Pertama di Sulsel, Pertashop Kini Dinikmati Warga Datara Jeneponto

Kabarmakassar.com– Menjadi yang pertamakali, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII melakukan peluncuran Pertashop di Sulawesi Selatan pada Jumat (07/8). Berlokasi di Desa Datara Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto, peluncuran Pertashop ini dihadiri oleh Remigius Choerniadi selaku Region Manager Retail Sales VII.

Saat ini masyarakat Desa Datara dan sekitarnya sudah bisa menikmati Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berkualitas dengan harga terbaik.

Produk BBM yang dijual di Pertashop Desa Datara ini adalah Pertamax RON 92, dengan besaran harga jual yang sama dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terdekat yaitu Rp 9.200. Selain itu, di Pertashop ini juga menyediakan produk lain seperti Bright Gas dan berbagai macam pelumas Pertamina dengan harga yang terjangkau.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali, menuturkan bahwa Pertashop ini merupakan hasil kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri perihal Pelaksanaan Program Pertashop di Desa.

“Pertashop lahir untuk melayani kebutuhan konsumen BBM dan LPG terutama bagi mereka yang tidak atai belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lainnya,” tuturnya.

Desa Datara sendiri terletak cukup jauh dari SPBU yaitu sekitar 15 km. Peluncuran Pertashop Desa Datara yang dihadiri pula oleh Addieb Arselan selaku Sales Area Manager Retail Sulseltra dan M. Nur Lewa Sa’ad selaku Camat Bontoramba ini dibangun diatas lahan dengan luas 200 m2 dengan kapasitas sebesar 3.000 liter.

Pasokan BBMnya akan didatangkan dari Integrated Terminal Makassar dengan menggunakan Mobil Tangki ukuran 16 kilo liter (KL) sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pasokannya.

Pertamina akan kembali menempatkan Pertashop di sejumlah titik di Sulawesi. Untuk Sulawesi Selatan sendiri, akan ada 13 Pertashop yang tersebar di beberapa kota/kabupaten seperti Sinjai, Gowa, Soppeng, Tana Toraja hingga Luwu Utara. “Ketiga belas Pertashop tersebut sudah siap launching di bulan Agustus ini,” sambung Laode.

Laode berharap dengan adanya Pertashop ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa lebih cepat lagi. Pertamina ingin menjangkau daerah yang selama ini sulit mendapatkan BBM.

“Semoga perekonomian desa semakin bertumbuh dan taraf hidup warganya bisa semakin meningkat,” pungkasnya.

Bangkitkan Geliat UMKM di Sulut, Pertamina Berikan Stimulan

Kabarmakassar.com — Sektor Pariwisata merupakan salah yang terdampak cukup besar oleh pandemi Covid-19. Bahkan kunjungan wisatawan di sejumlah wilayah sepi. Akibatnya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergantung pada ramainya lokasi wisata juga ikut meredup.

Karena itu, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII menjalin kerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Manado untuk memberikan stimulan kepada UMKM.

Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang dilakukan antara PT Pertamina (Persero) dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia terkait akses permodalan UMKM Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) pada empat Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yakni Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang Sulawesi Utara.

Pada tahap awal melaksanakan sosialisasi kepada UMKM yang berada di bawah binaan kedua instansi tersebut mengenai Program Kemitraan yang ada di Pertamina.

Sosialisasi yang dilakukan secara online dan dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Provinsi Sulut, Ir. Ronald Sorongan serta lebih dari 100 pelaku UMKM yang bergerak di sektor pariwisata yang datang dari berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Utara.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali, mengatakan bahwa dengan adanya kerjasama ini diharapkan bisa membangkitkan kembali sektor pariwisata yang sempat vakum. “Bergeraknya sektor pariwisata maka akan mengangkat juga UMKM yang hidup dari sektor ini,” kata Laode.

Lanjut Laode mengatakan UMKM yang ingin bergabung dalam Program Kemitraan akan diarahkan untuk mengisi formulir dan sejumlah kelengkapan dokumen. Dokumen tersebut nantinya akan disubmit ke Pertamina untuk diseleksi.

“Setiap UMKM yang mengajukan permohonan modal akan melalui serangkaian prosedur termasuk proses survey terhadap usaha yang dijalankan,” jelasnya.

Ia mengaku Pertamina MOR VII sendiri di tahun 2020 ini telah menggelontorkan bantuan modal sebesar Rp 10,2 miliar dimana sebesar Rp 5,1 miliar tersalur di Sulawesi Selatan, Rp 2,2 miliar tersalur di Gorontalo.

“Kemudian ada Rp 2 miliar tersalur di Sulawesi Utara, Rp 765 juta tersalur di Sulawesi Tenggara, dan Rp 135 juta di Sulawesi Barat. Target penyaluran bantuan modal hingga akhir tahun 2020 adalah sebesar Rp 17 miliar,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, Pertamina juga telah menjalin kerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Selatan. Pertamina juga membuat program Pinky Movement bagi pelaku usaha bisnis LPG 3 kg dan UMKM lainnya untuk memberikan akses lebih mudah dalam beralih ke Bright Gas.

“Pertamina juga terbuka kepada UMKM lain yang ingin mendapatkan bantuan modal usaha. Informasi lebih lengkap bisa diakses di www.pertamina.com/id/program-kemitraan,” pungkasnya.

Sambut Idul Adha, Pertamina Gelar Salat Bersama dan Berbagi Hewan Kurban

KabarMakassar.com — PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII sambut Idul Adha tahun 2020 ini dengan gelar sholat bersama dan dilanjutkan dengan pembagian hewan kurban. Pelaksanaan pemotongan dan pembagian hewan kurban ini digelar dihampir semua lokasi di wilayah Sulawesi mulai Jumat (31/07) hingga Minggu (2/08).

Pelaksanaan sholat Idul Adha tahun 2020 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dikarenakan pandemi Covid-19 yang masih merebak, penyelenggaraan sholat dan pemotongan hewan kurban dilaksanakan dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19 lebih luas lagi.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali, menjelaskan bahwa di tengah pandemi Covid-19 ini Pertamina MOR VII tetap berbagi berkah kepada masyarakat sekitar berupa pembagian hewan kurban.

“Di Makassar, sholat Idul Adha dilaksanakan di Kantor MOR VII sedangkan pemotongan hewan kurban dilakukan di area lapangan rumah dinas perusahaan,” jelasnya.

Hewan kurban yang berhasil dikumpulkan Badan Dakwah Islam (BDI) MOR VII adalah sebanyak 12 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Daging kurban tersebut kemudian didistribusikan di enam lokasi berbeda di Kota Makassar, yaitu Masjid Istiqamah sebanyak 62 kantong, Masjid Muthmainul Qulub sebanyak 60 kantong, Masjid Smansa 81 sebanyak 75 kantong, Masjid AL Bilal Kampun Nelayan sebanyak 75 kantong, Masjid AL Abrar sebanyak 25 kantong, dan Masjid AL Kautsar sebanyak 50 kantong.

Laode juga menyebutkan bahwa pembagian hewan kurban ini sengaja dibagikan kepada masyarakat sekitar kantor unit MOR VII sebagai wujud perhatian Pertamina kepada warga sekitar.

“Kami berharap warga di sekitar kantor juga merasakan kebahagiaan yang sama di hari yang suci ini,” ungkapnya.

Selain kantor unit MOR VII Makassar, Pertamina juga melaksanakan pemotongan dan pembagian hewan kurban di berbagai lokasi lainnya. Seperti di Sulawesi Tenggara, Fuel Terminal (FT) Kendari melakukan pemotongan dan pembagian 6 ekor sapi dan 1 ekor kambing.

Di Sulawesi Tengah, FT Donggala membagikan daging kurban dari 5 ekor sapi. FT Gorontalo membagikan 3 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Sedangkan di Sulawesi Utara, Integrated Terminal Bitung melakukan pemotongan dan pembagian daging kurban sebanyak 4 ekor sapi dan 4 ekor kambing.

Pembagian daging kurban ini, lanjut Laode, merupakan hasil dana yang terkumpul dari shohibul qurban di berbagai lokasi.

“Semoga daging kurban yang terkumpul dari shohibul qurban ini menjadi berkah dan bermanfaat bagi semua pihak,” pungkas Laode.

Pasca Banjir di Lutra, Distribusi BBM dan LPG Kembali Normal

KabarMakassar.com — Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan mulai Senin (13/07) membuat lebih dari 15.000 warga harus rela mengungsi karena rumah yang terendam air. Akses jalan dari dan menuju Kabupaten Luwu Utara pun sempat terputus akibat genangan air. Terputusnya akses jalan ini sempat membuat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG untuk Kabupaten Luwu Utara sempat terkendala.

Namun setelah dua minggu pasca banjir tersebut, distribusi BBM dan LPG untuk wilayah Kabupaten Luwu Utara telah kembali normal seiring dengan akses jalan yang mulai terbuka. “Jalur poros yang biasa dilalui Mobil Tangki (MT) atau Skidtank (ST) kini telah bisa dilalui,” jelas Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII, Laode Syarifuddin Mursali.

Rata-rata penyaluran harian BBM produk Gasoline (Premium, Pertalite, dan Pertamax) untuk wilayah Luwu Utara mencapai 90 kilo liter (KL)/hari, sedangkan untuk produk Gasoil (Solar, Dexlite, dan Pertamina Dex) mencapai 42 KL/hari. Untuk LPG, rata-rata penyaluran harian mencapai 25,3 metric ton (MT)/hari.

Laode menjelaskan bahwa Pertamina terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan BBM dan LPG untuk Kabupaten Luwu meskipun harus menempuh jalur alternatif yang memakan lebih banyak waktu. “Supply BBM untuk Kabupaten Luwu diambil dari Fuel Terminal (FT) Palopo, sedang LPG diambil dari dua Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kota Palopo,” ungkapnya.

Pertamina juga memastikan bahwa pasokan untuk Kabupaten Luwu aman dan akan terus meningkatkan kehandalan distribusi. Pertamina juga membuka ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan dalam penggunaan BBM dan LPG. “Jika terjadi penyalahgunaan penggunaan BBM dan LPG, masyarakat bisa melaporkannya ke Pertamina Call Center 135,” pungkas Laode.

Jelang Idul Adha, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Sulawesi Aman

KabarMakassar.com — Jelang hari raya idul adha 2020, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII pastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG di Sulawesi aman. Langkah pengamanan pasokan dan peningkatan kehandalan distribusi terus dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali mengatakan bahwa stok BBM untuk wilayah Sulawesi mencapai 13 hari sedangkan untuk LPG mencapai 5 hari. “Kami memastikan pasokan BBM dan LPG di Sulawesi aman, khususnya jelang idul adha 2020 ini,” kata Lsode Syarifuddin, Selasa (28/7).

Laode menuturkan bahwa konsumsi BBM dan LPG pads Juli ini sudah menunjukkan tren positif meski masih belum kembali ke kondisi normal. “Konsumsi BBM saat ini masih lebih rendah 13% dari kondisi normal. Sedang untuk konsumsi LPG mengalami peningkatan sekitar 2,19%,” ungkapnya.

Pada minggu terakhir Juli, rata-rata konsumsi produk Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) di era new normal untuk Juni-Juli sebesar 5.960 Kilo Liter (KL)/hari. Kata dia, jumlah ini masih dibawah dari rata-rata konsumsi normal untuk periode Januari-Februari sebesar 15% dimana rata-rata konsumsi normal mencapai 7.041 KL/hari.

Sedangkan rata-rata konsumsi produk Gasoil (Solar, Pertamina Dex, dan Dexlite) saat ini tercatat sebesar 2.142 KL/hari dimana besaran rata-rata konsumsinya masih dibawah kondisi normal yang sebesar 2.319 KL/hari atau selisih 8%.

Secara besaran konsumsi, kata dia, Sulsel masih menjadi provinsi dengan konsumsi BBM terbesar yakni 2.705 KL/hari untuk Gasoline dan 1.131 KL/hari untuk Gasoil. Besaran konsumsi ini diikuti oleh Sulawesi Tengah dengan jumlah konsumsi Gasoline sebesar 960 KL/hari dan Gasoil sebesar 314 KL/hari. Untuk provinsi Sulawesi Utara, besar konsumsi Gasoline mencapai 889 KL/hari dan Gasoil mencapai 216 KL/hari.

Sedangkan untuk Sulawesi Tenggara mencatat besar konsumsi di provinsi tersebut sebesar 736 KL/hari untuk Gasoline dan 254 KL/hari untuk Gasoil. Untuk Sulawesi Barat dan Gorontalo, masing-masing mencatat besaran konsumsi Gasoline sebanyak 317 KL/hari dan 353 KL/hari sedangkan konsumsi Gasoilnya tercatat sebesar 133 KL/hari dan 95 KL/hari.

Laode juga menjelaskan bahwa untuk konsumsi LPG di wilayah Sulawesi telah kembali normal bahkan mengalami peningkatan. “Peningkatan konsumsi LPG yang terjadi khususnya terhadap LPG bersubsidi, yaitu meningkat sebesar 3,4%,” jelas Laode.

Adapun untuk konsumsi LPG bersubsidi atau LPG Public Service Obligation (PSO) hingga akhir bulan Juli 2020 ini tercatat bertumbuh sebesar 3,4%, yaitu 1.563 Metric Ton (MT)/hari dari awalnya 1.511 MT/hari

Sedangkan untuk LPG Non-PSO (Elpiji 12 kg, Bright Gas 5,5 kg dan Bright Gas 12 kg) masih di bawah rata-rata konsumsi normal sebesar 3%, yaitu 119 MT/hari dibandingkan dengan rata-rata konsumsi normal yang sebesar 123 MT/hari. Sedang untuk LPG Non-PSO sektor non-rumah tangga mencatat angka konsumsi sebesar 20,38 MT/hari.

“Kami prediksi tren konsumsi BBM dan LPG di wilayah Sulawesi terus meningkat seiring dengan kembali normalnya kegiatan masyarakat. Karenanya, Pertamina berupaya agar pasokan tetap terjaga dan distribusi semakin handal,” jelasnya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap bijak dalam mengkonsumsi BBM dan LPG, serta membuka ruang bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai produk Pertamina.

“Jika masyarakat membutuhkan informasi mengenai produk Pertamina maupun layanan pesan antar (delivery service), bisa menghubungi Pertamina Call Center 135,” pungkasnya.

Pertamina MOR VII Resmikan Pertashop Pertama di Sulawesi

KabarMakassar.com — PT Pertamina (Persero) meluncurkan Pertashop pertama di Sulawesi atau perdana di wilayah operasi Marketing Operation Region (MOR) VII. Pertashop ini dilaksanakan di Desa Serei, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Rabu, (15/7).

Peresmian ini dilakukan langsung oleh General Manager Pertamina MOR VII, C.D. Sasongko didampingi oleh Region Manager Retail Sales VII, Remigius Choerniadi, Region Manager Marine VII, Yada Prawira Ganta.

Hadir juga Sales Area Manager Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo), Fachrizal Imaduddin serta Sales Branch Manager Rayon I Sulutgo, Parrama Ramadhan Amyjaya juga Camat Likupang Barat, Swengly Takainginan dan Kepala Desa Serei, Emma Marasi.

Pada kesempatan itu, Sasongko menjelaskan bahwa Pertashop hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama yang berlokasi jauh dari SPBU.

“Pertashop menjadi lembaga penyalur resmi Pertamina di wilayah yang belum ter-cover oleh SPBU,” kata Sasongko.

Lanjut Sasongko, ini merupakan hasil kerjasama dengan Kemendagri melalui Surat Mendagri No. 117/3015/SJ tanggal 28 April 2020 perihal Pelaksanaan Program Pertashop di Desa.

“Pertamina bersama Kemendagri berkomitmen untuk menyediakan Pertashop pada 418 desa di tahap pertama dan total 2.300 desa di tahap kedua yang tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.

Menurutnya, produk BBM yang dipasarkan di Pertashop adalah yang berkualitas terbaik seperti Pertamax dan Dexlite. “Meski ukurannya mini tetapi produk yang dijualnya tergolong lengkap,” ujarnya.

Selain itu, produk unggulan Pertamina lainnya juga tersedia yakni Elpiji Bright Gas dan pelumas Pertamina. “Harga produk Pertamina yang dijual di Pertashop pun sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Ia mengaku dalam waktu dekat di wilayah operasi Pertamina MOR VII akan kembali dibangun 44 titik Pertashop dengan rincian 13 di Area Sales Sulawesi Selatan dan Tenggara, 11 di Area Sales Sulawesi Tengah dan Barat serta 20 outlet di Area Sales Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“Harapannya masyarakat akan semakin mudah mendapatkan beragam produk Pertamina berkualitas dengan harga terjangkau serta dengan memperhatikan faktor keselamatan dalam layanannya,” pungkasnya.

Kepala Desa Serai, Emma Marasi mengatakan jika Pertashop di Desa Serei akan dikelola penuh oleh Badan Usaha Milik Desa. “Total kapasitas 3.000 liter berdiri di atas area seluas 200-an meter persegi,” kata Emma.

“Selama ini, masyarakat kami mengandalkan pemenuhan BBM-nya dari SPBU terdekat yang jaraknya sekitar 44 KM,” tambahnya.

Diketahui, ada tiga kategori Pertashop yang tersedia berdasarkan luas area dan kapasitas penyaluran per harinya yaitu Gold, Platinum, dan Diamond. Untuk informasi resmi mengenai Pertashop dan prosedur pendaftarannya, bisa menghubungi Pertamina Call Center 135.

Pertamina Jalin Kerjasama dengan Dekranasda untuk Salurkan Permodalan UMKM

KabarMakassar.com — PT Pertamina menjalin kerjasama dengan Dewan Kerajinan dan Kesenian Daerah (Dekranasda) dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sulsel untuk membantu permodalan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kegiatan pemberian bantuan permodalan itu diberikan secara simbolis dari pihak Pertamina kepada Dekranasda dan PKK, di Rumah Jabatan Gubermur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Senin (13/07).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII, C.D. Sasongko kepada Ketua Dekranasda dan Ketua Tim PKK Sulsel, Liestiaty F. Nurdin.

Hadir juga pada kesempatan itu Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII Hatim Ilwan, Ketua Tim PKK Kota Makassar, Dr. Rossy T. Wahyuningsih dan Ketua Darmawanita Persatuan Setda Provinsi Sulsel, Sri Rejeki Hayat, SE,. MM.

Adapun bantuan modal yang diberikan sebesar Rp.3,7 miliar akan disalurkan kepada 73 pelaku UMKM yang sebelumnya telah melalui proses survei yang tersebar pada10 kabupaten/kota.

Diantaranya Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Bone, Bulukumba, Gowa, Pinrang, Sinjai, Soppeng, Takalar, dan Wajo. Pelaku UMKM pun berbeda-beda mulai dari sektor industri, jasa, perdagangan hingga peternakan.

Terkait hal itu, Sasongko menjelaskan bahwa jalinan kerjasama yang dilakukan bersama Dekranasda dan PKK Provinsi Sulsel ini bermula dari kepedulian Pertamina dan Dekranasda kepada UMKM khususnya Sulsel.

“Berangkat dari itu, Pertamina, Dekranasda dan PKK kemudian melakukan sosialisasi Program Kemitraan yang dimiliki Pertamina kepada sejumlah pelaku UMKM yang selama ini dibina dengan baik,” kata Sasongko.

Kata dia, Sosialisasi dilakulan Juni 2020 lalu yang kemudian disambut baik oleh pelaku UMKM yang hadir. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari peran dan dukungan Ketua Dekranasda Sulsel.

“Hal ini tidak lepas dari dukungan Ibu Gubernur selaku Ketua Dekranasda sekaligus ketua penggerak PKK Sulsel. Setiap sosialisasi lewat online dilakukan, puluhan pelaku UMKM hadir dan serius menyimaknya,” katanya.

Sasongko berharap jalinan kerjasama ini terus berlanjut dan menuai hasil yang positif dalam mengembangkan UMKM yang ada di Sulsel. “Masih banyak UMKM di Sulsel yang potensial dan bisa dikembangkan,” ucapnya.

Ia menambahkan, sebelumnya Pertamina MOR VII hingga menyalurkan bantuan modal Program Kemitraan sebesar Rp.7 miliar kepada 143 pelaku UMKM yang tersebar di seluruh provinsi yang ada di Sulawesi.

Untuk tahun ini, kata dia, pihaknya menargetkan Rp.16,5 miliar dana yang akan disalurkan untuk pelaku UMKM di seluruh wilayah Sulawesi. “InsyaAllah kami ingin menjadi bagian penting agar UMKM di Sulsel bisa naik kelas,” pungkasnya.

Sementara itu, Liestiaty F. Nurdin mengatakan sangat mengapresiasi kepada Pertamina atas bantuan modal yang diberikan kepada UMKM binaan Dekranasda.

“Semoga ini merupakan langkah awal untuk kerjasama dengan Pertamina yang lebih baik lagi,” kata Liestiaty.

Menurutnya, animo pelaku UMKM binaan Dekranasda dan PKK Sulsel sangat antusias menyambut program permodalan ini. “Keinginan mereka untuk menjadi mitra binaan Pertamina sangat kuat,” tambahnya.

Dukung Indonesia Mandiri Energi, Pertamina Gelar Kompetisi Sobat Bumi

Kabarmakassar.com — PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation menyelenggarakan kompetisi Proyek Inovasi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang merupakan bagian dari Kompetisi Sobat Bumi 2020.

Kompetisi ini merupakan bentuk dukungan terhadap tercapainya Indonesia Mandiri Energi 2035 yang saat ini sedang digaungkan oleh pemerintah.

Kompetisi Sobat Bumi kategori proyek inovasi EBT ini telah dimulai sejak akhir Juni lalu dan akan berakhir pada Juli 2020. Pemenangnya akan mendapat kesempatan untuk mengimplementasikan ide inovasinya bersama dengan Pertamina Foundation melalui program PFSains.

Program PFSains sendiri bertujuan menghimpun hasil riset dan praktik energi alternatif yang implementatif untuk penyediaan energi di daerah terisolir atau Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), serta berupaya menjawab permasalahan sampah perkotaan untuk inovasi biomassa.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menjelaskan bahwa keunggulan dari PFsains adalah kompetisi prototype hasil penelitian para akademisi, praktisi dan masyarakat luas ini dapat diimplementasikan untuk menjawab permasalahan energi daerah terisolir.

“Nilai lebih diberikan kepada karya yang mengedepanan muatan lokal (local wisdom) karena program PFSains ini mengedepankan prinsip community based research/technology,” kata Agus Mashud.

Ia mengaku berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal tahun 2020-2024, terdapat 3 kabupaten di Sulawesi yang termasuk dalam kategori daerah tertinggal yaitu Kabupaten Donggala, Tojo Una-Una dan Sigi, yang semuanya berada di Propinsi Sulawesi Tengah.

“Juga terdapat 15 pulau yang tergolong kategori pulau terluar,” ujarnya.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII PT Pertamina (Persero), Hatim Ilwan, mengungkapkan bahwa kompetisi proyek inovasi EBT ini memiliki nilai strategis mengingat implementasi hasil akhirnya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi di daerah terisolisir.

“Selain itu, potensi alam di Indonesia, khususnya Sulawesi, mampu mendukung berkembangnya inovasi EBT di daerah terpencil guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Hatim.

Hatim menambahkan pihaknya mengundang seluruh kalangan akademisi, praktisi, peneliti maupun masyarakat umum, baik secara individu maupun kelompok, khususnya di Sulawesi, untuk mengikuti kompetisi Sobat Bumi ini.

“Mari ambil bagian untuk mendukung program pemerintah demi tercapainya Indonesia Mandiri Energi 2035,” ungkapnya.

Diketahui, tahapan Kompetisi Sobat Bumi kategori Proyek Inovasi EBT sudah dimulai dengan pengumpulan abstrak proposal yang batas akhirnya diterima hingga akhir bulan Juli 2020.

Selanjutnya akan dilakukan pembuatan prototype dalam bentuk aplikasi program serta finalnya adalah pemilihan 10 besar peserta yang akan melakukan unjuk kreativitas implementasi prototype hasil penelitan.

Pada akhir kompetisi akan terpilih 3 karya terbaik yang sekaligus akan menyandang anugerah Duta Energi Pertamina Foundation 2020. Untuk keterangan lebih lanjut terkait program ini bisa dilihat di www.bit.ly/pfsains

Memasuki New Normal di Sulawesi, Pertamina Jaga Pasokan Tetap Aman

Kabarmakassar.com — Beberapa minggu setelah dimulainya Era New Normal di Sulawesi, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII memastikan pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap aman. Langkah pengamanan stok dan peningkatan kehandalan distribusi terus dilakulan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM ke depannya.

Ketahanan stok BBM untuk wilayah Sulawesi saat ini lebih dari 14 hari. Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan, mengatakan bahwa secara garis besar konsumsi BBM di Sulawesi masih belum kembali normal. “Perhitungannya diambil dari rerata penyaluran normal yaitu sepanjang bulan Januari hingga Februari 2020 dibandingkan dengan rerata penyaluran saat era New Normal yang dimulai dari bulan Juni,” ujarnya.

Hingga akhir bulan Juni, rerata konsumsi BBM all product baik Public Service Obligation (PSO) maupun non-PSO di Sulawesi mengalami penurunan sebesar 15%, yaitu dari 9.517 Kilo Liter/hari menjadi 8.092 KL/hari. Produk Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu dari 7.041 KL/hari menjadi 5.833 KL/hari atau sebesar 17%. Sedangkan produk Gasoil (Solar, Pertamina Dex, dan Dexlite) mengalami penurunan sebesar 9%, yaitu dari 2.319 KL/hari menjadi 2.105 KL/hari.

Meski belum kembali normal, Sulawesi Selatan masih menjadi propinsi dengan konsumsi BBM terbesar yakni 2.676 KL/hari untuk Gasoline dan 1.118 KL/hari untuk Gasoil. “Konsumsi Sulawesi Selatan sekitar separuh konsumsi seluruh Sulawesi,” ujar Hatim. Selanjutnya disusul dengan Sulawesi Tengah dengan konsumsi Gasoline sebanyak 948 KL/hari dan Gasoil sebanyak 306/KL/hari.

Untuk Sulawesi Utara, jumlah konsumsi Gasoline per harinya sebanyak 836 KL dan Gasoil sebanyak 203 KL. Sementara Sulawesi Tenggara mencatat konsumsi Gasoline sebanyak 718 KL/hari dan Gasoil sebanyak 250 KL/hari.

Peningkatan konsumsi Gasoil secara khusus terjadi di Sulawesi Barat dan Gorontalo, masing-masing sebesar 7% dan 6%. Jumlah konsumsi Gasoil Sulawesi Barat sebesar 134 KL/hari sedangkan Gorontalo sebesar 92 KL/hari. Untuk Gasoline, Sulawesi Barat mencatat konsumsi sebesar 312 KL/hari dan Gorontalo sebesar 341 KL/hari.

Melihat tren saat ini, Hatim memprediksi akan mulai terjadi peningkatan konsumsi BBM dalam beberapa bulan ke depan. “Seiring dengan semakin meningkatnya aktifitas masyarakat, kami prediksi konsumsi BBM juga akan semakin meningkat,” lanjutnya.

Peningkatan konsumsi BBM, Hatim memastikan akan dibarengi dengan upaya Pertamina untuk terus meningkatkan pelayanan dan pasokan BBM. “Kami pastikan pasokan untuk tetap terjaga,” pungkasnya.

Hatim juga menghimbau agar masyarakat tetap bijak dalam penggunaan BBM untuk aktifitas sehari-hari. “Masyarakat juga dapat turut berperan aktif dalam mengawasi distribusi dan penggunaan BBM dengan melaporkan jika terjadi kecurangan ke Call Center Pertamina 135,” tutup Hatim.

Pertamina Beri Bantuan Korban Longsor di Trans Sulawesi Palopo-Toraja

Kabarmakassar.com — Pertamina bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan bagi masyarakat korban bencana longsor yang terjadi di Jalan Trans Sulawesi Palopo-Toraja. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Fuel Terminal Manager Palopo, Bushro Sihabuddin, pada Minggu (28/06).

Bantuan yang terdiri dari paket sembako dan sejumlah makanan siap saji tersebut diserahkan kepada Posko Induk Penanganan Darurat Bencana Alam Tanah Longsor Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Bantuan diterima langsung oleh Lurah Battang Barat, Muh. Ikhwan, SE.

Selain itu, Pertamina juga menyerahkan 10 unit Bright Gas ukuran 5,5kg dan beberapa perlengkapan memasak bagi dapur umum yang dibangun oleh tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Polres Palopo.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII PT Pertamina (Persero), Hatim Ilwan, mengatakan bahwa Pertamina berinisiatif untuk memasok sejumlah kebutuhan bagi dapur umum agar dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat korban bencana longsor. “Peran dapur umum sangat penting untuk menyediakan makanan terutama bagi mereka yang telah kehilangan harta dan tempat tinggal akibat longsor,” jelasnya.

Bencana longsor terjadi pada Jumat (26/06) sore di Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Selain memutus akses jalan, longsor ini juga melenyapkan setidaknya 9 rumah warga yang bermukim di sana.

Muh. Ikhwan mengungkapkan apresiasinya kepada Pertamina yang sudah memberikan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana longsor di daerahnya. “Kami tidak menyangka Pertamina merespon cepat atas bencana ini. Terima kasih bantuannya dan ini sangat bermanfaat bagi warga yang menjadi korban,” ungkapnya.

Hatim menyampaikan simpatinya kepada para korban dan berharap bantuan yang diberikan bisa bermanfaat. “Semoga warga yang menjadi korban bisa tetap kuat dan bantuan yang diberikan bisa meringankan beban yang saat ini tertimpa musibah,” pungkasnya.