Pj Walikota Input Data Kependudukan Secara Online

KabarMakassar.com — Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengisi data kependudukannya secara online pada Sensus Penduduk Tahun 2020. Ia didampingi Kepala Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Makassar Aryati Puspasari Abady, dan Kepala BPS Kota Makassar Ari Prihandini di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (25/2).

Pengisian data kependudukan secara online dilakukan melalui situs https://sensus.bps.go.id dengan mengisi nomor NIK dan nomor KK, setelah itu akan muncul tampilan untuk membuat password guna menjaga kerahasiaan data penduduk.

Beberapa berkas yang harus disiapkan sebelum melakukan pengisian Sensus Penduduk Online 2020 diantaranya KTP, KK, buku nikah, (jika sudah menikah), surat cerai (jika bercerai), dan akta kelahiran.

Proses pengisian data yang dilakukan oleh Iqbal Suhaeb berjalan lancar. Ia pun mengajak seluruh warga Makassar untuk berpartisipasi dan menyukseskan Sensus Penduduk Online 2020 yang dimulai sejak 15 Februari 2020 dan akan berakhir pada 31 Maret 2020.

“Kepada seluruh warga Kota Makassar, mari kita sukseskan sensus penduduk secara online,” ajak Iqbal Suhaeb.

Menurutnya, pengisian data kependudukan secara online cukup mudah dengan menggunakan smart phone, pc ataupun laptop.

Dengan mengisi sensus tersebut, kata dia, data kependudukan dapat segera diperbarui. Data ini nantinya bermanfaat dalam merancang pembangunan kota Makassar.

“Data kependudukan yang bapak, dan ibu berikan akan menjadi pijakan bagi pemerintah dalam merancang pembangunan kota Makassar,” lanjutnya.

Sementara,
Kepala BPS Kota Makassar Ari Prihandini menuturkan, Sensus Penduduk 2020 ini berlangsung selama satu kali dalam 10 tahun yang berlangsung nasional.

“Tahun ini, untuk pertama kalinya kami memanfaatkan data dari Dukcapil. Selain dilakukan secara online. Sensus Penduduk Tahun 2020 juga dilakukan dengan mengunjungi rumah warga yang belum terdata secara online. Itu (mengunjungi rumah warga) kami lakukan di bulan Juli,” terang Ari.

Sekadar diketahui, sensus penduduk tahun ini menggunakan metode kombinasi yang memanfaatkan data administrasi penduduk dari Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri sebagai basis data untuk menghasilkan satu data kependudukan Indonesia yang menjadi pijakan dalam membuat kebijakan di berbagai bidang seperti pangan, pendidikan, kesehatan, dan perumahan.

Tinjau Langsung Pulau Kodingareng, Iqbal Menyelam Hingga Bersihkan Sampah

KabarMakassar.com — Perhelatan event Garuda di Lautku yang rencananya akan diadakan pada bulan Maret mendatang di Pulau Kodingareng Keke ditinjau langsung oleh Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, Sabtu (11/1/2020).

Dengan mengunakan perahu karet bermesin tunggal milik Lantamal IV Makassar, Iqbal Suhaeb berangkat ke Kodingareng Keke disertai beberapa pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Diantaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar Muhammad Ansar, Kadis Perikanan dan Pertanian Rahman Bando, Kadis Perhubungan Mario Said, Kadis DM & PTSP Andi Bukti Jufri, Kalatsar BPBD Makassar Rusli, Camat Ujung Pandang Zulkifli Nanda, serta Camat Kepulauan Sangkarrang Firnandar.

Iqbal Suhaeb bersama rombongan tiba di lokasi sekitar Pukul 08.00 Wita, dan langsung mendapatkan pengarahan singkat cara menyelam dari instruktur Angkatan Laut dari Lantamal VI Makassar.

Penyelaman dilakukan oleh Pejabat Pemerintah Kota adalah sebagai ajang promosi, dan dukungan dalam memperkenalkan ke masyarakat event penanaman terumbu karang kebangsaan 2020.

“Jadi selain mengunjungi Pulau Kodingareng Keke untuk melihat lokasi dengan melakukan penyelaman, ini juga sebagai bentuk dukungan pemerintah kota untuk menyukseskan penanaman terumbu karang kebangsaan 2020,” ucap Iqbal usai melakukan penyelaman.

Letkol Marinir Aan Andy Warta, mengatakan dirinya mengapresiasi Pemerintah Kota yang telah siap mendukung dan menyukseskan event yang akan dihelat pada bulan Maret mendatang.

“Terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kota, mudah – mudahan event ini dapat terlaksana dengan lancar,” terangnya.

Aksi bersih pulau juga dilakukan Iqbal dengan mengajak Pramuka Saka Bahari serta Komunits Motor Besar Indonesia untuk memungut sampah yang berserakan di sekitar Pulau Kodingareng Keke.

Tinjau Pintu Air, Iqbal: Kurangnya Edukasi Terhadap Masyarakat

Kabarmakassar.com — Pj Walikota Makassar meninjau pintu air di beberapa tempat salah satunya pintu air Tama La’ba yang berada di Kecamatan Ujung Tanah.

Iqbal yang didampingi oleh Andi Unru Camat Ujung Tanah dan stacholder lainnya turut prihatin terkait pintu air tersebut yang didominasi oleh sampah plastik dan sampah rumah tangga.

Hal ini pun sangat disayangkan oleh Iqbal. Menurutnya hal ini terjadj karena masih kurangnya edukasi terhadap masyarakat terkait dampak membuang sampah sembarangan.

“Nah ini kita berusaha bagaimana caranya untuk mengurangi sampah plastik, sampah rumah tangga dan tentu ini yang harus kita informasikan kepada masyarakat, kita berikan edukasi agar tidak membuang sampah sembarangan dan sebenarnya ini membersihkannya tidak lama yang lama itu setelah ketika sudah dibersihkan, besok menumpuk lagi sampahnya dan yang paling lama itu adalah mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah.” ucapnya saat diwawancarai (6/1).

Diketahui sampah- sampah tersebut memiliki ketinggian hingga 4 meter dan tebal 50 cm.

Sementara itu untuk sampah yang telah di angkut dan dibersihkan secara gotong royong bersama petugas satgas anti G PSDA-DPU Makassar akan dihancurkan.

Sekedar diketahui Kecamatan Ujung Tanah adalah Kecamatan yang berada pada ujung utara yang bersentuhan langsung dengan laut yang tentu memiliki resiko terdampaknya sampah sampah yang tidak hanya datang dari warga sekitar melainkan juga berasal dari ranting pohon yang tumbuh disekitar pintu air dan dari air laut pasang.

Andi Unru Camat Ujung Tanah juga membenarkan bahwa kurangnya edukasi yang menjadi salah satu faktor menumpuknya sampah di pintu air Tama La’ba.

“Ya Betul juga apa yang disampaikan oleh Pak Wali tadi bahwa faktor edukasi juga ini yang sangat penting supaya masyarakat tidak membuang sampah di sembarang tempat.” tuturnya

Menurutnya ia beserta staf dan satgas lainnya siap mengantisipasi bencana yang akan terjadi sesuai dengan instruksi pemerintah kota dan provinsi.

“Kami siap mengantisipasi sesuai instruksi pimpinan bapak wali kota, gubernur, kita harus siap menghadapi bencana apalagi sekarang kan musim penghujan, semua stakeholder, seluruh staf, seluruh satgas, kita harus siap hadapi bencana. Mudah-mudahan tidak terjadi.”lanjutnya.

Ia menambahkan edukasi yang diberikan kepada masyarakat tak hanya ditempat formal melainkan ditempat beribadah pun dilakukan.

“Kita selalu memberikan pemahaman kepada warga baik di tingkat kelurahan, RT/RW, maupun di tempat ibadah, setiap kesempatan kita ingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah-sampah plastik. Tapi yang namanya manusia biasa, belum lagi faktor alam, ada ranting-ranting yang jatuh, ada kiriman dari atas, bahkan kemarin di dapat ada spring bed, kasur, ada bantal dan ami tidak tahu dari mana yang jelas ada di sini namun kembali tepat inimenjadi tanggung jawab kami seluruh lurah, seluruh staf, seluruh satgas.” tutupnya.

Tak hanya itu diketahui adapun upaya berkala yang dilakukan yakni dengan membersihkan sampah sampah yang ada di pintu air tersebut selama 3 kali seminggu.

Pantau Kolam Regulasi Nipa-nipa, Iqbal: Masih Dalam Kondisi Aman

KabarMakassar.com — Pj Walikota Makassar Iqbal Suhaeb meninjau langsung beberapa titik rawan banjir, salah satunya kolam regulasi Nipa nipa Antang didampingi Camat Manggala, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Besar Ponpenan.

Dari hasil pantuan diketahui kolam regulasi masih berada pada kondisi aman karena berada pada titik 3,78 meter perkubik.

“Daya tampung air dan curah hujan masih bisa termanage dengan baik, masih sangat memungkinkan untuk menampung curah hujan, mudah mudahan curah hujannya tidak terlalu tinggi.” ucap Iqbal saat di wawancarai usai meninjau kolam regulasi Nipa nipa, Jumat (3/1/2020).

Hal ini pun dibenarkan oleh Noer Resky Pratama Drafter Kontraktor Adikarya Nipa nipa bahwa hingga saat ini kondisi kolam regulasi masih aman dengan intensitas curah yang tidak terlalu tinggi.

“Kondisinya aman sampai saat ini, kalau disudah melewati posisi 5 meter perkubik baru kita buang airnya ke arah sungai tallo untuk meminimalisir air yang ada dikolam ini”. Tutur Resky saat mendampingi Pj Walikota Makassar meninjau lokasi tersebut.

Diketahui sebelum memasuki musim hujan kolam regulasi Nipa nipa berada pada 2,7 meter perkubik dan perlu diwaspadai jika sudah menghampiri 5 meter perkubik karena maksimal muka air banjir mencapai hingga 5 meter.

Sementara itu untuk kubikasi kolam regulasi Nipa nipa bisa menampung hingga dua koma tujuh juta perkubik.

Menurutnya dengan potensi hujan yang cukup tinggi untuk beberapa hari kedepan, diprediksi akan mencapai hingga 5 meter dan masuk kategori waspada namun hingga saat ini karena kondisi curah hujan masih intensitas rendah jadi masih dikategorikan aman.

Sebelumnya kolam regulasi Nipa nipa juga telah melakukan normalisasi yakni membuat pelebaran sungai yang kemudian di buatkan tanggul sisi kiri kanan dan prosesnya masih berlangsung hingga desember 2020.

“Kemarin normalisasi itu sampai kejembatan tapi belum terlihat sampai sini karena kita terhambat dengan perluasan lahan, dan dampaknya itu kemarin waktu sebelum kita normalisasi airnya merembes ke blok 10 dan tanaman warga namun harapannya semoga airnya tidak merembes lagi dengan adanya normalisasi ini,” harapnya.

Ia menambahkan terus mengantisipasi kondisi batas air kolam, jika melebihi batas daya tampung maka akan dilakukan pembuangan air terus menerus.

Tak lupa Iqbal juga menambahkan akan memantau terus ketinggian air jika intensitas curah hujan tinggi agar dilakukan pembuangan air.