Tega, Seorang Ibu Habisi Nyawa Anaknya Gunakan Pulpen

KabarMakassar.com — Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), SR (27) warga lingkungan Marawi, Kelurahan Marawi, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan, diamankan Polisi, lantaran diduga telah menghabisi nyawa MT (4) anak tirinya sendiri menggunakan sebuah Pulpen.

Peristiwa tragis tersebut terjadi Selasa (16/6) kemarin. Saat Herman (34), ayah korban sedang bekerja di luar rumah. MT mengalami sejumlah luka lebam di bagian tubuhnya setelah di aniaya Sarnima ibu tirinya.

“Ayah korban ditelepon oleh tetangganya bahwa anaknya meninggal pas sampai di rumah ayahnya mendapati korban dengan beberapa luka di bagian tubuhnya,” kata Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Praditya Negara, Rabu (17/6).

“Akibat peristiwa tersebut Ayah MT langsung melakukan pelaporan Polsek setempat,” sambungnya.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka lebam pada bagian dada, perut dan punggung serta luka gigitan pada bagian dagu korban.

“Berdasarkan keterangan terduga pelaku tersebut bahwa benar dirinya telah melakukan Penganiayaan terhadap korban pada saat suaminya pergi bekerja. Pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan pulpen yang ditusukkan pada bagian tubuh korban lebih dari satu kali dengan tempat yang berbeda sehingga mengakibatkan korban mengalami luka dan meninggal dunia,” ujar AKP Dharma.

Dihadapan Polisi, Pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan penganiayaan menggunakan pulpen dengan cara menusuk beberapa kali bagian tubuh mengakibatkan korban luka dan meninggal dunia.

“Pelaku kini telah diamankan di Mapolres Pinrang bersama barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut,” tutupnya

Ganggu Pengguna Jalan, Polisi Amankan 7 Anjal di Pinrang

KabarMakassar.com — Satuan Polisi Sektor (Polsek) Watang Sawitto Polres Pinrang, mengamankan anak jalanan yang kerap meresahkan masyarakat dan pengguna jalan di Kota Kabupaten Pinrang, Selasa (16/6).

“Benar, sudah kami amankan tadi pagi sebanyak 7 orang. 4 diantaranya dewasa, 3 lainya masih anak-anak,” kata Kapolsek Watang Sawitto, Kompol Hajeri kepada KabarMakassar.com, Selasa (16/6).

Hajeri menyebut dari keempat dewasa tersebut. Tiga diantaranya Anak Pank, berasal dari Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, satu pengemis lokal Pinrang. Tiga lainya anak masih dibawah umur yang kerap meminta-minta di lampu lalulintas (traffic light). Keberadaan mereka dianggap mengganggu ketertiban dan keamanan di tempat publik.

“Sesuai laporan masyarakat, mereka kerap meresahkan pengguna jalan di traffic light, jadi kami amankan dan sudah diserahkan di Dinas Sosial, untuk pembinaan lebih lanjut,” ujarnya.

Identitas Mayat Terbungkus Karung di Pinrang Terungkap, Pelaku Diringkus

KabarMakassar.com — Polisi Resort (Polres) Pinrang berhasil mengungkap identitas mayat perempuan terbungkus karung yang ditemukan hanyut di Sungai Kariango, di Dusun Bela-belawa, Desa Polewali, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang pada Rabu (1/4) lalu.

dentitas mayat perempuan tersebut diketahui bernama Rusnah (52), warga Desa Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap.

“Dari hasil identifikasi beberapa ciri-ciri termasuk Tato di punggung ibu jari kiri bertuliskan Ram Rus, mayat perempuan itu diketahui bernama Rusna, warga Pajalele, Sidrap. Keluarga korban juga mengakui bahwa mayat tersebut adalah Rusna, sesuai ciri-ciri pada korban,” kata Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma P Negara, Sabtu (4/4) pagi.

Selain identitas korban, polisi juga telah berhasil mengamankan Wa Laodding (55), pelku pembunuhan. Pelaku yang merupakan warga Dusun Dea, Desa Sipudeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap ini ternyata suami siri korban.

Pelaku diamankan di area persawahan di Kampung Tonrong Saddang, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, Jumat (3/4) dini hari sekira pukul 01.00 WITA.

“Alhamdulillah dalam waktu 32 jam, pelaku (Wa Laodding) berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di sebuah pondok persawahan,” ujarnya.

Terkait motif pembunuhan, Dharma mengatakan, berdasarkan hasil introgasi, pelaku menuduh korban (istri siri) selingkuh dengan laki-laki lain, sehingga pelaku merasa kesal dan marah.

Pelaku kemudian mengajak korban dengan membuat janji ketemu di dekat jembatan di Kampung Arassie, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang. Disitulah pelaku membunuh korban.

“Si korban dan pelaku ini sudah nikah siri sekitar dua tahun lalu. Pelaku ini menuduh istrinya selingkuh, sehingga dia janjian dengan korban di salah satu tempat. Nah, disitulah tejadi perselisihan sehingga pelaku nekat memukulnya pakai kayu balok, memasukan korban ke dalam karung dan menghanyutkan ke sungai,” jelanya.

“Dari hasil introgasi, pelaku mengakui semua perbuatannya. Selanjutnya pelaku dan seluruh barang bukti diamankan di Mapolres Pinrang guna mempertangungjawabkan perbuatannya,” tutup Dharma.

Penemuan Mayat Perempuan Terbungkus Karung Hebohkan Warga Pinrang

KabarMakassar.com — Penemuan mayat perempuan di dalam karung yang hanyut terbawa arus di Sungai Kariango, membuat geger warga di Dusun Bela-belawa, Desa Polewali, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Rabu (1/4).

Mayat yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan warga, hanyut di sungai dengan kondisi separuh badan bagian atas (lutu ke atas) ditutupi karung berwarna putih, dan di bagian leher.terikat.

“Saya lagi mancing tiba-tiba ada itu mayat hanyut. Jadi saya dibantu kawan-kawan mencoba mengejar dan mengevakuasinya ke pinggir sungai karena terbawa arus sungai,” kata Fadli, warga Bela-belawa yang pertama kali melihat mayat tersebut.

Sementara, Kasat Reskim Polres Pinrang, AKP Dharma Negara yang dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat berjenis kelamin perempuan tanpa identitas di dalam karung yang hanyut di Sungai Kariango tersebut.

“Benar, mayat perempuan itu sudah dievakuasi ke RSUD Lasinrang. Kami telah melakukan identifikasi, guna penyelidikan lebih lanjut,” kata Dharma.

Ia mengaku pihaknya belum bisa memastikan apa motif kematian perempuan bertato hati dan tulisan Ram-Rul di telapak tangan kirinya itu..

“Kalau dari keterangan dokter belum bisa memastikan dugaan meninggal dikarenakan apa. Tapi kalau secara fisik dengan dibungkus, pasti ada unsur kesengajaan,” pungkasnya.

Polres Pinrang Diminta Serius Berantas Penimbun BBM

KabarMakassar.com — Kinerja kepolisian resort (Polres) Pinrang khususnya dalam menangani kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) menjadi sorotan.

Pasalnya, selama Februari hingga Maret 2020, sudah ada dua mobil bak terbuka (pick up) di Kabupaten Pinrang yang terbakar karena diduga dijadikan sebagai sarana untuk menimbun BBM jenis premium. Dua peristiwa tersebut masing-masing pada 25 Februari lalu dan 30 Maret kemarin.

Itu semua terungkap saat mobil tersebut terbakar bukan melalui pengungkapan dari pihak kepolisian.

“Coba kita analisa tahun 2020 ini dalam waktu berdekatan sudah dua kali terjadi kebakaran mobil di Pinrang karena diduga menimbun BBM. Itu semua terungkap dengan sendirinya, bukan melalui kinerja Polres Pinrang,” kata Ishak, ketua salah satu organ isasi kemahasiswaan di Kabupaten Pinrang, Selasa (31/3).

“Tahun lalu juga terjadi pristiwa yang sama. Seolah ini menjadi kebiasaan para pelaku penimbun BBM. Polisi harus tindak tegas para penimbun BBM,” sambungnya.

Wakil Ketua DPRD Pinrang, Syamsuri mengaku pihaknya akan agendakan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk membahas permaslahan penimbunan BBM ini.

“Nanti kita akan angendakan pemanggilan pihak terkait dalam penanganan penimbunan BBM ini,” kata Syamsuri.

Sementara. Kapolres Pinrang, AKBP Dwi Santoso yang dikofirmasi terkait desakan dari masyarakat agar jajarannya serius dalam menangani masalah penimbunan BBM, mengaku sudah mengintruksikan bawahannya untuk memanggil pengelola SPBU di wilayah hukum Polres Pinrang.

“Saya sudah instruksikan kasat untuk panggil pengelola SPBU,” kata Dwi.

Dihubungi terpisah, Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma P Negara, mengaku saat ini pihaknya tengah dalam proses penyelidikan untuk menuntaskan permasalahan penimbunan BBM di Kabupaten Pinrang.

“Itu proses penyelidikan dan imbauan. Tidak semuanya seluruh SPBU bisa dipantau. Itu harus melibatkan Polsek juga,” ujarnya.

Diduga Timbun BBM, Mobil Pickup di Pinrang Hangus Terbakar

KabarMakassar.com — Sebuah mobil bak terbuka (pickup) berwarna hitam, terbakar di gang sempit di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Maccarawalie, Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Senin (30/3) Siang.

Tiga mobil pemadam kebakaran milik Pemda Pinrang pun langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.

Dugaan awal, peristiwa tersebut terjadi akibat adanya percikan api saat D (35) sang pemilik mobil sedang menyedot bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin yang ada di dalam tangki mobil tesebut, untuk dipindahkan ke jerigen menggunakan selang tanpa mematikan mesin mobilnya.

“Benar, terjadi kebakaran sebuah mobil yang diduga pemiliknya sedang memindahkan BBM di tangki mobil ke jerigen dengan cara mengisapnya menggunakan selang,” kata Kapolsek Watang Sawitto, Kompol Hajeri.

Beruntung, kata dia, peristiwa tersebut tidak menelan korban jiwa dan hanya saja kerugian materil.

“Kerugian materil ditaksir sekitar Rp90Juta,” ujarnya.

Polisi pun mengamankan barang bukti dari lokasi kejadian berupa BBM jenis premium sebanyak 46,5 liter.

“Barang bukti berupa 46,5 liter BBM jenis premium itu diamankan di Polres Pinrang,” pungkasnya.

Sekelompok Remaja di Pinrang Mengamuk dan Aniaya Security Hotel

KabarMakassar.com — Puluhan remaja membuat onar di area Zona Kuliner Hotel M, di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang, Rabu (19/2) malam.

Menurut informasi yang dihimpun, sekelompok remaja tersebut tiba-tiba datang dan langsung mengamuk serta merusak meja dan kursi di area Zona Kuliner M Hotel.

Tak hanya itu, sekelompok remaja itu juga memukul dan melukai penjual makanan serta security yang berjaga di lokasi tersebut.

“Mereka datang sekitar 20-an orang mencari orang daerah Bulu. Saya bilang tidak ada orang Bulu di sini. Tak lama kemudian mereka mengeroyok saya. Melihat saya dikeroyok, lalu Muh Sabiq (21) datang melerai, ia pun ikut dipukuli oleh mereka,” kata Juhardi, Kamis (20/2).

Akibat pengeroyokan itu, Juhardi menderita sejumlah luka di bagian wajah. Ia pun mengaku sudah melaporkan kejadian yang dialaminya tersebut ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

“Saya luka di bagian dahi, luka terbuka pada hidung, dan lebam di kepala bagian belakang. Kejadian ini sudah saya lapor ke kepolisian untuk di tindak lanjuti,” ujarnya.

Terpisah, Kanit Resmob Polres Pinrang, Aipda Aris yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya, kata dia, juga sudah menerima laporan dari korban.

Menurut Aris, sejauh ini sudah ada tiga orang terduga pelaku yang diamankan pihak kepolisian. Sementara sisanya masih dalam pengejaran.

“Untuk saat ini sudah ada tiga terduga pelaku yang kami amankan. Dua orang warga Paleteang dan satu orang warga Cempa. Sementara terduga pelaku yang lainnya masih dalam pencarian,” terangnya.

Kapolres Pinrang Jalin Kerjasama dengan STIH Cokroaminoto

KabarMakassar.com — Belum cukup sehari menjabat sebagai Kapolres Pinrang, AKBP Dwi Santoso sudah melakukan kerja sama dengan dengan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) Cokroaminoto Pinrang.

Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) itu disaksikan langsung oleh pejabat lama Kapolres Pinrang AKBP Bambang Suharyono, Ketua STIH Cokroaminoto Thamri Pawalluri dan Ketua STKIP Cokroaminoto Iqbal Mukaddas, di ruang kerja Kapolres Pinrang, Sabtu (15/2).

Kapolres Pinrang, AKBP Dwi Santoso berharap, dengan adanya kerja sama ini akan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) kedua instansi melalui transfer ilmu.

“Sebenarnya sebelum sudah ada MoU Polres dengan STIH/STKIP Cokroaminoto, saya tinggal meneruskan. Semoga kerja sama ini bisa meningkatkan SDM, apakah personel kami yang kuliah disana atau polisi mengedukasi dan sosialisasi penegakan hukum ke civitas akademika,” kata Dwi Santoso.

Sementara, Ketua STIH Cokroaminoto Pinrang, Thamrin Pawalluri mengungkapkan bahwa saat ini STIH Cokroaminoto Pinrang yang berada di bawah naungan Yayasan Pembina Pendidikan Cokroaminoto dan beralamatkan di Jalan Teuku Umar Nomor 36, Kelurahan Laleng Bata, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang itu sudah terakreditasi B.

“Kampus kami sudah terakreditasi B, jadi tidak perlu jauh-jauh untuk kuliah, cukup di Pinrang saja. Apalagi selama ini mahasiswa maupun alumni banyak dari kepolisian,” terangnya.

Sekadar diketahui, AKBP Dwi Santoso resmi bertugas mengantikan AKBP Bambang Suharyono sebagai Kapolres Pinrang, serah terima jabatan (sertijab) dari pejabat lama ke pejabat baru dilakaukan harai ini, Sabtu (15/2) siang.

Mantan Kapolres Luwu itu berharap, dirinya bisa diterima seluruh masyarakat Pinrang untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Pinrang.

“Karena menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Pinrang ini merupakan tanggung jawab kita semua,” kata Dwi Santoso usai sertijab.

Spesialis Curanmor, Diduga Meninggal Saat Pemeriksaan Tim Resmob Polres Pinrang

KabarMakassar.com — Residivis kasus tindak pidana pencurian sepeda motor (Curanmor) dan HP, Agussalim alias Laggae (35 tahun) di bekuk oleh Tim Resmob Sat Reskrim Polres Pinrang yang di pimpin oleh Aipda Aris, SH, di jalan Gabus Kelurahan Penrang Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang, Kamis (30/1) sore. Diduga meninggal dunia saat menjalani pemeriksaan di Posko Unit Resmob Polres Pinrang di Jalan Jendral Sudirman, Watang Sawitto Kabupaten Pinrang.

Dari data yang dihimpun KabarMakassar.com diketahui Agussalim alias Laggae warga Jalan Udang lorong 1 Kelurahan Penrang Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang. Almarhum Agussalim ditangkap oleh Tim Resmob Polres Pinrang di Jalan Gabus sekitar pukul 13.30 Wita. Selanjutnya menjalani pemeriksaan di posko Resmob sore hingga menjelang malam hari.

Agus Amir menantu korban saat di temui KabarMakassar.com di rumah duka mengatakan ada ketidak wajaran atas meninggalnya Almarhum Agussalim alias Laggae. “Pas setelah magrib saya ke posko resmob untuk melihat Laggae (Almarhum). sampai disana, kata orang disana tidak ada sudah keluar cari barang bukti, tidak lama setelah itu saya di suruh pulang,” katanya, Jumat (31/1).

“Setelah sholat Isya, saya di kabari bahwa Laggae sudah meninggal, dan disuruh ke RSU Lasinrang. Sekitar jam 11 malam almarhum tiba di rumah duka, setelah di periksa tubuh korban ada luka sobek di pelipis sebelah kiri dan terdapat bintik-bintik hitam serta lebam di beberapa bagian tubuh korban,” ungkapnya.

Lanjut Agus Amir keluarga tidak terima atas ketidak wajaran meninggalnya korban, ia mengatakan pihak keluarga akan menempuh jalur hukum untuk memastikan kematian korban. “Kami akan tempuh jalur hukum supaya ada kejelasan atas kematian almarhum,” tutup Agus Amir.

Terpisah salah satu petugas bagian pendataan IGD rumah sakit umum Lasinrang mengatakan pasien atas nama Agussalim alias Laggae sudah dalam keadaan meninggal dunia. “Pasien sudah dalam keadaan meninggal dunia,” singkatnya.

Kapolres Pinrang AKBP Bambang Suharyono maupun Kasat Reskrim AKP Dharma Negara di konfirmasi melalui telepon maupun via Whatsapp belum menjawab. Almarhum Agussalim alias Laggae dikebumikan di Pekuburan Umum Lasinrang, Kecamatan Paleteang Kabupaten Pinrang, Jumat (31/1) Sekitar pukul 13.30 Wita.

Curi Toa Hingga Kereta Bayi, 3 Pemuda di Pinrang Ditangkap Polisi

KabarMakassar.com — Tiga pemuda diamankan polisi saat melakukan pencurian di kompleks Sekolah Dasar Negeri (SDN) 247 Tiga Serangkai di jalan Anggrek, Kelurahan Pacongang, Paleteang, Pinrang.

Tiga pemuda tersebut nekat masuk ke kompleks Sekolah dengan mencuri barang-barang elektronik, selain itu ketiga pelaku juga nekat mengambil trolly bayi atau kereta bayi dan toa (pengeras suara).

Tiga Pelaku pencurian diamankan Polsek Paleteang Pinrang.

Ketiga pelaku diantaranya, Rahul Bin Kalla (19) dan Mail Bin H. Tato (21) keduanya merupakan buruh bangunan atau tukang batu di Pinrang, sementara rekannya Ashar Bin Dalle (19) bekerja sebagai penjual pot bunga di Pinrang.

Kapolsek Paleteang Ipda Mauldi Waspadani mengatakan, tiga pelaku pencurian tersebut sudah diamankan, Toa dan kereta bayi juga dicuri pelaku. Sementara barang-barang lainnya yang dicuri beruapa barang elektronik diantaranya, amplifire, dan kipas angin.

“Tiga pelaku sudah kita amankan, barang buktinya juga kita sudah amankan,” singkat Kapolsek Ipda Mauldi, Kamis (16/1).