283 Penyandang Disabilitas di Gowa Terima Bantuan Paket Sembako

KabarMakassar.com — Sebanyak 283 penyandang disabilitas fisik di Kabupaten Gowa menerima bantuan paket sembako dari Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya Makassar, Kamis (21/5).

Penyerahan dilakukan di posko induk Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa, Baruga Karaeng Galesong Kantor Bupati Gowa. Bantuan itu diserahkan oleh Kepala BRSPDF Wirajaya Makassar, Saiful Samad kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Syamsuddin Bidol untuk disalurkan pengurus Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Gowa.

Terkait hal itu, Saiful Samad mengatakan bantuan ini merupakan upaya Kementerian Sosial (RI) melalui BRSPDF Wirajaya Makassar dalam penanggulangan dampak Covid-19 khususnya kepada para penyandang disabilitas.

“Tentunya ini bisa bermanfaat dan kami berharap ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita khususnya penyandang disabilitas fisik yang ada di Kabupaten Gowa ini,” kata Saiful.

Sementara itu, Syamsuddin Bidol mengku mengapresiasi dengan adanya bantuan ini. Menurutnya ini salah satu bentuk perhatian BRSPDF Wirajaya Makassar kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Gowa.

Ia menambahkan saat ini Pemerintah Kabupaten Gowa juga memiliki perhatian khusus kepada para penyandang disabilitas. Hal ini terlihat dari sejumlah program pembangunan di Gowa yang ramah dengan kaum difabel.

“Seperti kantor Dinas Sosial yang kita pindahkan ke lantai satu agar mudah diakses oleh penyandang disabilitas. Begitupun dengan pedestrian, itu menjadi hal yang diperhatikan untuk memberi akses kepada penyandang disabilitas di Gowa,” kata Syamsuddin Bidol.

Anak Lumpuh Layu di Parepare Butuh Uluran Tangan Dermawan

KabarMakassar.com — Seorang anak penyandang disabilitas di Parepare butuh uluran tangan dermawan. Ia bernama Ashabul Kahfi (13) tinggal di Kelurahan Lumpue, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Anak keempat dari pasangan Sahrul dan Isihati itu menderita penyakit lumpuh layu sejak lahir.

Saat ditemui, Isihati yang merupakan ibu dari Kahfi-sapaan akrabnya mengaku kesulitan merawat sang anak. Sebab kata dia, kemampuan ekonominya tidak memadai.

“Saya sudah berusaha membawa ke dokter. Kata dokter pertumbuhan anak saya ini akan terhambat. Saya juga suda bawa berobat Bugis,” ujarnya dengan wajah berkaca-kaca.

Lebih lanjut, Isihati mengatakan Kahfi tidak bisa bicara normal. Tidak mampu duduk tegak apalagi berdiri.

“Kalau makan saya pangku Bu. Kalau diajak bicara paham ji. Memang ini pak dari lahir tidak normal seperti biasanya. Tidak nangis waktu lahir,” terangnya.

Sekretaris Dinsos Parepare, Hj Irma bersama Camat Bacukiki Barat, Fitriyani langsung mengunjungi anak itu dikediamannya.

Pihak Dinsos mengaku akan segera memberi bantuan berupa kursi roda untuk Kahfi.

“Alhamdulillah Kahfi ini penerima bantuan PKH dan bantuan asistensi penyandang disabilitas. Untuk kursi roda segera kita salurkan setelah penganggaran selesai,” ujarnya.

Sekadar diketahui, ayah dari Kahfi, Sahrul mencari nafkah sebagai tukang ojek dan ibunya Isihati sebagai IRT.