Begini Kronologis Masuknya Preman ke Sekolah dan Aniaya Siswa SMKN 2 Gowa

KabarMakassar.com — Seorang pelajar SMK Negeri 2 di Kabupaten Gowa berinisial ABR (16), menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan sekelompok preman di dalam area sekolahnya pada Jumat (21/2) kemarin.

Siswa kelas 10B jurusan Teknik Komputer dan Jaringan itu dipukuli oleh beberapa orang preman yang tiba-tiba masuk ke dalam kelas saat jam pelajaran tengah berlangsung.

Tak hanya dianiaya di dalam kelas, korban juga sempat diseret hingga keluar area sekolah. Akibat peristiwa terebut, korban mengalami luka cukup serius di bagian kepala hingga harus dirawat di RSUD Syech Yusuf Kabupaten Gowa.

Pihak keluarga korban pun menyesalkan sikap pihak sekolah yang membiarkan para preman tersebut masuk ke dalam area sekolah dan terkesan membiarkan aksi penganiayaan terhadap korban terjadi.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 2 Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Nurhadi yang dikonfirmasi terkait hal ini menjelaskan kronologis kejadian yang menimpa salah satu siswanya itu.

Nurhadi mengatakan, saat kejadian dirinya berada di pintu masuk utama bersama security sekolah. Sementara para preman yang menganiaya ABR masuk lewat pintu belakang sekolah yang berdekatan dengan SMK Negeri 3.

“Mereka (para preman) masuk itu bukan lewat pintu utama. Seandainya pintu utama pasti dilarang masuk, karena kebetulan saya juga berada di depan, duduk bersama security. Mereka masuk lewat pintu belakang dengan cara merusak gembok pagar, kemudian masuk ke dalam kelas,” kata Nurhadi saat ditemui kabarmakassar.com, Ahad (23/2).

Menurut Nurhadi, di pintu belakang sekolah tempat masuknya para preman tersebut memang tidak dilakukan penjagaan oleh security. Sebab, jika proses belajar mengajar dimulai, pintu tersebut ditutup dan digembok.

“Memang disini (pintu belakang) tidak disiapkan security. Security di pintu utama, di depan. Karena disini di kunci mati,” jelasnya.

Pintu belakang SMK Negeri 2 itu, kata dia, berdekatan dengan pintu gerbang utama SMK Negeri 3 Sungguminasa. Sementara, security berada di pos jaga di pintu utama (depan).

“Jadi, saat kejadian itu mobil para preman masuk di lorong pintu gerbang SMK 3 samping SMK 2. Mobilnya diparkir di depan pintu Gerbang SMK 3. Security tidak mengetahui karena jaraknya jauh dari gerbang utama pos jaga. Saya juga tahu hanya sepintas karena saya sama security di depan,” terangnya.

Sementara, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMK (MKKSS) Kabupaten Gowa, Muh Yusuf mengatakan, terkait insiden ini, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel juga sudah datang langsung ke lokasi (SMK Negeri 2 Sungguminasa) dan meminta pihak sekolah untuk melakukan penutupan jalan pintu gerbang masuk SMK Negeri 3 yang ada di samping SMK Negeri 2 Sungguminasa.

“Kepala Dinas tadi sudah turun ke lokasi meninjau langsung dan mengeluarkan rekomendasi antara lain penutupan pintu. Jadi nanti itu antara SMK 2 dan 3 akan terpisah pintu masuknya,” kata Yusuf.

“Kerawanannya ini adalah karena pintu SMK 2 dan 3 bersampingan. Sehingga orang yang dari luar tidak dapat terpantau masuk. Makanya ini akan kita tembok. Pintu utama SMK Negeri 3 sebenarnya ada di sebelah di Jalan Basoi Daeng Bunga,” pungkasnya.