Kadinkes Sulsel: Transmisi Covid-19 Hanya Melalui Hidung dan Mulut

KabarMakassar.com — Angka jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel terus bertambah, Kamis (26/3) sore kemarin, pemerintah kembali mengumumkan adanya penambahan 14 kasus positif Covid-19 baru di Sulsel.

Dengan begitu, hingga Kamis (26/3) pukul 22.30 WITA, jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel totalnya sudah sebanyak 27 orang. Dari jumlah tersebut, 3 diantaranya meninggal, 1 isolasi mandiri di rumah, dan 23 lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Sementara untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada sebanyak 226 orang (190 proses pemantauan, 36 selesai pemantauan). Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 81 orang (73 masih dirawat, 8 pulang dan sehat).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, dr. Ichsan Mustari mengatakan, salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan signifikan jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel ini adalah beroperasinya dua laboratorium di Makassar yang sudah bisa melakukan pengetesan spesimen pasien Covid-19.

Dua Laboratorium tersebut yakni Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar dan Laboratorium Universitas Hasanuddin 9Unhas) di RSUP Wahidin Sudirohusodo.

“Lab kita itu, yakni BBLK Makassar dan Lab Unhas di RS Wahidin itu sudah bisa memeriksa spesimen pasien. Jadi tak perlu lagi dikirim ke Jakarta. Otomatis hasilnya sudah bisa cepat diketahui. Makanya kelihatannya peningkatannya begitu cepat alangsung menjadi banyak” kata Ichsan, Kamis (26/3) malam.

Olehnya itu, Ichsan yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel itu meminta masyarakat untuk tidak panik berlebihan, namun juga tidak menyepelekan hal ini. Apalagi menurutnya jika melihat model transmisi atau penyebaran Covid-19 di Sulsel, saat ini polanya sudah local transmission.

“Jadi memang perhatian khusus harus diberikan. Tidak cukup hanya social distancing saja, tapi juga harus menerapkan juga physical distancing. meskipun di rumah, tetap jaga jarak antara satu dengan yang lainnya,” ujarnya.

“Ini penting, karena hampir 75 persen penyebaran Covid-19 ini bisa dicegah dengan cara ini. Harus juga diketahui bahwa transmisi atau metode penyebaran virus Covid-19 ini hanya melalui hidung dan mulut. Jadi memang kita harus mengantisipasinya dengan rajin mencuci tangan dan tidak menyentuh wajah dengan tangan sebelum kondisi tangan benar-benar bersih,” sambungnya.

Status Makassar Dinaikkan jadi Darurat Covid-19

Jumlah kasus Covid-19 di Kota Makassar terus bertambah. Berdasarkan data yang dirilis di laman infocorona.makassar.go.id, hingga Kamis (26/3), jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Makassar jumlahnya ada sebanyak12 orang (1 meninggal, 10 dirawat, 1 isolasi mandiri di rumah).

Sedangkan untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya sebanyak 40 orang (4 proses pemantauan, 36 dalam pemantauan); dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 59 orang (4 meninggal, 48 masih dirawat, 7 pulang dan sehat).

Menyikapi terus bertambahnya jumlah kasus maupun pasien positif Covid-19 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menaikkan status kota Makassar dari Tanggap Darurat menjadi Darurat Covid-19.

“Semenjak ada yang meninggal, kita (statusnya) sudah darurat,” kata Pj Walikota MAkassar, Iqbal Suhaeb, Kamis (26/3).

Ditanya perihal apakah Pemkot Makassar memiliki rencana untuk melakukan lockdown, Iqbal mengaku dirinya secara pribadi ingin melakukan hal tersebut.

Namun, kata dia, mengingat Kota Makassar adalah pusat atau ibukota Provinsi Sulsel, maka kebijakan itu akan kembali dirembugkan terlebih dahulu dengan pemerintah provinsi.

“Kemungkinannya ada. Apalagi kalau nanti ada lonjakan yang besar, dan kalau itu dianggap sudah rawan. Kebijakan lockdown akan kita koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Sulsel dan Forkopimda,” ujarnya.

Iqbal mengungkapkan, salah satu alasan Pemkot Makassar masih mempertimbangkan untuk melakukan lockdown adalah persoalan distribusi logistik yang masuk ke Sulsel melalui Makassar, khususnya yang lewat jalur udara.

“Karena jalur logistik, baik pangan, obat-obatan, itu lewat udara. Jadi masih dalam pertimbangan apakah akan ada pembatasan atau penutupan,” ungkapnya.

Iqbal menambahkan,saat ini Pemkot Makassar terus melakukan sejumlah upaya untuk menghambat dan menghentikan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Makassar. Salah satunya yakni dengan melakukan contact tracing terhadap orang-orang yang berkaitan atau pernah melakukan kontak dengan pasien postif Covid-19.