ASN di RSUD Bulukumba Tewas Dianiaya di Perempatan Teko

KabarMakassar.com — Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Radja Bulukumba meninggal dunia akibat dianiaya rekannya di perempatan jalan Teko, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba. Penganiayaan yang menyebabkan Ahmad Jayadi meninggal terjadi pada pukul 05:45 Wita, Kamis (16/7).

Peristiwa nahas yang menimpa ASN RUSD Bulukumba ini terjadi saat korban bersama istrinya berbelanja di Pasar Cekkeng Kasuara, setelah berbelanja korban dan istrinya akan berangkat pulang namun pelaku datang dari arah belakang langsung menarik dan menganiaya korban dengan mengunakan sebilah parang.

Kasat Reskim Bulukumba AKP Berry Juana saat dikonfirmasi KabarMakassar.com mebenarkan peristiwa penganiayaan yang menyebabkan kematian tersebut dan sementara masih dalam peneyelidikan.

“Pelaku saat ini sudah kita amankan untuk dimintai keterangan, terkait pembunuhan sadis ini dan kami sementara melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi mata dan mengamankan barang bukti guna proses lebih lanjut,” ujar AKP Berry.

Sementara itu pelaku diketahui berinisial SYF alias RD (53), belum diketahui motif pembunuhan terhadap pegawai RSUD Bulukumba ini.

Dari peristiwa tersebut korban mengalami luka robek pada bagian kepala, belakang badan dan tangan kanan yang diduga akibat sayatan, dari benda tajam yang digunakan olek pelaku.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Bulukumba Sultan Dg Radja, namun nyawa korban tidak terselamatkan, hingga meninggal dunia akibat dianiaya oleh pelaku di perempatan jalan di Bulukumba.

Polwan Laporkan Suaminya ke Polres Bulukumba, Ini Sebabnya

KabarMakassar.com — Polisi Wanita (Polwan) yang bertugas di Polres Bulukumba melaporkan penganiayaan yang dilakukan Seketaris Kelurahan Tanah Kongkong Bulukumba, CS (28) yang tak lain adalah suaminya sendiri.

Terkait hal itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Bulukumba, Bripka Ajis Safri membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan pelaku dan korban merupakan suami-istri yang sah.

“Keduanya masih ada hubungan suami istri. Yang perempuan merupakan Polwan. Sempat terjadi cekcok. Dimana pelaku merasa tersinggung dengan perkataan korban,” kata Bripka Ajis Safri, Rabu (17/6).

Ia menjelaskan kronologi bahwa perkataan korban membuat pelaku gelap mata dan merasa jengkel. Selain itu, pelaku juga melempar korban juga kemudian kembali menganiaya.

“Wajah korban kembali ditampar pelaku sehingga mengalami luka memar bagian mata kiri. Dengan begitu korban tidak menerima dan melaporkannya di Polres Bulukumba,” katanya.

Ia mengaku jika saat ini pelaku telah diamankan polisi. Kata dia, berdasarkan keterangan pelaku bahwa sudah sering kali melakukan penganiayaan terhadap korban.

“Dari hasil pemeriksaan sementara dan pengakuan pelaku, ini bukan pertama kalinya melakukan penganiayaan, tetapi sudah berulang kali,” pungkasnya.

Polres Bulukumba akan Gratiskan SIM untuk Warga Kelahiran 1 Juli

KabarMakassar.com — Warga Kabupaten Bulukumba yang lahir 1 Juli bisa mendapat hadiah SIM Gratis dari Polres Bulukumba. Pemberian SIM Grtais ini dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Bulukumba untuk memperingati HUT ke-74 Bhayangkara.

“Pemberian SIM Gratis ini ada ketentuannya. Harus yang lahir pada 1 Juli dan sudah cukup umur atau bersyarat ambil SIM,” kata Kasat Lantas Polres Bulukumba, AKP I Made Suarma, Jumat (12/6).

Walau demikian, kata dia, warga tetap harus mengikuti tahapan permohonan pembuatan SIM sesuai aturan yang berlaku, seperti tes tulis dan tes praktik berkendara.

“Program SIM Gratis ini rencananannya akan dilakukan pada 26 Juni 2020 secara serentak. Jadi SIM gratis ini bukan gratis total. Untuk SIM baru jika memenuhi syarat pembuatan SIM, ujian teori dan praktik murni kita gratiskan,” jelasnya.

Adapun persyaratannya, kata dia, warga yang lahir 1 Juli harus membawa kelengkapan administratif yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan surat keterangan sehat.

“Jadi program ini bentuk hadiah untuk warga pada saat peringatan HUT Bhayangkara, sekaligus kado kejutan untuk warga yang lahir bertepatan dengan HUT Bhayangkara yakni 1 Juli,” pungkasnya.

Polsek Bulukumpa Amankan Pelaku Pencuri Handphone

KabarMakassar.com — Polsek Bulukumpa bersama Opsnal Sat Reskrim Polres Bulukumba berhasil mengamankan pelaku pembobol Counter HP Herdi Celluler di Kompleks Pasar Rakyat Tanete Jalan Kemakmuran, Lingkungan Tanete, Kamis (11/6).

Adapun identitas ketiga pelaku yang berhasil diamankan yakni Anugrah Pandi (19), Irsan Afandi (18), dan satu orang anak di bawah umur berinisial FE (14).

Terkait hal itu, Kapolsek Bulukumpa, AKP Budiawan menjelaskan bahwa kronologi pelaku masuk ke dalam kios atau counter HP Cellular milik korban dengan cara merusak dan menjebol plavon bagian samping kiri pasar.

“Dari sana pelaku naik ke atas plavon dan melewati sekitar 8 kios menuju counter HP cellular korban,” kata AKP Budiawan.

Ia menambahkan setelah pelaku berhasil merusak dan menjebol plavon dan masuk ke dalam counter korban dan selanjutnya mengambil beberapa handphone dan kartu data.

Dari tangan pelaku, pihaknya berhasil mengamankan 9 jenis handphone barbagai merek keluaran terbaru serta beberapa kartu data yang juga berhasil digasak pelaku.

“Ketiga pelaku mengaku menjual handphone yang mereka curi ke beberapa counter handphone yang ada di Kota Bulukumba dan untuk sementara barang bukti yang berhasil diamankan yakni 6 handphone,” pungkasnya.

Polisi Temukan Indikasi Mark Up Anggaran Bansos Penanganan Covid-19 di Bulukumba

KabarMakassar.com — Kepolisian Resort (Polres) Bulukumba menemukan adanya dugaan korupsi anggaran bantuan sosial penanganan Covid-19 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bulukumba.

Kapolres Bulukumba, AKBP Gany Alamsyah Hatta mengatakan, pihaknya menemukan indikasi terjadinya mark up anggaran pada pengadaan bahan pokok yang telah dibagikan kepada 5.000 Kepala Keluarga (KK) di Bulukumba tyang terdampak Covid-19.

“Ada niatan orang-orang dalam pelaksanaan kegiatan ini yang memanfaatkan hal tersebut, sehingga negara berpotensi mengalami kerugian Rp400 juta lebih, dari anggaran sebesar Rp1,9 miliar,” kata Gany saat menggelar konfrensi pers di Aula Polres Bulukumba, Rabu (20/5) kemarin.

Meski begitu, kata mantan Kapolres Takalar tersebut, penentuan apakah ada tidaknya kerugian negara nantinya akan ditetapkan oleh tim saksi ahli dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPKP) Makassar yang telah disurati oleh pihak kepolisian.

Gany mengungkapkan, pemeriksaan mendalam dalam kasus ini berawal dari kecurigaan pihaknya dalam pengadaan barang dan jasa bantuan.

Menurut dia, ada beberapa item atau bagian tertentu yang berpotensi merugikan negara. Seperti mie instan yang dibeli perbungkus seharga Rp3.000.

”Contohnya mie perbungkusnya Rp3.000, jadi kalau isi 10 jadinya Rp30 ribu, padahal jika beli satu box hanya Rp1.800 perbungkusnya. Nah kenapa tidak beli satu box langsung? Kenapa hanya beli perbijinya,” ungkap Gany.

“Dari sini sudah ada niat jahat dari oknum tersebut, sehingga kita melakukan penyelidikan lebih mendalam. Pimpinan di Polda Sulsel melalui Bapak Itwasda kita telah kontak dan meminta atensi, karena kita sangat sayangkan di tengah pandemi ini masih ada saja yang coba-coba bermain,” sesalnya.

Dikonfirmasi terkait temuan pihak kepolisian tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bulukumba, Daud Kahal mengatakan, pihaknya menghargai apa yang sudah dilakukan pihak kepolisian dalam mengawal dan mengawasi penggunaan anggaran penanganan Covid-19 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bulukumba.

“Pada prinsipnya pihak pemerintah menghargai, terutama kami di Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menghormati segala bentuk pengawasan ataupun jika itu dikatakan temuan. Karena itu adalah bagian fungsi lembaga yang harus ditegakkan,” kata Daud.

Meski begitu, kata dia, penegakan aturan juga penting untuk mengedepankan azas praduga tak bersalah terhadap pihak yang dianggap melakukan pelanggaran.

“Tentu kita juga harus memahami bahwa dalam penegakan aturan penting juga untuk mengedapankan azas praduga tak bersalah terhadap pihak yang dianggap melakukan dugaan mark up, terutama dalam hal pengadaan sembako atau bantuan logistik Covid-19 melalui Dinas Sosial,” ujarnya.

“Biarkan proses ini berjalan, dan semua pihak penting untuk mengawal. Jika sekiranya kedepan bukti ke arah itu kuat adanya, maka supremasi hukum harus ditegakkan. Namun tentu ada ruang untuk membela diri kepada pihak yang dianggap terlibat. Semua proses tentu akan berjalan dalam koridornya,” pungkasnya.

Pengedar Sabu Lintas Kabupaten Diringkus Polisi di Bulukumba

KabarMakassar.com — Pengedar narkoba lintas kabupaten berinisial JM (35), diringkus peronel kepolisian dari Satuan Narkoba Polres Bulukumba, Senin (11/5) kemarin.

Warga Kabupaten Bantaeng itu diamanakan petugas saat akan menjual narkoba jenis sabu di wilayah Kabupaten Bulukumba.

Kasat Resnarkoba Polres Bulukumba, AKP Hambali mengatakan, penagkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya seseorang yang diduga sering membawa narkoba jenis sabu, dan masuk di wilayah Kabupaten Bulukumba.

”JM kami tangkap saat mencari pembeli dari narkoba yang dijualnya di Kabupaten Bulukumba dengan harga senilai Rp1.250.000 pergramnya,” kata Hambali.

Dari penagkapan tersebut, lanjut Hambali, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 5 sachet plastik doubel klip yang berisikan kristal bening (sabu) dengan berat kotor 5,44 gram, 5 buah amplop kertas warna putih, dan 1 unit telepon genggam.

“Saat ini pelaku dan barang bukti sabu tersebut sudah diamankan di Polres Bulukumba guna proses penyidikan serta pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.

Jelang Pilkades Serentak, Polres Bulukumba Sebar Personel Intel dan Brimob

KabarMakassar.com — Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar di 64 desa di wilayah Kabupaten Bulukumba pada 5 Maret 2020 mendatang, Polres Bulukumba mulai melakukan upaya antisipasi adanya kemungkinan gangguan keamanan dan ketertiban maupun politik uang (money politic).

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menyebar personel Intel ke 64 desa yang akan menggelar Pilkades, untuk mencari informasi terkait kemungkinan terjadinya gangguan kamtibmas.

“Selain personel intelkam, kami juga akan melibatkan 250 personel Sabhara dari Polres Bulukumba dan 2 peleton Brimob Polda Sulsel,” terang Kapolres Bulukumba, AKBP Gani Alamsyah Hatta, Kamis (27/2).

Gani meminta agar para calon kepala desa di Kabupaten Bulukumba tidak melakukan upaya-upaya kampanye dengan cara-cara curang yang bisa memicu terjadinya gangguan kamtibmas.

Mantan Kapolres Takalar itu menegaskan, pihaknya tidak akan pandang bulu jika menemukan terjadinya money politic atau kecurangan apapun menjelang Pilkades serentak di wilayah hukum Polres Bulukumba.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bulukumba yang mendapatkan pelaku melakukan money politic atau bentuk kecurangan apapun itu agar kiranya melaporkannya. Dan pasti kita tahu siapa-siapa pelakunya karena kami sudah ada sejumlah personel intelkam yang kita sebar,” tegasnya.

Pelaku Pembunuhan Sadis di Bulukumba Dijerat Pasal Berlapis

KabarMakassar.com — Muin bin Raside (60), pelaku penganiayaan hingga berujung kematian terhadap Paba (60), warga Dusun Paojawae, Desa Pallambarae, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba pada Senin (24/2) sore kemarin, terancam pasal berlapis dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Tersangka dijerat Pasal 338 subsider Pasal 351 ayat 3 KUHPidana, dengan ancaman 15 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Bery Juana Putra, Selasa (25/2).

Berry juga memastikan, tidak ada pelaku lainnya dalam peristiwa tersebut. Pihaknya juga telah meminta keterangan dua orang saksi, dan tersangka sudah diamankan di Mapolres Bulukumba.

“Untuk meredam ketegangan antara keluarga tersangka dan korban, kami tetap berkoordinasi dengan teman-teman Polsek Gantarang, camat dan Plt Kepala Desa untuk menjaga hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan, kasus penganiayaan yang berujung kematian Paba (60) pada Senin (24/2) sore kemarin itu berawal saat pelaku yang merupakan Kepala Dusun Bacari, Desa Pallambarae, Kecamatan Gantarang tersebut mendatang rumah korban dalam keadaan mabuk karena pengaruh minuman keras (ballo) untuk mengambil pompa hama milik keluarganya yang dititip di rumah korban.

Namun, korban melarang pelaku mengambil pompa tersebut. Akibatnya, terjadi adu mulut yang membuat korban memukul pelaku. Tak terima dipukul oleh korban, pelaku pun membalasnya kemudian mencungkil biji mata korban. Tidak hanya itu, pelaku pun mengambil parang kemudian memotong kelamin korban.

Gegara Pompa Air, Kakek di Bulukumba Tewas dengan Mata Tercungkil

KabarMakassar.com — Paba (60), seorang kakek warga Dusun Pao Jawae, Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tewas usai dianiaya rekannya, Muin bin Taside (60), Senin (24/2) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa pembunuhan itu dipicu lantaran korban yang sehari-harinya bekerja sebagai petani, menolak mengembalikan pompa air milik pelaku yang merupakan Kepala Dusun Bacari, Desa Palambare, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba.

Sebelumnya, korban dan pelaku terlibat adu mulut hingga terjadi perkelahian yang berujung tewasnya korban.

Korban diduga meninggal dunia akibat
dicungkil matanya dan alat vitalnya dipotong oleh pelaku menggunakan parang.

Kapolres Bulukumba, AKBP Gani Hatta yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Bulukumba untuk mempertanggung jawabakan perbuatanya.

“Pelaku langsung diamankan personel dari Polsek Gantarang sore tadi. Namun saat ini sudah berada di Mapolres Bulukumba dengan barang bukti satu buah parang,” kata Gani.

“Sementara, jenazah korban dibawa ke RSU Andi Sultan Dg Radja untuk dilakukan visum guna penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Sidak ke Tempat Pelayanan SIM, Ini Temuan Wakapolres Bulukumba

KabarMakassar.com — Pemberantasan praktik percaloan serta pungutan liar (pungli) pada proses pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) menjadi salah satu antensi pimpinan di Polres Bulukumba.

Untuk memastikan pelaksanaan pelayanan pembuatan SIM berjalan baik tanpa adanya pelibatan calo serta pungutan liar, Rabu (192) siang, Wakapolres Bulukumba Kompol Syarifudin didampingi Kasi Propam Iptu Ambo Enre melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke tempat pelayanan SIM Satlantas Polres Bulukumba.

“Saya ingin melihat langsung bagaimana pelayanan SIM, pengambilan SIM oleh masyarakat, juga melihat bagaimana kinerja anggota yang melayani masyarakat untuk mendapatkan SIM,” kata Syarifudin.

Selain itu, kata dia, sidak ini juga dilakukan untuk menekankan kepada jajaran Satlantas Polres Bulukumba agar terus meningkatkan pelayanannya kepada seluruh masyarakat di Bumi Panrita Lopi yang ingin membuat SIM.

“Lakukan pelayanan prima terhadap masyarakat yang membuat SIM. Harus dilakukan dengan cepat, persyaratan dan prosedur jangan sampai berbelit-belit, sesuai ketentuan, jangan menyimpang, dan harus mudah dipahami oleh masyarakat kita,” tegasnya kepada personel pelayanan SIM Satlantas Polres Bulukumba.

Syarifudin juga mengatakan, pihaknya selalu terbuka untuk menerima masukan dari masyarakat demi peningkatan pelayanan yang benar-benar maksimal.

“Setelah kita amati, semuanya berjalan dengan lancar. Tapi tetap kedepan saya minta agar lebih efektif dan optimal dalam memberikan pelayanan sehingga masyarakat pemohon SIM terlayani dengan cepat,” tutupnya.