Liga 1 2020: Barito Tim Pertama yang Curi Poin di Mattoanging

KabarMakassar.com — Barito Putera menjadi tim pertama di Liga 1 2020 yang berhasil mencuri poin di Stadion Andi Mattalatta (Mattoanging), kandang PSM Makassar.

Hal ini setelah dalam laga pekan ketiga Liga 1 2020 yang dihelat pada Ahad (15/3) malam, tim berjuluk Laskar Antasari itu mampu menahan imbang tuan Rumah PSM Makassar dengan skor akhir 1-1.

Di laga ini, tim tamu bahkan unggul lebih dulu di menit ke-35 melalui gol yang dicetak Ambrizal Umanailo. Tiga menit berselang atau di menit ke-38, tuan rumah PSM Makassar mampu menyamakan kedudukan lewat tendangan keras Giancarlo Lopes Rodrigues di dalam kotak penalti.

Pelatih PSM Makasssar, Bojan Hodak mengaku kecewa tim asuhannya hanya bisa meraih hasil imbang di laga ini. Sebab menurutnya, banyak peluang yang didapat namun tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anak asuhnya.

Bojan menilai, pemainnya terlalu santai di 15 menit awal pertandingan. Padahal sebagai tuan rumah, kata dia, PSM seharunya memanfaatkan momen ini untuk meriah hasil maksimal.

‘’Banyak peluang yang kita dapat tapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Sepertinya kita bermasalah pada penyelesaian akhir,’’ kata Bojan, usai laga.

Dengan hasil ini, PSM kini berada di posisi 6 klasemen sementara Liga 1 2020, dengan total raihan 5 poin, hasil dari sekali menang dan dua kali seri.

Imbang Kontra Kaya FC, Gol Osas Saha Selamatkan PSM dari Kekalahan

KabarMakassar.com — PSM Makassar hanya mampu bermain imbang dan meraih satu poin saat menghadapi weakil Filipina Kaya FC Iloilo di laga ketiga babak penyisihan Grup H AFC Cup 2020 yang digelar di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Selasa (10/3) sore.

Meski bertindak selaku tuan rumah, namun PSM Makassar di laga ini tampak kesulitan mengembangkan permainan. Hal ini tak terlepas dari penampilan Kaya FC yang memang langsung menerapkan permainan menekan sejak menit awal.

Alih-alih bisa mengembangkan permainan, di menit ke-6 PSM justru harus bermain dengan 10 pemain setelah wasit asal India Srikrishna Coimbatore yang memimpin laga tersebut menghadiahi kartu kuning kedua (kartu merah) untuk Dedy Gusmawan akibat melakukan pelanggaran terhadap pemain Kaya FC.

Bermain dengan 10 pemain ternyata tak membuat permainan skuat Juku Eja menjadi kendor. Pasukan Ramang justru bisa bermain lebih lepas. Alhasil, di menit ke-22, Osas Saha mampu membobol gawang Kaya FC yang dikawal Mitchell, dan merubah skor 1-0 untuk keunggulan PSM Makassar. Skor ini bbertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Kaya FC yang unggul jumlah pemain meningkatkan intensitas tekanannya. Alhasil, lima menit babak kedua berjalan, anak asuh Oliver Colina bisa menyamakan skor melalui Eric Giganto. Memanfaatkan umpan crossing, tandukan Eric gagal dibendung kiper PSM Hilamn Syah. Skor menjadi 1-1.

Skor yang kembali imbang membuat laga berjalan ketat. Kaya FC kembali terus menekan pertahanan PSM Makassar. Meski kedua tim sama-sama saling menciptakan peluang, namun hingga wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya laga, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta pada laga tersebut.

Hasil ini membuat PSM tertahan di peringkat 3 Grup H dengan raihan 4 poin dari 3 laga yang telah dilakoni, dengan rincian sekali menang, sekali kalah, dan sekali imbang.

Setelah laga ini, PSM Makassar akan bermain di markas Kaya FC (15 April 2020). Setelah itu, mereka akan menjamu Tampines (28 April 2020). Laga terakhir babak penyisihan, Pasukan Ramang akan bertandang ke maskas Shan United (12 Mei 2020). Tim asuhan Bojan Hodak harus bekerja keras di sisa laga yang tersisa untuk bisa menjaga asa lolos ke babak selanjutnya.

Tanpa 4 Pemain Pilarnya, PSM Jamu Kaya FC Sore Ini

KabarMakassar.com — PSM Makassar sore ini akan melakoni laga ketiganya babak penyisihan Grup H Piala AFC 2020 kontra wakil Filipina, Kaya FC Iloilo di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.

Pertandingan yang dijadwalkan kick-off pukul 15.30 WIB itu akan digelar tanpa penonton. Keputusan tersebut yang disarkan pada kebijhakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyikapi pencegahan dan penyebaran Virus Corona itu diumumkan saat Match Coordination Meeting (MCM) menjelang laga PSM Makassar vs Kaya FC Iloilo, Senin (9/3) kemarin.

Pasukan Ramang yang bertindak selaku tuan rumah dibayangi krisis pemain. Wiljan Pluim dan Ezra Walian tak bisa tampil, sedangkan Serif Hasic, Hussein El Dor, dan Rizky Pellu tengah dibekap cidera.

Meski begitu, tim tamu enggan menanggap remeh PSM Makassar. Selain mereka sempat kalah dari Juku Eja pada musim lalu, Pelatih Kaya, Oliver Colina juga menganggap PSM memiiki sejumlah pemain lain yang kualitasnya bisa menutupi ketidakhadiran Pluim.

“Dia (Pluim) adalah pemain bagus yang bisa mengangkat timnya, tapi mereka juga masih memiliki pemain bagus lainnya,” kata Colina dalam sesi konferensi pers di Jakarta pada Senin (9/3) kemarin.

Sementara, Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak mengaku jika mental anak asuhnya sangat siap untuk menghadapi Kaya FC Ioilo.

Bojan mengatakan, dua laga awal yang sudah dilalui menjadi modal berharga bagi Pasukan Ramang untuk meraih poin maksimal atas Kaya FC di laga sore nanti.

“Sejauh ini, kami sudah memainkan dua laga tandang di ajang Piala AFC, kami menang dan sekali kalah,” ujarnya.

Di laga sore nanti, Bojan sepertinya akan mengandalkan duet Ferdinand Sinaga dan Giancarlo Lopes untuk membobol gawang Kaya FC Iloilo. Di Piala AFC musim ini, kedua pemain tersebut masing-masing sudah mencetak 2 gol (Ferdianad) dan 1 gol (Giancarlo).

Namun, ketajaman duet Ferdinand-Giancarlo tampaknya harus bekerja keras karena bakal mendapat ujian dari lini belakang Kaya FC Iloilo yang sejauh ini selalu mencatatkan clean sheet pada dua pertandingan sebelumnya.

Ferdinand Sinaga sendkiri mengaku siap bekerja keras bersama pemain PSM lainnya untuk bisa meraih kemenangan di laga sore nanti.

“Semua pemain sudah siap. Kami akan mengikuti instruksi dari pelatih, menit demi menit, untuk memberikan yang terbaik,” kata Ferdinand.

PSM Incar Kemenangan Tandang Perdana di Liga 1 2020 Sore Ini

KabarMakassar.com — PSM Makassar akan melakoni laga tandang perdananya pada Liga 1 2020 di Stadion Sport Center, Kelapa Dua, kontra tuan rumah Persita Tangerang, Jumat (6/3) sore ini.

Pada laga yang dijadwalkan kick-off pukul 16.30 WITA ini, baik PSM maupun Persita Tangerang tentunya sama-sama memburu kemenangan.

Kubu tuan rumah yang merupakan tim promosi sangat ingin meraih kemenangan perdananya di Liga 1 2020, setelah di laga perdanannya di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 1 Maret lalu, mampu menahan imbang jawara Liga 1 2019, Bali United dengan skor akhir 0-0.

Sementara di kubu PSM Makassar, kemenangan pada pertandingan sore nanti penting untuk membangun kepercayaan diri Skuat Juku Eja, sekaligus memutus rekor buruk di Liga 1 2019 yang tak pernah menang di laga tandang.

Ferdinand Sinaga yang sedang berada dalam performa terbaiknya, sepertinya akan menjadi tumpuan PSM untuk bisa membobol gawang Persita di laga sore nanti.

The Dragon (Julukan Ferdinand Sinaga) mengaku siap berjuang memberikan hasil terbaik untuk PSM di laga nanti,

“Kita belajar dari performa yang kurang baik di laga tandang musim lalu, pada musim ini dengan arahan coach Bojan kami akan memperbaiki itu sehingga bisa memenangkan pertandingan.” kata Ferdinand, pada sesi jumpa pers jelang laga kontra Persita, Kamis (5/3) kemarin.

Sementara, Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak mengaku, tim asuhannya telah melakukan persiapan dan menyiapkan strategi untuk menghadapi laga ini.

Pelatih berkebangsaan Kroasia itu pun menyebut, meski berstatus tim promosi, Persita Tangerang tak bisa diremehkan,

“Walaupun mereka adalah tim promosi, namun Persita tidak bisa disamakan saat masih di Liga 2, karena mereka memiliki pemain asing yang bagus dan pemain yang berpengalaman,” kata Bojan.

Pelatih berkepala plontos itu juga tentunya harus benar-benar berhitung dalam memilih siapa-siapa pemainnya yang akan diturunkan di laga sore nanti. Pasalnya, tanggal 10 Maret mendatang, Pasukan Ramang juga harus melakoni laga ketiganya di Babak Penyisihan Grup H AFC Cup 2020 di Stadion Madya Senayan, Jakarta, menjamu wakil Filipina, Kaya Iloilo FC.

Sekadar diketahui, untuk menghadapi Persita dan Kaya FC, PSM memboyong sebanyak 20 pemainnya ke Jakarta. ke-20 pemain tersebut yakni:

Kiper: Hilmansyah dan Miswar Saputra; Bek: Asnawi Mangkualam, Hussein El Dor, Serif Hasic, Leo Guntara, Hasim Kipuw, Dedy Gusmawan, dan Roni Beroperay; Gelandang: M Arfan, Rizky Pellu, Ahmad Agung, dan Willjan Pluim; Penyerang: Giancarlo Rodrigues, Ferdinand Sinaga, Ezra Walian, Yakob Sayuri, Osas Saha, Bayu Gatra, dan Rizky Eka Pratama.

Belum Kompak, PSM Hanya Menang 2-1 dari PSS Sleman

KabarMakassar.com — Membangun kekompakan tim sepertinya masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh Pelatih PSM Makassar, Bojan Hodak.

Pasalnya, pada laga perdananya di Liga 1 2020 yang digelar di Stadion Andi Mattalatta (Mattoanging) Makassar, Ahad (1/3), terlihat para pemain PSM masih belum benar-benar kompak.

Meski di laga ini PSM Makassar mampu meraih kemenangan dengan skor akhir 2-1, namun salah passing dan salah umpan antar sesama punggawa Juku Eja masih kerap terjadi di sepanjang laga.

Dua gol kemenangan PSM pun hanya mampu dicetak melalui skema bola mati. Masing-masing melalui tendangan bebas dari luar kotak penalti yang dilepaskan Ferdinand Sinaga di menit ke-38, dan sundulan Hussein El Dor di menit ke-68, memanfaatkan umpan dari tendangan bebas yang dilepaskan Ferdinan Sinaga.

Sementara gol PSS Sleman dicetak melalui titik putih di menit ke-73 oleh Yevhen Bokhashvili, setelah setelah pemain belakang PSM Makassar Leo Guntara menyentuh bola dengan tangan di kota terlarang.

PSM akan melakoni laga keduanya di Liga 1 2020 pada 6 Maret mendatang kontra tuan rumah Persita Tangerang.

Launching Tim untuk Liga 1 2020, PSM Kembali Pasang Target Juara

KabarMakassar.com — PSM Makassar resmi melaunching skuadnya yang akan mengarungi kompetisi musim 2020. Acara dengan nuansa Bugis-Makassar itu berlangsung di halaman Stadion Andui Mattalatta (Mattoanging), Makassar, Kamis (27/2) malam.

CEO, pelatih, official dan 32 pemain PSM Makassar pada acara launcing yang mengusung tema ‘Menjaga Tradisi Juara’ tersebut, kompak menggunakan pakaian adat Bugis-Makassar berwarna merah.

CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin menyampaikan, launching dengan nuansa merah dan adat Bugis-Makassar ini menandai tekad besar PSM Makassar untuk mengarungi kompetisi musim 2020.

Soal target untuk musim 2020 ini, pria yang akrab disapa Appi itu mengatakan, PSM kembali memasang target juara Liga 1.

“Untuk target, tentu saja juara liga. Tak ada kata lain, harus Juara,” kata Munafri.

Pada kesempatan tersebut Appi juga mengatakan, meski para pemain dan pelatih PSM Makassar berasal dari berbagai daerah bahkan negara, namun ia menegaskan bahwa skuat Juku Eja memiliki tekad yang sama, yaitu membawa PSM juara.

“Mereka boleh datang dari kota atau negara berbeda, tapi mereka akan berjuang mengorbankan darah dan keringatnya untuk menegakkan panji PSM, mereka tidak akan mempermalukan Kota Makassar,” ujarnya.

PSM Makassar Raih Kemenangan Perdana di AFC Cup 2020

KabarMakassar.com — PSM Makassar meraih kemenangan perdananya di AFC Cup 2020. Tiga poin tersebut didapatkan setelah dalam laga kedua babak penyisihan Grup H AFC Cup 2020 yang digelar di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2) sore, Pasukan Ramang mampu membungkam Shan United dengan skor akhir 3-1.

Di laga ini, PSM yang berstatus sebagai tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal pertandingan. Alhasil, baru dua menit laga berjalan, striker jangkung PSM Makassar, Giancarlo Rodrigues melalui sundulan kepalanya berhasil membobol gawang Shan United, memanfaatkan umpan dari sisi sayap yang dilepaskan Asnawi Mangkualam.

Tertinggal 1-0 membuat tim tamu berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, beberapa serangan yang coba dibangun para pemain Shan United dengan memanfaatkan serangan balik masih berhasil dibendung barisan pertahanan PSM Makassar. Skor 1-0 pun betrtahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSM kembali mengambil insiatif menekan di menit-menit awal. Hal itu pun ternyata kembali membuahkan hasil. Tujuh menit babak kedua berjalan (menit ke-52), Yacob Sayuri menggandakan keunggulan PSM melalui tendangan keras kaki kirinya yang sempat membentur mistar gawang terlebih dahulu sebelum akhirnya menjadi gol. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Juku Eja.

Jawara Liga Myanmar yang bertindak selaku tim tamu pada laga tersebut akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan di menit ke-78 melalui Htet Phyo Wai. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti tak mampu dibendung penjaga gawang PSM Makassar, Miswar Saputra. Skor berubah menjadi 2-1.

Jelang laga berakhir (menit ke-90+3), Ferdinand Sinaga mampu memperbesar keunggulan PSM melalui tendangan voly kaki kirinya, memanfaatkan umpan dari Yacob Sayuri. Skor 3-1 pun bertahan hingga wasit meniup pluit panjang tanda berakhirnya alaga tersebut.

Raihan tiga poin di laga ini untuk sementara mendongkrak posisi PSM di kalsemen sementara Grup H AFC Cup 2020, dari yang sebelumnya di posisi ketiga, naik ke posisi kedua. Namun posisi tersebut masih sangat mungkin bergeser mengingat laga dua tim lainnya di grup yang sama baru akan digelar malam ini.

Prediksi Susunan pemain PSM vs Shan United

KabarMakassar.com – PSM Makassar akan melakoni laga kedua babak penyisihan Grup H AFC Cup 2020 kontra wakil Myanmar, Shan United, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Rabu (26/2) sore ini.

Dalam konferensi pers jelang laga ini, Pelatih PSM Makassar Bojan Hodak mengakui jika skuat asuhannya yang mayoritas diisi pemain baru, masih membutuhkan waktu untuk bisa benar-benar kompak di lapangan. Hal ini pula yang disebutnya menjadi alasan anak asuhnya kalah di laga perdana AFC Cup saat melawan Tampines Rovers di Singapura pada 12 Februari lalu.

Meski begitu, pelatih berkebangsaan Kroasia itu juga mengisyaratkan jika dirinya telah melakukan sejumlah perbaikan di internal tim asuhannya.

“Pemain hanya butuh waktu untuk saling memahami satu sama lain dan mematangkan kerjasama tim,” ujarnya, Selasa (25/2) kemarin.

Sementara, striker PSM Makassar, Ferdinand Sinaga mengaku optimis timnya bisa meraih tiga poin dalam laga kontra Shan United yang bakal digelar sore ini pukul 15.30 WIB.

“Semua pemain sudah siap, dan kami akan berusaha memberikan yang terbaik untuk pertandingan nanti,” kata Ferdinand.

Sekadar diketahui, baik PSM Makassar maupun Shan United sama-sama meraih hasil minor pada laga perdana babak penyisihan grup AFC Cup 2020. PSM takluk 2-1 dari Tampiners Rovers, sedangakan Shan United takluk dari wakil Filipinan, Kaya Iloilo FC dengan skor 0-2.

Kemenangan di laga sore nanti menjadi keharusan bagi kedua tim jika tetap ingin menjaga asa untuk lolos ke babak selanjutnya di AFC Cup 2020.

Meski bertindak selaku tuan rumah di laga sore nanti, Pasukan Ramang (julukan PSM Makassar) dalam kondisi krisis pemain di posisi gelandang. Pasalnya, M Arfan dan Serif Hasic masih tak bisa diturunkan akibat sanksi kartu merah yang diterima pada laga sebelumnya. Sedangkan Rasyid Bakri dan Irsyad Maulana masih dalam tahap pemulihan cidera.

Sementara Wiljan Pluim, meski dibawa ke Jakarta bersama 17 pemain lainnya yang dipersiapkan untuk melawaan Shan United, namun belum ada kepastian pemain asal Belanda itu akan diturunkan di laga nanti. Dengan kondisi ini, otomatis PSM hanya tinggal memiliki Rizky Pellu yang bertipikal sebagai gelandang klasik.

Meski PSM masih memiliki beberapa pemain yang bisa diplot pada posisi itu (gelandang), namun tentunya bukan gelandang murni.

Prediksi susunan pemain:

PSM Makassar (4-4-2): Miswar Saputra (kiper); Asnawi Mangkualam, Hussein El Dor, Dedi Gusmawan, Leo Guntara (belakang); Bayu Gatra, Rizky Pellu, Ahmad Agung, Ferdinand Sinaga (tengah); Osas Saha, Giancarlo Rodriguez (depan)
Pelatih: Bojan Hodak

Shan United (4-5-1): Thiha Si Thu (kiper); David Htan, Nyein Chan, Daniel Tagoe, Hein Thiha Zaw (belakang); Zwe Thet Paing, Djedje Maximin Djawa, Yan Naing Oo, Yakubu Abudbakar (tengah); Htet Phyo Wai (depan)
Pelatih: Aung Naing.

Kontra Shan United, PSM Krisis Gelandang

KabarMakassar.com — PSM Makassar akan melakoni laga kedua babak penyisihan Grup H AFC Cup 2020 kontra jawara Liga Myanmar, Shan United, di Stadion Madya Senayan, Jakarta, pada Rabu (26/2) besok.

Beberapa pemain PSM dipastikan tidak bisa diturunkan pada laga yang dijadwalkan kick off pukul 16.30 WITA itu. Diantaranya; Sherif Hasic dan M Arfan yang harus menjalani sanksi akibat kartu merah yang diterimanya di laga sebelumnya, serta Rasyid Bakri dan Irsyad Maulana yang masih dalam pemulihan cidera.

Pasukan Ramang sendiri pada Senin (24/2) kemarin, telah bertolak ke Jakarta dengan membawa 18 pemain.

Pelatih PSM makassar, Bojan Hodak sebelumnya mengaku dihadapkan pada situasi yang pelik jelang laga kontra Shan United ini. Meski begitu, ia yakin bisa menemukan solusi untuk menutupi absennya beberapa pemain pilar PSM tersebut.

“Kami hanya memiliki Rizky Pellu yang bertipikal sebagai gelandang klasik. Ada beberapa pemain yang bisa di mainkan di poisisi itu (gelandang), tapi bukan gelandang murni,” kata Bojan, Ahad (23/4) kemarin.

Pelatih berkebangsaan Kroasia itu berharap, para pemainnya bisa saling mempelajari kelemahan sendiri, dan belajar dari pengalaman di laga sebelumnya kontra Tampines Rovers.

Panpel Siapkan 2.000 Tiket

Panitia pelaksana (Panpel) laga kandang PSM Makassar untuk AFC Cup, menyiapkan 2.000 lembar tiket untuk pertandingan kontra Shan United pada laga kedua penyisihan Grup H Piala AFC 2020 di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Rabu (26/2) besok.

“Kami mencoba menjual 2.000 lembar tiket dulu. Semisal banyak yang pesan, akan ditambah lagi yang jelas tidak melebihi kapasitas stadion sebesar 10 ribu tempat duduk,” kata Media Officer PSM, Sulaiman Abdul Karim.

Sebelumnya, Manajer PSM untuk AFC Cup 2020, Syahrir Nawir mengatakan, pihaknya sengaja memindahkan kandang PSM untuk AFC CUp 2020 dari Stadion Pakansari Bogor ke Stadion Madya Senayan untuk lebih mendekatkan supporter dengan laga PSM di AFC Cup 2020.

“Kami ingin lokasi pertandingan lebih mudah dijangkau oleh supporter,” terangnya.

Olehnya itu, ia berharap para supporter bisa memerahkan Stadion Madya Senayan saat laga PSM kontra Shan United digelar untuk meberi dukungan semangat motivasi kepada Pasukan Ramang.

“Imbauan manajemen PSM kepada supporter, mari merahkan Stadion Madya nanti. Tak hanya untuk supporter PSM saja, karena PSM di AFC Cup 2020 ini mewakili Indonesia,” pungkasnya.

Terkaya Keempat di Liga 1, Segini Total Harga Skuat PSM Makassar

KabarMakassar.com — Liga 1 2020 akan segera dimulai. Sejumlah klub yang akan bertarung di kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia itu termasuk PSM Makassar, sudah merekrut sejumlah pemain idamannya.

Para penggemar sepakbola nasional khususnya pecinta PSM Makassar tentunya ingin tahu nilai atau harga pemain termahal yang ada dalam skuat Pasukan Ramang untuk kompetisi musim 2020.

Berdasarkan data dari transfermarkt.com, situs asal Jerman yang menyajikan data pemain secara lengkap, baik itu dari statistik, rekam jejak hingga harga pasar (market value) pemain, PSM Makassar pertanggal 18 Februari 2020 menjadi klub termahal keempat di Indonesia dengan total harga skuat yang terdiri dari 32 pemain senilai €4,23 juta atau kurang lebih Rp62,9 miliar.

Wiljan Pluim masih menjadi pemain termahal di skuat Juku Eja dengan market value €450 ribu atau senilai keruang lebih Rp6,6 miliar. Selain Pluim, striker anyar Giancarlo Rodrigues juga menjadi salah satu pemain asing termahal yang dimiliki PSM. Market value pemain asal Brazil itu seharga €350 ribu atau kurang lebih Rp5,2 miliar.

Untuk pemain lokal, dua pemain PSM dengan market value tertinggi yaitu Rizky Eka Pratama (€275 ribu atau senilai kurang lebih Rp4 miliar), Rizky Pellu (€250 ribu atau senilai Rp3,7 miliar).

Sementara untuk klub termahal di Liga 1 saat ini masih dipegang oleh Bali United. Tim yang bermarkas di Stadion I Wayan Dipta itu memiliki total harga skuat yang terdiri dari 34 pemain senilai €5,58 juta atau kurang lebih Rp82,6 miliar.

Gelandang asal Iran, Brwa Nouri dengan market value seharga €600 ribu atau senilai kurang lebih Rp8,9 miliar menjadi pemain asing termahal di klub berjuluk Laskar Tridatu itu. Sementara Stefano Lilipaly menjadi pemain lokal termahal yang dimiliki Bali United dengan martket value €425 ribu atau senilai kurang lebih Rp6,3 miliar.

Setelah Bali United, Bhayangkara FC menjadi klub termahal kedua di Liga 1 dengan total harga skuat yang terdiri dari 28 pemain seharga €5.00 juta atau senilai kurang lebih Rp74 miliar.

Ezechiel Ndouasel menjadi pemain asing termahal yang dimiliki Bhayangkara FC dengan market value seharga €475 ribu atau senilai kurang lebih Rp7 miliar. Sementara Putu Gede Juni Antara menjadi pemain lokal termahal di klub yang bermarkas di Stadion PTIK itu dengan market value seharga €250 ribu atau kurang lebih senilai Rp3,7 miliar.

Persija Jakarta berada di urutan ketiga klub termahal di Liga 1 saat ini. Klub berjuluk Macam Kemyoran itu memiliki total harga skuat yang terdiri dari 31 pemain seharga €4.95 juta atau senilai kurang lebih Rp72,6 miliar.

Marco Simic dengan market value seharga €550 ribu atau senilai kurang lebih Rp8,1 miliar. Sementar Evan Dimas dan Riko Simanjuntak yang sama-sama memiliki market value €350 ribu atau senilai kurang lebih 5,1 miliar menjadi pemain lokal termahal di klub tersebut.

Di bawah PSM Makassar atau di urutan kelima klub terkaya di Liga 1 saat ini diisi oleh Persebaya Surabaya dengan total harga skuat yang terdiri dari 29 permain seharga €4.10 juta atau senilai kurang lebih 60,7 miliar.

Makan Konate dengan market value seharga €475 ribu atau senilai kurang lebih Rp7 miliar. Sementar untuk pemain lokal termahal di Persebaya masih dipegang Hansamu Yama Pranata dengan market value seharga €325 ribu atau senilai kurang lebih Rp4,8 miliar.

Di urutan keenam, ada Persib Bandung yang memiliki total harga skuat (27 pemain) seharga €3.83 juta atau senilai kurang lebih Rp57,7 miliar.

Nick Kuipres menjadi pemain asing termahal di klub berjuluk maung Bandung itu dengan market value seharga €475 ribu atau senilai kurang lebih Rp7 miliar. Sementara Febri Hariyadi menjadi lokal termahal di klub tersebut dengan market value senilai €400 ribu atau senilai kurang lebih Rp5,9 miliar.