Golkar Incar None, Nasdem-Gerindra Usung Danny, Demokrat dan PPP Akui Masih Proses

KabarMakassar.com — Sejumlah partai telah mengeluarkan rekomendasi usungan jagoan pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang.

Diantaranya adalah Partai Golkar yang siap mengusung Irman Yasin Limpo (None), Partai Gerindra dan Partai NasDem juga telah memastikan akan mengusung bakal pasangan calon Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi.

Adapun beberapa partai yang belum bersikap terkait usungan pada Pilwalkot Makassar antara lain Partai Demokrat, PPP, PAN, PDIP, PKS, Hanura, Perindo, Berkarya dan PKB.

Terkait hal itu, Sekretaris Panitia Penjaringan Calon Kepala Daerah DPD Partai Demokrat Sulsel, Jefry Timbo mengatakan pihaknya masih menunggu konfirmasi usungan dari DPP Demokrat. Ia mengaku seluruh bakal calon yang telah mengikuti tahapan telah dikirim ke DPP.

“Kami masih menunggu arahan dari DPP, karena kan penentuan ada di sana, kami di Sulsel hanya melaksanakan tahapan yang ada,” kata Jefry Timbo, Rabu (1/7).

Ia mengaku jika pihaknya tidak bisa memastikan jadwal terkait usungan DPP akan keluar. “Kalau soal jadwal kapan keluar usungan, saya tentu tidak tahu, apalagi memastikan. Intinya kami masih menunggu, termasuk rekomendasi untuk Pilwalkot Makassar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Sulsel, Muhammad Aras mengatakan hal yang sama. Menurutnya, pihaknya telah mengirim sejumlah nama bakal calon yang telah mengikuti tahapan di DPW PPP Sulsel.

“Kemarin kita sudah mengirim enam nama ke DPP, diantaranya Danny Pomanto, Syamsu Rizal, Munafri Arifuddin, Irman Yasin Limpo, Syarifuddin Daeng Punna dan sejumlah nama lain,” kata Aras.

Anggota Komisi V DPR RI itu mengaku jika DPP PPP belum merespon surat yang disampaikan oleh DPW PPP Sulsel. Walau demikian, Aras menargetkan jika pada Juli ini rekomendasi DPP untuk Pilwalkot Makassar akan keluar.

“Sementara masih proses, karena surat saya belum dibalas hingga hari ini. Tapi saya kira rekomendasi untuk Pilwalkot itu akan keluar Juli ini,” pungkasnya.

None Siap Samakan Visi, Sadap Tak Konfirmasi

KabarMakassar.com — Bakal calon walikota Makassar, Irman Yasin Limpo (None) mengikuti fit and proper tes di Sekretariat DPW PPP Sulsel, Jalan Sungai Saddang, Senin (24/2) malam.

Pasca mengikuti fit and proper tes, None menegaskan bahwa kedatangannya itu untuk memenuhi prosedur yang ada di PPP. Ia pun menginginkan proses demokrasi harus berjalan dengan baik dan transparan kepada publik.

“Demokrasi yang sehat kan harus transparan dan tahapan itu jelas bukan hanya faktor lobby, walaupun dari prakteknya ada begitu, tetapi kita harus memperlihatkan kepada publik bahwa tahapan itu ada, supaya edukasi politik tetap berjalan” kata None.

Oleh karena itu, ia mengaku siap berkolaborasi dengan PPP. Apalagi, kata dia, dirinya dan PPP memiliki kesamaan visi untuk membangun membangun Kota Makassar yang bermartabat.

“Kita punya kesamaan visi untuk membangun Makassar yang lebih bermartabat, melalui pembangunan sumber daya manusia dan akhlak,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PPP Sulsel, H. M Amran Amirullah menegaskan bahwa fit and proper test bakal calon walikota Makassar sudah selesai. Walaupun, kata dia, masih ada bakal calon seperti Sadap yang belum melakukan konfirmasi.

“Khusus Makassar kita sudah selesai, namun memang Sadap sudah ambil formulir tapi sampai detik ini belum ada konfirmasi” kata Amran.

Deng Ical Ingin Kota Makassar Seperti Kota Madinah

KabarMakassar.com — Bakal calon wali kota Makassar, Syamsu Rizal mengikuti fit and proper test di Sekretariat DPW PPP, Jalan Sungai Saddang, Senin (24/2) siang tadi.

Pasca mengikuti fit and proper test, Deng Ical–sapaan akrab Syamsu Rizal keluar ruangan dengan ekspresi yang sangat santai dan cair. Ia mengaku, dirinya mengexplorasi visi misinya dalam ruangan penguji.

“Alhamdulillah tadi kita sudah mengexplorasi visi misi. Jadi itu enaknya. Maksudnya cair sekaliki, jadi kita bisa saling bertukar ide, bagaimana membangun Kota Makassar yang islami terutama,” kata Deng Ical.

Wakil Wali Kota Makassar periode 2013-2018 itu juga menaruh harapan, Kota Makassar ke depan bisa menjadi kota yang islami.

“Kota yang islami itu bukan berarti cuman untuk ummat islam. Umat yang lain pun itu juga merasa nyaman seperti hakekat Rasulullah membuat Madinah semua agama merasa nyaman,” ujarnya.

Sementara, Ketua Desk Pilkada DPW PPP Sulsel, Andi Dallatongeng mengatakan, pihaknya belum melakukan survei internal terhadap semua calon yang sudah mendaftar. Pasalnya, baru dua calon yang sudah melakukan uji kelayakan.

“Nanti kita adakan survei internal. Kan masih ada calon nanti ini, setelah ini masih ada yang mau datang, sore ini ada Pak Appi, malam ada Pak Irman Yasin Limpo, kemudian nanti kita akan rapatkan,” kata Dalatongeng.

Ambil Formulir Pendaftaran, Appi Berharap Bisa Diusung PPP

KabarMakassar.com — Bakal Calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengambil formulir pendaftaran untuk mengikuti proses penjaringan di calon wali kota di Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

CEO PSM yang akrab disapa Appi itu datang bersama tim pemenangannya ke Sekretariat DPW PPP Provinsi Sulsel di Jalan Sungai Saddang, Makassar, Jumat (21/2).

Appi mengaku, dirinya sangat serius untuk mengikuti semua proses tahapan penjaringan di PPP. Ia berharap, partai berlambang Ka’bah itu bisa kembali menjadi parpol pengusungnya seperti di Pilwalkot Makassar 2018 lalu.

“Besar sekali harapan saya untuk bisa bersama-sama dengan Partai Persatuan Pembangunan. Partai ini ada partai yang bisa di bilang sangat berpengalaman di setiap kontestasi politik yang ada di Indonesia,” kata Appi.

Sementara, Ketua Desk Pilkada DPW PPP Sulsel Andi Dallatongeng menjelaskan, pengambilan formulir ini merupakan tahapan yang harus dilalui oleh semua bakal calon wali kota yang berniat untuk bisa diusung oleh PP di Pilwalkot Makassar tahun ini.

Setelah mengambil dan mengembalikan formulir, kata dia, para bakal calon juga harus mengikuti fit and propert test yang hasilnya nanti akan menjadi bahan pertimbangan bagi PPP dalam mementukan usungannya di Pilwalkot Makassar 2020.

“Pendaftaran dimulai dari tanggal 20-22 Februari. Sementara untuk fit and proper test akan digelar pada 23-24 Februari,” terangnya.

Sekadar diketahui, Appi sebelumnya juga berharap bisa diusung oleh Partai Golkar. Namun harapannya untuk bisa diusung partai berlambang pohon beringin tersebut pupus setelah hasil Rapat Pleno DPD Golkar Sulsel bersama Tim 9 yang dipimpin langsung Nurdin Halid pada Ahad (9/2) lalu, memutuskan tak memasukkan namanya dalam tiga nama bakal calon wali kota Makassar ke DPP, guna diseleksi dan dipilih salah satunya untuk kemudian ditetapkan atau direkomendasikan sebagai usungan di Pilwalkot Makassar 2020.

Ketiga nama yang dikrimkan DPD Golkar Sulsel ke DPP yakni Syamsu Rizal, Mohammad Ramdhan Pomanto, dan Irman Yasin Limp.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Golkar Sulsel, Kadir Halid menjelaskan, nama Appi tak masuk dalam tiga nama yang dikirimkan ke DPP karena beberapa pertimbangan dan juga melihat hasil penilaian selama proses penjaringan.

“Kemarin sudah diberi ruang saat melawan kotak kosong, tapi tidak menang. Itu pertimbangan pertama. Kedua, hasil uji kompetensi Appi di urutan keempat, sementara hanya tiga nama yang dikirimkan ke DPP,” jelasnya.

Eks Napi Narkoba Resmi Jadi Anggota DPRD Makassar

KabarMakassar.com — Rahmat Taqwa Qurais (RTQ) calon anggota legislatif dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang terpilih pada Pileg 2019 kemarin, namun sempat tersandung kasus penyalahgunaan narkoba dan harus menjalani rehabilitasi selama kurang lebih lima bulan, akhirnya dilantik menjadi anggota DPRD Kota Makassar periode 2019-2024, Jumat (14/2).

Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto lallo usai acara pelantikan mengatakan, RTQ memang memiliki hak untuk dilantik sebagai legislator DPRD Makassar periode 2019-2024. Pasalnya, politisi PPP itu mengantongi SK Gubernur berdasarkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.

“Karena secara hukum dia harus dilantik, makanya DPRD kemudian menyikapinya dengan hari ini telah dilakukan pelaksanaan pelantikan sumpah jabatan saudara Rahmat Taqwa. Kami DPRD hanya jalan sesuai aturan hukum, karena yang bersangkutan sudah mengantongi SK, dan SK itu tidak pernah dibatalkan sampai sekarang,” kata Rudianto.

“Jadi kami berkesimpulan, sepanjang SK ini tidak pernah dibatalkan, sepanjang yang bersangkutan tidak dipecat dari keanggotaan partainya, dan sepanjang yang bersangkutan tidak mengundurkan, diri maka dia harus dilantik,” tambahnya.

Terkait pro dan kontra di masyarakat atas pelantikan eks narapidana kasus narkoba itu sebagai anggota DPRD Makassar, Rudianto mengaku hanya menjalankan aturan yang ada dan menghormati keputusan PPP yang meminta untuk dilakukan pelantikan untuk yang bersangkutan (RTQ).

“Justru kalau tidak dijalankan kami melanggar hak konstitusional saudara Rahmat Taqwa sendiri, karena dia mengantongi SK dan harus dilantik. Apalagi dia dipilih oleh rakyat,” ujarnya.

Dengan dilantiknya RTQ sebagai legislator DPRD Makassar, maka kursi PPP di DPRD Makasar yang selama kurang lebih lima bulan terkahir
hanya terisi empat, kini genap berjumlah lima kursi, sesuai hasil Pileg 2019 kemarin.

Sekadar diketahui, sebelumnya RTQ sempat tersandung kasus narkoba. Ia diamankan polisi di rumahnya di Jalan Barukang, Kecamatan Ujung Tanah, makassar pada Selasa, 20 Agustus 2019 lalu. Saat itu, polisi menemukan narkoba jenis sabu di rumah RTQ.