Deng Ical Sebut Keputusan NH Tidak Terkait Oligarki Politik

KabarMakassar.com — Nasib kurang baik dialami oleh bakal calon Walikota Makassar, Syamsu Rizal. Pasalnya, Deng Ical–sapaan akrab Syamsu Rizal tidak mendapat surat tugas dari partainya sendiri yakni Golkar untuk maju dan bertarung pada Pilwalkot Makassar mendatang.

Hal itu dipastikan ketika Partai Golkar lebih memilih Danny Pomanto untuk diberikan surat tugas pada kegiatan tasyakuran Partai Golkar yang dirangkaikan dengan Deklarasi Pemenangan Pilkada 2020 di Gedung Celebes Convention Center (CCC), beberapa waktu lalu.

Meski begitu, Deng Ical mengaku tidak kecewa dengan pilihan partai berlambang pohon beringin itu. Bahkan, mantan Wakil Walikota Makassar itu mengucapkan terima kasih kepada DPD I Golkar Sulsel.

Menurut Deng Ical, surat tugas tersebut bukanlah penentu. Karenanya, ia masih berhadap pintu untuk mendapatkan rekomendasi Partai Golkar masih tetap terbuka.

“Jalan terus ji, mudah-mudahan pintu yang lain terbuka, Insha Allah” kata Deng Ical, Rabu (11/3)

Deng Ical menilai, sikap Partai Golkar adalah hal yang biasa terjadi dalam dunia politik.

“Dinamika seperti ini wajar terjadi dan tentu Partai Golkar memiliki pertimbangan tersendiri atas keputusan tersebut,” ungkapnya.

Menurut mantan Sekretaris DPD Demokrat Sulsel itu, apa yang diputuskan oleh Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid, adalah sebuah keputusan yang wajar. Apalagi figur yang diberikan surat tugas siap menggandeng anak Nurdin Halid, yakni Andi Muhammad Zunnun.

“Kalau demi anak, saya kira siapapun tentu akan memiliki keberpihakan. Jangankan Pak Nurdin Halid, kita ini semua akan memiliki kecenderungan untuk mengambil keputusan yang sama,” katanya.

Tidak hanya itu, Deng Ical bahkan membela Nurdin Halid jika keputusannya itu tidak terkait dengan oligarki politik.

“Ini bukan soal oligarki politik, tapi soal bagaimana kita memberi ruang bagi keluarga. Saya kira ini sangat wajar dan bisa diterima akal sehat,” pungkasnya.

Pilkada Serentak 2020 di Sulsel, Makassar Masuk Zona Merah

KabarMakassar.com — Kota Makassar masuk dalam zona merah pada pelaksanaan Pilkada serentak 2020 mendatang. Hal itu disampaikan langsung Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe, di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Sidrap, Jumat (6/3).

Guntur mengatakan, pihaknya memprediksi akan ada sedikit gejolak yang terjadi pada tahapan pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota di Makassar tahun ini.

“Sebenaranya tidak terlalu merah, tapi untuk saat ini memang diprediksi yang akan sedikit bergejolak itu di Kota Makassar,” kata Guntur.

Menurut Guntur, potensi gejolak tersebut sama dengan kondisi pada pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar 2018 lalu.

“Sebenarnya 2 tahun lalu atau tahun lalu juga demikian. Makasar memang masih menjadi sesuatu yang sebenarnya bukan keributan, tapi potensi akan bisa meningkat,” ujarnya.

“Apalagi saat ini belum ada kepastian berapa calon yang akan maju. Calon banyak, tapi yang sudah mendaftar belum ada. Belum jelas berapa orang,” tambahnya..

Meski begitu, Guntur meyakini potensi-potensi gejolak tersebut akan bisa diminimalisir dan diatasi.

“Insha Allah dengan adanya kerjasama yang baik, saya pikir ya mudahan tidak ada apa-apa,” pungkasnya.

None Ingin Jadikan Waduk Borong Ikon Baru Kota Makassar

KabarMakassar.com – Bakal calon Wali Kota Makassar, Irman Yasin Limpo, dikenal sebagai figur yang visioner dan memiliki banyak ide-ide cemerlang.
Saat mengunjungi warung kopi di sekitar Waduk Borong di wilayah Toddopuli, ia melihat ada potensi wisata yang bisa digarap di kawasan tersebut.

“Waduk ini bisa multifungsi pada akhirnya. Bukan hanya tempat penampungan air, tapi bisa menjadi destinasi wisata. Bisa menjadi ikon, selain Pantai Losari dan tempat ikonik lainnya di Makassar,” kata None, sapaan akrabnya.

Melihat pola waduk yang dikelilingi jalan, None teringat pada salah satu negara di Eropa yang pernah ia kunjungi. Dimana waduk selain berfungsi sebagai water suplai, juga menjadi destinasi wisata.

“Bisa dibayangin tidak, kalau di tengah waduk ada air mancur menari, seperti yang ada di Dubai. InsHa Allah jika masyarakat memberikan saya kepercayaan memimpin Makassar, tempat ini akan menjadi salah satu ikon baru Kota Makassar,” ujarnya.

None menambahkan, dengan hadirnya ikon baru tersebut, tentu saja perekonomian masyarakat di sekitar waduk akan meningkat. Mulai dari usaha kuliner, kerajinan dan usaha lainnya akan tumbuh signifikan seiring dengan banyaknya pengunjung