Hasil Rapid Test: 2 Warga yang Hendak Masuk ke Wilayah Gowa Reaktif Covid-19

KabarMakassar.com — Tim gabungan pengamanan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menerjunkan petugas medis dari Urkes Polres Gowa yang dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) untuk mencegah masuknya orang yang terpapar virus Corona (Covid-19) ke wilayah Kabupaten Gowa.

Alhasil, di hari kedua pelaksanaan PSBB di Kabupaten Gowa atau tepatnya pada Selasa (5/5) sekira pukul 15.00 Wita, petugas medis yang melakukan screening berupa pemeriksaan suhu tubuh, mendeteksi gejala klinis Covid-19 dan rapid test, menemukan adanya 2 warga reaktif Covid-19.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap 198 warga yang melintas, diketahui dua warga diduga terpapar Covid-19. Untuk memastikan hal itu,

selanjutnya dilakukan pemeriksaan ulang dengan rapid test, dan hasilnya reaktif Covid-19,” terang Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan.

“Kedua orang tersebut 1 orang warga Gowa dan satu lagi warga Kota Makassar. Mereka dari Makassar hendak menuju ke Gowa,” terangnya.

Setelah kedua warga tersebut diketahui reaktif Covid-19, lanjut Tambunan, petugas Urkes Polres Gowa selanjutnya melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa untuk dilakukan pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut.

Dihubungi terpisah, Kapolres Gowa, AKBP Boy Samola membenarkan adanya dua warga yang berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan tim medis dari Urkes Polres Gowa diketahui reaktif Covid-19.

“Dua orang yang hasil rapid testnya reaktif itu telah ditangani Gugus Tugas Covid-9 Kabupaten Gowa,” kata Boy Samola.

Olehnya itu, Boy Samola menekankan agar seluruh masyarakat Gowa untuk tetap berdiam diri di rumah selamaa masa PSBB diberlakukan.

“Jangan melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak penting, agar penyebaran virus ini tidak bertambah meluas,” imbaunya.

Polres Perketat Pemeriksaan Kendaraan yang Masuk Gowa

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa secara resmi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Senin (4/5). Karena itu, PSBB ini akan diberlakukan sampai 18 Mei mendatang.

Akibatnya, sejumlah titik di Gowa macet karen arus lalu lintas diperiksa ketat termasuk bagi pengendara yang akan masuk di Kabupaten Gowa, baik dari arah Kabupaten Takalar maupun dari Kota Makassar menuju Kota Sungguminasa.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Satu (Kasat) Lalu Lintas Polres Gowa, AKP Mustari. Ia mengatakan, kepadatan kendaraan itu terjadi akibat adanya pemeriksaan dari petugas kepada setiap kendaraan yang mengarah ke arah Kota Sungguminasa.

“Tadi pagi memang sempat macet tapi sekarang sudah lancar,” kata AKB Mustari.

Menurutnya, kepadatan terjadi karena petugas melakukan pemeriksaan KTP kepada seluruh pengendara yang lewat serta mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker bagi yang terpaksa masih harus berada di luar rumah selama penerapan PSBB.

Untuk membatasi kendaraan yang masuk ke Kota Sungguminasa, pihaknya melakukan pengalihan arus lalu lintas yakni dari arah Takalar menuju Kota Makassar dialihkan ke Panciro atau Barombong sehingga lagi melewati Kota Sungguminasa.

“Dari arah Takalar ke Makassar dialihkan melalui Barombong, yang mau masuk ke Gowa harus lewat Barombong. Sementara kalau tidak punya kepentingan, kita arahkan putar balik. Kalaupun memenuhi syarat, kita periksa suhu dan mengingatkan untuk menggunakan masker,” tegasnya.

Menurutnya, hanya ada beberapa kendaraan maupun pengendara yang diizinkan untuk masuk ke wilayah Kabupaten Gowa yakni pengangkut kebutuhan pokok, jasa konstruksi, pegawai rumah sakit dan petugas SPBU disertai dengan pemeriksaan KTP.

“Sejumlah pelaku usaha juga diinstruksikan untuk menutup sementara usahanya, khususnya yang ada di Kota Sungguminasa. Kita harap pelaku usaha dalam hal ini pemilik toko dapat mematuhi aturan selama PSBB,” ujarnya.

“Besok kita akan turun, kalau sudah kita tegur dan ada yang masih buka, kita akan lakukan penindakan, apakah izinnya dicabut atau seperti apa. Pastinya kita akan tindaki secara tegas,” tambahnya.

Covid-19 Mewabah, Tindak Kriminal di Gowa Menurun

KabarMakassar.com — Tindakan kriminal di wilayah hukum Polres Gowa cenderung menurun selama masa pandemi virus Corona (Covid-19). Hal itu terlihat dari data jumlah kasus kriminalitas yang terjadi pada saat dilakukan analisa dan evaluasi (Anev) mingguan di bulan April 2020 ini.

“Berdasarkan data Anev mingguan April Satreskrim Polres Gowa serta Polsek jajaran dalam wilayah hukum Polres Gowa terhitung minggu ke IV (20-26 April 2020), tercatat hanya 31 kasus,” kata Kasubbag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan dalam keterangan tertulisnya.

Berdasarkan laporan polisi (LP), kata dia, 31 kasus ini tersebar di lingkup Polres Gowa sebanyak 14 kasus, Polsek Somba Opu 8 kasus, Polsek Pallangga 1 kasus, Polsek Bontomarannu 0 kasus, Polsek Barombong 0 kasus, Polsek Bajeng 3 kasus, Polsek Bontonompo 3 kasus, Polsek Manuju 0 kasus, Polsek Bungaya 1 kasus, Polsek Biringbulu 0 kasus, Polsek Tompobulu 0 kasus, Polsek Parangloe 1 kasus, Polsek Tinggimoncong 0 kasus, dan Polsek Tombolopao 0 kasus.

“Jumlah kasus di minggu keempat April cenderung menurun dibanding jumlah kasus pada minggu ketiga April kemarin (13-19 April 2020), yakni sebanyak 41 kasus,” paparnya.

Menurut Tambunan, salah satu penyebab menurunnya angka tindakan kriminal di wilayah hukum Polres Gowa ini adalah masyarakat sedikit patuh untuk menyikapi kondisi panddemi Covid-19 yang nyaris melumpuhkan sisi ekonomi negara dan daerah.

Kondisi ini, lanjut Tambunan, membuat masyarakat lebih berhati-hati bahkan sedikit demi sedikit mulai mengurangi aktivitasnya di jalan raya.

Dari hasil tersebut, Kapolres Gowa AKBP Boy Samola mengapresiasi kinerja kepada seluruh jajaran serta berterima kasih kepada Warga Kabupaten Gowa.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada warga Kabupaten Gowa karena instruksi pemerintah agar tetap di rumah saja dilakukan untuk mencegah penularan virus covid-19 ini. Saya juga mengapresiasi atas kinerja seluruh jajaran dan berharap agar terus lakukan upaya preemtif dan preventif agar tindak kriminal dapat terus kita tekan,” pungkasnya.

Cafe Si Kembar di Perbatasan Gowa-Takalar Hangus Dibakar Massa

KabarMakassar.com — Cafe Si Kembar yang terletak di perbatasan Kabupaten Gowa – Takalar, hangus dibakar ratusan massa, Senin (30/3).

Selain membakar Cafe beserta perabotan di dalamnya, massa juga merusak 1 unit mobil minibus berwarna putih yang terparkir dalam Cafe tersebut.

Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir mengatakan, peristiwa ini diduga dipicu oleh kejadian pada 22 Maret lalu.

Saat itu, kata dia, salah seorang warga Desa Tonasa, Kabupaten Takalar yang datang ke Cafe tersebut. berselisih paham dan terlibat perkelahian dengan seorang warga Desa Jipang, Kabupaten Gowa.

“Keduanya terlibat duel menggunakan badik, dan sama-sama mengalami luka tusuk,” kata Jufri.

“Keduanya sempat dirawat di rumah sakit di Makassar, tetapi warga Desa Tonasa meninggal dunia diduga karena kehabisan darah,” sambungnya.

Saat ini, lanjut Jufri, polisi sementara melakukan pengejaran terhadap pelaku pembakaran Cafe terebut.

“Belum ada (yang diamankan dari lokasi kejadian), namun pihak kepolisian Polres Gowa akan segera mengejar pelaku,” tegasnya.

Jelang Pilkada, Kapolres Gowa Ajak Stakeholder Minimalisir Potensi Konflik

KabarMakassar.com — Jelang pelaksanaan Pilkada Kabupaten Gowa pada September 2020 mendatang, Kapolres Gowa AKBP Boy Samola mengajak seluruh stake holder yang ada di Kabupaten Gowa untuk bersinergi dalam meminimalisir setiap potensi konflik.

“Mari kita minimalisir setiap potensi konflik di Gowa ini dengan tindakan preemptive maupun prefentif menjelang Pilkada serentak yang akan datang,” kata Boy, saat menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Polres Gowa, di Aula Endra Dharma Laksana Mapolres Gowa. Selasa (10/3).

Dalam Rapimwil yang juga dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Sungguminasa, Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Gowa ini, mantan Kapolres Luwu Utara ini mengatakan, jika seluruh anggota dan stake holder terus bersinergi, maka hal itu akan membawa citra positif bagi Kabupaten Gowa untuk tetap berada di Zona Hijau (aman).

“Semoga pada Pilkada ini Gowa tetap berada di zona hijau seperti tahun lalu. Kedepan, kita berharap Kabupaten Gowa bisa menjadi barometer bagi kabupaten lainnya,” ujarnya.

Boy menambahkan, meski potensi kerawanan di Kabupaten Gowa (menjelang Pilkada) hingga saat ini tetap aman dan kondusif, pihaknya berharap sinergitas kepada stake holder tetap terus diperkuat.

“Saya berharap jangan underestimate (meremehkan) situasi menjelang Pilkada. Mari kita perkuat sinergitas dengan seluruh stake holder yang ada untuk saling mendukung, guna terciptanya keamanan yang tetap kondusif menjelang Pilkada yang akan datang,” pungkasnya.

Berselisih saat Minum Ballo, Warga Gowa Tewas Ditikam

KabarMakassar.com — Anshar Daeng Taba (35) warga Pekanglabbu, Kelurahan Tetebatu, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, tewas dengan beberapa luka tusukan di bagian badannya, Ahad (1/3) malam.

Kapolsek Pallangga, AKP Hendra Suryanto menuturkan, peristiwa ini dipicu selisih paham ketika korban dan pelaku yang diketahui bernama Asmin (28) sama-sama menenggak minuman keras tradisional (ballo).

“Kejadiannya di Desa Bonto Ramba sekira pukul 19.55 WITA. Korban dan pelaku selisih paham saat keduanya tengah minum ballo,” kata Hendra.

Menurut Hendra, korban mengalami luka tikaman senjata tajam jenis badik di bagian dada dan ketiak.

“Korban meninggal saat dalam perjalanan menuju ke Puskesma Kampili,” terangnya.

Setelah melakukan penganiayaan, lanjut Hendra, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Pallangga.

“Dari informasi yang diketahui korban adalah keluarga sendiri. Tapi kami belum mengetahui lebih jelas. Pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Pallangga usai menikam korbannya. Tapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pelaku kami pindahkan ke Polres Gowa,” ujarnya.

Jenazah korban saat ini sudah diserahkan ke rumah duka untuk disemayamkan.

Hendra menambahkan, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, puluhan personel kepolisian diturunkan untuk melakukan pengamanan di rumah pelaku di Dusun Balinappang, Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

Bermodal Penjepit Kertas, Driver Ojol Berhasil Bobol Ruko di Gowa

Kabarmakassar.com – AR (38), driver ojek online (Ojol) asal Makassar diamankan Unit Reskrim Polsek Somba Opu, Kabupaten Gowa, lantaran membobol ruko warga yang menjual obat Herbal di Jalan Agus Salim, Kabupaten Gowa, dan menggasak beberapa barang.

Dalam menjalankan aksinya, AR termasuk lihai. Ia hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk membuka gembok ruko menggunakan penjepit kertas.

“Pelaku belajar lewat Youtube, dalam waktu 15 menit berhasil buka gembok ruko menggunakan penjepit kertas,” kata Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan, saat menggelar Press Conference di Mapolsek Somba Opu, Rabu (26/2) kemarin.

Tambunan menjelaskan, pelaku berhasil diamankan setelah lima hari, usai korbannya melapor ke Polsek Somba Opu.

“Pelaku ditangkap di Kompleks Minasa Upa, saat akan melakukan penjualan barang curiannya. Pelaku sendiri warga Jalan Alauddin,” terangnya.

Dihadapan petugas, AR mengakui perbuatannya. Ia menyebut baru pertama kali melakukan pencurian.

“Saya habis mengantar penumpang, tiba-tiba hujan. Jadi saya berteduh di salah satu tempat foto copy. Niat saya muncul ketika melihat salah satu ruko yang tutup,” ujarnya.

Akibat perbuatannya tersebut, AR dijerat Pasal 362 KUHP, dengan ancaman lima tahun penjara.

Suami Nur Aeni Jadi DPO Polres Gowa

Kabarmakassar.com – Kepolisian Resort (Polres) Gowa resmi memasukkan Yahya M Daeng Sibali (25), suami dari Nur Aeni (36), jenazah yang ditemukan di dalam kamar dan meninggal secara tak wajar pada Januari lalu.

Kapolres Gowa, AKBP Boy Samola mengatakan, surat penetapan Yahya sebagai DPO dikeluarkan dengan No. 01/01/2020/Reskrim, tanggal 29 Januari 2020, lantaran yang bersangkutan selama ini belum ditemukan untuk dimintai keterangan.

“Iya benar surat DPO dikeluarkan. Selama ini suami korban tak dapat ditemukan untuk dimintai keterangan. Sehingga dia (Yaya M Daeng Sibali) diduga sebagai pelakunya,” kata Boy kepada kabarmakassar.com, Jumat (7/1).

Adapun ciri-ciri Yahya M Daeng Sibali yang menjadi terduga pelaku tersebut yakni usia 25 tahun, tinggi badan 174 cm, rambut pendek hitam, kulit sawo matang dan mempunyai tahi lalat di pipi sebelah kiri.

Boy menegaskan, sampai saat ini polisi terus berusaha melakukan pencarian terhadap Yahya. Ia berharap yang besangkutan segera menyerahkan diri ke pihak yang berwajib.

“Jadi saya tegaskan, agar suami korban segera menyerahkan diri dimanapun berada. Baik itu daerah Gowa ataupun di luar Gowa. Silahkan menyerahkan diri ke pihak kepolisian agar kita jemput untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Empat Pembobol Sekolah di Gowa Ditembak Polisi

KabarMakassar.com — Empat orang pelaku komplotan spesialis pembobol sekolah diamankan Resmob Polres Gowa. Tiga pelaku di hadiah timah panas karena berusaha kabur saat pengembangan.

Mereka adalah Aldianus Dengggot Alias Aldi (18), Muh Rivaldi (18), Rusdianto (19) dan Muh Tahoric, (16),”

Kapolres Gowa AKBP Boy Samola mengatakan mereka diamankan atas laporan warga karena maraknya laporan soal pembobolan sekolah.

“Keempatnya diamankan ditempat dan waktu yang berbeda. Ada yang di Makassar, dirumahnya, dan tempat kerjanya. Tiga Pelaku ditembak karena mencoba melawan petugas,” kata Boy kepada KabarMakassar.com, Kamis (30/1).

Boy menambahkan komplotan ini berjumlah enam orang, mulai beraksi sejak tahun 2018 lalu. satu sudah lama di tangkap. sementara satu lagi masih dalam pencarian atau masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial AS.

Lebih lanjut kata Boy, dari pengakuan sementara pelaku sebanyak sembilan sekolah yang berhasil di bobol komplotan ini. Barang-barang yang diambil seperti laptop, handphone, proyektor, dan uang tunai.

“Dari pengakuan sementara mereka ada 9 sekolah yang dibobolnya yakni SMA Salis, SD Pallantikang, SD depan Citra garden, SD Bonto Bontoa, SMA PGRI Sungguminasa, SMA Handayani, SD belakang Balla lompo, SD Inpres batangkaluku,” ungkap Kapolres saat menggelar Press Conference di halaman Mapolres.

“Dan untuk barang bukti kami belum mendapatkannya, karena mereka langsung menjual di online. Tapi kami sementara Lidik,” tambah Kapolres.

Selain melakukan pembobolan sekolah, kata orang nomor satu di jajaran Polres Gowa, komplotan ini juga pelaku curas (Pencurian dengan kekerasan) atau Jambret.

“Selain bobol sekolah-sekolah komplotan ini juga pelaku curas yang terbilang sadis. Para pelaku bekerja secara Mobile dan tak segan-segan melukai korbannya,” sebut Mantan Kapolres Lutra ini.

Keempat pelaku di jerat Pasal 363 KUHP Ancaman hukuman maksimal 10 tahun.

Kapolres Gowa AKBP Boy Samola mengharapkan kepada warga yang telah menjadi korban dari para pelaku segera melaporkan kejadian ke Polres Gowa.

Dua Pengedar Uang Palsu Dibekuk Polres Gowa

KabarMakassar.com — Dua Warga Makassar dibekuk unit Reskrim Polres Gowa. Mereka diamankan lantaran edarkan uang palsu (Upal) pecahan Seratus ribu rupiah.

Keduanya adalah Firmansyah (25) warga Toddopuli, Kelurahan Borong dan Dhewanta (19) warga Jalan Bitoa Lama, Antang.

Kapolres Gowa AKBP Boy Samola mengatakan penangkapan keduanya berawal saat ditangkapnya salah satu pelaku yang kedapatan edarkan Upal di salah satu Counter Hp di Kecamatan Bajeng.

“Pelaku Firmansyah ditangkap pada Jumat 24 Januari 2020 disalah satu Counter Handphone di Jalan Poros Panciro, Kecamatan Bajeng. Pelaku kedapatan edarkan Upal oleh pemilik Counter saat membeli pulsa,” kata Kapolres saat menggelar Press Conference di Halaman Mapolres Gowa, Rabu (29/1).

Setelah dilakukan pengembangan personel berhasil mengamankan rekannya di daerah Antang, Kecamatan Manggala.

“Dhewanta ditangkap di pinggir jalan saat akan pulang kerumahnya di Antang,” ungkap AKBP Boy Samola.

Menurut Kapolres kedua pelaku edarkan Upal pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 rupiah. Dari keterangan keduanya sebanyak Rp 5 juta sudah diedarkan di wilayah Makassar, Maros dan Gowa.

“Pelaku menukarkan uang palsu terhadap pedagang-pedagang kecil seperti Counter Handphone, tukang bakso, penjual buah dan penjual petasan,” jelas Kapolres.

“Mereka melakukannya sejak bulan Desember 2019 lalu. Dalam satu juta yang ditukarkan pelaku mendapatkan bayaran sebesar Rp 200.000, ” tambahnya.

Kedua pelaku dijerat Pasal 244 KUHP tentang Pengedaran uang palsu ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dalam hal ini Kapolres Gowa AKBP Boy Samola menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan teliti apabila menerima uang dari seseorang khususnya dalam bertransaksi.

“Sejak Desember tahun lalu sejak operasi Lilin 2019 kami sudah menghimbau agar berhati-hati. Untuk toko-toko agar menyediakan alat pendeteksi sehingga kita bisa menekan peredaran uang palsu,” Himbau Boy.