Tujuh Instruksi Presiden Jokowi untuk Polri

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo menyampaikan tujuh instruksi untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. Instruksi tersebut disampaikan Presiden dalam amanatnya pada acara peringatan ke-74 Hari Bhayangkara yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/7).

“Saya menyampaikan beberapa instruksi sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas Polri. Pertama, terus pegang teguh serta amalkan nilai-nilai luhur Tri Brata dan Catur Prasetya dalam setiap pelaksanaan tugas. Jaga kehormatan, kepercayaan, dan kebanggaan sebagai anggota Polri,” kata Presiden.

Kedua, Presiden meminta agar Polri terus melakukan reformasi diri secara total dengan membangun sistem dan tata kelola yang partisipatif, transparan, dan akuntabel, serta membangun kultur kerja Polri yang profesional, modern, dan terpercaya.

“Ketiga, terus mantapkan soliditas internal. Perkuat sinergi dengan TNI dan seluruh elemen pemerintah maupun masyarakat untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks,” lanjutnya.

Keempat, Kepala Negara menginstruksikan agar Polri terus menerapkan strategi proaktif serta tindakan persuasif dan humanis dalam menangani masalah sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

“Kelima, terus tingkatkan pelayanan publik yang modern dan profesional. Lakukan penanganan hukum secara transparan dan berkeadilan sehingga Polri semakin dipercaya masyarakat,” imbuhnya.

Keenam, Presiden meminta Polri untuk terus menjaga kedisiplinan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan agar masyarakat produktif dan aman dari Covid-19.

“Ketujuh, harus ikut mendukung proses pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan Polri dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Di penghujung amanatnya, Presiden mengucapkan selamat Hari Bhayangkara untuk seluruh keluarga besar Polri. Presiden juga berpesan agar Polri bisa terus menjadi abdi utama bagi nusa dan bangsa.

“Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia. Teruslah menjadi Rastra Sewakottama, abdi utama nusa dan bangsa. Terima kasih, selamat bertugas,” tutupnya.

Hari Bhayangkara ke-74, Presiden Minta Keselamatan dan Kepentingan Rakyat Diutamakan

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo memimpin langsung Peringatan ke-74 Hari Bhayangkara, di Istana Negara, Rabu (1/7). Pada kesempatan itu, Presiden menegaskan bahwa seluruh jajaran Polri harus turut hadir dan terlibat dalam upaya penanganan pandemi di masing-masing wilayah sesuai kewenangan yang ada.

“Dalam situasi yang sulit seperti sekarang ini kehadiran dan keterlibatan seluruh jajaran Polri sangat dibutuhkan. Mulai dari jajaran mabes dan polda, polres, polsek, sampai Bhabinkamtibmas di desa-desa harus ikut aktif terlibat mengajak masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan, mengawal kelancaran dan ketepatan penyaluran bantuan sosial, serta menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi tetap kondusif, aman, dan damai,” kata Presiden Jokowi.

Kepala Negara menyebut bahwa keselamatan dan kepentingan rakyat merupakan hal yang paling utama. Maka, Polri harus dapat mengemban tugas kemanusiaan ini secara persuasif dan humanis, namun tetap waspada, cepat tanggap, dan tegas terhadap setiap pelanggaran dengan menjaga profesionalitas dan kepercayaan rakyat.

Dalam menjalankan tugasnya, Polri memperkuat sinergi dengan sejumlah lembaga lainnya seperti Kejaksaan dan KPK untuk turut mempercepat dan mengawasi penggunaan anggaran yang dialokasikan untuk penanganan pandemi Covid-19. Anggaran sejumlah Rp695,2 triliun, yang dapat meningkat apabila dibutuhkan, harus dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

“Aspek pencegahan harus lebih dikedepankan. Jangan menunggu sampai terjadi masalah. Kalau ada potensi masalah segera ingatkan. Tapi kalau sudah ada niat buruk untuk korupsi, ada mens rea, ya harus ditindak. Apalagi dalam situasi krisis seperti sekarang ini. Tidak boleh ada satupun yang main-main,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo juga mengingatkan bahwa berbagai agenda strategis Polri harus tetap berjalan. Kata dia, jajaran Polri harus terus mereformasi diri secara total dan selalu berupaya memperbaiki diri untuk lebih profesional dan modern dalam menghadapi tantangan yang semakin berat.

Selain itu, potensi ancaman stabilitas keamanan di dalam negeri juga perlu diantisipasi, utamanya menjelang pelaksanaan Pilkada serentak di akhir tahun 2020 ini.

“Saya tahu tugas ini tidaklah mudah. Namun, saya yakin Polri, TNI, serta penyelenggara dan pengawas pemilu akan mampu menjalankan tugas ini dengan baik,” pungkasnya.

Pimpin Peringatan Hari Bhayangkara ke-74, Presiden Anugerahkan Tanda Kehormatan

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya kepada empat orang perwakilan penerima tanda kehormatan dalam peringatan HUT Hari Bhayangkara ke-74 di Istana Negara, Rabu (1/7).

Penganugerahan gelar tersebut berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 61/TK/TH 2020 tanggal 30 Juni 2020 yang dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Suharyanto selaku Sekretaris Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Mereka yang menerima adalah Danpasgegana Korbrimob Polri, Brigjen Pol. Reza Arief Dewanto; Analis Kebijakan Madya Bidang Pidkor Bareskrim Polri, Kombes Pol. Dr. Indarto, S.H., S.Sos; Kaurbinopsnal Satbinmas Polres Metro Bekasi Kota Polda Metro Jaya AKP Elik Setyawati, S.Sos.; Ba Yanum Denma Korbrimob Polri Aipda Entis Sutardi.

Gelar Bintang Bhayangkara Nararya sendiri merupakan gelar bagi anggota Polri yang dinilai berjasa besar dengan keberanian, kebijaksanaan, dan ketabahan luar biasa melampaui panggilan kewajiban yang disumbangkan untuk kemajuan dan pengembangan kepolisian dan tidak pernah cacat selama bertugas di kepolisian.

Diketahui, peringatan HUT Hari Bhayangkara ke-74 digelar dengan mengangkat tema “Kamtibmas Kondusif Masyarakat Semakin Produktif” yang dipusatkan di Istana Negara, Jakarta, dengan menghadirkan undangan terbatas dan perwakilan penerima tanda kehormatan serta di Gedung Tri Brata di mana turut hadir para Kapolri masa bakti 1998-2016 yang mengikuti lewat video konferensi.

Para undangan yang hadir di Istana Negara antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis.

Selain itu, hadir pula Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Fadjar Prasetyo dan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Sementara jajaran Polri dari seluruh daerah, pimpinan lembaga negara, menteri-menteri terkait, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya mengikuti jalannya acara peringatan juga melalui video konferensi.

Presiden: Kelola Krisis dengan Hati-hati

KabarMakassar.com — Ancaman pandemi virus korona atau Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir, ditandai dengan kondisi yang masih berubah-ubah dan dinamis. Di sisi kesehatan, diperlukan upaya bersama untuk menjaga agar jangan sampai muncul gelombang kedua. Namun demikian, yang dihadapi sekarang ini bukan hanya krisis kesehatan, tetapi juga masalah ekonomi.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan terkait penanganan Covid-19 di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah, Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, pada Selasa, 30 Juni 2020. Acara ini juga dihadiri seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Tengah melalui video konferensi.

“Saya titip yang kita hadapi ini adalah bukan hanya urusan krisis kesehatan, tapi juga masalah ekonomi, krisis ekonomi. Karena kalau kita lihat sekarang ini yang namanya demand terganggu, suplai terganggu, produksi terganggu. Pada kuartal yang pertama kita masih tumbuh, keadaan normal kita di atas 5 (persen), tapi kuartal pertama kita masih bisa tumbuh 2,97 (persen). Tetapi di kuartal kedua kita sangat khawatir bahwa kita sudah berada di posisi minus pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Presiden.

Untuk itu, Presiden mewanti-wanti jajaran pemerintahan di daerah supaya berhati-hati dalam mengelola pandemi sehingga urusan kesehatan dan ekonomi bisa berjalan beriringan. Presiden meminta agar daerah tidak membuka ekonomi tanpa ada sebuah kendali yang baik di bidang kesehatannya.

“Jangan sampai melonggarkan tanpa sebuah kendali rem sehingga mungkin ekonominya bagus, tapi Covid-nya juga naik. Bukan itu yang kita inginkan. Covid-nya terkendali, tetapi ekonominya juga tidak mengganggu kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Namun, Kepala Negara menyadari bahwa hal tersebut bukanlah perkara mudah dan dialami oleh semua negara di dunia. Menurut Presiden, dari data yang diterimanya, ekonomi global pada tahun 2020 diperkirakan akan mengalami kontraksi dan tumbuh negatif.

“Oleh sebab itu, kalau kita bisa mengatur, mengelola gas dan rem antara Covid, antara kesehatan dan ekonomi, inilah yang kita harapkan. Ini menjadi tanggung jawab kita semuanya, bukan hanya gubernur, bupati, dan wali kota, tetapi jajaran Forkompinda, TNI, Polri, seluruh gugus tugas agar betul-betul menjaga agar itu bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Turut mendampingi Presiden saat meninjau Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah antara lain, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Pemerintah Siap Tingkatkan Produksi Alat Tes PCR

KabarMakassar.com — Pemerintah bersiap untuk meningkatkan produksi alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendiagnosis Covid-19. Saat ini, alat tes tersebut telah diproduksi dengan kapasitas sebanyak 50 ribu per minggunya oleh BUMN Bio Farma.

“PCR itu sebetulnya sudah bisa diproduksi mandiri di Indonesia. Kemarin saya berkunjung ke Bio Farma itu di sana sudah bisa memproduksi 50 ribu per minggu,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Senin (22/6).

Menurutnya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengaku siap melakukan produksi dengan kapasitas ditingkatkan menjadi sebanyak 2 juta per bulan, maka kebutuhan akan alat tes PCR di dalam negeri dapat terpenuhi.

“Pak Presiden sangat mendukung dan salah satu sarana yang akan kita gunakan itu adalah gedung yang dulu akan digunakan untuk laboratorium produksi vaksin flu burung. Itu nanti akan kita ubah menjadi gedung bangunan untuk memproduksi PCR,” ucapnya.

Nantinya, kata dia, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang membawahi Bio Farma, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Menteri Kesehatan akan berkoordinasi untuk dapat segera mewujudkan rencana tersebut.

Muhadjir mengatakan, pihak Bio Farma akan menyiapkan desain konstruksi untuk fasilitas produksi tersebut di mana Kementerian PUPR akan melakukan rekonstruksi gedung dimaksud berdasarkan desain tersebut.

“Bapak Presiden sudah menyetujui dan nanti akan segera diadakan koordinasi antara Kementerian BUMN yang membawahi Bio Farma dengan Menteri PUPR dan Menteri Kesehatan untuk bagaimana supaya PCR itu bisa betul-betul diproduksi di dalam negeri sehingga kita tidak terlalu tergantung dengan impor,” pungkasnya.

Presiden Jokowi Beri Perhatian Khusus Penanganan Covid-19 di Sulsel

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo menerima Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo di Istana Merdeka, Senin (22/6).

Pada pertemuan itu, Kepala Negara membahas tentang penanganan terkini penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah. “Beliau meminta penjelasan tentang kondisi terakhir dalam kaitannya dengan pengurangan PSBB di beberapa daerah. Intinya apakah masih terkendali atau tidak,” kata Muhadjir.

Ia menjelaskan bahwa Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menilai saat ini penyebaran Covid-19 di Indonesia masih dalam tahap terkendali dan penanganan penyebaran tersebut terus diupayakan secara maksimal.

Selain itu, kata dia, Presiden juga memberikan perhatian besar bagi beberapa provinsi yang saat ini diketahui memiliki tingkat penyebaran Covid-19 yang masih tinggi. Ketiga provinsi itu ialah Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

“Beliau memberi arahan bagaimana supaya betul-betul bisa segera diatasi wilayah-wilayah ini terutama Jawa Timur. Beberapa arahan tadi saya kira akan segera kita tindak lanjuti,” ucapnya.

Beberapa arahan tersebut diantaranya ialah penambahan fasilitas yang diperlukan dalam penanganan pandemi di wilayah itu. Untuk Surabaya misalnya, Presiden menginstruksikan agar Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II untuk menangani Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19.

Jokowi Ingatkan Doni, Tugas Besar Belum Berakhir

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo meninjau secara langsung kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, pada Rabu, 10 Juni 2020. Saat memberikan arahan, Presiden mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Gugus Tugas dari pusat hingga tingkat terbawah.

“Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Gugus Tugas baik di tingkat pusat sampai ke daerah, sampai Gugus Tugas di desa, RT, maupun RW, dan juga seluruh tenaga medis, dokter, perawat, relawan, personel Polri dan seluruh prajurit TNI yang telah bekerja keras tak kenal waktu dengan penuh dedikasi dan pengabdian untuk pengendalian Covid,” kata Presiden.

Meski demikian, Kepala Negara mengingatkan bahwa tugas besar belum berakhir karena ancaman Covid-19 masih ada. Kondisi terkait Covid-19 juga dinilai masih dinamis di setiap daerah.

“Ada banyak daerah yang kasus barunya turun, tapi juga ada beberapa daerah yang kasus barunya justru meningkat, ada daerah yang juga sudah nihil. Perlu saya ingatkan jangan sampai terjadi gelombang kedua atau second wave. Jangan sampai terjadi lonjakan. Ini yang ingin saya ingatkan kepada kita semuanya,” jelasnya.

Menurut Presiden, situasi seperti saat ini akan terus dihadapi sampai vaksin ditemukan dan bisa digunakan secara efektif setelah melalui berbagai tahapan uji. Oleh sebab itu, Presiden menyebut bahwa masyarakat harus bisa beradaptasi dengan kondisi tersebut dengan menerapkan kebiasaan baru agar aman dari Covid-19.

“Adaptasi kebiasaan baru dan beradaptasi itu bukan berarti kita menyerah, apalagi kalah. Tapi kita harus mulai dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan sehingga masyarakat produktif tapi tetap aman dari penularan Covid,” paparnya.

Adaptasi kebiasaan baru tersebut, lanjut Presiden, harus dilakukan dengan hati-hati serta merujuk pada data-data dan fakta-fakta lapangan. Presiden juga meminta agar data-data yang komplet yang telah dimiliki oleh Gugus Tugas agar disampaikan ke daerah.

“Saya minta nanti kalau data-datanya sudah sebagus itu, setiap hari diberikan peringatan kepada daerah-daerah yang kasusnya tertinggi atau kasusnya meningkat, atau kematiannya tertinggi sehingga semua daerah memiliki kewaspadaan yang sama dalam penanganan di lapangan,” ungkapnya.

“Kita juga telah menggunakan indikator-indikator yang lengkap berbasis scientific, sesuai dengan standar WHO, untuk menganalisa data-data dari daerah,” imbuhnya.

Turut mendampingi Presiden saat meninjau Graha BNPB antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Termasuk Sulsel, Presiden Minta Penanganan Covid-19 Konsentrasi di 3 Provinsi

KabarMakassar.com — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Gugus Tugas Covid-19, Kementerian, TNI dan Polri untuk memberikan perhatian khusus dan berkonsentrasi terhadap penanganan Covid-19 di 3 provinsi yang sampai hari ini angka penyebarannya masih tinggi.

Tiga Provinsi yang dimaksud Jokowi yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

“Saya ingin kita konsentrasi, gugus tugas maupun kementerian, TNI dan Polri utamanya, konsentrasi di 3 provinsi yang angka penyebarannya masih tinggi, yaitu di Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan di Kalimantan Selatan. Tolong ini dijadikan perhatian khusus, sehingga angka penyebarannya bisa kita tekan lebih turun lagi,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas percepatan penanganan Covid-19 melalui video conference, Kamis (4/6).

Selain itu, dalam rapat terbatas tersebut Jokowi juga menekankan beberapa hal lain untuk menjadi perhatian oleh para jajarannya. Pertama, yang berkaitan sistem pelaporan satu pintu untuk permasalahan Covid-19.

“Seperti yang sudah saya sampaikan dalam ratas hari Selasa yang lalu, bahwa manajemen untuk satu data ini sudah mulai diperbaiki, sehingga kita nantinya bisa melaporkan secara real-time dari laboratorium, dari gugus tugas yang ada di daerah-daerah, sehingga dalam pengambilan keputusan, kebijakan, bisa tepat dan akurat. Untuk itu, sekali lagi saya minta pintunya betul-betul hanya satu,” tegasnya.

Kemudian yang ketiga, untuk pengujian spesimen. Saya kira saya menyampaikan terima kasih bahwa target pengujian spesimen yang dulu saya targetkan 10.000 (per hari), ini sudah terlampaui dan saya harapkan, target berikutnya ke depan adalah 20.000 per hari. Ini harus mulai kita rancang menuju ke sana.

Jokowi juga kembali mengisntruksikan jajaran terkait, untuk tidak lagi melakukan pelacakan penyebaran Covid-19 dengan cara-cara konvensional, akan tetapi memanfaatkan sistem teknologi telekomunikasi.

“Saya minta untuk pelacakan dilakukan lebih agresif lagi dengan menggunakan bantuan sistem teknologi telekomunikasi, dan bukan dengan cara-cara konvensional lagi,” ujarnya.

“Seperti yang kita lihat di negara-negara lain. Misalnya di Selandia Baru, mereka menggunakan digital diary. Kemudian Korea Selatan juga mengembangkan mobile GPS (Global Positioning System) untuk data-data, sehingga pelacakan itu lebih termonitor dengan baik,” sambungnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Rabu (3/6) jumlah total kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim tercatat sebanyak 5318 kasus, Sulawesi Selatan 1.668 kasus, dan Kalimantan Selatan sebanyak 1.033 kasus.

Sejauh ini, DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan jumlah total kumulatif kasus positif Covid-19 terbanyak di Indonesia dengan 7.623 kasus, diikuti Jawa Timur 5.318 kasus, Jawa Barat 2.319, Sulawesi Selatan 1.668 kasus, dan Jawa Tengah 1.455 kasus.

Presiden Resmikan Peluncuran Produk Ristek dan Inovasi Penanganan Covid-19

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran produk riset, teknologi, dan inovasi untuk percepatan penanganan Covid-19 yang merupakan hasil karya anak bangsa.

Peluncuran yang bertajuk “Kebangkitan Inovasi Indonesia” yang dilakukan secara virtual tersebut bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional yang turut menandai kebangkitan bidang sains dan teknologi nasional, utamanya di bidang kesehatan, Rabu (20/5).

“Dunia sedang beradu cepat dalam menangani wabah Covid-19. Kita harus menjawabnya dengan inovasi dan karya nyata yang konkret. Ini adalah momentum baru bagi kebangkitan bangsa. Ini adalah momentum baru kebangkitan bidang sains dan teknologi kita, khususnya di bidang kesehatan,” kata Presiden.

Sebanyak 55 produk konsorsium hasil riset dan inovasi yang diluncurkan pada hari ini. Dari jumlah tersebut, terdapat 9 diantaranya yang menjadi produk unggulan dan beberapa diantaranya telah dilihat sendiri oleh Presiden Joko Widodo.

Produk unggulan yang berkaitan dengan upaya percepatan penanganan Covid-19 antara lain RT-PCR test kit, rapid diagnostics test IgG/IgM, emergency ventilator, imunomodulator, terapi plasma convalescent, unit laboratorium bergerak dengan biosafety level (BSL) 2, kecerdasan buatan pendeteksi Covid-19 dari hasil sinar-X, robot medis dan penyinaran UV, serta air purifying respirator.

“Kita patut berbangga karena dari tangan anak-anak bangsa kita mampu menghasilkan karya-karya yang sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Karena itu, atas apa yang sudah dilihat tersebut serta semangat inovasi yang ditunjukkan di tengah pandemi saat ini sehingga dapat optimistis bahwa hal yang dahulu dianggap tidak mungkin dan tidak terpikirkan, kini mampu dilakukan secara mandiri.

“Lebih dari itu kita juga harus mampu menghasilkan vaksin sendiri. Saya gembira lembaga Eijkman sudah mendapatkan data mengenai tujuh urutan genome lengkap yang sangat berguna untuk pengembangan vaksin dan saya juga senang komunitas peneliti terus bekerja untuk menemukan obat dan terapi yang efektif bagi pengobatan Covid,” imbuhnya.

Presiden berharap agar karya dan riset yang dilakukan tidak berhenti di laboratorium dan berupa purwarupa. Tapi, kata dia, riset tersebut harus berbuah dan mampu berlanjut hingga tahap produksi massal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan bahkan diekspor ke mancanegara.

Untuk itu, kata Presiden, diperlukan kerja sama dan kolaborasi erat antarkekuatan anak bangsa. Termasuk, kata dia, lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, dunia usaha dan industri, serta masyarakat harus saling bergandeng tangan untuk mewujudkan hal itu.

“Sudah saatnya dunia industri harus berani berinvestasi, sudah saatnya masyarakat juga mulai mencintai produk-produk dalam negeri, dan kita harus bangga buatan Indonesia. Kita harus terus-menerus memperbaiki ekosistem yang kondusif. Ekosistem bagi tumbuh dan berkembangnya inovasi dan industrialisasi serta mentalitas bangga kepada produk dalam negeri,” pungkasnya.

Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Gunakan Produk Indonesia

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk bangga menggunakan produk-produk Indonesia dengan meresmikan gerakan #BanggaBuatanIndonesia yang digelar secara telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (14/5).

“Saya bersyukur negara dan bangsa kita memiliki banyak kekuatan, karya hebat, dan produk berkualitas yang lahir dari tangan saudara-saudara kita yang memiliki talenta hebat. Pandemi tidak menghalangi kita untuk berkreasi. Keterbatasan justru mendorong kita untuk bertransformasi, menggali potensi diri, dan menciptakan peluang-peluang,” kata Jokowi.

Saat ini, kata Jokowi, seluruh dunia tengah berjuang melawan pandemi Covid-19 di mana perekonomian dunia mengalami tekanan yang berat. Setiap negara, tak terkecuali Indonesia, berjuang untuk menyelamatkan rakyatnya agar tidak terpapar sekaligus menjaga agar ekonominya tidak turut terkapar.

Presiden mengatakan, pada saat pandemi ini, kita harus mampu bertumpu pada kekuatan kita dan berdiri di atas kaki sendiri. Kita juga harus mampu menyelesaikan masalah dan tantangan kita sendiri.

“Kita harus melihat lagi apa yang menjadi kekuatan dan apa yang menjadi kelemahan kita. Yang kurang, yang lemah, tentu saja harus kita segera perbaiki dan yang menjadi kekuatan harus kita manfaatkan,” jelasnya.

Di bidang kesehatan misalnya, pandemi ini justru mendorong bangsa Indonesia untuk dapat berkreasi dan dapat mengembangkan alat tes PCR, alat tes diagnostik cepat, ventilator, serta unit laboratorium bergerak dengan bio safety level (BSL) 2.

“Kita harapkan pada akhir Mei ini semua inovasi tersebut sudah bisa diproduksi secara massal sehingga kita tidak tergantung lagi kepada produk-produk impor dari negara lain,” tuturnya.

Selain di bidang kesehatan, Presiden juga memuji karya-karya dan produk Indonesia yang membanggakan. Menurutnya, tak terhitung pula produk bermutu dan berkualitas yang dihasilkan oleh industri rumahan, petani, dan nelayan kita yang dihasilkan industri dalam negeri.

Untuk itu Presiden mengingatkan agar produk-produk ini harus menjadi kebanggaan sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri kita sebagai bangsa yang besar serta bangga terhadap hasil karya bangsanya sendiri.

“Karya-karya semua anak bangsa ini harus kita apresiasi, hargai, dukung, beri ruang seluas-luasnya, dan kita gunakan untuk keselamatan serta untuk kemajuan bangsa dan negara kita,” imbuhnya.

Pada akhir sambutannya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan serta mengajak masyarakat untuk peduli dan membantu sesama agar terhindar dari bahaya Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Juga untuk membantu sekaligus mendukung usaha, perekonomian, dan produk Indonesia untuk dapat terus berkembang meski dihadapkan pada tantangan pandemi.

“Selamatkan tetangga, selamatkan kerabat, dan saudara-saudara kita dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan, peduli membantu tetangga yang tengah kesulitan. Bantu dengan belanja di usaha kecil, mikro, ultramikro dan dengan membeli karya-karya serta produk-produk Indonesia. Dengan kepedulian kita, saya optimistis semua segera bisa kita lewati,” pungkasnya.