Ketum PSSI Tegaskan, Kasus Saddil akan Diproses Sesuai Undang Undang

KabarMakassar.com — Pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Saddil Ramdani ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengroyokan seorang warga di Kendari. Hal ini pun membuat Ketua PSSI, Mochamad Iriawan ikut berkomentar.

Ia menegaskan jika prinsip persamaan di hadapan hukum itu berlaku bagi semua warga negara Indonesia berdasarkan pasal 27 UUD 1945.

“Pada pasal itu jelas bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya,” kata Mochamad Iriawan, Sabtu (4/4).

Pria yang biasa disapa Iwan Bule’ itu mengatakan jika kasus Saddil menjadi pembelajaran berharga agar hal serupa tidak terulang lagi kepada para pemain Timnas yang lain.

“Terlebih lagi, seorang pemain Timnas harus menjadi contoh dan teladan bagi pesepakbola lain dan masyarakat secara luas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Kendari, Muhammad Sofyan Rosyidi membenarkan pembaruan status atas nama Saddil sudah naik dari penyelidikan ke tingkat penyidikan sebagai tersangka.

Pada 28 Maret 2020 lalu, Saddil Ramdani dilaporkan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kendari melalui laporan yang tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/109/III/2020.

Saddil disangka melakukan penganiayaan kepada korban atas nama Irwan (25 tahun) di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, sekitar pukul 18.30 WITA, Jumat (27/3).