Penyebab Longsor di Jalan Penghubung Desa Bakaru-Basseang

Kabarmakassar.com — Longsor yang terjadi didaerah Kecematan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Rabu (22/7) baru ini. Disebabkan oleh penebangan liar hutan oleh sebagian orang maupun akibat labilnya tanah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Camat Lembang, Muh Yusuf saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya. Ia mengatakan bencana alam tanah longsor, selain faktor alam itu sendiri juga disebabkan oleh tangan manusia.

“Faktornya tanah yang labil, juga karena penebangan liar dan pembabatan hutan untuk lahan tanaman jagung,” kata Camat Lembang Yusuf, Senin (27/7).

Yusuf menambahkan, Masyarakat menanam jagung dibatas kemiringan jalan. Sesuai aturan harusnya 15 meter dari bahu jalan.

Ini butuh kesadaran warga agar tidak melakukan pembabatan lahan untuk tanaman jangka pendek.

Kita sudah lakukan monitoring maupun sosialisasi kemasyarakat. Serta berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun pihak terkait, agar sama sam mencarikan solusi.

“Tiap bulan kita adakan patroli gabungan denga PLTA Bakaru,” ujarnya.

Polres Pinrang Jaring 116 Pengendara dalam Operasi Patuh 2020

KabarMakassar.com — Empat hari pelaksanakan Operasi Patuh 2020, Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) Polres Pinrang menjaring 116 pengendara.

“Iya benar, sebanyak 116 pengendara kami jaring,” kata Kasat Lantas Polres Pinrang, AKP Dharmawaty, Senin (27/7).

Dharmawaty menambahkan kebanyakan pelanggar yakni kendaraan roda dua sebanyak 97 kendaraan dan kebanyakan pengendara tersebut merupakan anak dibawah umur.

“Jenis pelanggarannya beragam seperti melawan arus, tidak menggunakan helem dan lain-lain,” ujarnya.

Sementara itu, kata Dharmawaty menambahkan untuk pelanggaran roda empat kebanyakan tidak menggunakan safety belt atau sabuk pengaman. “Termasuk yang menggunakan hanpone saat berkendara kami pasti tilang,” terangnya.

Ia mengungkapkan, ada 10 titik yang akan dijadikan pusat operasi patuh. “Diantaranya Jalan A Yani poros Pinrang-Polman, Poros Pinrang-Pare, Jalan Langga, Jalan Abdullah, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Andi Makkasau, Poros Pinrang-Enrekang, Jalan IR. Juanda, dan Jalan Benteng,” tutupnya.

Jalan Penghubung Desa Bakaru-Desa Basseang Pinrang Longsor

Kabarmakassar.com — Curah hujan tinggi yang terjadi di Kabupaten Pinrang sejak Rabu (22/7) lalu mengakibatkan longsor di Jalan Poros Desa Bakaru dan Desa Basseang, Kecematan Lembang.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Desa Bakaru, Alimuddin Moteng. Ia mengaku jika setidaknya ada 15 titik longsor parah yang terjadi di wilayahnya.

“Alat berat sementara bekerja untuk membersihkan material longsor. Tujuh titik lainya sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua,” kata Alimuddin, Minggu (26/7).

Kata dia, saat ini untuk kendaraan roda empat belum bisa melawati jalan tersebut. Alasannya, medan dan material longsor yang cukup banyak.

“Longsor kali ini cukup parah karena motor harus diangkat manual baru bisa lewat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Lembang, AKP Gatot Yani mengatakan bahwa bukan hanya jalan poros Bakaru-Basseang yang diterjang longsor tapi juga jalan penghubung poros Basseang ke Kabupaten Enrekang.

“Banyak material longsor, puing-puing kayu maupun batu besar membuat akses jalan terputus,” kata Gatot.

“Untuk besaran longsor bervariasi, ada titik kecil hingga yang terbesar, apalagi banyak bebatuan dan kayu yang tumbang,” tambahnya.

Ia mengaku pihaknya beserta Muspika Kecematan Lembang sudah meninjau lokasi longsor untuk memastikan keselamatan warga yang melintas maupun penduduk setempat.

“Pak Bupati juga sudah turun langsung untuk meninjau lokasi longsor. Pak Bupati juga sudah perintahkan dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan,” pungkasnya.

Doko-doko Makkappisi, Kue Tradisional Pinrang yang Langka

KabarMakassar.com — Setiap daerah di Sulsel pasti memiliki makanan tradisional yang khas. Hal ini juga berlaku bagi Kabupaten Pinrang dengan beppa doko doko makkappisi.

Doko Makkappisi mungkin masih begitu asing untuk warga di luar Pinrang. Tapi, untuk satu kue ini dapat kita jumpai di Warung Kopi Bang Udin (WBU), Jalan Jendral Sukawati, Kecematan Watang Sawitto.

Kue tradisional ini terbuat dari olahan pisang kepok atau dalam bahasa bugisnya otti manurung, tepung beras, gula merah serta bahan lainya yang dibungkus menggunakan daun pisang dan ditaburi parutan kelapa muda.

Doko Makkappisi pada dasarnya sudah ada sejak nenek moyang orang Pinrang, hanya saja kue ini tidak terlalu populer di pasaran karena hanya disajikan untuk tamu khusus, maupun untuk dikonsumsi mandiri di rumah.

Kue ini sangat cocok dikonsumsi saat masih hangat pada waktu pagi hari dengan tambah segelas kopi maupun teh hangat, apalagi saat berkumpul bersama anggota keluarga.

“Beppa Doko Makkappisi, selain enak rasanya juga gurih karena dimakan dengan parutan kelapa muda,” kata salah seorang pengunjung Warung Kopi Bang Udin, Syaiful, Minggu (26/7).

Ia menambahkan kue tradisional Doko Makkappisi saat ini sudah sulit ditemui di pasar tradisional. Menurutnya, kue ini maupun kue tradisional lainnya harus terus dilestarikan hingga ke generasi akan datang.

“Kue ini harus terus dilestarikan agar tidak punah, karena saya cari di pasar penjual kue tidak ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Owner WBU, Udin mengatakan dulu waktu kanak-kanak kue tersebut hampir setiap hari disajikan untuk dikonsumsi saat pagi hari oleh neneknya Sita (95).

“Waktu kecil ka’ itu terus ku makan kalau pagi,” kata Udin.

Menurutnya kue ini sudah ada sebelum dirinya lahir. Hanya saja, kata dia, kue ini baru dibikin kembali sejak sembilan bulan yang lalu. “Kue ini disajikan disini sekitar 9 bulan lalu,” ungkapnya.

Ia mengaku jika Doko Makkappisi salah satu kue andalan Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid jika mengunjungi Warkopnya. “Usai melakukan olahraga pagi pada Sabtu atau Minggu. Pak Bupati biasanya ke sini menikmati Doko Makkappisi,” pungkasnya.

Kasus Positif Covid-19 Zero, Pinrang jadi Zona Hijau

KabarMakassar.com — Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan akhirnya zero, atau tidak ada terkonfirmasi positif korona sesuai data yang diterima dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, per hari Minggu (26/7).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, drg Dyah Puspita Dewi yang di konfirmasi KabarMakassar.com membenarkan hal tersebut, jika kasus covid-19 sudah tidak ada di Kabupaten Pinrang.

“Iye betul pak, Alhamdulillah, kasus positif Covid-19 sudah sembuh semua di Pinrang,” kata drg Dewi, Minggu (26/7) siang.

Dewi menambahkan, meski sudah tidak ada kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pinrang, ia tetap menghimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan seperti rajin cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak.

“Ingat tetap patuhi protokol kesehatan, cuci tangan, pakai masker, serta jaga jarak,” ujarnya.

Mahasiswa dan Warga Minta Kepala PT PLN UPDK Bakaru Dicopot

KabarMakassar.com — Ratusan mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan unjuk rasa di depan halaman Kantor PLTA (Persero) Bakaru, Kecematan Lembang, Kabupaten Pinrang, Jum’at (24/7).

Massa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Bakaru (FOMBAR) bersama masyarakat Desa Bakaru dan Desa Ulusaddang menuntut agar Kepala PT PLN UPDK Bakaru dicopot dari jabatanya.

“Selama beroperasi kurang lebih 30 tahun PT PLN Unit Bakaru, belum ada kesejahteraan yang signifikan diberikan pada masyarakat Desa Bakaru baik secara ekonomi dan sosial,” kata salah peserta aksi, Adi.

Ia menambahkan besaran pendapatan yang diperoleh PLN Unit Bakaru sebesar Rp.3 Miliar per harinya. Selain itu, kata dia, tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) tidak pernah diberikan oleh pihak PLN.

“Sedangkan dana CSR merupakan kewajiban setiap perusahaan bahkan hal itu diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan,” jelasnya.

Hal yang sama yang dilontarkan oleh Anto. Ia mengatakan pihak PLN Unit Bakaru tidak membuka ruang sepenuhnya pada masyarakat lokal dengan tidak adanya keterbukaan informasi publik.

Bahkan, kata dia, pada tahun ini satu warga Desa Bakaru dan dua warga Desa Ulusaddang yang belum lama bekerja di PT PLN UPDK Bakaru mengalami pemutusan kerja secara sepihak (PHK).

“Lebih parahnya lagi pihak PLN baru memberikan pesangon setelah adanya desakan pertemuan dengan pihak PLN, yang malah tidak menutupi kerugian selama kepengurusan secara administrasi berkas,” kata Anto.

Manager PLTA Bakaru, Syamsur mengaku pihaknya mengusulkan setiap tahun CSR. Hanya saja, kata dia, yang menentuakan adalah PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar).

“Saya kurang hafal data, 2019 itu ada CSR. Yang jelas sejak saya memimpin itu kita selalu usulkan itu, karena yang menentukan PLN Unit Induk Wilayah,” kata Syamsur.

Lanjut, Syamsur mengatakan untuk tiga orang itu sebenarnya baru diusulkan ke UIW, “Sebenarnya bukan di PHK melainkan mereka baru diusulkan. Kita di Bakaru hanya sebatas mengusulkan,” pungkasnya.

Bupati Pinrang Apresiasi Imigrasi Parepare Buka Layanan Eazy Passport

KabarMakassar.com — Imigrasi Kota Parepare launching perdana layanan Kolektif Eazy Passport di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pinrang, Kamis (23/7).

“Ini kita buka perdana di Pinrang pelayanan Paspor baru maupun perpanjangan, sebagai bentuk mempermudah layanan khusus masyarakat Pinrang. Sejauh ini sudah ada 30 orang pemohon,” kata Kepala Seksi Lalulintas dan Izin Tinggal Keimigrasian (Lalintalkim) Imigrasi Parepare, Nyoman Arsila.

Nyoman menambahkan layanan paspor seperti ini hanya dilakukan kepada pemohon paspor baru dan penggantian paspor biasa, sedangkan jika ada penggantian paspor karena hilang atau rusak, maka prosesnya harus dilakukan langsung di Kantor Imigrasi Parepare.

“Untuk paspor yang hilang atau rusak harus tetap di Kantor Imigrasi Parepare, karena harus melalui proses berita acara paspor hilang atau rusak yang tersambung dengan sistem,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulsel, Dodi Karnida mengaku berkomitmen untuk melakukan pelayanan terbaik bagi masyarakat, mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat sebagaimana yang diamanatkan oleh Menteri Hukum dan HAM, Direkur Jenderal Imigrasi.

“Sesuai amanat Kemenkumham maupun Direktur Jenderal Imigrasi, agar harus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya pelayanan paspor. Tentunya tetap dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Dodi Karnida.

Sementra Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid mengaku sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh Imigrasi Parepare untuk membuka layanan Kolektif Eazy Passport di Kabupaten Pinrang.

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi langkah imigrasi Parepare yang telah membuka pelayanan pembuatan maupun perpanjangan paspor bagi masyarakat Pinrang yang mau ke luar negeri,” kata Irwan Hamid.

Ia menambahkan inovasi sebagai langkah layanan prima memperdekat dan percepatan proses pelayanan paspor oleh Imigrasi Parepare kerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan Pinrang.

“Minimal masyarakat mengurangi biaya dalam pengurusan passport karena tidak lagi harus ke Kota Parepare, cukup di Pinrang” pungkasnya.

CEK FAKTA: Uang Rp 1 Milliar Milik Anggota TNI Yonif 721 Pinrang Hanyut di Sungai

KabarMakassar.com — Beredar video yang membuat heboh warga di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan dengan adanya uang Rp 1 Milliar yang hanyut di Sungai Bendungan Kampung Ongkoe. Video yang diunggah pada 15 Juni 2020 lalu pukul 00:26 WITA ini memperlihatkan visual warga yang sedang menggotong sebuah sepeda motor dengan durasi 21 detik, dan menuliskan “uang 1 M hanyut”.

Tidak hanya itu caption dalam unggahan video Facebook FP Pinrang Sidrap 2 tersebut juga menuliskan,



#pinrang

Pencarian Uang 1 M
Kronologi kejadian seorang TNI mengalami kecelakaan Tunggal Jatuh dan terjun ke sungai dekat bendungan Lingkungan Ongkoe,Kab. Pinrang bersama dengan sepeda MotorNya dgn membawa Uang diranselnya diTaksir 1 M, korbannya tidak mengalami luka serius, sepeda motornya sudah ditemukan dan diangkat akan tetapi ransel yg berisi uang yg ditaksir 1 M itu sampai saat ini belum ditemukan. Warga Antusias dalam membantu pencarian Uang tersebut bersama dgn SAR dan TNI.
14-7-2020.

Video FB dari akun FP Pinrang Sidrap 2 sudah viral di media sosial dengan 2.323 tayangan dan 36 orang yang membagikan video tersebut.

HASIL CEK FAKTA

Berdasarkan hasil cek fakta yang dilakukan tim KabarMakassar.com di Kabupaten Pinrang, dengan hebohnya pencarian uang Rp 1 Milliar di Sungai milik seorang Personil dari Batalyon 721 Makassau yang mengalami kecelakaan tunggal pada 14 Juli 2020 lalu di jalan Poros Benteng, tepatnya di Bendungan Kampung Ongkoe, Kelurahan Macinnae, Kecamatan Paleteang. Komandan Batalyon (Danyon) 721 Makassau, Letkol Inf Andi Wicaksono Wibowo pun angkat bicara.



Letkol Inf Andi Wicaksono Wibowo membenarkan jika anggota Yonif 721 mengalami kecelakan tunggal tersebut memang benar. Ia juga menjelaskan jika anggotanya tersebut membawa sebuah tas ransel berisikan sebuah buku cacatan keuangan khusus internal, serta buku tabungan yang sifatnya penting.

Sementara terkait dengan uang yang dimiliki anggota TNI tersebut hanyut di Sungai tersebut tidak benar.

“Informasi yang berdar bahwa ada uang tunai Rp 1 milliar hingga 1,8 milliar itu keliru dan HOAX. Yang benar itu adalah hanyalah buku catatan keuangan khusus internal, bukan uang tunai,” ungkap Letkol Inf Andi Wicaksono Wibowo saat ditemui Tim Cek Fakta di Mako Yonif 721.

Dalam penelusuran cek fakta, tim melakukan wawancara langsung dengan Danyon 721 Makassau. Dijelaskan bahwa saat kejadian Tim SAR Pinrang ikut mencari kendaraan yang tenggelam, serta buku catatan tersebut.

Selain itu Letkol Inf Andi Wicaksono menghimbau agar masyarakat tidak mudah menerima informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Alhamdulillah, anggota selamat dan kendaraannya sudah ditemukan saat itu juga. Informasi yang beredar di Medsos dan masyarakat terkait uang tunai itu HOAX,” tegasnya.

KESIMPULAN

Uang Rp 1 Milliar yang dinarasikan dalam sebuah video milik akun FP Pinrang Sidrap 2 tidak benar dan informasi yang salah. Dimana dijelaskan Danyon 721 Makkasau jika anggotanya memang terjatuh kesungai dengan kendaraannya. Namun tidak ada benarnya jika uang milik anggota TNI Rp 1 Milliar yang hanyut didalam ransel.

Informasi yang disebarkan melalui akun Facebook FP Pinrang Sidrap 2 tidak benar dan menyebarkan informasi yang salah.

REFERENSI

#pinrangPencarian Uang 1 M Kronologi kejadian seorang TNI mengalami kecelakaan Tunggal Jatuh dan terjun ke sungai…

Dikirim oleh FP Pinrang Sidrap 2 pada Selasa, 14 Juli 2020
  • https://www.facebook.com/104972667845525/posts/148683903474401/

14 Ruko di Pinrang Disulap jadi Gudang Terancam Ditutup

KabarMakassar.com –– Tim terpadu Pemerintah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan melakukan penertiban aktivitas pergudangan dalam Kota Pinrang. Tim terpadu menyasar jalan Kartini, Imam Bonjol dan jalan A Makassau menemukan sejumlah Rumah Tokoh (Ruko) dialih fungsikan menjadi gudang.

Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) Kabupaten Pinrang, Munarfa mengatakan, tim terpadu menarget para pengusaha yang mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk Ruko namun difungsikan sebagai Gudang.

“Sesuai RT/RW tidak boleh ada Gudang di dalam Kota. Tapi kenyataannya ada, itu yang kami incar,” kata Munarfa kepada KabarMakassar.com, Selasa (14/7).

Tim terpadu mencatat ada 14 izin mendirikan bangunan (IMB) rumah tokoh (Ruko) dijadikan sebagai tempat penampungan barang alias gudang.

Menurut Munarfa tindakan yang diberikan berupa peringatan pertama, dengan meminta para pemilik bangunan untuk mengembalikan fungsinya sesui yang tertera dalam IMB.

“Kemarin kita tertipkan Kurang lebih 14 Ruko yang dialih fungsikan menjadi Gudang. Pemilik bangunan yang melanggar diberikan kesempatan mengurus kembali izin roku untuk mengembalikan fungsi sesungguhnya,” ungkap Munarfa.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah persuasif, juga menindak lanjuti hasil pertemuan sebelumnya tim terpadu dengan para pengusah baru baru ini sepakat untuk mengembalikan fungsinya. Jika peringatan pertama tidak diindahkan, akan diberikan peringatan kedua, peringatan ketiga akan dilakukan penutupan.

“Sesuai dengan SOP kita akan berikan peringatan pertama, kedua, peringatan ketiga tidak diindahkan kami akan tutup,” tegasnya.

Pasien Positif Corona di Pinrang Kabur, Masih Dalam Pencarian

KabarMakassar.com — Pasien positif Covid-19 yang kabur dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lasinrang Kabupaten Pinrang, Selasa (7/7) lalu, yang hendak di rujuk ke Rumah Sakit Daya Makassar. Masih dalam tahap pencarian oleh Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pinrang.

“Iye sementara dilakukan pencarian kepada yang bersangkutan, kita libatkan TNI-Polri dalam pencariannya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, drg Dyah Puspita Dewi, kepada KabarMakassar.com, Kamis (9/7).

Dewi menyebut jika tidak dilakukan pencarian dikhawatirkan akan menulari ke orang lain.

“Belum tau sembunyi dimana. Jangan sampai yang bersangkutan berkumpul dengan orang banyak, itu yang kita khawatirkan. Kalau dia kabur lalu menyendiri, ya ndak apa-apa kan isolasi mandiri namanya,” ujarnya.

Ia berharap pasien positif tersebut segerah ditemukan. Agar bisa dilakukan perawatan dengan baik.

“Mohin doanya semoga segera ditemukan,” tutup Dewi yang juga Ketua Pengendali Gugus Tugas Covid-19 Pinrang.

Sebelumnya dikabarkan Pasien Positif Covid-19 di Pinrang diduga melarikan diri dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lasinrang Pinrang, Selasa (7/7) kemarin.

Hal itu dibenarkan oleh Humas RSUD Lasinrang Pinrang, Sriyanti Mas’ud. Menurutnya, sebelum kabur pasien itu sempat mendapat perawatan di RSUD Lasinrang sejak 29 Juni.

“Iya ada memang yang kabur, sementara di dalami dulu CCTV,” kata Sriyanti, Rabu (8/7).

Ia mengatakan pasien dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif. Akan tetapi, kata dia, penyakit tipesnya aktif dan menunjukan ciri-ciri demam serta batuk makanya dilakukan rontgen.

“Sebenarnya sempat diperbolehkan pulang sehari setelah dirawat karena kondisinya membaik. Cuman dokter melihat ada gejala lain makanya dilakukan rontgen,” ujarnya.

Ia menambahkan setelah gejala tidak mereda maka dilakukan test swab pada 1 Juli dan hasilnya keluar 3 Juli 2020 dan dinyatakan positif Covid-19 sehingga akan dirujuk ke RS Daya Makassar.

“Hasil swabnya positif Covid-19 dan akan di rujuk ke RS Daya. Tapi pihak keluarga keberatan dan melakukan menolakan untuk dirujuk dengan alasan hasil rapidnya non reaktif,” jelasnya.

“Kemarin sore masih ada, petugas jaga sedang makan magrib, mungkin disitulah dia melarikan diri, kita masih selidiki itu,” pungkasnya.