Korban Kebakaran Satu Keluarga di Makassar Diduga Warga Tionghoa

KabarMakassar.com — Kebakaran Rumah Toko (Ruko) yang terjadi di Jalan Titang, Kelurahan Balana, Kecamatan Makassar pada Kamis (9/1/2020) sore kemarin menyebabkan satu keluarga berjumlah lima orang meninggal dunia.

Kelima korban itu adalah Novita istri dari pemilik Ruko, Valensi, Edar, Ilong anaknya serta Igor cucunya yang diduga adalah keturunan Tionghoa yang menetap dan membuka usaha Home Industri.

“Iya benar, korban meninggal dunia adalah warga keturunan Tionghoa istri dari pak Thoeng Tji Goan alias Beni pengusaha Home Industri dibidang pembuatan bantal dan renovasi sofa,” kata Lurah Barana Dr Nurmiah saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (10/1/2020).

“Tapi saya tidak mau bisa menyebutkan namanya yang lain. Jelasnya keturunan cina. Kalau karyawannya yang empat warga Makassar,” sambungnya lagi kepada KabarMakassar.com.

Sementara Kasatreskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko menjelaskan kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik (korsleting). Sembilan korban dalam kebakaran ini, lima orang meninggal dunia.

“Api berasal dari korsleting listrik dari lantai Bawah, percikan api mengenai tumpukan barang-barang yang mudah terbakar seperti busa kain. Korban meninggal dunia satu keluarga istri dan tiga anak serta satu cucu. Yang selamat empat karyawannya,” kata Indra di lokasi.

Indra menjelaskan korban saat itu berada dilantai dua. Kobaran api serta asap tebal membuat kelimanya tidak bisa di selamatkan, sementara korban selamat sedang menjalani perawatan.

“Suami korban selamat. Empat karyawan yang selamat karena berhasil lompat dari jendela belakang. Sementara satu masih dirawat di RS akibat luka bakar dan ada yang sudah pulang,” tutupnya.

Kebakaran 1 Unit Toko di Makassar, 5 Orang Meninggal Dunia

KabarMakassar.com — Telah terjadi kebakaran merupakan 1 unit Toko sekitar pukul 15.15 Wita pada Kamis, (9/1/2020) diketahui toko tersebut milik Benny (51) Pekerjaan Wiraswasta di Jl. Titang Kelurahan Barana, Kecamatan Makassar, Sulsel,

Menurut keterangan saksi atau warga setempat bahwa bermula melihat asap hitam di atas toko langsung teriak meminta tolong namun api dengan cepat merambat di karenakan toko tersebut menjual alat perlengkapan rumah tangga berupa kasur dan bantal.

Warga bersama karyawan telah menghubungi Damkar dan sekitar 15 Unit Ran Damkar Makassar tiba di lokasi langsung memadamkan api di bantu oleh warga setempat.

Pukul 16.20 Wita, api kemudian baru dapat di padamkam petugas Damkar yang dibantu oleh warga serta mencari jenazah yang terjebak api.

Korban jiwa sebanyak 5 orang meninggal dunia, 4 orang diantaranya merupakan karyawan Toko dan 1 orang merupakan istri dari pemilik Toko tersebut.

Jenazah korban kebakaran yang ditemukan di bawa ke RS Bhayangkara menggunakan Ran Ambulance dan sementara diidentifikasi oleh pihak RS Bhayangkara, Akibat kebakaran ini diduga pemilik toko mengalami kerugian materil sebesar Rp. 800.000.000,-. Kasus ini sementara dalam penanganan Polsek Makassar.

Diduga Bobol Rumah Warga, Dua Pemuda Ditangkap Polisi

KabarMakassar.com — Dua pemuda warga Jalan Abu Bakar Lambogo dan Jalan Sungai Saddang ditangkap Reskrim Polsek Makassar saat asyik nongkrong didepan lorong. Keduanya diduga terlibat aksi pencurian dengan pemberatan (Curat) dengan cara membobol rumah warga.

Kapolsek Makassar Kompol Kodrat Muh Hartanto mengatakan kedua pelaku melakukan pencurian pada Sabtu (4/1/2020) lalu dirumah seorang Konsultan kesehatan di Jalan Abu Bakar Lambogo.

“Pelaku berinisial WW (19) dan Rey (18) Keduanya ditangkap saat asyik nongkrong depan lorong,” kata Kapolsek Makassar, Kamis (9/1/2020).

Kapolsek menambahkan dua pemuda tersebut melancarkan aksinya sekitar pukul 4.30 wita. Ketika itu, korbannya sedang tertidur hingga berhasil membawa kabur dua unit Handpone.

“Dari laporan korban sedang tidur.¬†Pintu rumah terbuka lebar, dua handphone merek Xiaomi dan Huawei hilang depan TV ruang tamu,” jelas perwira berangkat satu melati ini.

Akibat perbuatan kedua terduga pelaku, korban mengalami kerugian sebesar 3 juta rupiah.

Atas tindakannya keduanya kini mendekam di tahanan Mapolsek Makassar dan terancam hukuman paling lama lima tahun kurungan penjara sesuai pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan.