkan (patungan) dari para donatur yang meliputi pemain, pelatih dan pecinta sepakbola. Tapi ini baru rencana, dan mudah-mudahan bisa terealisasi,” ujarnya.

Sekadar diketahui, kasus dugaan tindak pidana korupsi renovasi Stadion Mini Kabupaten Bulukumba itu kini telah memasuki masa persidangan.