Sulsel Jumpa Kalsel di 16 Besar Piala Soeratin U-17

KabarMakassar.com — Tim Soeratin U-17 Provinsi Sulawesi Selatan bersama 15 tim lainnya telah memastikan diri melaju ke babak 16 besar putaran nasional Piala Soeratin U-17.

Hari ini, Senin (17/2), seluruh pertandingan babak 16 besar akan dimainkan. Termasuk laga antara Sulawesi Selatan vs Kalimantan Selatan yang digelar di Stadion Universitas Muhammadiyah pukul 10.00 WIB.

Dilansir dari laman resmi PSSI, ada empat stadion berbeda yang menjadi tempat dimainkannya babak 16 besar putaran nasional Piala Soeratin U-17, yakni: Stadion Brantas, Stadion Universitas Muhammadiyah, Stadion Gajayana, dan Stadion Phaskas.

Sebelumnya, Ketua PSSI, Mochamad Iriawan saat drawing pembagian grup putaran nasional Piala Soeratin U-17 dan U-15 pada Senin (32) lalu mengatakan, pembinaan pemain usia muda merupakan salah satu prioritas PSSI.

“Hal ini karena tidak ada Timnas yang tangguh tanpa pembinaan usia muda yang serius,” kata Iwan Bule, sapaan akrabnya.

Olehnya itu, ia meminta agar kompetisi ini benar-benar berjalan lancar dan menghasilkan parfa pemain yang handal dan berprestasi.

“Saya minta babak nasional kompetisi Piala Soeratin U-17 dan U-15 berlangsung secara fair play, bersih, dan mengedepankan nilai-nilai keolahragaan demi menuju prestasi di masa mendatang,” ujarnya.

Berikut jadwal pertandingan babak 16 besar putaran nasional Piala Soeratin U- 17, Senin (17/2):

Stadion Brantas
07.30 WIB: Maluku vs Kepulauan Riau
10.30 WIB: Sumatera Barat vs Jawa Timur

Stadion Universitas Muhammadiyah
07.30 WIB: Nusa Tenggara Barat vs Bangka Belitung
10.30 WIB: Sulawesi Selatan vs Kalimantan Selatan

Stadion Gajayana
10.30 WIB: Sumatera Selatan vs DKI Jakarta
14.00 WIB: Kalimantan Timur vs Sulawesi Tenggara

Stadion Phaskas
10.30 WIB: D.I Yogyakarta vs Jawa Tengah
14.00 WIB: Sumatera Utara vs Gorontalo.

Data BPBD: Puting Beliung Rusak 3.743 Rumah di Sulsel

KabarMakassar.com — Cuaca ektrem yang melanda wilayah Sulawesi Selatan selama sepekan ini mengakibatkan ribuan rumah warga rusak yang berada di 4 daerah di Sulsel terdampak angin puting beliung.

Data dari Pusat pengendalian operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan melansir sebanyak 3.743 unit rumah rusak terdampak dari 4 daerah di Sulsel.

Empat daerah yang terdata dari BPBD Sulsel diantaranya, Kabupaten Sidrap, Kota Pare-pare, Kabupaten Pinrang, dan Wajo.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten masing-masing melaporkan detail laporan kejadian bencana angin puting beliung yang terjadi di Kabupaten Sidrap yang terjadi di 9 Kecamatan total rumah terdampak sebesar 1.802 unit, rumah rusak berat sejumlah 152 rumah, rusak sedang 197 rumah, rusak ringan 1.453 rumah.

Tak hanya itu, sarana pendidikan 4 unit juga terdampak, gedung serbaguna (umum) 1 unit, kantor pemerintahan 4 unit, usaha ekonomi 39 unit dan sarana ibadah 1 unit.

Sementara itu, Kota Parepare, data sementara yang telah dihimpun oleh Pusdalops BPBD Sulsel akibat bencana angin puting beliung yang terjadi di 4 kecamatan mengakibatkan sekitar 800 unit rumah terdampak. Tak hanya itu dilaporkan ada 2 orang mengalami luka sedang akibat runtuhan balok penyangga atap yang tertimpa oleh pohon tumbang, dan dilarikan ke RS. Type B untuk dilakukan penanganan selanjutnya.

Sedangkan update data kerusakan yang diakibatkan cuaca ekstrim kabupaten Pinrang, tercatat sekitar 888 unit rumah yang terdampak akibat hujan dan angin kencang yang terjadi di 9 kecamatan. Rusak berat 162 unit rumah, rusak sedang 245 unit, rusak ringan 481 unit rumah. Dilaporkan tidak ada korban pada kejadian ini.

Kabupaten Wajo, berdasarkan data yang diterima Pusdalops dari BPBD kabupaten, hujan deras dan angin puting beliung yang terjadi mengakibatkan 277 unit rumah terdampak, 1 unit masjid, 2 unit sarana kesehatan, 4 unit sekolah, 2 peternakan ayam, dan 1 unit tempat pelelangan ikan ikut terdampak bencana yang terjadi di 12 kecamatan. Tidak ada korban dalam kejadian ini.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengungkapkan pemerintah akan terus hadir untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Kita juga pastikan pada rakyat bahwa pemerintah hadir,” kata Nurdin Abdullah.

Menurutnya pemerintah terus melakukan pendataan, pasalnya Pemprov Sulsel telah menyiapkan sejumlah dana untuk tanggap darurat.

BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah di Sulsel Diguyur Hujan

KabarMakassar.com — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi prakiraan cuaca dengan memprediksi hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan di akhir pekan ini, Senin (6/1/2020).

Dilansir laman resmi BMKG Wilayah IV Makassar, seperti di pagi hari ini berpotensi hujan ringan di wilayah Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, Watansoppeng, Sidrap, Takalar, Gowa, Makassar, Maros dan Selayar.

Sama halnya untuk di siang hingga sore hari nanti hujan ringan berpotensi turun di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Kecuali berawan di wilayah Sengkang, Watansoppeng, Sidrap, Rantepao, Sengkang, dan Watampone.

Begitupun di malam hari nanti berpotensi hujan ringan di wilayah Takalar, Gowa, Makassar, Maros, Enrekang, Makale, Rantepao, Belopa dan Selayar. Bahkan hujan sedang di wilayah Masamba, Malili dan Palopo.

Kemudian untuk dini hari esok juga berpotensi hujan ringan di wilayah Selayar, Takalar, Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, Watampone, Palopo, dan hujan sedang di wilayah Masamba, Malili serta Belopa.Suhu udara : 19 sampai 31 °C, kelembapan udara : 75 sampai 95 persen dengan kecepatan angin : Barat – Barat Laut / 10 – 40 km/jam.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan untuk waspada Moderate Sea 1.25-2.5 meter terjadi di Perairan Pare-Pare, Perairan barat Kepulauan Selayar, Perairan Sabalana, Perairan timur Kepulauan Selayar, Laut Flores bagian utara, Laut Flores bagian barat, Perairan P. Bonerate – Kalaotoa bagian utara.

Rough Sea atau gelombang 2.5-4.0 meter terjadi di Selat Makassar bagian selatan, Perairan P. Barat Kep. Selayar, Perairan Sabalana, Perairan timur.

Sepanjang 2019, Inflasi Sulsel Melampaui Target Hingga 2,35 Persen

KabarMakassar.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat inflasi selama Desember 2019 sebesar 0,04 dengan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 139,08.

Sementara itu untuk bulan Januari hingga Desember 2019 inflasi Sulawesi Selatan dinilai lebih rendah dengan presentase sekitar 2,35% dibandingkan dengan tingkat nasional yang sebesar 2,72%.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala BPS Sulawesi Selatan Yos Rusdiansyah bahwa salah satu faktor yang memengaruhi inflasi yakni dari Komuditas Bahan Pokok (Bapok).

“Perdesember 2019 inflasi berasal dari komuditas bahan pokok misalnya telur ayam ras disusul penggunaan moda transportasi udara dan angkutan kota hingga tarif pangkaa rambut untuk pria.” ucapnya saat ditemui di Kantor BPS Jl. Haji Bau Makassar, Sulsel, (3/1).

Menurutnya kondisi tersebut menunjukkan penyambutan tahun baru tidak disikapi berlebihan oleh masyarakat Sulsel.

“Sementara cabai rawit, bawang merah dan ikan bandeng yang umumnya menjadi langganan inflasi justru terjadi penurunan harga.” lanjutnya.

Lebih lanjut, Yos menuturkan Kabupaten Bulukumba tercatat menjadi Kabupaten dengan tingkat inflasi tertinggi di Sulawesi Selatan sebesar 0,18% dengan nilai IHK 144,75. Sedangkan kota Pare pare tercatat justru mengalami deflasi sebesar 0,10% dengan nilai IHK 131,91.

Dengan terjadinya penurunan inflasi dari target nasional sebesar 3,5 menunjukkan adanya konsistensi dan kerja nyata yang telah dilakukan oleh berbagai stackholder dan pemangku kebijakan di Sulawesi Selatan dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat Sulsel.