Polisi Temukan Indikasi Mark Up Anggaran Bansos Penanganan Covid-19 di Bulukumba

KabarMakassar.com — Kepolisian Resort (Polres) Bulukumba menemukan adanya dugaan korupsi anggaran bantuan sosial penanganan Covid-19 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bulukumba.

Kapolres Bulukumba, AKBP Gany Alamsyah Hatta mengatakan, pihaknya menemukan indikasi terjadinya mark up anggaran pada pengadaan bahan pokok yang telah dibagikan kepada 5.000 Kepala Keluarga (KK) di Bulukumba tyang terdampak Covid-19.

“Ada niatan orang-orang dalam pelaksanaan kegiatan ini yang memanfaatkan hal tersebut, sehingga negara berpotensi mengalami kerugian Rp400 juta lebih, dari anggaran sebesar Rp1,9 miliar,” kata Gany saat menggelar konfrensi pers di Aula Polres Bulukumba, Rabu (20/5) kemarin.

Meski begitu, kata mantan Kapolres Takalar tersebut, penentuan apakah ada tidaknya kerugian negara nantinya akan ditetapkan oleh tim saksi ahli dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPKP) Makassar yang telah disurati oleh pihak kepolisian.

Gany mengungkapkan, pemeriksaan mendalam dalam kasus ini berawal dari kecurigaan pihaknya dalam pengadaan barang dan jasa bantuan.

Menurut dia, ada beberapa item atau bagian tertentu yang berpotensi merugikan negara. Seperti mie instan yang dibeli perbungkus seharga Rp3.000.

”Contohnya mie perbungkusnya Rp3.000, jadi kalau isi 10 jadinya Rp30 ribu, padahal jika beli satu box hanya Rp1.800 perbungkusnya. Nah kenapa tidak beli satu box langsung? Kenapa hanya beli perbijinya,” ungkap Gany.

“Dari sini sudah ada niat jahat dari oknum tersebut, sehingga kita melakukan penyelidikan lebih mendalam. Pimpinan di Polda Sulsel melalui Bapak Itwasda kita telah kontak dan meminta atensi, karena kita sangat sayangkan di tengah pandemi ini masih ada saja yang coba-coba bermain,” sesalnya.

Dikonfirmasi terkait temuan pihak kepolisian tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bulukumba, Daud Kahal mengatakan, pihaknya menghargai apa yang sudah dilakukan pihak kepolisian dalam mengawal dan mengawasi penggunaan anggaran penanganan Covid-19 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bulukumba.

“Pada prinsipnya pihak pemerintah menghargai, terutama kami di Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menghormati segala bentuk pengawasan ataupun jika itu dikatakan temuan. Karena itu adalah bagian fungsi lembaga yang harus ditegakkan,” kata Daud.

Meski begitu, kata dia, penegakan aturan juga penting untuk mengedepankan azas praduga tak bersalah terhadap pihak yang dianggap melakukan pelanggaran.

“Tentu kita juga harus memahami bahwa dalam penegakan aturan penting juga untuk mengedapankan azas praduga tak bersalah terhadap pihak yang dianggap melakukan dugaan mark up, terutama dalam hal pengadaan sembako atau bantuan logistik Covid-19 melalui Dinas Sosial,” ujarnya.

“Biarkan proses ini berjalan, dan semua pihak penting untuk mengawal. Jika sekiranya kedepan bukti ke arah itu kuat adanya, maka supremasi hukum harus ditegakkan. Namun tentu ada ruang untuk membela diri kepada pihak yang dianggap terlibat. Semua proses tentu akan berjalan dalam koridornya,” pungkasnya.

Pengedar Sabu Lintas Kabupaten Diringkus Polisi di Bulukumba

KabarMakassar.com — Pengedar narkoba lintas kabupaten berinisial JM (35), diringkus peronel kepolisian dari Satuan Narkoba Polres Bulukumba, Senin (11/5) kemarin.

Warga Kabupaten Bantaeng itu diamanakan petugas saat akan menjual narkoba jenis sabu di wilayah Kabupaten Bulukumba.

Kasat Resnarkoba Polres Bulukumba, AKP Hambali mengatakan, penagkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya seseorang yang diduga sering membawa narkoba jenis sabu, dan masuk di wilayah Kabupaten Bulukumba.

”JM kami tangkap saat mencari pembeli dari narkoba yang dijualnya di Kabupaten Bulukumba dengan harga senilai Rp1.250.000 pergramnya,” kata Hambali.

Dari penagkapan tersebut, lanjut Hambali, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 5 sachet plastik doubel klip yang berisikan kristal bening (sabu) dengan berat kotor 5,44 gram, 5 buah amplop kertas warna putih, dan 1 unit telepon genggam.

“Saat ini pelaku dan barang bukti sabu tersebut sudah diamankan di Polres Bulukumba guna proses penyidikan serta pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.

Jelang Pilkades Serentak, Polres Bulukumba Sebar Personel Intel dan Brimob

KabarMakassar.com — Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar di 64 desa di wilayah Kabupaten Bulukumba pada 5 Maret 2020 mendatang, Polres Bulukumba mulai melakukan upaya antisipasi adanya kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban maupun politik uang (money politic).

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menyebar personel Intel ke 64 desa yang akan menggelar Pilkades, untuk mencari informasi terkait kemungkinan terjadinya gangguan kamtibmas.

“Selain personel intelkam, kami juga akan melibatkan 250 personel Sabhara dari Polres Bulukumba dan 2 peleton Brimob Polda Sulsel,” terang Kapolres Bulukumba, AKBP Gani Alamsyah Hatta, Kamis (27/2).

Gani meminta agar para calon kepala desa di Kabupaten Bulukumba tidak melakukan upaya-upaya kampanye dengan cara-cara curang yang bisa memicu terjadinya gangguan kamtibmas.

Mantan Kapolres Takalar itu menegaskan, pihaknya tidak akan pandang bulu jika menemukan terjadinya money politic atau kecurangan apapun menjelang Pilkades serentak di wilayah hukum Polres Bulukumba.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bulukumba yang mendapatkan pelaku melakukan money politic atau bentuk kecurangan apapun itu agar kiranya melaporkannya. Dan pasti kita tahu siapa-siapa pelakunya karena kami sudah ada sejumlah personel intelkam yang kita sebar,” tegasnya.

Pelaku Pembunuhan Sadis di Bulukumba Dijerat Pasal Berlapis

KabarMakassar.com — Muin bin Raside (60), pelaku penganiayaan hingga berujung kematian terhadap Paba (60), warga Dusun Paojawae, Desa Pallambarae, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba pada Senin (24/2) sore kemarin, terancam pasal berlapis dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Tersangka dijerat Pasal 338 subsider Pasal 351 ayat 3 KUHPidana, dengan ancaman 15 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Bery Juana Putra, Selasa (25/2).

Berry juga memastikan, tidak ada pelaku lainnya dalam peristiwa tersebut. Pihaknya juga telah meminta keterangan dua orang saksi, dan tersangka sudah diamankan di Mapolres Bulukumba.

“Untuk meredam ketegangan antara keluarga tersangka dan korban, kami tetap berkoordinasi dengan teman-teman Polsek Gantarang, camat dan Plt Kepala Desa untuk menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan, kasus penganiayaan yang berujung kematian Paba (60) pada Senin (24/2) sore kemarin itu berawal saat pelaku yang merupakan Kepala Dusun Bacari, Desa Pallambarae, Kecamatan Gantarang tersebut mendatang rumah korban dalam keadaan mabuk karena pengaruh minuman keras (ballo) untuk mengambil pompa hama milik keluarganya yang dititip di rumah korban.

Namun, korban melarang pelaku mengambil pompa tersebut. Akibatnya, terjadi adu mulut yang membuat korban memukul pelaku. Tak terima dipukul oleh korban, pelaku pun membalasnya kemudian mencungkil biji mata korban. Tidak hanya itu, pelaku pun mengambil parang kemudian memotong kelamin korban.

Gegara Pompa Air, Kakek di Bulukumba Tewas dengan Mata Tercungkil

KabarMakassar.com — Paba (60), seorang kakek warga Dusun Pao Jawae, Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tewas usai dianiaya rekannya, Muin bin Taside (60), Senin (24/2) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa pembunuhan itu dipicu lantaran korban yang sehari-harinya bekerja sebagai petani, menolak mengembalikan pompa air milik pelaku yang merupakan Kepala Dusun Bacari, Desa Palambare, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba.

Sebelumnya, korban dan pelaku terlibat adu mulut hingga terjadi perkelahian yang berujung tewasnya korban.

Korban diduga meninggal dunia akibat
dicungkil matanya dan alat vitalnya dipotong oleh pelaku menggunakan parang.

Kapolres Bulukumba, AKBP Gani Hatta yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Bulukumba untuk mempertanggung jawabakan perbuatanya.

“Pelaku langsung diamankan personel dari Polsek Gantarang sore tadi. Namun saat ini sudah berada di Mapolres Bulukumba dengan barang bukti satu buah parang,” kata Gani.

“Sementara, jenazah korban dibawa ke RSU Andi Sultan Dg Radja untuk dilakukan visum guna penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Sidak ke Tempat Pelayanan SIM, Ini Temuan Wakapolres Bulukumba

KabarMakassar.com — Pemberantasan praktik percaloan serta pungutan liar (pungli) pada proses pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) menjadi salah satu antensi pimpinan di Polres Bulukumba.

Untuk memastikan pelaksanaan pelayanan pembuatan SIM berjalan baik tanpa adanya pelibatan calo serta pungutan liar, Rabu (192) siang, Wakapolres Bulukumba Kompol Syarifudin didampingi Kasi Propam Iptu Ambo Enre melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke tempat pelayanan SIM Satlantas Polres Bulukumba.

“Saya ingin melihat langsung bagaimana pelayanan SIM, pengambilan SIM oleh masyarakat, juga melihat bagaimana kinerja anggota yang melayani masyarakat untuk mendapatkan SIM,” kata Syarifudin.

Selain itu, kata dia, sidak ini juga dilakukan untuk menekankan kepada jajaran Satlantas Polres Bulukumba agar terus meningkatkan pelayanannya kepada seluruh masyarakat di Bumi Panrita Lopi yang ingin membuat SIM.

“Lakukan pelayanan prima terhadap masyarakat yang membuat SIM. Harus dilakukan dengan cepat, persyaratan dan prosedur jangan sampai berbelit-belit, sesuai ketentuan, jangan menyimpang, dan harus mudah dipahami oleh masyarakat kita,” tegasnya kepada personel pelayanan SIM Satlantas Polres Bulukumba.

Syarifudin juga mengatakan, pihaknya selalu terbuka untuk menerima masukan dari masyarakat demi peningkatan pelayanan yang benar-benar maksimal.

“Setelah kita amati, semuanya berjalan dengan lancar. Tapi tetap kedepan saya minta agar lebih efektif dan optimal dalam memberikan pelayanan sehingga masyarakat pemohon SIM terlayani dengan cepat,” tutupnya.

Polres Bulukumba Gelar Anev Mingguan

KabarMakassar.com — Untuk mengukur kinerja dan keberhasilan kinerja Jajarannya, Kepolisian Resor Bulukumba Gelar Analisa dan Evaluasi (Anev) Mingguan di ruang Gelar Perkara Sat Reskrim, Kamis (30/01/2020).

Kegiatan Anev Mingguan dipimpin langsung oleh Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan, didampingi Waka Polres Bulukumba Kompol Syarifuddin, Kabag Ops Polres Bulukumba Kompol Hery dan di ikuti Para Kabag, Para Kasat, Kapolsek Jajaran dan Para Kasi.

Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan, memberikan apresiasi kepada seluruh anggotanya atas kerja kerasnya selama ini dalam melaksanakan kegiatan satuan dan kegiatan masyarakat sehingga berjalan dengan lancar dan kondusif.

“Kepada Para Kabag, Kasat, Kapolsek Jajaran dan Para Perwira agar betul2 mengontrol selalu anggotanya dan tekankan agar Anggota tidak melakukan tindakan yang Kontra Produktif karena bisa merugikan pribadi dan Institusi Kepolisian,”Ungkap AKBP Syamsu Ridwan.

Pada kesempatan ini juga Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan juga menekankan kepada Jajaran agar memaksimalkan patroli pada jam-jam rawan, khususnya di 10 Polsek jajaran sehingga tercipta Kamtibmas yang kondusif jelang Pilkades serentak di 62 Desa se Kabupaten Bulukumba.

Polres Bulukumba Berhasil Menangkap Terduga Pelaku Pembuangan Bayi

KabarMakassar.com — Terungkap teka teki siapa yang tega membuang bayi dalam kantong plastik berjenis kelamin lelaki di sekitar jembatan Raowa Desa Pantama Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Berry Juana Putra sedang mengamankan dan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku pembuang bayi itu, yang tiada lain adalah ibunya sendiri yang masih duduk di bangku SMA.

“Ya kami sudah diamankan orang tua dari bayi tersebut yakni NI (19) pelajar yang masih duduk di bangku SMA dan SY (50) yang tiada lain pamannya sendiri. Ada pun alasan bayi tersebut di buang atau di simpan dekat jembatan, oleh Kerena malu dan takut untuk diketahui keluarganya sehingga dia memilih jalan pintas dengan membuang bayi di maksud, untuk lebih lanjutnya sementara diambil keterangan oleh penyidik PPA,” Ujar Berry, Kamis (23/1)

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bulukumba, Ipda Muhammad Ali, mengatakan sementara ini pihaknya masih melakukan pendalaman.

“Masih didalami semuanya termasuk dua orang terduga pelaku, tetapi kami belum bisa memutuskan keduanya sebagai tersangka karena masih pemeriksaan keterangan saksi lain,” ucap Ipda Muhammad Ali di Mapolres Bulukumba.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Berry Juana Putra.

Namun dari hasil pemeriksaan nantinya, Unit PPA Satreskrim Polres Bulukumba bakal menerapkan pasal 305 jo 308 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

“Jika terbukti ancaman hukuman menanti lima tahun penjara,” tegas Ali.

Kendati demikian, Muhammad Ali mengaku untuk saat ini saksi lainnya juga bakal diperiksa, termaksud orang mengetahui proses persalinan NI hingga dengan nekat membuang anaknya di jembatan Kajang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bayi malang terbungkus kantong kresek ditemukan warga bernama ibu Doddi sekitar pukul 04.00 WITA dini hari di jembatan Raowa, Kajang pada Selasa (21/1/2020) lalu. Kini bayi laki-laki itu, telah dirawat di RSUD Sulthan Daeng Radja Bulukumba.

Perkelahian Antar Dua Pemuda di Bulukumba yang Berujung Maut

KabarMakassar.com — Minggu (19/1)  Duel maut menggunakan senjata tajam (badik) antar dua pemuda di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan berakhir mengenaskan.

Sebagaimana informasi berhasil di dapatkan oleh KabarMakassar bahwa kedua pemuda tersebut merenggang nyawa usai baku tikam saat terlibat perkelahian.

Peristiwa perkelahian tersebut terjadi di Teko, Jalan Abdul Aziz, Kelurahan Tanahkongkong, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Jumat, (18/1) sekitar pukul 21.00 WITA.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Bery Juana Putra mengatakan bahwa identitas kedua pemuda tersebut yakni Aswatama bin Amir (23) yang beralamat di Jalan Abd Azis kel. Tanahkongkong kec. Ujung Bulu Kab. Bulukumba dan Fathul bin Yayu (25) yang beralamat di Jalan KH. Agus Salim kel. Tanahkongkong, Kec. Ujung Bulu, Kab. Bulukumba.

AKP Bery pun menambahkan kronologis kejadian berawal saat Fathul datang ke Kasuara dalam keadaan mabuk karena pengaruh minuman beralkohol dia berteriak teriak menantang orang berkelahi, lalu datang Aswatama sehingga terjadi perkelahian satu lawan satu dengan masing masing menggunakan sebilah badik.

Perkelahian dua orang yang mengakibatkan keduanya meninggal dunia,

“Kedua korban tersebut mengalami luka tusuk di bagian dada dan keduanya sempat dirawat serta mendapatkan perawatan medis di rumah sakit umum Sultan Daeng Radja, namun kedua nyawa pemuda tersebut tidak bisa terselamatkan lagi”. Tutup Kasat Reskrim Bulukumba.

Polres Bulukumba Bekuk Residivis Narkoba di Hotel

KabarMakassar.com– Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Bulukumba, kembali mengamankan satu tersangka tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

Pelaku diketahui berinisial HR (38), merupakan residivis kasus narkoba, yang pernah ditahan dilapas kelas 2A Bulukumba dengan kasus yang sama, dan kini kembali diamankan dari pengembangan laporan masyarakat.

Pelaku HR kembali didapati melakukan penyalahgunaan narkotika dan berhasil dibekuk di Hotel Agri, Jalan R Suprapto, Kelurahan Tanahkongkong, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Rabu (02/02/2020).

Kepala Satuan Narkoba Polres Bulukumba, AKP Aris Sumarsono, menjelaskan, penangkapan HR merupakan pengembangan laporan masyarakat dan pelaku HR diamankan saat sedang berada di Hotel sekira pukul 01.00 WITA dini hari.

“Benar, kami telah melakukan penggeledahan dan penangkapan pada pelaku, yang merupakan pengembangan dari informasi masyarakat,” Kata AKP Aris Sumarsono.

Dari tangan tersangka aparat berhasil mengamankan satu   saset plastik bening yang diduga berisi narkotika jenis sabu yang ditemukan didalam pembungkus rokok

“Anggota kami menemukan barang bukti berupa 1 (satu) saset plastik bening diduga berisi narkotika jenis sabu yang ditemukan didalam pembungkus rokok sampoerna yang dibawanya,” ungkap Aris.

Usai dilakukan penggeledahan, kini pelaku HR dan barang bukti tersebut dibawa ke Mapolres Bulukumba guna kepetingan proses penyidikan lebih lanjut.