Tips Menghilangkan Bau Mulut Saat Gunakan Masker

KabaMakassar.com — Terbiasa dengan menerapkan protokol kesehatan di masa new normal, masyarakat wajib mengenakan masker. Saat keluar rumah masker selalu digunakan dan pastinya kita hanya menghirup aroma dari nafas kita sendiri. Menggunakan masker terlalu lama mengakibatkan bau tak sedap muncul dari, untuk itu bagaimana menghilangkannya KabarMakassar.com merangkum dari berbagai sumber.

Pertama, Sikat gigi sebelum keluar rumah. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan mulut, selain itu tak cukup hanya dua kali dalam sehari menggosok gigi. Namun perlu diperhatikan pasta gigi yang kita gunakan adalah pasta gigi berfluoride agar gigi dapat bersih optimal, serta mengusir bakteri pemicu bau mulut. Jangan hanya gigi saja, Anda perlu menyikat lidah untuk menghilangkan bakteri yang menempel pada area tersebut.

Setelahnya, jangan lupa untuk flossing atau membersihkan gigi dengan benang. Flossing penting dilakukan untuk menjangkau area di sela-sela gigi yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi.

Kedua, Gunakan Obat Kumur. Perlu sekali menggunakan obat kumur, atau mouthwash untuk menjaga napas tetap segar dan mengatasi bau mulut saat pakai masker. Pilih obat kumur dengan kandungan antiseptik, supaya kesehatan gigi dan mulut mendapatkan perlindungan optimal.

Pilih mouthwash atau obat kumur yang mengandung 4 essential oil yang bantu kurangi 99.9% kuman penyebab masalah mulut. Sifat antimikroba dalam mouthwash/obat kumur dapat membilas bakteri penyebab aroma mulut. Selain itu, mouthwash/obat kumur juga membantu mencegah penumpukan plak gigi. Dan jangan lupa aturan pakai dan petunjuk pengunaannya.

Ketiga, Perbanyak Minum Air Putih, ini juga sangat perlu karena Air ludah atau saliva dapat mencegah mulut kering. Namun, dalam kondisi dehidrasi atau kurang cairan tubuh, bisa berakibat pada mulut kering. Ketika mulut kering, bakteri bisa berkembang dan menimbulkan bau mulut.

Untuk mengatasi bau mulut tidak sedap saat pakai masker, ada baiknya untuk banyak minum air mineral. Cukupi kebutuhan cairan harian, setidaknya dua liter atau delapan gelas setiap hari. Cara ini dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mengatasi bau mulut akibat perkembangan bekteri.

Keempat, Hindari Makanan Minuman yang berbau. Intinya minuman yang beraroma seperti Kopi, dan saat makan juga perlu diperhatikan sepert bawang bawangan, dan makanan tinggi gula.

Kelima, Jangan Merokok, slain untuk menjaga sistem pernafasan, situasi saat ini perlunya anda tidak merokok. Tidak hanya merugikan kesehatan paru-paru, merokok juga bisa membuat aroma napas tak sedap dan penyakit pada gusi.

Kebiasaan merokok membuat mulut jadi mudah kering, rentan terkena infeksi gigi, dan timbul bau mulut. Saat mengenakan masker, tentu tak nyaman rasanya ketika Anda menghirup aroma rokok dari napas sendiri. (Berbagai Sumber).

Presiden Jokowi Beri Perhatian Khusus Penanganan Covid-19 di Sulsel

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo menerima Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo di Istana Merdeka, Senin (22/6).

Pada pertemuan itu, Kepala Negara membahas tentang penanganan terkini penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah. “Beliau meminta penjelasan tentang kondisi terakhir dalam kaitannya dengan pengurangan PSBB di beberapa daerah. Intinya apakah masih terkendali atau tidak,” kata Muhadjir.

Ia menjelaskan bahwa Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menilai saat ini penyebaran Covid-19 di Indonesia masih dalam tahap terkendali dan penanganan penyebaran tersebut terus diupayakan secara maksimal.

Selain itu, kata dia, Presiden juga memberikan perhatian besar bagi beberapa provinsi yang saat ini diketahui memiliki tingkat penyebaran Covid-19 yang masih tinggi. Ketiga provinsi itu ialah Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

“Beliau memberi arahan bagaimana supaya betul-betul bisa segera diatasi wilayah-wilayah ini terutama Jawa Timur. Beberapa arahan tadi saya kira akan segera kita tindak lanjuti,” ucapnya.

Beberapa arahan tersebut diantaranya ialah penambahan fasilitas yang diperlukan dalam penanganan pandemi di wilayah itu. Untuk Surabaya misalnya, Presiden menginstruksikan agar Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II untuk menangani Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19.

Jokowi Ingatkan Doni, Tugas Besar Belum Berakhir

KabarMakassar.com — Presiden Joko Widodo meninjau secara langsung kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, pada Rabu, 10 Juni 2020. Saat memberikan arahan, Presiden mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Gugus Tugas dari pusat hingga tingkat terbawah.

“Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Gugus Tugas baik di tingkat pusat sampai ke daerah, sampai Gugus Tugas di desa, RT, maupun RW, dan juga seluruh tenaga medis, dokter, perawat, relawan, personel Polri dan seluruh prajurit TNI yang telah bekerja keras tak kenal waktu dengan penuh dedikasi dan pengabdian untuk pengendalian Covid,” kata Presiden.

Meski demikian, Kepala Negara mengingatkan bahwa tugas besar belum berakhir karena ancaman Covid-19 masih ada. Kondisi terkait Covid-19 juga dinilai masih dinamis di setiap daerah.

“Ada banyak daerah yang kasus barunya turun, tapi juga ada beberapa daerah yang kasus barunya justru meningkat, ada daerah yang juga sudah nihil. Perlu saya ingatkan jangan sampai terjadi gelombang kedua atau second wave. Jangan sampai terjadi lonjakan. Ini yang ingin saya ingatkan kepada kita semuanya,” jelasnya.

Menurut Presiden, situasi seperti saat ini akan terus dihadapi sampai vaksin ditemukan dan bisa digunakan secara efektif setelah melalui berbagai tahapan uji. Oleh sebab itu, Presiden menyebut bahwa masyarakat harus bisa beradaptasi dengan kondisi tersebut dengan menerapkan kebiasaan baru agar aman dari Covid-19.

“Adaptasi kebiasaan baru dan beradaptasi itu bukan berarti kita menyerah, apalagi kalah. Tapi kita harus mulai dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan sehingga masyarakat produktif tapi tetap aman dari penularan Covid,” paparnya.

Adaptasi kebiasaan baru tersebut, lanjut Presiden, harus dilakukan dengan hati-hati serta merujuk pada data-data dan fakta-fakta lapangan. Presiden juga meminta agar data-data yang komplet yang telah dimiliki oleh Gugus Tugas agar disampaikan ke daerah.

“Saya minta nanti kalau data-datanya sudah sebagus itu, setiap hari diberikan peringatan kepada daerah-daerah yang kasusnya tertinggi atau kasusnya meningkat, atau kematiannya tertinggi sehingga semua daerah memiliki kewaspadaan yang sama dalam penanganan di lapangan,” ungkapnya.

“Kita juga telah menggunakan indikator-indikator yang lengkap berbasis scientific, sesuai dengan standar WHO, untuk menganalisa data-data dari daerah,” imbuhnya.

Turut mendampingi Presiden saat meninjau Graha BNPB antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Gubernur Harap Akademisi dan Mahasiswa Jadi Fasilitator Cegah Covid-19

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, berharap akademisi, mahasiswa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat, menjadi fasilitator pencegahan Covid-19 di daerahnya masing-masing.

“Tokoh agama, tokoh masyarakat, para akademisi dan mahasiswa, saya harap menjadi fasilitator di lingkungan masing-masing, sehingga pesan-pesan dalam pencegahan Covid-19 dapat tersalurkan dan diterapkan sehingga Sulsel dapat segera memasuki fase New Normal,” pesan Nurdin Abdullah melalui virtual dengan akademisi, tokoh masyarakat dan mahasiswa, dalam rangka Dies Natalis Ke-40 Universitas Atma Jaya Makassar, Selasa, 8 Juni 2020.

Semua pihak diminta untuk tidak berpuas diri dulu, karena masih banyak tahapan yang harus dilakukan ke depan untuk memastikan new normal life bisa berjalan dengan baik di Sulsel.

“Dalam menuju new normal di Sulsel, sekali lagi pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan sinergi, untuk itu melalui kesempatan yang baik ini, saya menyampaikan, mari kita jaga momentum ini sebaik-baiknya,” imbaunya.

Berdasarkan penyampaian dari Presiden Republik Indonesia bahwa sebelum melakukan new normal, terlebih dahulu dilakukan edukasi, sosialisasi dan simulasi.

“Ketika Bapak Presiden Jokowi mengatakan new normal, langsung memberikan arahan bahwa harus terlebih dahulu ada edukasi, sosialisasi dan simulasi. Jadi ada masa transisi dulu, tidak langsung dibuka begitu saja, sehingga semua dilakukan secara hati-hati sesuai dengan arahan bapak Presiden,” pungkasnya.

Wabiner ini diikuti Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Atma Jaya Lita Limpo, Rektor Universitas Atma Jaya Ferdinandus, para Narasumber Prof. Jasruddin Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Mgr Yohanis Liku Uskup Keuskupan Agung Makassar, Prof. Qasim Mathar Guru Besar Fakultas Usluhuddin dan Filsafat UIN Makassar.

Termasuk Sulsel, Presiden Minta Penanganan Covid-19 Konsentrasi di 3 Provinsi

KabarMakassar.com — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Gugus Tugas Covid-19, Kementerian, TNI dan Polri untuk memberikan perhatian khusus dan berkonsentrasi terhadap penanganan Covid-19 di 3 provinsi yang sampai hari ini angka penyebarannya masih tinggi.

Tiga Provinsi yang dimaksud Jokowi yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

“Saya ingin kita konsentrasi, gugus tugas maupun kementerian, TNI dan Polri utamanya, konsentrasi di 3 provinsi yang angka penyebarannya masih tinggi, yaitu di Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan di Kalimantan Selatan. Tolong ini dijadikan perhatian khusus, sehingga angka penyebarannya bisa kita tekan lebih turun lagi,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas percepatan penanganan Covid-19 melalui video conference, Kamis (4/6).

Selain itu, dalam rapat terbatas tersebut Jokowi juga menekankan beberapa hal lain untuk menjadi perhatian oleh para jajarannya. Pertama, yang berkaitan sistem pelaporan satu pintu untuk permasalahan Covid-19.

“Seperti yang sudah saya sampaikan dalam ratas hari Selasa yang lalu, bahwa manajemen untuk satu data ini sudah mulai diperbaiki, sehingga kita nantinya bisa melaporkan secara real-time dari laboratorium, dari gugus tugas yang ada di daerah-daerah, sehingga dalam pengambilan keputusan, kebijakan, bisa tepat dan akurat. Untuk itu, sekali lagi saya minta pintunya betul-betul hanya satu,” tegasnya.

Kemudian yang ketiga, untuk pengujian spesimen. Saya kira saya menyampaikan terima kasih bahwa target pengujian spesimen yang dulu saya targetkan 10.000 (per hari), ini sudah terlampaui dan saya harapkan, target berikutnya ke depan adalah 20.000 per hari. Ini harus mulai kita rancang menuju ke sana.

Jokowi juga kembali mengisntruksikan jajaran terkait, untuk tidak lagi melakukan pelacakan penyebaran Covid-19 dengan cara-cara konvensional, akan tetapi memanfaatkan sistem teknologi telekomunikasi.

“Saya minta untuk pelacakan dilakukan lebih agresif lagi dengan menggunakan bantuan sistem teknologi telekomunikasi, dan bukan dengan cara-cara konvensional lagi,” ujarnya.

“Seperti yang kita lihat di negara-negara lain. Misalnya di Selandia Baru, mereka menggunakan digital diary. Kemudian Korea Selatan juga mengembangkan mobile GPS (Global Positioning System) untuk data-data, sehingga pelacakan itu lebih termonitor dengan baik,” sambungnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Rabu (3/6) jumlah total kumulatif kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim tercatat sebanyak 5318 kasus, Sulawesi Selatan 1.668 kasus, dan Kalimantan Selatan sebanyak 1.033 kasus.

Sejauh ini, DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan jumlah total kumulatif kasus positif Covid-19 terbanyak di Indonesia dengan 7.623 kasus, diikuti Jawa Timur 5.318 kasus, Jawa Barat 2.319, Sulawesi Selatan 1.668 kasus, dan Jawa Tengah 1.455 kasus.

Kogasgabpad Wisma Atlet Paparkan Perbaikan Sistem Penanganan WNI Repatriasi

KabarMakassar.com – Kemayoran. Sesuai kebijakan dan aturan yang telah dikeluarkan Pemerintah dalam penanganan Covid-19, seluruh Warga Negara Indonesia yang baru tiba dari luar negeri harus menjalani masa karantina.

Salah satu tempat yang ditunjuk untuk karantina tersebut adalah di Wisma Atlet. Belakangan ini muncul tulisan mengenai keluhan warga mengenai kondisi penanganan di Wisma Atlet, yang kemudian tersebar di media sosial maupun media massa.

Tulisan tersebut disampaikan oleh Kunaifi, seorang kandidat doktor yang terpaksa pulang ke Indonesia di tengah pandemi bersama istri dan dua anak karena visa dan beasiswa-nya yang hampir habis di Universitas Twente, Belanda.

Dia menyampaikan kondisi saat masuk ke Gedung C2 Wisma Atlet Kemayoran pada hari Sabtu tanggal 16 Mei 2020. bahwa social distancing tidak terlaksana sama sekali, adanya antrean untuk mengambil makan karena porsi makan sedikit, antrean di lift, dan kurangnya kejelasan mengenai penerapan aturan atau protokol kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) RS Darurat Wisma Atlet Brigjen TNI M. Saleh, menyampaikan informasi bahwa Kunaifi beserta keluarganya masuk dalam rombongan gelombang pertama ke Tower 9 Wisma Atlet Pademangan, yang kondisinya baru awal dibuka.

“Kami perlu jelaskan bahwa Tower 9 atau Blok C2 ini adalah wisma karantina untuk repatriasi, jadi bukan termasuk RS Darurat Wisma Atlet,” jelas Brigjen TNI M. Saleh, Selasa (19/5).

Saleh mengatakan, saat kondisi awal Tower 9 Wisma Atlet baru dibuka, memang kesiapannya belum maksimal dimana gedung dan fasilitasnya belum siap 100%, petugas dari TNI, dari KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) maupun dari instansi terkait pun masih sangat terbatas. Tower 9 baru disiapkan 2 hari sebelumnya, yaitu tanggal 14 Mei 2020 atas hasil keputusan Presiden pada Ratas Repatriasi WNI.

“Namun pada saat itu jumlah WNI repatriasi yang masuk jumlahnya sangat banyak, bahkan pada satu hari itu saja yang masuk mencapai lebih dari 1.000 orang,” tambahnya.

Tower 9 Wisma Atlet ini memang menjadi salah satu tempat yang disiapkan Pemerintah untuk menampung para WNI repatriasi yang baru kembali dari luar negeri, baik dari Anak Buah Kapal (ABK), Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan juga mahasiswa yang terus berdatangan dari bandara Soekarno Hatta.

Belum sampai seminggu dioperasionalkan, saat ini setidaknya terdapat sebanyak 2.158 warga yang sudah masuk dan sedang menjalani karantina di Tower 9 Wisma Atlet. Namun seiring dengan berjalannya waktu sambil menangani warga yang sedang menjalani karantina, upaya-upaya untuk memperbaiki kondisi terus dilakukan.

Untuk kondisi sekarang banyak fasilitas yang secara bertahap sudah dipenuhi sehingga menunjang perbaikan sistem dan manajemen.

“Kondisi sekarang sudah jauh berbeda. Sejak diterima saat pendaftaran, saat pemeriksaan, menjalani masa karantina sampai sembuh dan dinyatakan bisa meninggalkan Wisma Atlet, sudah dapat berjalan dengan baik,” ungkap Wapangkogasgab RSD Wisma Atlet, Brigjen TNI M. Saleh.

Atas tulisan ini pihak Kogasgabpad tetap menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih.

“Alhamdulillah, untuk kondisi sekarang sudah banyak perbaikan. Namun tetap kami berterimakasih atas masukan seperti ini yang yang sangat bermanfaat bagi kami, untuk bisa terus menyempurnakan apa yang telah sama-sama kita lakukan,” tuturnya.


Brigjen TNI M. Saleh juga meminta kerja sama dari para WNI repatriasi yang baru masuk ke dalam Tower 9 Wisma Atlet agar dengan penuh kesadaran mematuhi aturan protokol kesehatan walaupun tanpa diperintah.

“Saya menghimbau walaupun tanpa ada tulisan atau pengawasan petugas, siapapun sadar untuk menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menjaga kebersihan,” tutupnya.(*)

Pj Walikota Makassar: Kalau Aturan Diikuti Secara Letter Lett, Nanti Kita Mati Semua

KabarMakassar.com — Meski jumlah kasus Covid-19 di Kota Makassar masih terus meningkat, pemerintah setempat sepertinya tetap akan memberikan pelonggaran terhadap aturan atau pembatasan-pembatasan yang seharusnya dilakukan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) itu.

Pj Walikota Makassar, Yusran Yusuf pun meminta agar masyarakat tidak mempolemikkan hal ini. Sebab menurutnya, cara penanganan penyakit virus Corona atau Covid-19 ini sebenarnya sederhana dan hanya dengan tiga cara, yakni cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak.

“Ini penyakit sederhana. Hanya tiga, cuci tangan, pakai masker, jaga jarak. Intinya begini, bahwa penanganan ini kita juga harus memikirkan ekonomi mulai dari sekarang. Jadi yang penting protokol kesehatan dilaksanakan. Sama ji kita berkumpul tapi kita sepakat jaga jarak dan pakai masker, Tidak masalah,” kata Yusran, Senin (18/5).

Yusran juga menegaskan, tim gugus tugas penanaganan Covid-19 mempunyai tiga tugas, yaitu pencegahan penanganan kesehatan, penanganan dampak sosial atau social safety net, dan penanganan atau pemulihan dampak ekonomi.

“Kita tentu tidak ingin kesehatan terus, nanti sudah habis betul ekonomi baru kita bahas ekonomi. Ini harus dikerja secara simultan,” ujarnya.

Ia memastikan, pemerintah telah berpikir lebih komprehensif dan mempertimbangkan kepentingan khalayak banyak.

Perihal apakah langkah tersebut tidak melanggar aturan yang ada, Yusran menyebut hal ini sebagai langkah untuk bisa lebih cepat mengantisipasi dampak sosial ekonomi dari pandemi Covid-19.

“Tentukan ada dinamis di lapangan. Kalau aturan saja diikuti secara letter lett, ya nanti kita mati semua. Yang penting protokol kesehatan. Jadi jangan perdebatkan antara ekonomi dengan kesehatan, ini bisa paralel, bisa kita bersama. Jangan dipolemikkan,” pungkasnya.

Penanganan Covid-19 Dipusatkan di Makassar, Gubernur Sebut Daerah Lain di Sulsel Sudah Clear

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, saat ini penanganan pasien Covid-19 di wilayah Sulsel sudah dilakukan secara terpusat atau dipusatkan di Kota Makassar.

Semua pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di seluruh daerah di wilayah Sulsel, kata dia, sudah ditarik atau dibawa ke untuk menjalani perawatan dan isolasi di Makassar.

“Kita sinerginya itu luar bisa dengan kabupaten kota. Kalau ada yang terkofirmasi positif, semua ditarik ke Makassar. Kalau dia ada gejala, dia dirawat di rumah sakit. Kalau orang tanpa gejala (OTG) itu di hotel, diikutkan program wisata Covid-19,” kata Nurdin di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, Jumat (15/5).

Dengan cara ini, lanjut Nurdin, selain Makassar semua daerah di Sulsel kini sudah clear.

“Alhamdulillah semua daerah sudah clear, tinggal Makassar. Sekarang tinggal bagaimana Makassar ini kita betul-betul terus lakukan tracing, rapid test, dan massifkan PCR supaya menemukan saudara-saudara kita yang terjangkit dan menjadi penular,” ucapnya.

“Makanya kita mau pastikan semua masuk dalam skema wisata Covid-19. kalau itu sudah masuk semua, maka selesai,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, jumlah kasus virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Sulsel sampai saat ini masih terus bertambah. Dalam dua hari terakhir (Rabu-Kamis), berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan setempat adqa penambahan sebanyak 90 kasus positif Covid-19 di Sulsel.

Hingga Kamis (14/5) total kumulatif pasien positif Covid-19 di Sulsel tercatat sudah sebanyak 837 orang. Dari jumlah tersebut, 293 orang sudah dinyatakan sembuh, 51 meninggal dunia, dan sisanya sebanyak 493 orang masih dirawat.

Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sejauh ini jumlahnya tercatat sebanyak 1.314 orang (288 dirawat/proses follow up, 903 sehat/non Covid-19, 123 meninggal dunia). Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya sebanyak 4.542 orang (905 proses pemantauan, 3.637 selesai pemantauan)

Kasus positif Covid-19 di Sulsel juga sudah menyebar di 23 dari total 24 kabupaten/kota yang ada di Sulsel. Adapun lima daerah dengan jumlah total kumulatif kasus terbanyak yakni; Makassar (547 kasus); Gowa (60 kasus), Maros (46 kasus); Luwu Utara (27 kasus); dan Luwu Timur (24 kasus).

Sementara 19 kabupaten/kota lainnya, yakni: Sidrap (22 kasus); Parepare (21 kasus); Pangkep (16 kasus); Luwu (14 kasus); Soppeng (9 kasus); Sinjai (7 kasus); Bulukumba (7 kasus); Bone (6 kasus); Pinrang (5 kasus); Takalar (5 kasus); Enrekang (5 kasus); Jeneponto (4 kasus); Tana Toraja (3 Kasus); Barru (3 kasus); Palopo (3 kasus); Selayar (1 kasus); Wajo (1 kasus), Bantaeng (1 kasus); dan Toraja Utara (0 kasus).

Keluarga Yasin Limpo Serahkan Bantuan 100 Baju Hazmat ke Pemkab Gowa

KabarMakassar.com — Sebanyak 100 baju hazmat dan 20 pcs face shield diserahkan langsung Tenri Olle Yasin Limpo mewakili Keluarga Besar Yasin Limpo kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa.

Bantuan untuk upaya penanganan Covid-19 di Kabupaten Gowa tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis di Posko Induk Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa, di Baruga Krg Galesong, Kantor Bupati Gowa, Senin (27/4)

Tenri Olle YL mengatakan, hari ini merupakan hari kedua Keluarga HM Yasin Limpo turun untuk memberikan bantuan penanganan Covid-19 di tiga daerah, yaitu Maros, Makassar dan Gowa.

“Ini merupakan hari kedua kami turun langsung menyerahkan bantuan. Untuk sementara ini yang kami serahkan, dan insha Allah akan ada tahap selanjutnya. Kami harap dengan adanya dukungan APD yang kami berikan ini, paramedis kita dapat terjaga dari virus corona ini,” tutur mantan Ketua DPRD Kabupaten Gowa ini.

Tenri Olle juga berharap, dengan PSBB yang akan diberlakukan di Kabupaten Gowa, semua masyarakat Kabupaten Gowa harus memiliki kesadaran mematuhi peraturan pemerintah.

“Kami juga berharap agar masyarakat memiliki kesadaran agar tetap tinggal di rumah, jaga jarak dan menggunakan masker jika keluar rumah dan rajin cuci tangan. Karena ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi juga perlu kesadaran dan dukungan dari masyarakat agar PSBB dapat berjalan lancar untuk memutus mata rantai virus corona di Gowa,” pesan Tenri Olle.

Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis menyapaikan terima kasih atas bantuan berupa APD dari Keluarga Besar Yasin Limpo ini.

Menurut Muchlis, saat ini APD memang sangat dibutuhkan oleh para tenaga medis.

“Terima kasih atas bantuan dan kepedulian yang telah diberikan Keluarga Besar Yasin Limpo kepada Pemkab Gowa. Bantuan yang diberikan ini tentunya sangat bermanfaat bagi teman-teman di Puskesmas dan Rumah Sakit dalam penanganan Covid-19,” kata Muchlis.

Muchlis berharap, bantuan seperti ini bisa menjadi motivasi dan mengetuk pintu hati para dermawan untuk ikut serta memberikan bantuan.

“Apalagi dalam bulan suci Ramadan ini. Kita berharap ini menjadi motivasi dan bisa menjadi contoh bagi para ddermawan lainnya,” tutupnya.

Sentra Produksi Pangan, Gubernur Minta Penanganan Covid-19 di Pinrang Dimaksimalkan

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah meminta kepada bupati dan tim medis yang ada di Kabupaten Pinrang untuk melakukan penanganan kasus Covid-19 dengan maksimal dan sebaik-baiknya.

Menurut Nurdin, penanganan Covid-19 di Pinrang harus benar-benar dipastikan berjalan dengan baik. Pasalnya, kabupaten berjuluk Bumi Lasinrang itu merupakan sentra poduksi pangan di Sulsel, sehingga harus benar-benar dijaga.

“Banyak daerah lain yang butuh Pinrang,” kata Nurdin, saat melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Pinrang, Rabu (22/4).

Pada kunjungannya tersebut, Nurdin juga menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) yang memiliki standar sesuai ketentuan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk petugas medis di Kabupaten Pinrang.

“Dokter dan petugas kesehatan lainnya harus menggunakan OPD yang standar. Ini yang standar,” ujar Nurdin saat menyerahkan bantuan

Sementara, Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid yang menerima langsung bantuan APD dari Pemprov Sulsel melaporkan, sampai hari ini tercatat ada sebanyak 5 warga Pinrang yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. Dari jumlah tersebut, 1 diantaranya sudah dinyatalan sembuh, 1 dirawat di rumah sakit, dan 3 melakukan isoslasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Sedangkan untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 55 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan sebanyak 1 orang

“Tambahan pasien positif Covid-19 di Pinrang merupakan pasien yang sebelumnya berstatus ODP. Dia masuk katergri Orang Tanpa Gejala (OTG),” terangnya.