GM PLN UIW Sulserabar Pastikan Pelaku Bullying di Pangkep Bukan Pegawai PLN

KabarMakassar.com — Aksi perundungan atau bullying terhadap RZ (12), seorang anak penjual Jalangkote yang dilakukan sekelompok anak muda di Kelurahan Bonto-Bonto, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, menjadi viral di media sosial. Netizen dari berbagai daerah di Indonesia pun mengutuk perbuatan pelaku.

Meksi pelaku yang diketahui bernama F (26) tersebut sudah diamankan oleh aparat kepolisian setempat, namun ribuan masyarakat yang kesal dengan aksi bullying tersebut mendesak PLN untuk memecat pelaku dari pekerjaannya.

Desakan kepada PLN ini muncul karena dari informasi yang tertulis akun media sosialnya, pelaku bekerja sebagai teknisi di PLN. Pun saat ditangkap, pelaku menggunakan baju yang bertuliskan salah satu unit di PLN Kabupaten Maros.

Terkait hal ini, PLN UIW Sulselrabar memastikan bahwa pelaku perundungan atau bullying tersebut bukanlah pegawai PLN.

“Sudah kami cek dan telusuri, kami pastikan palaku perundungan tersebut bukanlah pegawai PLN,” kata General Manager PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar, Ismail Deu melaluim pernyataan tertulisnya, Senin (18/5).

Dari penelusuran di unit terkait, kata dia, pelaku merupakan tenaga kontrak atau outsourcing dari perusahaan mitra dari PLN, yang ditugaskan sebagai operator telekomunikasi layanan gangguan PLN ULP Maros.

Ismail menambahkan, kejadian kemarin tidak ada sangkut pautnya dengan tugasnya sebagai tenaga kontrak atau outsourcing PLN, dan murni urusan pribadi pelaku.

PLN Minta Vendor Beri Tindakan Tegas ke Pelaku Pembullyan

Meski begitu, Ismail mengatakan, PLN sangat menyayangkan dan perihatin atas kejadian ini, dan memastikan bahwa PLN akan memberikan tindakan tegas kepada vendor yang mempekerjakan yang bersangkutan.

Ia berharap, dengan adanya kejadian ini seluruh pegawai PLN dan mitra kerja PLN untuk selalu menjaga sikap dan perilaku, baik di area kantor maupun di luar lingkungan masyarakat serta tetap bekerja secara maksimal untuk menjaga pasokan listrik di tengah pandemi.

Sekadar diketahui, awalnya pelaku diamankan di Mapolsek Ma’rang. Namun karena banyak warga dan juga keluarga korban yang berkumpul di Polsek, pelaku kemudian dibawa ke Polres Pangkep untuk diproses lebih lanjut.

Pelanggan Nonsubsidi Keluhkan Lonjakan Tagihan Listrik, PLN: Tak Ada Kenaikan TDL

KabarMakassar.com — Sejumlah pelanggan PLN khususnya nonsubsidi mengeluhkan tagihan penggunaan listrik untuk bulan April yang melonjak. Padahal, pemakaian listrik dianggap normal-normal saja seperti bulan-bulan sebelumnya.

Akibatnya, muncul isu yang menyebut jika tarif listrik untuk pelanggan nonsubsidi dinaikkan guna menutupi biaya penggunaan listrik pelanggan 450 Va yang digratiskan dan pelanggan 900 VA yang diberi diskon selama tiga bulan.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Humas PLN Unit Induk Wilayah Sulselrabar Eko Wahyu Prasongko dengan tegas membantah kabar tersebut.

“Tarif dasar listrik (TDL) sejak tahun 2017 sampai sekarang belum pernah naik,” tegas Eko, Senin (4/5).

Untuk pelanggan yang merasa tagihannya tidak sesuai (terlalu besar) dengan pemakaian listriknya, kata dia, bisa melakukan karifikasi melalui call center 123 (0411 123 untuk Makassar) atau datang langsung ke kantor pelayanan PLN terdekat dengan membawa foto kWh meternya.

“Kalau misalkan ada pelanggan yang merasa tagihannya terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan pemakaian, boleh difoto stand meter atau kWh meternya. Kan ada angka pemakaiannya disitu, nanti bisa telpon ke call center PLN 123 atau ke kantor pelayanan PLN terdekat. Nanti akan dicocokkan, benar tidak stand meternya dengan yang ditagihkan PLN,” ujarnya.

“Kalau ternyata ada kesalahan dari PLN atau bayarnya kebanyakan, nanti bisa dikompensasikan ke tagihan bulan berikutnya. Tidak ada masalah, dan bisa diklarifikasi. Intinya tidak ada kenaikan TDL,” sambungnya.

Sekadar diketahui, dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), untuk sementara pihak PLN membatasi frekuensi pencatatan angka pada kWh meter yang dilakukan oleh petugas ke lokasi pelanggan pascabayar. Namun, pelanggan dapat memanfaatkan layanan Baca Meter Mandiri yang disediakan oleh PLN agar perhitungan tagihan pemakaian listrik pelanggan setiap bulan tercatat secara akurat.

“Bulan ini, pencatatan angka pada kWh meter yang dilakukan oleh petugas PLN ke tiap rumah pelanggan pascabayar akan dibatasi selama masa pandemi Corona,” kata General Manager PLN UIW Sulselrabar, Ismail Deu melalui pernyataan tertulisnya, Jumat (24/4) lalu.

Pelanggan, kata dia, juga bisa melakukan pencatatan meter mandiri untuk seluruh pelanggan pascabayar dengan cara:

  1. Siapkan nomor ID Pelanggan dan foto stan Kwh meter.
  2. Buka Aplikasi WhatsApp dan kirim pesan melalui nomor 08122 123 123.
  3. Ketik 2 untuk lapor pemakaian pascabayar
  4. Selanjutnya ikuti langkah-langkah yang ada dalam WhatsApp.

Pelaporan angka stand meter tersebut, lanjut Ismail, dapat dilakukan oleh pelanggan sesuai tanggal pencatatan meter masing-masing pelanggan yang akan diinformasikan pada awal proses pelaporan mandiri melalui WhatsApp. Nantinya, laporan dari pelanggan tersebut akan menjadi dasar perhitungan tagihan listrik pelanggan setiap bulannya.

Ismail juga mengimbau, bagi pelanggan yang tidak melaporkan angka kWh meter, dasar perhitungan tagihan listrik akan menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama 3 bulan terakhir.

“Jadi bagi pelanggan pascabayar yang tidak bisa melaporkan, tidak perlu khawatir.” ujarnya.

Ismail menambahkan, apabila ada pengaduan atau keluhan pelanggan terkait ketidaksesuaian pencatatan stand akhir kWh meter dan perhitungan rekening, akan diperhitungkan pada rekening bulan depan, sehingga pelanggan tetap tidak akan dirugikan.

“Pengaduan bisa langsung disampaikan ke contact center PLN 123,” terangnya.

Bayar Listrik secara Online

PLN juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembayaran tagihan listrik secara online untuk meminimalisir kontak fisik antara pelanggan dengan petugas.

“Jadi sebagai upaya preventif mencegah penularan Covid-19, kami juga mengajak pelanggan untuk memaksimalkan pembayaran listrik secara online,” tuturnya.

Menurut Ismail, pembayaran listrik dapat dilakukan dimana saja tanpa harus mendatangi kantor PLN. Diantaranya melalui ATM, Internet Banking, SMS Banking, Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) seperti Link Aja, Gopay dan sebagainya, ataupun melalui aplikasi E-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka dan sebagainya.

Tidak hanya pembayaran, pelanggan PLN juga dapat memaksimalkan pelayanan PLN secara online melalui Contact Center PLN 123 ataupun Aplikasi PLN Mobile, baik untuk layanan informasi tagihan, sambung baru, perubahan daya, penyambungan sementara maupun pengaduan pelanggan.

PLN Umumkan Cara Dapatkan Keringanan Tagihan Listrik

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan pembebasan tarif listrik bagi konsumen rumah tangga 450 Volt Ampere (VA) dan pemberian keringanan tagihan 50% kepada konsumen rumah tangga bersubidi 900 VA.

Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka mengatakan PLN telah menyiapkan mekanisme atau cara mendapatkan program tersebut.

“Untuk pelanggan 450 VA pascabayar akan langsung dibebaskan tagihannya pada bulan April, Mei dan Juni,” kata I Made Suprateka.

Sementara, kata dia, untuk pelanggan pra bayar dapat memperolehnya dengan mengirimkan nomor ID Pelanggan ke WA dengan nomor 08122-123-123 atau melalui website PLN www.pln.co.id.

“Nantinya dengan ID itu pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam 3 bulan terakhir,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk diskon tarif untuk pelanggan subsidi 900 VA bagi pelanggan pascabayar, rekening yang harus dibayarkan pada tiap bulannya akan dikurangi 50%.

“Bagi pelanggan prabayar, token listrik gratis sebesar 50% akan diberikan kepada pelanggan, dihitung dari pemakaian bulanan tertinggi juga dalam 3 bulan terakhir,” jelasnya.

Ia mengaku saat ini ada sekitar 24 juta data pelanggan rumah tangga 450 VA, ditambah 7 juta pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi yang harus dimasukkan ke dalam sistem.

Menurutnya, proses ini akan tuntas dalam sepekan ke depan sehingga seluruh pelanggan yang digratiskan dan mendapatkan diskon sudah dapat terlayani seluruhnya.

“Proses pembagian token bebas tagihan dan diskon tarif listrik ini memang bertahap, yang dimulai 1 April, paling lambat tanggal 11 April seluruh pelanggan yang berhak sudah bisa menikmati program tersebut,” ungkapnya.

Ia menilai kebijakan pemberian keringanan tagihan listrik ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam membantu perekonomian masyarakat miskin dan tidak mampu. “Ini bukti PLN bersama pemerintah siap hadir disetiap kondisi,” pungkasnya.

Berikut mekanisme pengambilan token gratis untuk pelanggan rumah tangga daya 450 VA dan diskon 50% untuk pelanggan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi.

Mekanisme website dengan cara:

  1. Buka Alamat www.pln.co.id kemudian masuk ke menu pelanggan dan langsung menuju ke pilihan stimulus covid-19
  2. Masukkan ID Pelanggan/ Nomor Meter. Kemudian Token Gratis akan ditampilkan di Layar.
  3. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

Atau anda juga bisa mengakses melalui WA ke nomor 08122-123-123.

  1. Buka Aplikasi WhatsApp
  2. Chat WhatsApp ke 08122-123-123, ikuti petunjuk, salah salah satunya masukkan ID Pelanggan.
  3. Token gratis akan muncul
  4. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

Enam Desa di Luwu Utara Telah Dialiri Listrik PLN

KabarMakassar.com — Melistriki hingga ke pelosok memang menjadi amanah dan tugas mulia yang diemban oleh PLN. Apalagi dengan target Rasio Elektrifikasi 100 persen akan terus digenjot PLN hingga tahun 2020 utamanya dalam hal Lisa (Listrik Desa).

Tepat di penghujung tahun 2019, masyarakat enam desa di Luwu Utara kini patut berbahagia. Pasalnya masyarakat desa tersebut telah menikmati listrik yang ditandai dengan peresmian penyalaan listrik desa (Lisa) langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof. HM Nurdin Abdullah, di halaman Kantor Koramil, Desa Komba Kecamatan Rongkong.

Enam desa yang dilistriki di Luwu Utara adalah Desa Komba, Desa Minanga, Desa Rinding Allo, Desa Marampa, Desa Limbong, dan Desa Pangkendekan. Dalam proses pembangunannya PLN menghadapi tantangan akses jalan yang berlumpur serta sering terjadi longsor.

Hadir juga dalam peresmian penyalaan listrik desa yakni Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UIW Sulselrabar Sudirman, dan Manager PLN UP3 Palopo Raditya Hari Nugraha.

Nurdin Abdullah, menyampaikan rasa syukur dan terimakasihnya kepada PLN dengan terlistrikinya enam desa tersebut. “Dulunya masyarakat hanya menggunakan genset, sekarang dengan adanya listrik dari PLN tentu harapannya dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” kata Gubernur Sulsel.

Dalam kesempatannya, Sudirman menyampaikan walaupun banyak tantangan yang dihadapi PLN tentu tidak menyurutkan semangat petugas PLN untuk melistriki hingga ke pelosok. Tidak jarang petugas PLN juga menghadapi longsor saat mengangkut material.

“Kami juga mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemprov Sulsel karena infrastruktur jalan sudah bagus sehingga kami dapat memobilisasi material ke lokasi desa. Semoga dengan adanya listrik dari PLN, masyarakat dapat memanfaatkannya dengan baik serta anak-anak dapat belajar lebih lama,” tutur Sudirman.

Sudirman optimis seluruh desa di wilayah kerja PLN UIW Sulselrabar akan terlistriki di tahun 2020.

Dengan 507 pelanggan tersambung, PLN telah membangun infrastruktur Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 33 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR)
13 kms, serta total daya 400 kVA.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PLN juga memberikan bantuan penyambungan pasang baru listrik bagi 120 KK yang ada di Kecamatan Rongkong. Sementara itu Yayasan Baitul Maal PLN juga menyerahkan bantuan senilai Rp5 juta rupiah untuk Mustahiq Tidak ketinggalan pula melalui program One Man One Hope dari donasi pegawai, PLN memberikan bantuan penyambungan listrik gratis bagi 5 rumah masyarakat yang membutuhkan.

PLN terus berupaya untuk terus meningkatkan rasio elektrifikasi dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat di seluruh pelosok negeri.