PKB Sulsel Survei Tiga Nama Calon Wakil di Pilkada Barru

KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel melakukan survei sejumlah nama yang akan diusung sebagai bakal calon bupati di Pilkada Barru.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPW PKB Sulsel, Fauzi Andi Wawo. Ia menyebutkan bahwa ada tiga nama yang sementara dilakukan survei untuk didorong pada Pilkada Barru.

“Survei sedang kami turunkan untuk melihat potensi yang akan kami usung di Pilkada Barru. Mereka adalah Aksah Kasim, Andi Imran Tenri Tata dan AFK Majid,” kata Fauzi.

Ia mengatakan jika pihaknya fokus untuk menggalang dukungan agar dapat mengamankan posisi calon wakil bupati yang akan diusung pada Pilkada Barru.

“Tim survei kami sedang jalan, sebab kami memang fokus untuk menatap Pilkada Barru ini,” ungkapnya.

PAN Siap All Out Menangkan Indah Putri di Pilkada Lutra

KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Luwu Utara (Lutra) akan all out dalam memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lutra 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPD PAN Lutra, Karemuddin. Ia mengaku PAN tidak main-main untuk mengusung Indah Putri Indriani di Pilkada Lutra.

Bahkan, kata dia, PAN sangat berhasrat mampu memenangkan Pilkada. “Kami sudah siap all out dalam mendukung Ibu Indah ke depan. Kami siap berjuang dan memenangkan pertarungan,” kata Karemuddin.

Ia mengaku jika pihaknya terus melakukan konsolidasi dan koordinasi kepada sejumlah kader PAN agar tetap menjaga semangat juang hingga 9 Desember mendatang.

“Kita sudah konsolidasi dan koordinasi kepada seluruh kader kami untuk bekerja memenangkan Ibu Indah pada periode keduanya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengatakan jika pihaknya juga terus melakukan komunikasi kepada Indah Putri Indriani terkait dengan gerakan, visi misi hingga program yang akan ditawarkan kepada masyarakat pada periode kedua.

“Jadi kami juga intens komunikasi soal program. Karena kami juga menawarkan program penguatan ekonomi kerakyatan berbasis ekonomis produktif. Apalagi ini memang sementara kita gaungkan di bawah,” pungkasnya.

Bupati Wajo Minta Calon Bupati dari PAN untuk Bangun Tim Militan

KabarMakassar.com — Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, Bupati Wajo, Amran Mahmud memberikan saran dan masukan kepada sejumlah bakal calon kepala daerah dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Wajo itu mengatakan jika kader PAN mau maju pada Pilkada maka harus siap bekerja keras untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kalau perlu bermalamlah di pelosok daerah dimana Anda akan maju dan bertarung. Saya kira ini penting karena akan memiliki kesan tersendiri bagi masyarakat,” kata Amran Mahmud.

Ia mengatakan jika membangun tim yang militan yang kuat itu tidak mudah. Kata dia, perlu perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Akan tetapi, kata dia, jika tim itu sudah terbangun maka akan sangat solid.

“Membangun militansi tim itu berat. Tapi ketika itu sudah terbangun maka apapun yang terjadi maka tetap akan solid dan kuat. Sebab kita kan membangunnya dari awal,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, perlu ada tokoh yang mengawal langkah dan gerakan. Sebagai contoh, kata dia, tokoh yang dapat menyatukan seluruh kader sehingga dapat menumbuhkan sikap gotong royong dalam memenangkan moment politik.

“Kita ingat di Sultra, PAN dapat melahirkan 11 kepala daerah itu karena gotong royong. Makanya kalau kita ini gotong royong, membantu jaringan kekeluargaan hingga finansial. Maka bukan tidak mungkin PAN menang di Sulsel,” pungkasnya.

PAN Buka Peluang Berkoalisi dengan Golkar di Pilkada Bulukumba

Ketua DPD PAN Bulukumba, Andi Zulkarnain Pangki

KabarMakassar.com — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Bulukumba, Andi Zulkarnain Pangki masih optimis akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bulukuma 9 Desember mendatang.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Bulukumba ketika ditemui usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel di Hotel Grand Asia, Jalan Boulevard, Kota Makassar, Minggu (12/7).

“Saya kira Pilkada Bulukumba itu masih dinamis, saya juga masih optimis bisa maju. Makanya kita tetap membangun komunikasi dengan sejumlah partai dan bakal calon yang akan maju,” kata Andi Zulkarnain Pangki.

Bahkan, kata dia, selain mendapat restu dari PAN, dirinya juga sementara membangun komunikasi dengan beberapa partai. “Semua masih jalan, komunikasi masih terus kita buka kepada semua partai,” ungkpanya.

Ketika ditanya mengenai peluang akan berhadapan dengan saudaranya Andi Hamza Pangki di Pilkada Bulukumba, ia mengatakan jika hal itu tidak akan terjadi. Ia mengaku jika dirinya dan Andi Hamza Pangki akan melakukan rapat internal keluarga.

“Kalau soal itu kan internal keluarga bagaimana keputusannya. Yang pasti bahwa PAN dan Golkar itu bisa saja berkoalisi untuk mengusung satu nama, apalagi kan sudah cukup untuk mengusung jika dua partai ini menyatu,” jelasnya.

Catatan untuk Dani dan Mereka yang Bernama Politisi

Opini: Akbar Faizal

KabarMakassar.com — Sebenarnya saya menunggu respon para pengurus Nasdem dari tingkat Kota Makassar, DPW hingga DPP terkait beredarnya rekaman video bakal calon walikota Makassar Sdr. Dani Pomanto yang secara telanjang merendahkan Partai Nasdem. Dalam rekaman itu Sdr. Dani Pomanto menunjukkan sikap sama sekali tak membutuhkan (dukungan) Nasdem dan berharap Nasdem menarik dukungan terhadapnya.

Dari Sdr. Nurdin Halid, Ketua Golkar Sulsel dan Wakil Ketua Umum DPP Golkar, saya mendapatkan konfirmasi bahwa percakapan virtual mereka tersebut terjadi saat Dani Pomanto meminta Nurdin Halid memasangkan putranya, Andi Zunnun, menjadi wakilnya dengan harapan dukungan Golkar diberikan kepadanya. Hanya berbilang hari, kesepakatan itu Dani abaikan. Hari ini, Dani Pomanto resmi diusung Nasdem plus Gerindra berpasangan dengan Fatmawati Rusdi. Kabar terakhir, Gerindra akan mengalihkan ke Appi’ atas lobi Erwin Aksa langsung ke Prabowo Subianto. Jika benar info ini, maka Dani Pomanto praktis tak bisa ikut bertarung. Dan Nasdem ikut terbawa mati angin bersamanya padahal Nasdem pemenang utama pada Pileg lalu sehingga mendapat jatah Ketua DPRD Makassar.

Saya bukan politisi yang mudah tersinggung apalagi untuk hal seperti ini. Namun apa yang dipertunjukkan Dani Pomanto adalah sebuah teatrikal berkualitas sampah yang sama sekali tak layak untuk Sulawesi Selatan, Negeri Para pemberani, sebuah tagline yang saya rangkai sendiri. Saya harus membuat catatan ini untuk tiga (3) alasan:

  1. Meski Dani Pomanto pernah menjabat Walikota Makassar saat memenangkan Pilwalkot atas dukungan penuh bekas Walikota Mks Sdr.Ilham Arief ‘ACO’ Sirajuddin, tapi Dani Pomanto tak juga memahami apa dan bagaimana karakter orang Bugis Makassar. Maka saya anggap kemenangan Dani pada Pilwalkot sebelumnya murni karena dukungan penuh Sdr.Ilham Arief Sirajuddin yang kemudian dia khianati juga. Untuk itu, Dani tak layak mendapat kehormatan dan kesempatan memimpin Makassar, kota terbesar dan penopang kawasan timur Indonesia.
  2. Saya pendiri Partai Nasdem sekaligus membesarkannya di Sulsel. Sebagai partai baru saat itu, Saya meloloskan dua anggota DPR-RI, 7 DPRD sulsel dan 70 DPRD. Partai Nasdem hadir diseluruh DPRD Kab/Kota di Sulsel. Sebuah catatan yang layak untuk diingat terutama bagi internal Nasdem. Meski saat ini saya bukan lagi pengendali Nasdem, namun korsa Nasdem memaksa saya untuk mengambil sikap keras kepada siapapun yang mempermainkan agenda besar Nasdem bernama Restorasi Politik yang menjadi alasan pendirian partai ini. Itulah yang membedakan kami yang memiliki dan menjadi bagian awal pendiri partai ini dengan sebagian dari mereka yang masuk belakangan yang lalu memiliki kewenangan organisasi yang besar. Mereka boleh memiliki badan organisasi Partai ini tapi mereka takkan pernah memiliki hatinya sebab sejak awal masuk Nasdem mereka berniat melukai jiwanya.
  3. Mengingatkan zaman secara terus-menerus bahwa proses-proses berpolitik seharusnya tak meninggalkan tata cara yang logis dan bermartabat dari berbagai pendekatan, termasuk kearifan lokal dimana peristiwa politik itu terjadi.

Pada sebuah group WA dimana Sdr. Dani Pomanto menjadi admin, saya memintanya langsung untuk menjelaskan soal video itu namun tak ditanggapi, hal yang sejak awal saya pahami bahwa dia takkan berani melakukannya. Sabagai seorang kawan dan arsitek yang pernah hampir merancang rumah pribadi saya di Jakarta dan Makassar, Dani adalah kawan yang sangat baik. Namun sebagai politisi –terpaksa saya menyebutnya politisi sebab jabatan walikota yang pernah diembannya adalah jabatan politik meski sebenarnya Dani sama sekali tak berkualifikasi politisi– Sdr. Dani Pomanto mempertunjukkan sifat dasarnya. Tapi Dani –memang– cocok dengan model perpolitikan yang dianut banyak politisi dan parpol saat ini yang tak pernah jelas kelaminnya. Namun dalam makna filosofis yang sebenarnya, apa yang dipertunjukkannya menempatkan Sdr. Dani Pomanto di kerak bumi terbawah pada lempeng karakter politik yang agung.

Dan, kepada para pengurus dan kader Nasdem yang direndahkan, Anda layak dan harus terhina oleh perilaku kandidat yang sekarang Anda usung ini. Dia mengoyak uluhati Restorasi Partai Nasdem. Dani Pomanto menebas akar logika politik Nasdem yang berdarah-darah saya dan kita perjuangkan. Kali ini kalian harus tersinggung ketimbang ngamuk berlarai saat Dani Pomanto sebagai walikota saat itu menurunkan spanduk, baliho dan banner Nasdem dari jalan-jalan kota Makassar tempo hari. Setidaknya, Anda semua mempertunjukkan kepada publik bahwa logika politik Nasdem tidak bertumpang-tindih dengan kegilaan sesaat bernama ‘Madu Pilkada Makassar’. Saya hari ini bersikap.

Memori publik memang berusia pendek. Besok mungkin mereka lupa semua ini. Tapi dalam karakter Sulsel, kata adalah hati, dan hati adalah pembeda manusia dengan makhluk Tuhan lainnya. Anda pasti paham yang saya maksud.

Sebagai orang yang mengenal Dani Pomanto, saya berharap Sdr. Dani lebih bijaksana sebab kebijaksanaan tak pernah berbohong seperti Kata Homer. Namun jika Anda tak mampu menahan keinginan hati untuk tampak cerdas dihadapan publik maka mungkin kalimat Mark Twain ini cocok untukmu,”Lebih baik menjaga mulut Anda tetap tertutup dan membiarkan orang lain menganggapmu bodoh, ketimbang membuka mulut Anda dan menegaskan semua anggapan mereka”.

Namun semua ini adalah pilihan. Sebagai penganut teguh kebebasan berpendapat, saya akan berusaha memahami model politik dan diksi Sdr. Dani Pomanto meski terus-menerus gagal memahami. Tapi saya akan berusaha sekuat tenaga mendoakannya agar berhasil kelak. Kemenangan selalu menyenangkan meski seringkali batasan etika juga terlampaui.

AHP-AMM Terima Surat Tugas Tiga Partai

KabarMakassar.com — Pasangan bakal calon Bupati Bulukumba, Andi Hamzah Pangki (AHP)-Andi Murniati Makking (AMM) menerima surat tugas dari tiga partai pengusung yakni Golkar, Hanura dan Demokrat.

Penerimaan surat tugas tersebut diterima oleh AHP-AMM pada sekretariat partai yakni Demokrat, Hanura, dan Golkar di Kabupaten Bulukumba, Kamis (9/7).

“Ini bukan surat tugas kaleng-kaleng. Ini menandakan saya bersama AMM siap maju menjadi calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Bulukumba,” kata Andi Hamzah Pangki.

Menurut AHP, dalam waktu dekat ini bersama dengan partai pengusung bakal menggelar deklarasi untuk bersama-sama menyatukan niat dan tekad memenangkan Pilkada Bulukumba.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi keraguan. Insyaallah dalam waktu dekat kita akan melaksanakan deklarasi sekaligus mengumumkan kembali kejutan baru termasuk resmi menerima rekomendasi dari partai pengusung,” tegasnya.

Sebelumnya pasangan bakal calon AHP-AMM diisukan batal maju pada Bulukumba yang akan digelar 9 Desember mendarang.

Ketua KPU Pangkep Sebut Tahapan Pilkada Berjalan Lancar

KabarMakassar.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangkep terus melakukan sejumlah persiapan untuk menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pengkep yang akan dilaksanakan 9 Desember mendatang.

Terkait hal itu, Ketua KPU Pangkep, Burhanuddin mengatakan bahwa saat ini KPU Pangkep telah melaksanakan sejumlah tahapan Pilkada untuk mensukseskan Pilkada Pangkep.

“Saat ini KPU telah melakukan tahapan-tahapan pelaksanaan, salah satunya adalah mengaktifkan PPK dan pelantikan PPS sebanyak 309 dari 103 desa dan kelurahan pada 15 Juni lalu,” kata Burhanuddin, Kamis (2/7).

Ia mengatakan jika pihaknya akan membuka pendaftaran bakal calon kepala daerah yang akan maju di Pilkada pada September. “Untuk pendaftaran bakal calon, nantinya kami akan buka pada September mendatang,” ungkapnya.

Sejauh ini, kata Burhanuddin, KPU Pangkep mulai dari persiapan dan mulai menjalankan tahapan-tahapan Pilkada masih dalam keadaan baik dan lancar. “Alhamdulillah, untuk seluruh tahapan yang kami laksanakan berjalan lancar,” pungkasnya.

Kristian Lambe Nilai Nicodemus Layak Diusung Demokrat

KabarMakassar.com — Partai Demokrat tetap berupaya untuk mengusung calon incumbent, Nicodemus Biringkanae pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tana Toraja yang akan dilaksanakan 9 Desember mendatang.

Ketua Tim Pemenangan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Tanpa Toraja, Kristian HP Lambe mengatakan selama memimpin Tana Toraja sejak 2016 lalu, Nicodemus masih menjadi sosok idealis yang program-programnya selalu pro rakyat kecil.

Menurutnya, Demokrat sebagai pengusung utama Nicodemus tidak mau kehilangan momentum untuk kembali berjuang memenangkannya pada Pilkada mendatang.

“Demokrat memberi ruang bagi Pak Nico untuk menentukan wakilnya. Tapi kita berharap tetap berpasangan dengan Pak Victor. Selama ini mereka berdua sangat solid menjalin kerja sama dengan Demokrat. Demokrat tak pernah dirugikan oleh pasangan ini,” kata Kristian Lambe, Senin (15/6).

Menurutnya dukungan ini akan diperkuat dengan hasil fit and proper test yang dilakukan secara virtual oleh tim uji kelayakan DPD Demokrat Sulsel.

“Dari hasil uji kelayakan, nilai Pak Nico malah lebih tinggi dari kandidat lain. Karena itu, sebisa mungkin DPP Demokrat memprioritaskan Pak Nico untuk diusung kembali,” ujarnya.

Kristian menilai selama 4 tahun memimpin Tana Toraja, Demokrat cukup mendapatkan perhatian oleh Nicodemus Biringkanae. Terbukti, kata dia, Partai Demokrat memiliki 4 Kursi di DPRD Tana Toraja.

“Pak Nico ini memenuhi syarat untuk lanjut ke tahapan berikutnya dalam penjaringan calon kepala daerah yang akan diusung oleh Partai Demokrat,” katanya.

Sementara itu, Nico juga menyampaikan jika selama ini dirinya memiliki hubungan emosional dan tanggungjawab moril yang besar untuk memprioritaskan Partai Demokrat dalam kontestasi Pilkada.

“Walaupun ada riak tapi itu bukan gelombang sehingga saya masih berharap diusung Demokrat,” kata Nico.

Ia juga menyebut jika Partai Demokrat tidak meninggalkan dirinya selama menjabat Bupati Tana Toraja lewat masukan dan kritik yang membangun dari Partai Demokrat dalam rangka mengawal visi-misi pemerintahan.

“Kami berkomitmen dan yakin untuk menang Pilkada serta berjanji tidak akan mempermalukan Demokrat di Tana Toraja,” pungkasnya.

Pemkot Siap Support Penuh Pilkada Makassar 2020

KabarMakassar.com — Menindak lanjuti rakor Kemendagri dengan Kemenpolhukam terkait kabupaten/ kota yang melaksanakan Pilkada serentak 2020, Pemerintah kota Makassar langsung melakukan kordinasi awal dengan jajaran Muspida kota Makassar.

Menurut Pj Wali Kota Makassar Prof Yusran Jusuf, pihak pemerintah kota Makassar siap melakukan support full KPU untuk bisa melaksanakn Pilkada yang berkualitas lancar dan aman.

“Tahapan Pilkada kan sudah mulai dilaksanakan 15 Juni. Terkait anggaran tidak ada masalah. Mereka (KPU) diminta dulu kembali merestrukturisasi anggarannya karena beberapa rencana penggunaan anggaran sudah tidak ada. Seperti independen, pengumpulan massa skala besar jadi skala kecil dan virtual,” jelasnya usai Rapat Kordinasi bersama Muspida terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di RM Bahari, Senin (8/6).

Selain dari Muspida, hadir juga Sekda Makassar, Kepala Badan Kesbangpol, kepala BKAD, Kasat Pol PP, dan Asisten 1,2, dan 3.

Sebelumnya, Komisioner KPU kota Makassar juga telah melakukan audiens terkait kesiapan tahapan Pilkada yang akan berlangsung 9 Desember 2020 ini.

Ketua KPU Farid Wajdi melaporkan situasi anggaran karena adanya beberapa perubahan termasuk penambahan TPS karena situasi covid yang berdampak pada kenaikan anggaran.

“Alhamdulillah respon Pak Wali sangat welcome. Hari ini kami memang diberi waktu oleh KPU pusat untuk kembali melakukan pencermatan untuk melakukan perubahan struktur anggaran di KPU. Sehingga harus kami laporkan ke pemerintah kota,” ucapnya.

Menurut Farid, Dampak dari kenaikan TPS, sebanyak 291 TPS yakni ada peningkatan di operasional KPPS, PPDP, dan logistik sehingga meminta kenaikan anggaran sekitar Rp.5,69miliar.

“Untuk asumsi, pembentukkan TPS, honor KPPS, logistik di TPS nanti kemudian, PPDP dan sebagainya,” katanya lagi.

Beberapa anggaran harus di-switch karena dalam tahapan lalu tidak dipergunakan. Seperti pencalonan perseorangan. Ada anggaran verifikasi yang besar sekali dan belum terserap sehingga harus dikonversi pada profosal yang selanjutnya akan diserahkan kembali ke pemerintah kota.

KPU juga memastikan akan melakukan beberapa penghematan anggaran, misalnya pertemuan dalam skala besar itu ditiadakan. Termasuk di dalamnya sosialisasi yang konsepnya mengumpulkan orang dalam jumlah banyak.

Kata Farid, hal ini tentu tidak bisa dihapus, tetapi akan dikomversi ke bentuk digital. Sehingga ada penghematan anggaran seperti honor, perjalanan dinas dan sebagainya.

Begitu pun dengan bimtek. Bimtek tidak bisa ditiadakan tapi diatur dinamikanya sehingga mengikludkan skema mitigasi covid-19 agar tidak membahayakan warga yang datang ke TPS.

“Komponen honor yang kami maksud yang kami usulkan ke pemerintah kota sebagai dampak dari kenaikan TPS. Komponennya adalah honor KPPS yang bertambah. Saya masih mencermati berapa totalnya tapi lebih dari 14.900 tambahan petugas yang harus kami siapkan,” tutup Farid.

KPU Sulsel: Anggaran Pilkada Bisa “Membengkak”

KabarMakassar.com — Pemerintah, DPR, dan sejumlah penyelenggara menyepakati Pilkada serentak 2020 dipastikan akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 mendatang. Hal itu berdasarkan rapat kerja Komisi II, Rabu (27/5) kemarin.

Terkait hal itu, Komisioner KPU Sulsel mengatakan jika pihaknya sudah mendapat informasi mengenenai kepastian jadwal Pilkada tersebut. Karena itu, pihaknya akan segera melakukan berbagai upaya persiapan.

“Tentu kami akan melakukan sejumlah persiapan. Tapi, kami harus menunggu juga bagaimana regulasi Pilkada nanti yang tertuang dalam PKPU. Ini penting agar pelaksanaan tahapan semakin jelas,” kata Uslimin, Kamis (28/5).

Untuk sekarang, kata dia, pihaknya akan meminta kepada seluruh KPU kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pilkada untuk kembali melaksanakan tahapan yang tertunda.

“Jadi kan kemarin ada tahapan yang ditunda, maka kami minta agar itu dilaksanakan kembali. Seperti pengaktifan kembali PPK bagi yang sudah dilantik maupun melaksanakan pelantikan PPK dan PPS yang sempat tertuda dan tahapan lain,” ungkapnya.

Alumni Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Makassar itu juga mengaku jika KPU Sulsel telah melakukan rapat virtual bersama sejumlah 12 KPU kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada di Sulsel.

“Tadi kita sudah rapat secara virtual dan kami minta agar KPU di daerah segera bersiap, termasuk dalam hal persiapan memetakan TPS berdasarkan jumlah pemilih,” katanya.

Menurutnya, pemetaan TPS itu sangat penting untuk mengantisipasi pelaksanaan Pilkada dengan protokol kesehatan. Saat ini, kata dia, dengan asumsi normal data terakhir pemetaan TPS yang dilakukan KPU kabupaten/kota sebanyak 8740 TPS dengan jumlah total pemilih 3.636.785 pada 12 kabupaten/kota.

“Jadi kami perintahkan secara lisan pada rapat virtual agar KPU yang melaksanakan Pilkada itu memetakan ulang TPS dengan asumsi maksimaal 300 pemilih, 400 pemilih, dan 500 pemilih. Pemetaan baru ini untuk mengantisipasi pelaksanaan Pilkada dengan protokol kesehatan dan mengurangi kerumunan,” terangnya.

Lanjut, Uslimin mengatakan jika pelaksanaan Pilkada dengan protokol kesehatan bisa berimbas pada penggunaan anggaran Pilkada. Apalagi, kata dia, jika dilakukan pemetaan ulang TPS di daerah.

“Jika jumlah pemilih tiap TPS diatur secara ketat, ini diduga akan berimbas pada anggaran Pilkada karena bisa jadi ada penambahan atau pengurangan TPS. Sehingga bisa membengkak, bisa juga menghemat. Tergantung situasi tiap daerah,” pungkasnya.