5 Warganya Positif Covid-19, Begini Respon Pemkab Gowa

KabarMakassar.com — Jumlah warga Kabupaten Gowa yang telah dinyatakan positif terjangkit Virus Corona (Covid-19) bertambah 2 orang pada Jumat (27/3) kemarin. Dengan begitu, secara total jumlah warga GOwa yang positif terjangkit Covid-19 saat ini sudah sebanyak 5 orang.

“Iya, sudah 5 warga Gowa yang positif Covid-19. Tambahan 2 pasien lagi yang kemarin itu masing-masing warga Bontomarannu dan Somba Opu sekitaran Pao-pao,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr Baharuddin, Sabtu (28/3).

Burhanuddin merinci, secara keseluruhan sebaran pasien positif Covid-19 di Kabupaten Gowa berdasarkan kecamatan yakni: 3 orang warga Kecamatan Somba Opu (1 yang dirawat di RS Stella Maris sudah kembali ke rumah dan melakukan isolasi mandiri, 1 dirawat di RS Labuang Baji, 1 lagi melakukan isolasi mandiri di rumah); 1 orang warga Kecamatan Pallangga (dirawat di RS Labuang Baji); dan 1 orang warga Kecamatan Bontomarannu (dirawat di RS Pelamonia).

Menyikapi kondisi ini, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, sebagai langkah antisipasi penyebaran covid-19, petugas dari Pemkab Gowa akan kembali melakukan penyemprotan disinfektan.

Kali ini, kata dia, penyemprotan akan dilakukan secara serentak atau massal di seluruh wilayah Kabupaten Gowa.

Adnan menjelaskan, penyemprotan secara serentak ini dilakukan mulai dari Kantor Bupati, Kecamatan, Lurah, Desa dan tempat-tempat umum yang akan dilakukan pada 1 April mendatang diharapkan selesai dalam waktu satu hari.

“Kita berharap penyemprotan ini dilakukan mulai dari pagi hari dan selesai di sore hari. Kita usahakan supaya ini bisa selesai dalam 1 hari saja. Kalau perlu bisa selesai dalam 1 hari lebih bagus tapi kalau memang tidak memungkinkan kita minta untuk 2 hari,” kata Adnan saat memimpin rapat teleconference dengan para Forkopimda dan pimpinan SKPD serta camat lingkup Pemkab Gowa.

Olehnya itu, Adnan berharap agar alat-alat dan bahan-bahan yang akan digunakan saat penyemprotan disiapkan secepat mungkin.

Sebelumnya, Pemkab Gowa juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum dan kantor-kantor pemerintahan. Selain itu Pemkab Gowa juga telah memasang hand sanitizer di ruangan-ruangan kantor pemerintahan dan pelayanan publik.

Sementara, Kapolres Gowa, AKBP Boy FS Samola mengatakan, penyemprotan disinfektan secara serentak ini merupakan salah satu cara yang juga cukup efektif untuk memutus rantai dari penularan Covid-19 Kabupaten Gowa.

“Untuk penyemprotan secara bersama-sama itu harus sampai ke tingkat RT/RW melaksanakannya. Jadi harus dilaksanakan serentak semua mulai dan RT/RW dan sebagainya dan itu bisa dikondisikan dan koordinasikan dari tingkat desa sampai RT/RW yang ada sehingga semua sekaligus,” kata Boy.

Dalam upaya pencegahan penularan covid-19 ini, Boy juga berharap semua elemen terlibat termasuk relawan dan organisasi-organisasi yang ada. Seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Pramuka.

“Untuk antisipasi terakhir kita harus berpikir hal terburuk yang mungkin terjadi. Makanya kita semua harus bergerak, semua elemen masyarakat. Jadi mungkin ada yang mengkoordinir para relawan PMI, kemudian pramuka dan sebagainya untuk sewaktu-waktu yang bisa dimanfaatkan,” pungkasnya.

Gubernur Pastikan Belum Ada Pasien Corona di Sulsel

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menegaskan, sampai saat ini belum ada satupun warga di Sulsel yang terjangkit Virus Corona (Covid-19).

“Saya ingin menyampaikan, sampai saat ini belum ada satupun pasien Corona di Sulsel,” kata Nurdin, Selasa (10/3).

Nurdin menyampaikan, segala upaya terus dilakukan pemerintah agar penyebaran virus mematikan itu bisa diatasi.

Pemprov Sulsel, kata dia, juga telah mengeluarkan enam poin imbauan kepada warga sebagai langkah antisipasi.

“Yang harus dilakukan, pertama adalah warga untuk sementara diminta agar menunda perjalanan keluar negeri. Termasuk untuk daerah yang sudah terinfeksi covid-19,” ujarnya.

Nurdin juga meminta warga untuk tidak menimbun atau memborong masker. Ia mengingatkan, alat tersebut hanya digunakan untuk yang sedang sakit atau petugas medis di rumah sakit.

“Saya juga mengimbau masyarakat di Sulsel untuk tidak memborong makanan, karena persediaan di Sulsel sangat cukup,” ujarnya.

Selain itu, Nurdin juga meminta kesadaran warga yang baru kembali dari daerah terinfeksi dan merasakan gejala, untuk segera memeriksakan diri ke dokter dengan menghubungi call center yang telah disiapkan.

Masyarakat, lanjut Nurdin, juga diminta untuk tidak mudah percaya dengan informasi terkait dengan kasus corona yang tidak jelas sumbernya.

“Dan yang paling penting, Covid-19 sangat besar potensi kesembuhannya. Tetap menjaga kebersihan agar badan tetap sehat sehingga tidak mudah terserang penyakit,” imbaunya.

“Kami juga meminta warga tidak panik, tapi harus tetap waspada,” pungkasnya.

Pemprov Sulsel Siapkan 6 RS Rujukan untuk Tangani Pasien Corona

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulsel menunjuk dan menetapkan enam Rumah Sakit (RS) sebagai tempat rujukan, jika terdapat pasien suspect Corona atau COVID-19 di wilayah Sulsel.

Melalui akun instagramnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyampaikan, keenam RS tersebut yakni: RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo (Makassar); RSU Andi Makkasau (Parepare); RSU Lakipadapada (Tanah Toraja); RSU Akademis Jaury (Makassar); RS Islam Faisal (Makassar); dan RSUD Sinjai (Sinjai).

Selain enam RS rujukan tersebut, kata dia, Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel juga telah menyiapkan Posko Siaga COVID-19.

“Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan juga telah menyiapkan Posko Siaga Covid-19,” tulis Nurdin di akun Instagramnya @nurdin.abdullah, Selasa (3/3) kemarin.

Nurdin juga mengimbau masyarakat Sulsel untuk tidak panik dengan adanya pemberitahuan terkait masuknya Virus Corona ke Indonesia.

Meski begitu, Nurdin tetap meminta masyarakat Sulsel untuk terus menjaga kesehatan dan sementara waktu menghindari bepergian ke luar negeri jika tidak begitu penting.

“Biasakan cuci tangan, tidak sering menyentuh wajah, menutup hidung dan mulut jika bersin atau batuk, dan jika kurang sehat sebaiknya memakai masker dan segera periksa kesehatan,” imbaunya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Ichsan Mustari mengatakan, pihaknya siap untuk menangani hal-hal yang tidak diinginkan (menangani pasien Corona), jika kedepannya ada ditemukan atau terjadi di wilayah Sulsel.

“Semua (enam RS rujukan) siap per tadi pagi. Semua siap,” tegas Ichsan Mustari, Rabu (4/3).

Menurut Ichsan, keenam RS yang ditunjuk ini adalah RS yang dulunya juga dijadikan sebagai tempat rujukan kasus Flu Burung.

“Rumah sakit ini adalah rumah sakit rujukan infeksi flu burung yang mewabah beberapa tahun yang lalu,” terangnya.

Meski begitu, Ichsan memastikan sampai saat ini belum ada kasus Virus Corona di Sulsel.

“Kita berdoa sama-sama. Sampai saat alhamdulillah ini tidak ada (warga di wilayah Sulsel) yang terinfeksi,” ujarnya.

“Masyarakat bisa mendapatkan informasi terkait Virus Corona dengan menghubungi call center 085299354451,” pungkasnya.