Pasien Positif Covid-19 di Pinrang Bertambah 1 Orang

KabarMakassar.com — Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pinrang kembali bertambah 1 orang. Seorang ASN di instansi vertikal warga Kecamatan Paleteang.

“Bertambah satu lagi. Seorang ASN laki-laki 52 tahun. Sementara dirawat di RS Pelamonia Makassar,” kata Kadis Kesehatan Kabupaten Pinrang, dr Dyah Puspita Dewi, Jum’at (5/6).

“Artinya, sejauh ini sudah 8 positif. 5 diantaranya dinyatakan sembuh, 3 sementara dirawat,” sambungnya.

Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, kata dia, akan melakukan penyemprotan disinfektan di instansi t4empat pasien tersebut bekerja, dan melakukan tracing kontak serta rapid test.

“Belum tahu ketularannya dimana, sementara kami racing,” terangnya.

Dewi mengingatkat agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan dan imbauan pemerintah.

“Tetap waspada dan ikuti imbauan pemerintah,” tutupnya.

Sempat Dirumahkan, 80 TS di RSUD Lasinrang Kembali Bertugas

KabarMakassar.com — 80 Tenaga Sukarela (TS) di RSUD Lasinrang Kabupaten Pinrang yang pertengahan April lalu sempat dirumahkan karena kondisi keuangan rumah sakit mengalami penurunan pendapatan akibat dampak dari minimnya pasien selama masa pandemi Covid-19, akhirnya bisa kembali bertugas.

“Alhamdulillah, semuanya bisa kembali bertugas sejak Selasa (2/6) kemarin. Ini seiring dengan kondisi keuangan Rumah Sakit yang juga mulai membaik,” kata Direktur RSUD Lasinrang Pinrang, dr H Moh Inwan Ahsan kepada KabarMakassar, Kamis (4/6).

“Jadi selama ini tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap tenaga kesehatan sukarela di RSUD Lasinrang, melainkan hanya sempat dirumahkan, karena kondisi keuangan Rumah Sakit,” sambungnya.

Inwan mengatakan, dari 80 orang tersebut, sejauh in memang masih ada beberapa orang yang belum masuk bertugas. Namun, hal itu dikarenakan kondisi yang bersangkutan sedang hamil.

“Untuk yang hamil, kami sarankan agar tidak bertugas dulu,” ujarnya.

Kondisi ini juga dibenarkan oleh Abdul Haris, suami dari salah satu TS di RSUD Lasinrang yang sampai saat ini belum kembali bertugas.

“Memang sudah bisa kembali bertugas, tapi istri masih saya larang karena lagi hamil besar. Mungkin setelah melahirkan baru aktif kembali,” terangnya.

357 Calon Jamaah Haji di Pinrang Batal Berangkat

KabarMakassar.com — Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah Haji tahun 2020. Khusus di Kabupaten Pinrang, ada sekitar 357 orang daftar calon jamaah haji yang ikut batal diberangkatkan.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementrian Agama (Kemenag) Pinrang, Muhammad Ihwan membenarkan hal itu. Ia mengaku hal itu sesuai keputusan yang diumumkan langsung oleh Menteri Agama Fachrul Razy melalui konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6) pagi.

“Iya benar, ada 355 sesuai kuota dari Gubernur Sulsel untuk Pinrang dan tambahan 2 lansia, jadi total ada 357 orang yang dibatalkan berhaji tahun ini,” kata Muhammad Ihwan, Selasa (2/6).

Ia mengatakan berdasarkan ketentuan yang ada atas pembatalan itu maka otomatis jamaah akan dialihkan pemberangkatannya pada tahun 2021 dengan kuota yang sama.

Akan tetapi, kata dia, hal itu masih tergantung pada kondisi yang ada. Sementara untuk biaya perjalanan ibadah haji tidak otomatis dikembalikan kecuali jemaah hajinya sendiri yang memintanya.

“Boleh dikembalikan biaya pelunasannya, kalau yang bersangkutan meminta. Pastinya sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Selain itu, Ihwan mengatakan jumlah jamaah haji terbanyak dari 12 kecematan Pinrang masih didominasi oleh Kecamatan Watang Sawitto yakni sekitar 70-an orang calon jamaah haji.

“Masih didominasi Kecamatan Watang Sawitto sekitar 70-an orang. Sedangkan jumlah keseluruhan calon jamaah haji di Pinrang tahun 2019 ada 360 orang,” pungkasnya.

Sampah Berserakan di Pantai Ujung Tape, Kepala DLH Pinrang: Itu Urusannya Camat atau Lurah

KabarMakassar.com — Sejumlah titik di Pantai Ujung Tape, Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang dipenuhi sampah yang berserakan dan menumpuk.

Sampah-sampah itu diduga sengaja dibuang langsung oleh warga ke bibir pantai hingga akhirnya terbawa arus dan berserakan di periran sekitar pantai tersebut.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Masa sampah langsung dibuang begitu saja ke laut hingga berserkan dibawa oleh arus. Sudah nyata mencemarkan lingkungan,” kata Calu salah seorang pemancing yang saksi mata di TKP, Minggu (31/5).

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pinrang, Sudirman, mengatakan bahwa kondisi tersebut bukan menjadi ranah atau tanggun g jawab DLH. Sampah yang berada di wilayah kecamatan, kata dia, adalah tanggung jawab camat atau kelurahan setempat.

“Itu bukan ranahnya DLH. Itu urusanya camat atau lurah untuk mempersiapkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS), karena sudah ada anggaran yang sudah disiapkan itu,” kata Sudirman, Ahad (31/5).

Terpisah Lurah Pallameang, Fajrin Abma, mengaku yang menjadi kendala selama ini adalah belum adanya TPS untuk menampung sampah masyarakat, termasuk sampah dari pasar setempat.

“Iya pak sampah-sampah tersebut kita simpan di bibir pantai, kalau malam dibakar oleh petugas, karena memang terkendala belum ada tempat pengelolahan sampah. Kami sudah upayakan itu,” kata Fajrin.

“Kami sudah tiga kali meminta ke DLH pengadaan armada atau kontainer untuk disimpan di pasar, tapi sampai saat ini belum ada, dan itu juga menjadi kendala kami di kelurahan,” ujarnya.

Pasien Covid-19 di Pinrang Bertambah Satu Orang

KabarMakassar.com — Kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pinrang, kembali terjadi. Hal itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Pinrang, Sabtu (30/5). Penambahan kasus ini merupakan dari klaster Makassar.

“Ada satu lagi tambahan pasien positif Covid-19. Pasien ini masuk klaster Makassar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pinrang, dr Dyah Puspita Dewi.

Dewi menyebut jika pasien tersebut masuk klaster makassar karena rapid testnya di Pasar Panampu Makassar dan hasilnya reaktif.

“Iye sebelum lebaran di rapid test di Pasar Panampu hasilnya reaktif, terus diminta jangan kemana-mana. Eh, dia pulang lebaran di kampungnya di Malongi Longi, Kecamatan Lanrisang,” ungkapnya.

Ia mengaku pihaknya mendapat informasi dari Makassar pada 24 Mei lalu jika ada pasien rekatif dan pulang ke Pinrang. Karenanya, Tim Gerak Cepat (TGC) kemudian mencari pasien untuk dilakukan rapid test dan hasilnya kembali positif.

“Dua hari pasca lebaran, dilakukan rapid tes ulang dan diambil swabnya untuk dibawa ke Makassar. Hari ini keluar hasilnya positif Covid-19, secara otomatis menjadi pasien ke 7 positif di Pinrang,” jelasnya.

Selain itu, kata Dewi, pihaknya juga sudah melakukan tracking di lokasi yang bersangkutan serta dilakukan penyemprotan disinfectan.

Pasien tersebut dirujuk ke Makassar. Untuk pasien ke 6 kondisi baik tapi masih harus di swab yang kedua kalinya, semoga negatif,” pungkasnya.

Pasien Sembuh Terus Bertambah, Pinrang Menuju Zero Positif Covid-19

KabarMakassar.com — Pasien positif Covid-19 asal Kabupaten Pinrang yang dinyatakan sembuh terus bertambah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, hingga Rabu (27/5), sudah ada 5 dari total 6 pasien positif yang dinyatakan sembuh.

“Tambahan 1 lagi yang sembuh dari Covid-19, artinya sudah ada 5 dari total 6 orang yang dinyatakan positif Covid-9 di Pinrang. Saat ini, sisa 1 pasien positif,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, drg Dyah Puspita Dewi.

Dewi menjelaskan, kepastian adanya tambahan pasien yang dinyatakan sembuh ini setelah dua kali hasil uji swab yang dilakukan terhadap pasien yang bersangkutan menunjukkan hasil negatif Covid-19.

Hal ini, lanjut Dewi, tentunya memberikan kabar baik terhadap penanganan Covid-19 di Kabupaten Pinrang. Sebab, jika pasien keenam nantinya juga menunjukkan hasil negatif pada pemeriksaan swab test keduanya, maka dipastikan Kabupaten Pinrang akan menjadi salah satu Kabupaten di Sulsel yang zero atau nihil dari pasien positif Covid-19.

“Semoga tidak ada lagi penambahan pasien positif, sehingga dipastikan Pinrang menuju zero dari Covid-19,” harapnya.

Sudah 4 Pasien Positif Covid-19 di Pinrang Dinyatakan Sembuh

KabarMakassar.com — Jumlah pasien positif Covid-19 asal Kabupaten Pinrang yang dinyatakan sembuh, bertambah 1 orang. Hal ini disampaikan langsung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, drg. Dyah Puspita Dewi, Jumat (16/5).

Menurut Dewi, pasien yang sembuh ini tercatat sebagai pasien nomor urut 002, warga Kecamatan Kecamatan Paleteang.

Dengan begitu, sejauh ini dari total 5 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pinrang, 4 diantaranya sudah dinyatakan sembuh. Sementara 1 lainnya masih harus menjalani perawatan.

“Bertambah satu lagi yang sembuh setelah dua kali dilakukan tes swab Covid-19, Jadi, dari 5 orang pasien positif Covid-19 di Pinrang, yang sembuh jumlahnya sudah 4 orang,” kata Dewi.

”Kami masih harus bekerja karena masih ada 1 pasien yang belum sembuh.Semoga tidak ada penambahan lagi, dan Pinrang akan zero penyakit Covid-19,” sambungnya.

Meski angka kesembuhan pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pinrang terus bertambah, Dewi tetap meminta masyarakat untuk tidak lengah dan tetap disiplin dalam mematuhi segala imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Tetap jaga jarak, jaga kebersihan, rajin cuci tangan, jaga kesehatan dan di rumah saja jika tidak ada keperluan yang sangat penting,” imbaunya.

Tiga Janda Kurang Mampu di Pacongang Pinrang Belum Tersentuh Bantuan

KabarMakassar.com — Tiga janda kurang mampu di Lingkungan Marranu, Kelurahan Pacongang, Kecematan Paleteang, Kabupaten Pinrang, luput dari bantuan pemerintah selama pandemi Covid-19. Hal ini pun harusnya menjadi bahan evaluasi kepada pihak terkait untuk melakukan pendataan ulang.

Salah satu diantaranya, Dg Cora (70) mengatakan dirinya belum tersentuh bantuan. Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia cara mecuci pakaian atau cuci piring dari rumah ke rumah dengan upah Rp.10 ribu hingga Rp.20 ribu per hari.

“Iye pak, tidak ada pi bantuan ini. Biasa kalau malam saya menagis sendiri, berfikir besok makan apa kodong. Kalau tidak ada orang panggil cuci piring, saya digaji 10 ribu, alhamdulillah,” katanya Dg Cora, Selasa (12/5).

“Kalau hujan becek Pak, atap rumah bocor semua. Ini rumah sendiri cuman tanah orang,” tambah janda dua anak ini.

Sementara itu, Hasna (65) yang tak lain tetangga DG Cora juga mengaku hal yang sama. Kata dia, selama ini tidak pernah ada bantuan apapun dari pemerintah. “Hanya mengandalkan cuci piring dipenjual bakso yang upah Rp.20 ribu,” kata Hasna.

Begitu juga dengan Rustima (63). Ia mengaku mengalami nasip yang sama. “Saya ini sakit-sakitan tidak bisa bekerja, hanya mengandalkan bantuan dari anak,” kata Rustima.

Dikonfirmasi terpisah, Lurah Pacongang, Andika Rosi mengatakan pihaknya baru akan melakukan pendataan kepada warganya yang belum tersentuh bantuan.

“Iya Pak, kami sudah melakukan pendataan ada juga sementara berjalan pendataan, sambil menunggu bantuan datang. Karena baru bantuan sembako dari provinsi yang sudah kami salurkan,” kata Andika Rosi.

Ia berharap jika ada warga yang belum terdata untuk melapor ke kantornya agar bisa diverifikasi apakah terdaftar sebagai penerima bantua atau tidak. “Kalau ada data Pak, untuk bisa bawa ke kantor agar kami bisa verifikasi,” pungkasnya.

Polsek Mattiro Sompe Pinrang Amankan Komplotan Pencuri Ikan Bandeng

KabarMakassar.com — Polisi Sektor (Polsek) Mattiro Sompe, Pinrang mengamankan komplotan spesialis pencuri ikan bandeng di Tambak. Pelaku merupakan saudara kandung yakni Harianton (20) dan Masdar (29) warga Jampue Kecematan Lanrisang, Pinrang.

Terkait hal itu, Kapolsek Mattiro Sompe, AKP Zusandy Said mengatakan para pelaku melakukan aksinya dimalam hari pada beberapa titik di Kecamatan Lanrisan dan Mettiro Sompe.

“Sementara 2 orang kami amankan, 2 lagi masih masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Para pelaku melakukan aksinya malam hari waktu istirahat, sekitara jam 12.00 WITA hingga waktu subuh tergantung situasi,” kata Zusandy, Jum’at (8/5).

Ia menambahkan aksi pencurian yang dilakukan para pelaku menggunakan pukat dan jaring yang sengaja disewahnya untuk melancarkan aksi pencurian.

“Mereka menggunakan pukat dan jaring. Sebelum melancarkan aksinya terlebih dahulu melakukan survei lokasi, karena mereka kerja tim jadi ada yang tangkap ada juga yang jual ke pasar-pasar,” jelasnya.

Menurutnya dari keterangan pelaku, mereka menyewah pukat 20 ribu per sekali pake. “Dari hasil penjulan ikan dalam satu kali aksi bisa meraup untung 300 ribu bahkan lebih,” ujarnya.

Diketahui, pelaku serta barang bukti kini diamankan di Mapolsek Mattiro Sompe guna penyelidikan lebih lanjut.

Pemuda Pinrang Buat Aplikasi Kurir ‘Go Hero’

KabarMakassar.com — Kabar gembira untuk masyarakat Kabupaten Pinrang karena telah hadir layanan kurir berbasis aplikasi Android karya pemuda Pinrang yaitu Go Hero.

Go Hero ini diharapkan dapat menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat khususnya masyarakat di Kabupaten Pinrang selaku pengguna transportasi umum seperti pengiriman barang untuk memperlancar segala aktifitas sehari-hari.

Sebagai aplikasi penyedia jasa pengiriman, Go Hero menghadirkan jasa delivery order makanan dan minuman dan jasa pengiriman barang dengan harga yang cukup terjangkau.

“Alhamdulillah setelah melalui beberapa tahapan uji coba, kami sudah siap untuk membagikan link untuk registrasi aplikasinya,” kata Muh Adriansyah, Owner Go Hero, Kamis (7/5).

Ardiyansah mengatakan jika aplikasi Go Hero dikerja bersama beberapa rekannya sehingga dapat diselesaikan dan kini tahap promisi.

“Aplikasi Go Hero ini tergabung dalam Hero Company, dalam waktu dekat juga akan meluncurkan aplikasi Hero Berkah Sejahtera (HBS),” pungkasnya.