BKN Kaji Kemungkinan Pelaksanaan SKB CPNS di Tengah Pandemi Covid-19

KabarMakassar.com — Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan, sampai saat ini pemerintah belum pernah memutuskan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2019 ditiadakan.

Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN, Paryono mengatakan, komposisi penetapan kelulusan peserta seleksi CPNS formasi tahun 2019 tetap akan mengacu pada ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 23 Tahun 2019 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2019.

“Sejumlah hal yang diatur dalam regulasi tersebut diantaranya terkait pembobotan nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan nilai Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang persentasenya masing-masing 40% dan 60%,” kata Paryono melalui pernyataan tertulisnya, Jumat (1/5) kemarin.

“Penjelasan ini sekaligus merupakan bantahan atas sejumlah informasi tak berdasar yang menyebutkan bahwa kelulusan pada seleksi CPNS formasi tahun 2019 hanya melihat hasil SKD,” sambungnya.

Menurut Paryono, saat ini BKN tengah mengkaji kemungkinan pelaksanaan SKB jika akan berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

“Selain itu, BKN juga sedang mengelaborasi model pelaksanaan SKB yang tidak bertentangan dengan protokol kesehatan dan keselamatan, jika akan digelar dalam situasi pandemi virus ini,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, seperti halnya dengan SKD, SKB akan menjadi rangkaian seleksi yang hasilnya akan turut menentukan kelulusan peserta dalam seleksi CPNS.

Pelaksanaan SKB yang pada rencana semula akan digelar mulai 25 Maret 2020 diputuskan ditunda sampai hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan penundaan ini dilatarbelakangi oleh situasi wabah virus Covid-19 yang sudah ditetapkan sebagai Bencana Nasional.

Penundaan pelaksanaan SKB telah disampaikan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) melalui Surat Menteri PANRB Nomor B/318/M/SM/01.00/2020 tanggal 17 Maret 2020 perihal Penundaan Jadwal SKB Seleksi CPNS Formasi Tahun 2019 dengan merujuk pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 23 Tahun 2019 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2019, dan Surat Kepala BKN Nomor K 26-30/V 205-4/99 tentang Jadwal Pelaksanaan Seleksi Penerimaan CPNS Formasi Tahun 2019.

BKD Sulsel Umumkan Hasil SKD CPNS Formasi Tahun 2019

KabarMakassar.com — Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulsel melalui laman bkd.sulselprov.go.id merilis pengumuman hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2019 lingkup Pemprov Sulsel, yang telah diverifikasi dan validasi (verval) oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

Dalam pengumuman dengan nomor: 800/3895/BKD tentang Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Seleksi Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2019 yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah itu, disampaikan, pelamar yang dinyatakan lulus selanjutnya berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) akan disampaikan kemudian setelah dikeluarkannya jadwal resmi dari Panselnas.,” bunyi poin ketiga pengumuman tersebut.

Pengumuman lengkap hasil SKD CPNS 2019 lingkup Pemprov Sulsel bisa dilihat di https://drive.google.com/file/d/11fCTSMS1gJc0WNMOqDMDWIJRWKQOo6yo/view

Sekadar diketahui, meski pengumuman hasil SKD CPNS Formasi Tahun 2019 dilakukan sesuai jadwal pada tanggal 22 – 23 Maret 2020, namun pemerintah telah memutuskan untuk menunda pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang merupakan tahap lanjutan dari seleksi peneriman CPNS.

Keputusan ini disampaikan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) penerimaan CPNS melalui Surat Menteri PANRB Nomor: B/318/M.SM.01.00/2020 tanggal 17 Maret 2020 perihal Penundaan Jadwal SKB Seleksi CPNS Formasi Tahun 2019, dengan merujuk pada PermenPANRB 23 Tahun 2019 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2019, dan Surat Kepala BKN Nomor K 26-30/V 205-4/99 tentang Jadwal Pelaksanaan Seleksi Penerimaan CPNS Formasi Tahun 2019.

Plt Kepala Biro Humas BKN, Paryono mengatakan, SKB yang rencananya akan berlangsung mulai tanggal 25 Maret 2020 akan ditunda sampai dengan dikeluarkannya kebijakan lebih lanjut oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

Keputusan penundaan ini, kata dia, dilatarbelakangi oleh situasi wabah Virus Corona (Covid-19) yang sudah ditetapkan sebagai bencana nasional.

“Bagi pelamar yang dinyatakan lulus dan lanjut SKB pada pengumuman hasil SKD agar tetap memantau website/media sosial Instansi, menunggu keputusan pelaksanaan SKB yang akan ditentukan kemudian,” kata Paryono di Kantor Pusat BKN Jakarta, Selasa (17/3) lalu.

Lebih jauh Paryono mengatakan, dalam surat Menteri PANRB itu juga disampaikan, instansi pemerintah pusat dan daerah yang telah menentukan jadwal pelaksanaan SKB termasuk penyiapan sarana/prasarana, agar berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Direktorat Jenderal Pembendaharaan Kementerian Keuangan, dengan merujuk pada Peraturan Pemerintah tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

Sejumlah Instansi di Sulsel Belum Umumkan Hasil Verval SKD CPNS

KabarMakassar.com — Badan Kepegawaian Negara (BKN) selaku Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2019 telah menyerahkan hasil verifikasi dan validasi (verval) Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) kepada total 521 instansi, yang terdiri dari 65 instansi pemerintah pusat (kementerian/lembaga) dan 456 instansi pemerintah Daerah (provinsi/kabupaten/kota).

Melalui pernyataan tertulisnya pada Jumat (20/3) kemarin, Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN, Paryono mengatakan, penyerahan hasil SKD tersebut disampaikan kepada seluruh admin instansi melalui portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN).

BKN, kata dia, meminta instansi menyiapkan pengumuman hasil SKD untuk disampaikan secara serentak kepada pelamar melalui masing-masing laman website atau media sosial instansi pada tanggal 22 – 23 Maret 2020.

Namun, hingga Ahad (22/3) pukul 12:00 WITA, instansi-instansi di Provinsi Sulsel, seperti Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, Pemkab Gowa dan beberapa daerah lainnya belum mengumumkan atau mengunggah hasil pengumuman SKD dari BKN tersebut di laman website resmi badan kepegawaiannya masing-masing.

Kepala Bidang Perencanaan dan Informasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulsel, Taufik Akbar yang dikonfirmasi terkait hal ini tidak memberikan jawaban pasti kapan hasil verval SKD untuk CPNS lingkup Pemprov Sulsel bakal diumumkan dan diunggah ke laman website resmi BKD Sulsel.

“Untuk pengumuman hasil SKD CPNS, hari ini kami masih mengerjakan datanya. Untuk diumumkan atau tidaknya hari ini, silahkan ditunggu saja. Kami pasti akan sampaikan ke publik setelah semuanya selesai, jadi harap bersabar,” kata Taufik.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan dan Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Abdul Kadir Masri memastikan, pengumuman hasil verval SKD CPNS lingkup Pemkot Makassar akan disampaikan pada Senin (23/3) besok.

“Kami sudah terima hasil verifikasi dari BKN, dan insha Allah untuk lingkup Pemkot Makassar akan diumumkan besok,” kata Kadir.

Senada, Kepala BKPSDM Kabupaten Gowa, Muh Bashir juga menyampaikan jika pengumuman hasil verval SKD penerimaan CPNS lingkup Pemkab Gowa akan diumumlan pada Senin (23/2) besok.

“Insha Allah rencannya besok akan kita umumkan,” singkat Bashir.

Sekadar diketahui, meski pengumuman hasil verval SKD CPNS Formasi Tahun 2019 dilakukan sesuai jadwal pada tanggal 22 23 Maret 2020, namun pemerintah telah memutuskan untuk menunda pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang merupakan tahap lanjutan dari seleksi peneriman CPNS.

Keputusan ini disampaikan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) penerimaan CPNS melalui Surat Menteri PANRB Nomor B/318/M.SM.01.00/2020 tanggal 17 Maret 2020 perihal Penundaan Jadwal SKB Seleksi CPNS Formasi Tahun 2019, dengan merujuk pada PermenPANRB 23 Tahun 2019 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2019, dan Surat Kepala BKN Nomor K 26-30/V 205-4/99 tentang Jadwal Pelaksanaan Seleksi Penerimaan CPNS Formasi Tahun 2019.

Plt Kepala Biro Humas BKN, Paryono mengatakan, SKB yang rencananya akan berlangsung mulai tanggal 25 Maret 2020 akan ditunda sampai dengan dikeluarkannya kebijakan lebih lanjut oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

Keputusan penundaan ini, kata dia, dilatarbelakangi oleh situasi wabah Virus Corona (Covid-19) yang sudah ditetapkan sebagai bencana nasional.

“Bagi pelamar yang dinyatakan lulus dan lanjut SKB pada pengumuman hasil SKD agar tetap memantau website/media sosial Instansi, menunggu keputusan pelaksanaan SKB yang akan ditentukan kemudian,” kata Paryono di Kantor Pusat BKN Jakarta, Selasa (17/3) lalu.

Lebih jauh Paryono mengatakan, dalam surat Menteri PANRB itu juga disampaikan, instansi pemerintah pusat dan daerah yang telah menentukan jadwal pelaksanaan SKB termasuk penyiapan sarana/prasarana, agar berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Direktorat Jenderal Pembendaharaan Kementerian Keuangan, dengan merujuk pada Peraturan Pemerintah tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

Perankingan Hasil SKD CPNS Parepare Beredar di Medsos, Ini Penjelasan BKPSDM

KabarMakassar.com — Hasil prankingan hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota Parepare untuk formasi pelamar umum (SMA-D3) yang digelar pada tanggal 10-16 Februari lalu, beredar di media sosial dan Whatsapp Grup.

Meski tak mencantumkan sumber resmi, pengumuman perankingan hasil SKD dalam bentuk file pdf yang beredar tersebut berisi nama-nama peserta yang lulus tes SKD CPNS Kota Parepare, lengkap dengan tanggal tes serta jadwal sesinya. Bahkan, tertera rekap nilai hasil tes yang terdiri dari TWK, TIU dan TKP. Hanaya saja, tidak tercantum sumber resmi dalam pengumuman tersebut.

Padahal menurut jadwal resmi dari Badan Kepegawaian Negara, perankingan hasil SKD CPNS untuk seluruh instansi baik pusat maupun daerah baru akan diumumkan pada 22-23 Maret mendatang.

Sekretaris BKPSDM Kota Parepare, Adriani Idrus yang dikonfirmasi terkait hal ini mengaku pengumuman hasil perankingan SKD tersebut tidak resmi dan bukan dikeluiarkan oleh pihak panitia seleksi (Pansel) daerah Kota parepare.

“Informasi itu tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sebab, hanya BKN yang berhak mengumumkan itu.

Data hasil tes, secara sistem BKN pusat yang akan melakukan pemeringkatan,” kata Adriani, Senin (24/2).

Menurut Adriani, kemungkinan pengumuman perankingan hasil SKD itu dibuat oleh seseorang yang membuat rekap sendiri.

“Bisa jadi dia merekap sendiri dengan melihat hasil tes di papan pengumuman. Mari kita tunggu pengumuman resmi dari BKN. Kami imbau pelamar tetap hati-hati dan waspada jika ada informasi yang tidak jelas,” ujarnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya pihak BKPSDMD Kota Parepare di laman Facebook-nya telah mengunggah jadwal pengumuman perankingan hasil SKD CPNS yang baru akan diumumkan pada 22-23 Maret 2020 mendatang.

Semengtara untuk jadwal pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang merupakan tahap kedua dari seleksi penerimaan CPNS berdasarkan jadwal yang dirilis tersebut akan digelar pada tanggal 25 Maret sampai10 April 2020 mendatang.

Ini Jadwal Pengumuman Hasil SKD CPNS Pemprov Sulsel

KabarMakassar.com — Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Provinsi Sulsel telah dilaksanakan pada tanggal 28 Januari hingga 1 Februari 2020.

Kini para pelamar tinggal menunggu pengumuman perankingan hasil SKD untuk mengetahui lulus tidaknya ke tahap berikutnya, yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Pasalnya, meski skor SKD memenuhi atau bahkan melebih nilai ambang batas (passing grade), pelamar belum tentu bisa lanjut ke tahap berikutnya. Sebab, hanya tiga peserta dengan nilai tertinggi di masing-masing formasi yang berhak untuk mengikuti (SKB)

Terkait jadwal pengumuman perankingan hasil SKD, Kepala Bidang Perencanaan dan Informasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulsel, Taufik Akbar mengatakan, berdasarkan Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor K 26-30/V 205-4/99 perihal jadwal pelaksanaan seleksi Penerimaan CPNS tahun 2019 tanggal 9 Desember 2019, pengumuman hasil SKD akan dilaksanakan pada tanggal 22 sampai dengan 23 Maret 2020.

“Untuk pengumuman dan penetapan perankingan hasil SKD berdasarkan surat Kepala BKN itu baru akan dipublish pada tanggal 22 Maret 2020, termasuk SKDS CPNS Pemprov Sulsel,” kata taufik, Kamis (20/2).

Menurut Taufik, nantinya setelah pelaksanaan SKD selesai secara nasional, akan dilakukan rekonsiliasi data.

“Akan dilaksanakan rekonsialiasi data antara Panita Seleksi Nasional (Panselnas) dan Panitia Seleksi Daerah (Panselda). Jadi sementara ini kita menunggu selesainya pelaksanaan SKD secara nasional, yang sesuai Jadwal sampai dengan 28 Februari 2020,” terangnya.

Taufik menegaskan, yang berhak dan memiliki kewenangan untuk mengeluarkan pengumuman dan penetapan prankingan hasil SKD adalah Badan Kepegawaian Negara selaku Panselnas dan bukan instansi daerah.

“Setelah BKN atau panselnas mengeluarkan pengumuman dan hasil perankingan, baru selanjutnya instansi pemerintah daerah menetapkan pengumuman hasil/kelulusan SKD dengan keputusan ketua panitia seleksiinstansi,” jelasnya.
tuturnya.

Sekadar diketahui, pelaksanaan SKD CPNS Pemprov Sulsel yang digelar pada 28 Januari sampai 01 Februari lalu diikuti sebanyak 4.914 peserta. Pemprov Sulsel sendiri untuk pemerimaan CPNS kali ini mendapat jatah atau kuota penerimaan sebanyak 195 formasi, yang terdiri dari 77 formasi tenaga kesehatan dan 118 formasi tenaga teknis.

SKD CPNS Pemkot Makassar Akomodir 3.500 Peserta Perhari

KabarMakassar.com — Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkot Makassar yang akan diikuti sebanyak 16.888 peserta menurut jadwal digelar pada tanggal 22 hingga 26 Februari mendatang di Gedung Olahraga Universitas Hasanuddin, Makassar.

Untuk menunjang pelaksanaan tes SKD berbasis Computer Assisted Test (CAT) itu, Pemkot Makassar juga telah bekerjasama dengan Universistas Hasanuddin, termasuk menyiapkan sebanyak 700 unit komputer.

“Seluruh perlengkapan berupa kursi, meja dan komputer dipersiapkan oleh Unhas,” kata Pelaksana tugas (plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Basri Rakhman, Selasa (18/2).

Basri Rakhman mengatakan, pihaknya sejauh ini semua saran dan prasarana penunjang pelaksanaan tes SKD tersebut telah siap. Termasuk toilet portabel yang akan disiapkan oleh Dinas PU Kota Makassar.

“Selebihnya, sisa kesiapan para peserta untuk fokus melakukan tes.Kalau fasilitas sudah disiapkan ratusan unit komputer. Nantinya akan ada 5 sesi setiap harinya, dimana per sesi diikuti sebanyak 700 orang. Jadi dalam sehari itu bisa diakomodir 3.500 peserta, sehingga bisa rampung secara keseluruhan dalam lima hari,” terangnya.

Sebelumnya, Kabid Pengadaan dan Informasi Kepengawaian BPKSDM Kota Makasar, Abdul Kadir Masri juga mengimbau para peserta ujian untuk tidak terpengaruh tawaran atau iming-iming dari pihak manapun yang menjanjikan kelulusan dengan membayar sejumlah uang.

“Lulus tidaknya hanya ditentukan dari hasil SKD dengan menggunakan sistem CAT. Jadi selesai ujian nilai bisa dilihat lulus apa tidak,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Pemkot Makassar untuk penerimaan CPNS tahun ini mendapat kuota atau jatah sebanyak 526 formasi.

Cegah Kecurangan, Tes CPNS Parepare Bakal Diperketat

KabarMakassar.com – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Parepare terus menggenjot persiapan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dijadwalkan mulai digelar pada 10 Februari mendatang.

Plt Kepala BKPSDMD Parepare, Gustam Kasim mengatakan, pihaknya bakal memperketat pemeriksaan di lokasi tes untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan tes SKD tersebut.

“Kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Satpol PP untuk menjaga keamanan. Kami siapkan pendeteksi logam, peserta tidak diperbolehkan membawa masuk aksesoris ke dalam ruang tes. Peserta hanya diperkenankan membawa KTP dan kartu tes,” kata Gustam, Jumat (7/2).

Sekretaris BKPSDMD, Adriani Idrus menambahkan, saat ini semua sarana dan prasarana untuk pelaksanaan tes SKD CPNS Pemkot Parepare sudah siap sesuai harapan.

“Kami tinggal menunggu BKN untuk mengoneksikan dengan server pada 9 Februari. Tidak ada yang bisa masuk ke ruangan ujian kecuali BKN dan kepolisian. Bahkan panitia juga tidak bisa,” terang Adriani.

Menurut Adriani, sejumlah instansi juga dilibatkan untuk sukses dan lancarnya pelaksanaan tes SKD CPNS ini. Mulai dari pihak kepolisian dalam hal pengamanan hingga rekayasa lalu lintas, Dishub dalam pengelolaan parkir, dan Satpol.

“Kominfo juga bantu teknis bidang komputer dan jaringannya. Kami juga sudah surati PLN untuk tidak melakukan pemadaman saat tes berlangsung,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, pelaksanaan tes SKD CPNS Pemkot Parepare bakal dilangsungkan di Kantor BKPSDMD pada tanggal 10-16 Februari. Dimana dalam sehari dibagi 5 sesi. Setiap sesi aakan diikuti sebanyak 220 peserta.