Anggota Dinas Perhubungan Bulukumba Dianiayaya Pengantar Jenazah

KabarMakassar.com — Sebuah video penganiayaan di jalan raya yang berdurasi 13 detik viral di jagad maya sosial facebook, Senin (22/6). Pada video itu terlihat seorang staff yang bekerja di Dinas Perhubungan Bulukumba tampak berlari menghindari kerumunan.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun Kabar Makassar, kejadian itu terjadi di Jalan Sam Ratulangi, Bulukumba. Penganiayaan itu diduga dilakukan oleh massa pengantar jenazah dan korban bernama Rizal.

Penganiayaan tampak jelas, apalagi sejumlah massa memukul dengan mengunakan balok kayu dan yang lain telihat mengambil sebuah batu yang akan dilempar kepada korban.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Bulukumba, Haerul yang dikonfirmasi via telfon membenarkan kejadian itu. Ia mengaku jika Rizal merupakan salah satu stafnya yang bertugas mengatur jalan di pertigaan Jalan Sam Ratulangi dan Jalan Matahari.

”Kasihan anggota saya, dia dipukul hingga babak belur, tapi katanya kini sudah di rawat di RSUD Bulukumba,” kata Haerul

Atas kejadian itu, Haerul mengaku telah meminta pihak kepolisan untuk mengusut kejadian ini. Ia mengatakan tidak terima stafnya yang sedang bertugas dianiaya. ”Kita minta kasus ini diusut dan hukum harus ditegakkan,” ungkapnya.

Polisi Kejar Pengantar Jenazah Pengeroyok Sopir di Gowa

KabarMakassar.com — Kepolisian Resort (Polres) Gowa akan melakukan tindakan tegas kepada para pengantar jenazah yang melakukan aksi pengeroyokan kepada sopir truk es Kristal.

Kasubag Humas Polres Gowa AKP M Tambunan mengatakan pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan atas laporan korban pengeroyokan di Jalan Andi Tonro Kabupaten Gowa.

“Untuk pelaku sementara masih Lidik. Sementara kita ambil keterangan dari korban maupun warga masyarakat sekitar tempat kejadian,” kata Tambunan kepada awak media, Rabu (1/1).

Menurut Tambunan, apa yang dilakukan pengantar jenazah kepada masyarakat pengguna jalan adalah tindakan yang tidak etis.

“Masyarakat yang berbuat anarkis kepada masyarakat lain yang dijalan kan tidak etis, kan masyarakat yang mengantar jenazah dengan cara seperti kan kurang baik. polres gowa akan tegas kepada pelaku,” sebut Kasubag Humas.

Diketahui, kejadian penganiayaan yang dilakukan pengantar jenazah kepada sopir mobil truk es Kristal terjadi pada Senin (30/12/2019) kemarin.

Para pengantar jenazah kesal lantaran tidak di beri jalan hingga menganiaya sopir mobil truk es Kristal hingga mengakibatkan luka serius pada bagian muka.

Akibat penganiaya yang dialami korban melaporkan kasus tersebut ke Polres Gowa.

Dua Debt Collector Dianiaya Nasabahnya di Takalar

KabarMakassar.com — Dua pria yang bekerja sebagai debt collector yakni Irwan Tompo (32) dan Daeng Ngepong (46) melapor ke polisi akibat penganiayaan yang dialami saat melakukan penarikan kendaraan motor nasabahnya yang menunggak 3 bulan.

Keduanya mendapatkan penganiayaan oleh pemilik motor, bermula pada saat malam tahun baru di depan toko mart di Tepo, Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, Takalar.

Sebelumnya debt collector adu mulut di parkiran toko mart, tanpa disadari kedua debt collector tersebut. Pukulan mendarat tepat diwajahnya dari sang nasabah.

Akibatnya kedua debt collector tersebut mendapatkan bogem mentah, keduanya dianiaya dan mendapatkan beberapa pukulan dari pria pemiliki motor tersebut.

Dari kejadian tersebut, Irwan Tompo mengalami luka robek depan sebelah kanan kepala, siku sebelah kanan luka memar. Sedangkan Daeng Ngepong mengalami luka robek pelipis kanan, gigi depan atas rontok patah 2 biji.

Sementara itu, dari kejadian tersebut sudah ditangani pihak Kepolisian Mangarabombang, Takalar.

Kapolsek Mangarabombang, AKP Sudirman membenarkan insiden tersebut, awal mula dari motor yang sudah menunggak, dan pemilik motor didatangi dua pria yang mengaku debt collector.

Keduanya hendak melakukan penarikan paksa kendaraan tersebut, akan tetapi pihak nasabah tak terima dan terjadilah penganiayaan.

“Kedua Debt Collector tersebut melaporkan kejadian yang dialaminya. Sebelumnya keduanya dirawat di puskesmas dan melaporkan jika dirinya dianaiaya nasabahnya,” kata Kapolsek AKP Sudirman.

Nasabah yang kini menghilang, sementara dalam pengejaran polisi. Namun saat ini nama nasabah dari debt collector sudah diketahui identitasnya, dan pihak kepolisian berharap datang ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

“Namun untuk perkembangan selanjutnya kami akan kroscek segalanya dan belum bisa memastikan siapa korban dan pelaku akan tetapi kejadian ini diduga masing masing bersalah dan benar,” pungkas Kapolsek AKP Sudirman.