Sales Pembunuh Bocah di Sidrap Dijerat Pasal Berlapis

KabarMakassar.com — Aviors Christover, oknum sales salah satu perusahaan di Kabupaten Pinrang yang diringkus aparat kepolisian Polres Sidrap di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, pada Rabu (12/2) lalu karena membunuh bocah 9 tahun yang gagal dicabulinya, dijerat pasal berlapis dengan hukuman 15 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Benny Pornika mengatakan, akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (3) dan Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 338 KUHPidana.

“Ancaman hukuman Pasal 81 ayat (3) penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia itu kurungan 10 tahun,
Pasal 82 perbuatan cabul ancaman hukuman 15 tahun, dan Pasal 338 pembunuhan ancaman kurungan 15 tahun,” terang Benny, Kamis (20/2).

Sebelumnya dikabarkan, AV bocah pria berusia 9 tahun, warga Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, menjadi korban pembunuhan di dalam WC rumahnya yang dilakukan Aviors Christover, oknum sales salah satu perusahaan di Kabupaten Pinrang, Rabu (12/2).

Peristiwa pembunuhan itu berawal saat pelaku mengunjungi rumah korban di Kampung Kamirie, Desa Mattirotasi, untuk menawarkan produk alat-alat rumah tangga. Saat tengah menwarkan produk dagangannya, pelaku ingin buang air dan meminta izin kepada pemilik rumah untuk menggunakan kamar mandinya yang terletak di belakang rumah tersebut.

Sesampainya di kamar mandi, bak penampungan tenyata hanya berisi sedikit air, sehingga pelaku meminta tolong kepada korban untuk membuka kran air bak penampungan yang berada di luar dan kemudian mengajaknya masuk ke dalam kamar mandi. Korban yang masih lugu pun mengikuti perintah pelaku.

Di dalam kamar mandi, pelaku coba mencabuli korban. Namun, korban melakukan perlawanan dan berusaha untuk lari. Merasa khawatir korban yang masih duduk di bangku SD itu akan melaporkan perbuatannya pada orang tuanya, pelaku kemudian menganiaya korban dan memasukkannya ke dalam bak air serta menekan kepala korban ke dalam air beberapa lama sampai korban meninggal dunia.

Beberapa saat kemudian, Al Faqy, kakak korban menyusul ke belakang rumah karena hendak buang air besar. sesampainya di depan pintu kamar mandi, ia curiga melihat sandal adiknya berada di depan pintu, sehingga sempat mengetuk pintu kamar mandi yang kemudian terdengar suara pelaku.

Aviors berhasil diringkus aparat kepolisian dari Polsek Watang Pulu yang dibackup anggota Resmob Satreskrim Polres Sidrap di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, sekira pukul 16.00 WITA, atau beberapa jam setelah peristiwa pembunuhan tersebut terjadi.

Pesan Khusus Budi Wahyono untuk Penggantinya di Polres Sidrap

KabarMakassar.com — Pejabat lama Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono menitip pesan khusus kepada AKBP Leonardo Panji Wahyudi yang kini menggantikannya sebagai Kapolres di Bumi Nene Mallomo (julukan Kabupaten Sidrap).

Pesan khusus tersebut yakni meneruskan pembangunan Mesjid Polres Sidrap hingga rampung.

“Saya berpesan kepada Kapolres Sidrap yang baru agar pembangunan mesjid ini bisa dilanjutkan hingga pembangunannya rampung,” kata Budi pada acara kenal pamit Kapolres Sidrap yang juga dihadiri Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, OKP dan seluruh jajaran Polres Sidrap, di Halaman Mapolres Sidrap, Kamis (20/2).

Sementara Kapolres Sidrap yang baru, AKBP Leonardo Panji Wahyudi pada kesempatan tersebut meminta dukungan serta kerjasama Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk melaksanakan tugasnya di daerah tersebut.

“Saya minta dukungan dari pemerintah daerah dan unsur Forkompinda serta masyarakat untuk bisa bekerjasama, untuk terus menciptakan suasana, aman, nyaman dan kondusif,” kata Leonardo.

Terkait pesan khusus dari AKBP Budi Wahyono soal pembangunan Mesjid Polres Sidrap, Leonardo mengatakan, sudah menjadi kebwajibannya untuk mempertahankan dan melanjutkan semua yang telah dilakukan pejabat lama di Polres Sidrap.

“Tentunya itu sudah menjadi kewajiban kami, termasuk pembangunan Mesjid Polres Sidrap yang saat ini masih berjalan akan kita lanjutkan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, AKBP Budi Wahyono yang sebelumnya telah menjabat sebagai Kapolres Sidrap selama 1 tahun 2 bulan, kini mendapat amanah untuk menjabat sebagai Kapolres Takalar.

Terlibat Kecelakaan, Polisi Temukan Sabu-sabu Didalam Saku Celana Pengemudi

KabarMakassar.com — Mobil Honda Brio berwarna merah dengan nomor plat DP 1726 CI menabrak trotoar bundaran SPBU Kelurahan Uluale Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidrap,Sulsel. Kamis (9/1).

Tragedi kecelakaan tunggal terjadi sekitar pukul 09.10 Wita. Kabarnya, pengemudi dari arah timur dengan kecepatan tinggi dan lepas kontrol saat akan belok ke Rappang sehingga menabrak salah satu trotoar yang ada di Bundaran SPBU Kelurahan Uluale.

“Pengemudi dari arah timur niat untuk belok karena mungkin kecepatan tinggi sehingga tidak bisa menguasai kendaraanya dan langsung menabrak trotoar”, ungkap Suprianto personil Polsek Watang Pulu saat di Konfirmasi.

Polisi menemukan serbuk yang diduga Sabu.

Yang lebih mengherankan, salah satu personil Polsek Watang Pulu dalam TKP menemukan serbuk yang diduga sabu-sabu dalam saku celana pengemudi.

“Untuk Barang Bukti (BB) yang kami temukan sudah kami serahkan kepada Kasat narkoba untuk di tindak lanjuti”, tambah Suprianto.

Mobil dengan isi 2 orang tersebut telah diamankan oleh Polres Sidrap. Diketahui dua orang penumpang berinisial GF (50) dan AAK (21) dan sekarang kabarnya dirawat di Puskesmas Lawawoi.

Saat ini kasusnya telah ditangani oleh Satresnarkoba Sidrap.

Polisi Bekuk Terduga Pelaku Curanmor PNS Sidrap

KabarMakassar.com — Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di Kabupaten Sidrap, Polres Sidrap akhirnya terungkap. Kapolsek, AKP Mustain bersama Kanit Reskrim, Iptu Sudirman yang langsung memimpin penangkapan ini di Kota Makassar.

“Unit Khusus Sat Reskrim Polres Sidrap telah melakukan penyelidikan tindak pidana pencurian sepeda motor pegawai PSDA Sidrap,” kata Mustain.

Pengungkapan ini kata dia sesuai laporan Polisi, Nomor : LPB/01/I/2020/SPKT/SSL/RES .SIDRAP/SEK. PR tanggal 06 Januari 2020 tentang dugaan tindak pidana pencurian sepeda motor.

“Korban yang melapor, Hasbin, SP (50) PNS Dinas PSDA Sidrap, alamat Jl. Poros Enrekang Desa Mario Kec. Kulo, Kab. Sidrap, Sulsel,” ucapnya.

Kronologis kejadian kata dia, Selasa, 31 Desember 2019 sekitar jam 02.00 Wita bertempat di Jl. Poros Enrekang Desa Mario Kecamatan Kulo Kabupaten Sidrap, korban kehilangan 1 (Satu) unit sepeda motor Kawasaki KLX DP 6930 GO milik Dinas PSDA Pemkab Sidrap. Adapun sebelumnya sepeda motor tersebut diparkir dibawah kolong rumah pelapor dalam keadaan terkunci leher.

Dari hasil penyelidikan kami amankan Bobi alias Muh Rizal Kalia Bin M. Saad, (47) pekerjaan jual beli emas, alamat Majjalling Lompo Kelurahan Majjalling Kecamatan Bajeng barat Kabupaten Gowa.

“Dari hasil penangkapan itu, diamankan 1 (Satu) unit sepeda motor Kawasaki KLX DP 6930 GO, Noka : MH4LX150GHJP43880, Nosin : LX150CEW27853,” urai Mustain didampingi Iptu Sudirman.

Awal pengungkapan ini tambahnya, pada hari Sabtu 4 Januari 2020 sekitar jam 14.00 Wita, Unit Khusus Polres Sidrap menerima informasi masyarakat telah membeli 1 (Satu) unit sepeda motor Kawasaki KLX dengan harga yang sangat murah dan diduga tidak dilengkapi Surat kepemilikan yang sah seperti STNK dan BPKB.

“Berdasarkan informasi tersebut, kami temukan 1 (Satu) unit sepeda motor Kawasaki KLX yang merupakan sepeda motor yang telah dilaporkan telah dicuri,” imbuhnya.

Selanjutnya, kami melakukan koordinasi dengan Unit Resmob Polres Pelabuhan Makassar untuk melakukan pencarian terhadap Bobi dan pada hari Selasa, 8 Januari 2020 sekitar pukul 18.00 Wita bertempat di Jl. Somba Upu Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar.

“Kami berhasil mengamankan lelaki Bobi, dan saat ini kami masih melakukan pengembangan terhadap pelaku lainnya,” ungkapnya seraya menambahkan jika selanjutnya polisi membawa lelaki Bobi ke Kab. Sidrap guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.