Hadapi Covid-19, Presiden Minta Warga Tumbuhkan Sikap Gotong Royong

KabarMakassar.com — Ketersediaan bahan pokok pada berbagai daerah di tengah pandemi Covid-19 menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu disampaikan dalam rapat terbatas melalui telekonferensi, Senin (13/4).

Menurut Presiden, langkah harus segera diambil dan dipersiapkan sejak dini untuk memastikan ketahanan pangan di daerah-daerah tetap aman. Terutama kepada sejumlah daerah yang menjadi epicentrum Covid-19.

“Pak Menteri Dalam Negeri tolong diingatkan kepada para gubernur, bupati, dan wali kota untuk menjaga ketersediaan bahan pokok serta membuat perkiraan ke depan sehingga kita bisa memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan pokok dan harga yang masih terjangkau,” kata Jokowi.

Ia mengaku jika pemerintah sendiri telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memberikan bantuan bahan pokok yang amat dibutuhkan masyarakat. Presiden juga meminta agar program mendesak tersebut harus mulai dieksekusi sesegera mungkin.

“Saya minta Menteri Sosial, Menteri Keuangan juga, pekan ini semuanya harus bisa jalan. Ini sudah sangat mendesak, baik yang berkaitan dengan Kartu Prakerja, PKH (Program Keluarga Harapan), bantuan sosial langsung, Kartu Sembako, maupun pembagian sembako di Jabodetabek. Semuanya harus jalan pekan ini,” tegasnya.

Lebih jauh, Presiden mengajak partisipasi dan kepedulian masyarakat terhadap warga di sekitar yang membutuhkan bantuan di saat isolasi secara mandiri. Menurutnya, budaya tolong-menolong harus terus digaungkan untuk meringankan kesulitan yang mungkin dihadapi oleh masyarakat di sekitar kita.

“Jadi yang positif diisolasi tetapi tetangganya membantu. Kegotongroyongan seperti ini yang harus terus kita gaungkan sehingga benar-benar kalau ada isolasi mandiri, kalau ada pasien positif yang ada di sebuah kampung, bukan malah dikucilkan tetapi (tetangga) kanan-kirinya bisa tolong-menolong,” pungkasnya.

Minyak Kelapa Diusulkan Jadi Obat Covid-19

KabarMakassar.com — Vaksin atu pengobatan antivirus khusus untuk corona Covid-19 sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan. Di Filipina, peneliti berencana memulai uji klinis minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil/VCO), untuk obat Covid-19.

Dilansir dari suara.com, jaringan KabarMakassar.com, dalam pernyataan resmi yang diterbitkan Universitas Ateneo de Manila (Filipina), Dr Fabian Dayrit dan Dr Mary Newport dari Spring Hill Neonatolody (AS) mengusulkan potensi minyak kelapa sebagai agen yang aman terhadap Covid-19 pada bulan Januari lalu.

Mereka menyebut, minyak kelapa dan turunannya telah terbukti aman dan efektif sebagai senyawa antivirus pada manusia dan hewan.

Minyak kelapa murni mengandung Asam laurat (C12) dan monolaurin sebagai turunannya, telah dikenal selama bertahun-tahun memiliki aktivitas antivirus yang signifikan.

Asam laurat adalah asam lemak rantai menengah yang membentuk sekitar 50% minyak kelapa. Sedangkan monolaurin adalah metabolit yang diproduksi secara alami oleh enzim tubuh sendiri setelah menelan minyak kelapa dan juga tersedia dalam bentuk murni sebagai suplemen.

Sodium lauryl sulfate, surfaktan umum yang terbuat dari asam laurat, telah terbukti memiliki sifat antivirus yang kuat. Asam laurat, monolaurin, dan natrium lauril sulfat (yang juga dikenal sebagai natrium dodesil sulfat) digunakan dalam berbagai produk karena sifat antivirusnya.

Tercatat asam laurat berperan dalam banyak aktivitas antivirus yang dilaporkan dari minyak kelapa.

Asam lemak lain dalam minyak kelapa, yakni asam kaprat (C10) dan turunannya, monokaprin, juga menunjukkan aktivitas yang menjanjikan terhadap virus lain, seperti HIV-1.

Asam kaprat menyumbang sekitar 7% dari minyak kelapa. Jadi, setidaknya ada dua asam lemak dalam minyak kelapa, dan monogliserida (monolaurin dan monokaprin) mereka, memiliki sifat antivirus.

Di tahun 2007, peneliti sudah menguji aktivitas virucidal dari asam lemak, monogliserida, dan alkohol berlemak terhadap virus pernapasan respirasi (RSV) dan virus parainfluenza manusia tipe 2 (HPIV2) pada konsentrasi, waktu, dan tingkat pH yang berbeda.

Mereka melaporkan senyawa yang paling aktif diuji adalah monokaprin yang juga menunjukkan aktivitas melawan virus influenza A dan aktivitas virucidal yang signifikan bahkan pada konsentrasi serendah 0,06-0,12%.

“Mengingat bukti ilmiah yang cukup untuk aktivitas antivirus dari minyak kelapa, asam laurat dan turunannya dan keamanan umum mereka, dan tidak adanya obat untuk SARS-CoV-2 (virus penyebab Covid-19) kami mendesak agar studi klinis dilakukan di antara pasien yang telah terinfeksi dengan SARS-CoV-2,” demikian tertulis dalam pernyataan resmi mereka.

Perawatan ini terjangkau dan hampir bebas risiko, dan potensi manfaatnya sangat besar. Di sisi lain, mengingat keamanan dan ketersediaan luas minyak kelapa murni (VCO), peneliti merekomendasikan bahwa VCO dipertimbangkan sebagai profilaksis umum terhadap infeksi virus dan mikroba.

Cegah Covid-19, Pemdes Mangepong Sosialisasi dan Bagi Masker Kain

KabarMakassar.com — Pemerintah Desa (Pemdes) Mangepong, Kecematan Turatea, Kabupaten Jeneponto melakukan sejumlah kegiatan sebagai langkah penanggulangan dan pencegahan Covid-19. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara langsung.

Kepala Desa Mangepong, Safaruddin mengatakan jika pihaknya bersama Pemdes Mangepong melakukan sosialisasi door to door kepada masyarakat. “Saya bersama Ibu Ketua PKK Desa Mangepong dan bersama perangkat desa melakukan pembagian masker kain kepada masyarakat,” kata Safaruddin, Kamis (9/4).

Menurutnya, Pemdes Mengepong akan terus berupaya mengedukasi masyarakat agar tidak berkerumun untuk menghindari Covid-19. “Ini adalah upaya Pemdes Mangepong untuk menanggulangi penyebaran virus. Karena partisipasi masyarakat juga sangat diperlukan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Mangepong, Takdir mengatakan bahwa kegiatan pembagian masker itu dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut serta arahan pemerintah pusat serta dari Tim Gugus Penanganan Covid-19.

“Ini menindaklanjuti arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Desa agar tiap desa melakukan perubahan Anggaran Pemerintah Belanja Desa (APBDes), maka kami Pemdes Mangepong membentuk Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19,” klata Takdir.

Takdir mengaku jika penggunaan APBDes tahap 1 sudah dialokasikan seperti penyemprotan desinfektan, pembuatan masker kain, pembuatan spanduk/baliho sosialisasi tiap masjid dan tempat umum lainnya.

“Ini kami anggarkan melalui dana desa tahap pertama dengan beberapa item kegiatan seperti penyemprotan desinfektan, pembuatan masker kain dan spanduk/baliho sosialisasi setiap masjid dan tempat strategis lainnya,” pungkasnya.

Hal Ini yang Membuat Kecamatan Sangkarrang Masih Steril dari Covid-19

KabarMakassar.com — Berdasarkan hasil pemetaan (mapping) sebaran kasus Covid-19 yang dilakukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kota Makassar, Sangkarrang menjadi satu-satunya kecamatan di Kota Makassar yang masih bersih dari virus Corona (Covid-19).

Pertanggal 5 April 2020, di Kecamatan Sangkarrang yang berpenduduk 15 ribu jiwa itu, baik Orang Dalam Pemantauan (OPD), Pasien Dalam Pengawaan (PDP) maupun pasien positif Covid-19, semuanya masih nihil.

Camat Sangkarrang, Firnandar Sabara mengaku sangat bersyukur wilayah yang dipimpinnya masih steril dari Covid-19. Menurut dia, hal ini tak terlepas dari sejumlah upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah setempat, ditambah kedisplinan warga dalam menjalankan imbauan pemerintah.

Firnandar mengatakan, beberapa langkah pencegahan yang dilakukan jajaran pemerintah setempat bersama Muspika diantaranya, memperketat pemeriksaan di dermaga penyeberangan terhadap orang yang ingin masuk maupun keluar dari wilayah Kecamatan Sangkarrang.

“Kami memperketat pemeriksaan baik di Dermaga Kayu Bangkoa maupun dermaga yang ada di pulau-pulau di wilayah Kecamatan Sangkarrang. Kami juga menyiapkan alat pemeriksaan suhu tubuh di dermaga-dermaga untuk memeriksa suhu tubuh warga yang dari luar pulau,” kata Firnanda, Selasa (7/4).

Selain itu, lanjut Firnandar, pihaknya bersama para pemangku kepentingan di wilayah Kecamatan Sangkarang juga terus melakukan imbauan agar warga tetap berada di rumah dan tidak melakukan perjalanan ke luar pulau jika tak ada keperluan mendesak.

“Kami juga melakukan langkah pembatasan penyeberangan ke pulau, sesuai kebijakan Pemerintah Kota Makassar. Termasuk penyemprotan disinfektan juga kita lakukan di daerah-daerah pemukiman warga maupun tempat-tempat yang sering digunakan warga beraktivitas,” terangnya.

Sekadar diketahui, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang adalah kecamatan termuda di Kota Makassar. Kecamatan berpenduduk sebanyak 15 ribu jiwa ini terbentuk pada tahun 2017 lalu. Wilayah administratif Kecamatan Kepulauan Sangkarrang terdiri dari 3 kelurahan, yakni: Kelurahan Barrang Lompo dengan luas wilayah 19,23 Ha; Kelurahan Barrang Caddi dengan luas wilayah 38,19 Ha (terdiri dari 5 pulau, yaitu; pulau Lumu-lumu, Lanjukang, Bone Tambu, Langkai, dan Barrang Caddi); dan Kelurahan Kodingareng dengan luas wilayah 14 Ha, yang terdiri dari Pulau Kodingareng dan Kodingareng Keke yang tak berpenghuni.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar merilis data hasil pemetaan (mapping) penyebaran Covid-19 perkecamatan yang ada di wilayah Kota Makassar.

Berdasarkan hasil mapping tersebut, 5 kecamatan dengan jumlah pasien positif Covid-19 terbanyak yakni: Rappocini (12 orang); Tamalate (7 orang); Panakkukang (6 orang); Mamajang (6 orang); dan Manggala (5 orang).

Sementara Sangkarrang menjadi satu-satunya kecamatan di Kota Makassar yang masih nihil kasus Covid-19, baik Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun pasien positif.

Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, berdasarkan hasil tracing, diketahui setidaknya ada 4 cluster penyebab terpaparnya pasien Covid-19 di Kota Makassar. Yakni cluster umrah (jemaah yang baru pulang dari umrah), cluster Bogor (baru pulang/datang dari Bogor), cluster Raha (orang-orang yang baru pulang/datang dari mengikuti pertemuan di Raha-Muna), dan cluster ijtima Gowa.

“Dari empat cluster itu, ada dua cluster yang memiliki jumlah kontak paling banyak dari hasil pemetaan kita. Yaitu cluster Raha dan cluster umrah. Dua cluster ini yang dominan melakukan kontak dengan ODP dan PDP,” kata Iqbal, Senin (6/4).

Iqbal mengaku, sampai saat ini Pemerintah Kota Makassar masih melakukan pendataan terkait asal dan riwayat perjalanan dari pasien kasus Covid-19 lainnya di Kota Makassar. Sebab menurut dia, masih banyak pasien Covid-19 yang penyebab terpaparnya tidak (belum) diketahui.

“Sebenarnya masih banyak juga yang kita belum ketahui dari mana (penyebab terpaparnya). Belum ketahuan dari mana dia dapat, tidak semua berhasil di tracing darimana riwayatnya,” ungkapnya.

Berikut data lengkap sebaran kasus Covid-19 perkecamatan di Kota Makassar per tanggal 5 April 2020:

  1. Kecamatan Rapocini
    ODP: 121 Orang
    PDP: 8 Orang
    Positif: 12 Orang
  2. Kecamatan Tamalate
    ODP: 21 Orang
    PDP: 14 Orang
    Positif: 7 Orang
  3. Kecamatan Panakukkang
    ODP: 39 Orang
    PDP: 9 Orang
    Positif: 6 Orang
  4. Kecamatan Mamajang
    ODP: 19 Orang
    PDP: 5 Orang
    Positif 6 Orang
  5. Kecamatan Manggala
    ODP: 36 Orang
    PDP: 14 Orang
    Positif: 5 Orang
  6. Kecamatan Ujung Pandang
    ODP: 4 Orang
    PDP: 7 Orang
    Positif: 4 Orang
  7. Kecamatan Makassar
    ODP: 11 Orang
    PDP: 7 Orang
    Positif: 4 Orang
  8. Kecamatan Biringkanaya
    ODP: 39 Orang
    PDP: 11 Orang
    Positif: 3 Orang
  9. Kecamatan Tallo
    ODP: 14 Orang
    PDP : 6 Orang
    Positif: 2 Orang
  10. Kecamatan Mariso
    ODP: 9 Orang
    PDP: 7 Orang
    Positif: 1 Orang
  11. Kecamatan Tamalanrea
    ODP: 28 Orang
    PDP: 8 Orang
    Positif: 1 Orang
  12. Kecamatan Wajo
    ODP: 3 Orang
    PDP: 2 Orang
    Positif: 1 Orang
  13. Kecamatan Bontoala
    ODP: 3 Orang
    PDP: 1 Orang
    Positif: Nihil
  14. Kecamatan Ujung Tanah
    ODP: 13 orang
    PDP: 1 Orang
    Positif: nihil
  15. Kecamatan Sangkarrang
    ODP: nihil
    PDP: nihil
    Positif: nihil

Posko Induk Penanganan Covid-19 di Gowa Mulai Beroperasi

KabarMakassar.com — Posko Induk Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa yang dipusatkan di Baruga Karaeng Galesong Kantor Bupati Gowa, mulai beroperasi, Senin (6/4).

Posko induk yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Gowa ini dipastikan akan selalu siaga hingga masa penanganan virus Corona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Gowa berakhir.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, keberadaan posko induk penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa ini diharapkan dapat menjadi sentra data terpadu, sehingga data yang akan dipublikasikan ke publik telah bersifat valid.

“Semua data bisa terpadu. Jadi data dari tingkat desa/lurah, kecamatan hingga provinsi bisa sama dengan data yang ada di Kabupaten Gowa sebelum kita share,” kata Adnan, saat memimpin coffee morning bersama pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa dan Forkopimda melalui telekonference di Peace Room A’Kio.

Tak hanya itu, kata dia, posko induk ini juga akan menjadi sentral koordinasi antara gugus tugas, dinas sosial, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan. Jika sebelumnya penanganan Covid-19 dilakukan secara terpisah, maka melalui posko induk ini semuanya akan mulai disinkronkan.

Misalnya, pada penyaluran paket sembako bagi warga yang melakukan isolasi mandiri dapat tepat sasaran karena berdasarkan data terkategori Orang dalam Pemantauan (ODP), Pasien dalam Pengawasan (PDP) dan positif, yang dikeluarkan Dinas Kesehatan. Termasuk untuk mengupdate jika ada warga terdata yang telah melakukan masa isolasi mandiri namun masih harus melakukan isolasi, sehingga kebutuhan sembakonya dapat terpenuhi.

Adnan menjelaskan, aktivitas yang berlangsung dalam posko induk ini akan diawasi langsung pihak kepolisian, TNI, Kejari, hingga Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Tujuannya, agar pemanfaatan anggaran dan penyaluran bantuan seperti sembako untuk penanganan Covid-19 setiap harinya lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami juga meminta kepolisian, TNI, pak Kajari, Inpektorat melalui APIP dan BPKP untuk standby setiap harinya,” jelasnya.

Tak hanya itu, Adnan juga meminta para anggota PMI dan Pramuka Peduli agar melibatkan diri secara langsung jika ada permintaan penyemprotan di sejumlah titik rawan penyebaran virus. Khususnya PMI Cabang Gowa, karena saat ini mereka memiliki lima alat penyemprot yang bisa dipinjam untuk digunakan.

“Saya mau penyemprotan bukan hanya dilakukan satu atau dua kali, tetapi lakukan secara berkala minimal sekali seminggu. Apalagi di daerah yang sudah ada kasus ODP, PDP dan positifnya. Lalu setelah itu bisa dilakukan ke rumah masyarakat yang memang belum sama sekali dilakukan penyemprotan,” tegas Adnan.

Adnan berharap, keberadaan posko induk ini bisa membuat semua pihak dan program penanganan Covid-19 bisa terintegrasi. Mulai dari penyaluran sembako, data Covid-19 dan keperluan lainnya, sehingga penanganan bisa betul-betul dilakukan secara bersama atau terpadu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis menambahkan, posko induk ini akan dilengkapi dengan peralatan pendukung, seperti contoh alat pelindung diri (APD) yang sesuai, alat untuk pendataan (laptop dan printer) serta sebaran peta data Covid-19.

“Siapapun yang akan masuk ke dalam area posko harus dipastikan dalam keadaan steril. Tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun, alat pengukur suhu, dan hand sanitizer kita siapkan di lantai bawah. Jadi sebelum naik ke posko harus sudah berada dalam kondisi steril. Tak hanya itu petugas yang berada dalam posko juga diwajibkan menggunakan masker,” paparnya.

Ditempat yang sama, penanggungjawab call centre penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa, dr. Gaffar mengaku, untuk sementara hanya menggunakan satu nomor yaitu 08114178001, sambil menunggu nomor telepon lokal yang akan digunakan di posko induk.

“Untuk call centre penanganan Covid-19 Gowa saat ini hanya satu nomor saja dulu, karena sementara kami persiapkan nomor lokal mungkin nanti 2-3 hari kedepan sudah ada, dan akan ada operator yang standby dua atau tiga orang yang nantinya bisa dialihkan ke call centre yang tadi. Ini dilakukan agar nomor lokal bisa aktif 24 jam,” jelasnya.

Terkait SOP data sebelum dipublish, Gaffar menjelaskan, data tersebut terlebih dahulu divalidasi dari berbagai sumber. Mulai data dari Puskesmas, Rumah Sakit Gowa, Rumah Sakit Makassar, hingga provinsi. Setelah dicocokkan, barulah data tersebut bisa dipublikasikan ke masyarakat.

“Data akan disortir dulu dari berbagai sumber. Nantinya disitu akan ada updating data, dan data divalidasi paling lambat jam 18.00 WITA, kemudian didistribusi ke media centre untuk dipublis pukul 20:00 WITA,” pungkasnya.

Pemkab Gowa Perpanjang Kebijakan Beraktivitas dari Rumah Hingga 21 April

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menginstruksikan agar proses belajar, berkerja dan beribadah dari rumah dalam rangka physical distancing di wilatyah Kabupaten Gowa, diperpanjang selama 14 hari kedepan atau hingga 21 April 2020 mendatang.

Instruksi yang ditindaklanjuti dalam Surat Edaran Bupati Gowa ini dilakukan dengan melihat kondisi penyebaran virus corona atau Covid-19 yang semakin meningkat di Provinsi Sulsel, termasuk di wilayah Kabupaten Gowa. Dimana berdasarkan data terakhir, di Kabupaten Gowa tercatat ada 13 warga positif Covid-19, 189 Orang Dalam Pengawasan (ODP), dan 54 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Kebijakan ini kita ambil dengan melihat kondisi terkini, yang mana aktivitas di luar rumah belum memungkinkan untuk kita lakukan. Makanya hingga 14 hari kedepan aktivitas baik belajar, bekerja maupun beribadah masih harus kita lakukan di rumah,” kata Adnan, saat menggelar teleconference dengan pimpinan OPD dan camat di lingkup Pemkab Gowa, Senin (6/4).

Perpanjangan bekerja dari rumah ini, lanjut Adnan, juga berlaku bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Dengan begitu, kebijakan untuk tetap bekerja secara bergantian masih diberlakukan hingga batas waktu yang telah diberikan.

“Kita masih akan melihat bagaimana perkembangan kedepannya. Intinya, mari kita bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus ini sesuai dengan aturan protokol kesehatan,” ujarnya.

Surat edaran yang dikeluarkan Bupati Gowa ini juga termasuk memastikan bahwa kegiatan mengumpulkan banyak orang tetap ditiadakan untuk sementara, hingga kondisi kembali membaik.

Adnan pun meminta agar pengawasan pada kebijakan surat edaran ini, terutama bagi anak sekolah menjadi perhatian penuh. Olehnya itu, sangat dibutuhkan kerjasama yang baik antara Forkopimda, pimpinan SKPD dan stakeholder lainnya.

“Saya meminta dinas pendidikan untuk segera menindaklanjuti ke jajaran sekolah, agar pihak sekolah meningkatkan edukasi muridnya agar tidak keluar rumah. Begitupun dengan Satpol PP untuk menegur jika menemukan anak sekolah berada di tempat umum atau di luar rumah tanpa keperluan yang sifatnya urgent dan mendesak,” tegas Adnan.

Sekadar diketahui, sebelumnya kebijakan belajar, bekerja dan beraktivitas dari rumah telah dikeluarkan Pemkab Gowa sejak 17 hingga 31 Maret 2020 lalu. Setelah melihat perkembangan kondisi, Pemkab Gowa kembali memperpanjang kebijakan tersebut hingga 7 April 2020, yang kemudian kembali diperpanjang hingga 21 April 2020 mendatang.

Cegah Covid-19, Pemkot Makassar Perketat Jam Operasional Toko

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali mengeluarkan surat himbauan terkait jam operasional tempat usaha penyedia bahan pokok dan non bahan pokok. Hal itu berdasarkan surat edaran Dinas Perdagangan Kota Makassar dengan nomor 800/0582/Disdag/IV/2020.

Terkait hal itu, Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb membenarkan hal itu. Ia mengatakan jika hal itu dilakukan sebagai langkah preventif Pemkot Makassar untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Dihimbau agar tetap menjaga physical distancing” kata Iqbal, Jumat,(3/4).

Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Usaha Perdagangan, Dinas Perdagangan Kota Makassar, Ikhsan NS. Ia mengaku jika surat edaran ini sudah harus ditindaklanjuti oleh pemilik usaha setelah surat tersebut diterima.

“Surat edaran ini diberlakukan setelah diterimanya surat edaran tersebut. Dan pelaku usaha harus melaksanakan imbauan itu karena ini untuk kepentingan kita semua,” kata Ikhsan.

Menurutnya, diberlakukannya pengurangan jam operasional khusus toko penyedia sembako dan toko penyedia non kebutuhan pokok sebagai langkah taktis pencegahan penularan Covid-19.

“Bagi toko yang menyediakan bahan pokok akan diberikan kebijakan boleh buka sampai jam 8 malam. Dan toko yang tidak menjual bahan pokok, harus mengindahkan imbauan ini dan hanya boleh beroperasi 4 jam tiap hari,” ungkapnya.

Ia mengaku jika pihaknya memberikan persyaratan agar dilakukan pembatasan pelanggan untuk tidak datang dalam jumlah yang banyak. “Tidak boleh masuk lama-lama untuk bergerombol tidak boleh, take away aja,” katanya.

Perubahan dari surat tersebut, kata dia, merupakan tindaklanjut dari surat imbauan sebelumnya yang dikeluarkan pada 1 April lalu dari Pemkot Makassar untuk memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi.

“Artinya kita berlakukan pembatasan jam operasional karena itu kan penyedia kebutuhan pokok dan masyarakat membutuhkan. Jangan sampai kita cegah penyakit satu datang penyakit yang lainnya,” jelasnya.

Putus Penyebaran Covid-19, Pemkab Bulukumba Akan Isolasi Pemudik

KabarMakassar.com — Bupati Bulukumba, AM. Sukri A. Sappewali mengunjungi dan meninjau gedung Pusat Pelayanan Sosial Bina Karya (PPSBK) Nirannuang Unit Pelayanan Tugas Daerah (UPTD) Dinas Sosial Sulsel yang terletak di Bola Cippe’e, Desa Paenre Lompoe, Kecamatan Gantarang, Jum’at (3/4).

Kunjungan Bupati Bulukumba itu didampingi oleh Komandan Kodim (Dandim) 1411 Bulukumba Letkol Arm Joko Triyanto, Wakapolres Bulukumba Kompol Syarifuddin, bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pada kesempatan itu, AM. Sukri A. Sappewali mengatakan jika Pemkab Bulukumba berencana menjadikan PPSBK Nirannuang untuk dijadikan sebagai tempat penampungan sementara warga Bulukumba yang baru tiba dari luar daerah.

“Baik itu pendatang lokal terlebih pemudik dari luar negeri sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP),” kata AM. Sukri.

Ia mengaku berdasarkan data pendatang yang telah masuk di Bulukumba sekitar 900 orang dan telah diberikan himbauan untuk melakukan isolasi mandiri.

“Data BNPTKI kurang lebih sekitar 7000 lagi warga yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) akan kembali,” ungkapnya.

Untuk itu, kata dia, sebagai upaya untuk memutus mata rantai Covid-19 di Bulukumba maka Pemkab akan melakukan karantina bagi warga pendatang baik itu TKI maupun warga dari daerah lokal termasuk warga yang berasal dari zona merah.

“PPSBK Nirannuang ini memiliki 90 kamar yang bisa dimanfaatkan sebagai area karantina bagi warga pendatang. Kami harapkan juga agar seluruh masyarakat untuk dapat memahami dengan keadaan ini,” pungkasnya.

Pertimbangkan Faktor Risiko Covid-19, Jokowi Tetapkan Status Kedaruratan Kesehatan

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat terkait wabah virus Corona COVID-19 di Indonesia. Keputusan ini diumumkan Jokowi secara langsung melalui konferensi pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3).

Jokwi mengatakan, penetapan status kedaruratan kesehatan masyarakat ini diambil berdasarkan faktor risiko dari wabah Covid-19.

“Pemerintah telah menetapkan Covid-19 sebagai jenis penyakit dengan faktor risiko yang menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat. Oleh karenanya, pemerintah menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat,” kata Jokowi.

Jokowi mengaku, sudah menandatangani Keputusan Presiden tentang Kedaruratan Kesehatan Masyarakat. Dimana opsi yang dipilih pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini adalah melakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB) dengan dasar hukum UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Olehnya itu, Jokowi meminta pemerintah daerah berpegang pada aturan yang telah diterbitkan.

“Sesuai UU, PSBB ditetapkan menteri kesehatan yang berkoordinasi dengan kepala gugus tugas COVID-19 dan kepala daerah, ini berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,” ujarnya.

Kadis Kesehatan Selayar Imbau Warga Jaga Kebersihan Tangan dan Lingkungan

KabarMakassar.com — Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Selayar, dr. Husaini, M. Kes. mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan. Terutama, kata dia, kebersihan tangan dan tidak sering memegang area wajah dan kebersihan lingkungan.

Hal itu ditegaskan Kadis dr. Husaini usai bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan penyemprotan disinpektan secara serentak di Kota Benteng, Selasa (31/3).

“Takkala pentingnya terutama bagi petugas kesehatan agar screening Covid-19 harus diperketat, mengingat Selayar saat ini sudah dalam status zona kuning,” kata dr. Husaini.

Terkait alat pelindung diri (APD), dr. Husaini mengatakan sepanjang belum ada yang positif corona, maka APD yang digunakan adalah APD standar.

“Kecuali jika sudah ada yang positif maka APD-nya harus lengkap, terutama bagi yang merawat pasien positif corona,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD KH. Hayyung Selayar dr. Hazairin Nur mengatakan jika terkait kekurangan APD itu adalah masalah yang hampir semua rumah sakit di daerah mengalaminya.

Namun ia menjelaskan stok APD yang ada tinggal menunggu penyebrangan dibuka kembali oleh pemerintah.

“APD yang digunakan sekarang kita kondisikan dengan apa yang bisa kita pakai, sambil menunggu APD masuk ke Kabupaten Kepulauan Selayar,” terangnya.