12 Kabupaten di Sulsel Aman dari Covid-19

KabarMakassar.com — Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Ichsan Mustari menyatakan bahwa 12 daerah di Sulsel aman dari Covid-19 karena angka reproduksi efektif (Rt) dibawah satu.

“Sebanyak 12 wilayah yang dinyatakan aman dan dikelompokkan dalam Rt dibawah satu dengan jumlah pasien positif nol,” kata Ichshan Mustari, Minggu (31/5).

Menurutnya kasus Covid-19 di Sulsel semakin menurun dibuktikan dengan adanya 12 kabupaten yang dinyatakan aman.

“Sampai saat ini angka sembuhan semakin tinggi dan kasus Covid-19 semakin menurun bahkan angka Rt virus pun bahkan menurun diposisi dibawah satu yang sebelumnya capai angka 3,8,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, pernyataan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang mengandung harapan, tentang corona 19 akan berakhir pada akhir Mei 2020 dapat dimaknai bahwa proses penanganan segera berakhir.

“Pernyataan itu berlandaskan pada indikator bawa pada pertengahan Mei 2020, kurva orang yang terpapar covid 19 di Sulsel melandai. Jumlah pasien yang sembuh mencapai 39 persen lebih. Ini rasio tertinggi secara nasional,” tuturnya.

Ia menjelaskan Covid-19 memang tidak bakalan habis sama sekali sampai vaksin dan obat-obat ditemukan. Tapi, kata dia, bisa ditangani secara medis dalam kondisi normal dengan jumlah persediaan kamar rumah sakit jauh melebihi cukup.

Demikian juga, kata dia, dokter dan fasilitas untuk karantina terpusat. Indikator tersebut dan sistem penanganan yang tertata baik dilakukan terpusat di Kota Makassar diharapkan bahwa Covid 19 di Sulsel segera berakhir.

“Pandemi covid-19 memang berangsur melandai. Kejadian luar biasa atau pandeminya yang diharap segera berakhir. Covid-19 tidak akan hilang, tetapi menjadi sakit biasa. Bukan lagi kajadian luar biasa atau pandemi,” pungkasnya.

Diketahui Berikut kabupaten yang telah dinyatakan aman dari Covid-19 yakni Bantaeng, Barru, Bulukumba, Enrekang, Jeneponto, Selayar, Pangkep, Tana Toraja, Toraja Utara, Wajo, Palopo, Pinrang.

Pembangunan Mesjid 99 Kubah Segera Dilanjutkan, Gubernur: Selesai MC0, Kita Siapin Anggarannya

KabarMakassar.com — Pembangunan Mesjid 99 Kubah di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) yang sempat terhenti sejak peralihan kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya akan kembali dilanjutkan.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, pembangunan Mesjid yang digadang-gadang akan menjadi icon baru Provinsi Sulsel itu selama ini sempat terhenti karena ada beberapa hal yang terlebih dahulu harus dilakukan untuk memastikan bahwa bangunan atatu proyek tersebut benar-benar memenuhi standar sebelum pembangunannya dilanjutkan.

“Mohon dipahami, kalau anda sebagai pemimpin, kan tidak mungkin langsung melanjutkan. Kita MC0 (Mutual Check Nol) dan audit fisik dulu, supaya kita tidak tersangkut,” kata Nurdin, Kamis (28/5).

“Jadi sekarang MC0-nya sudah jalan, dan saya juga pengen salat disitu. Selesai audit fisik dan MC0-nya, kita siapin anggarannya (untuk kelanjutan pembangunan). Kita hitung dulu berdasarkan hasil audit fisik dan MC0 itu,” sambungnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya Inspektorat Provinsi Sulsel pada Rabu (27/5) kemarin telah merilis hasil audit konstruksi Mesjid 99 kubah yang telah dilakukan oleh Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin Makassar.

Dari audit konstruksi tersebut, ada eman kesimpulan yang dihasilkan. Pertama, ditemukan cacat pada permukaan beton seperti segregasi, dan colt join. Namun, cacat tersebut dapat diperbaiki dengan metode patching.

“Meski begitu, secara keseluruhan kualitas beton dinilai cukup baik,” kata Kepala Inspektorat Provinsi Sulsel, Salim AR.

Kedua, kata dia, ditemukan beberapa titik kebocoran atap yang menyebabkan kerusakan plafond. Ketiga, Hasil tes atas kekuatan beton, terdapat beberapa titik yang memiliki nilai yang rendah, sehingga diperlukan evaluasi terhadap kapasitas struktur.

Keempat, pondasi memiliki kapasitas yang cukup untuk memikul beban bangunan Mesjid. Kelima, terdapat potensi penurunan jangka panjang pada sekitar lokasi tapak bangunan akibat tidak adanya perbaikan tanah untuk mempercepat penurunan sebagai akibat beban timbunan reklamasi.

Terakhir, untuk struktur lantai basement, perlu mempertimbangkan pengaruh dari proses penurunan konsolidasi yang diperkirakan kisaran 20-30 cm dalam jangka 10 tahun kedepan.

“Hasil audit konstruksi Mesjid 99 Kubah ini juga sudah dilaporkan kepada pak gubernur, bahwa secara keseluruhan kualitas beton cukup baik, sehingga siap direkomendasikan untuk dilanjutkan pembangunannya. Diperbaiki sebaik mungkin untuk menjadi Mesjid Legacy Provinsi Sulsel,” ujarnya.

Pemprov Sulsel Gelar Halal Bihalal Secara Virtual

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulsel menggelar Halal Bihalal virtual dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), kepala daerah se-Sulsel, jajaran perbankan dan ketua organisasi keagamaan maupun kemasyarakatan, Selasa (26/5).

Dalam sambutannya, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyampaikan, suasana halal bihalal secara virtual ini merupakan pengalaman pertama. Sebelumnya, ibadah Ramadan pun dilakukan penuh keterbatasan.

“Namun demikian, kondisi ini tidak boleh melemahkan kita,” kata Nurdin.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, kata dia, kepala daerah dituntut untuk inovatif. Nurdin juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel siap untuk memberikan support.

“Pemerintah harus membiasakan masyarakat untuk melakukan pola hidup yang baru. Tetap memakai masker, rajin cuci tangan, dan menjaga jarak. Pandemi ini tentu membuat kita prihatin, karena terjadi peningkatan. Karena itu, kita harus saling menguatkan dan menopang. Bersinergi untuk melalui masa-masa sulit ini,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Nurdin menyampaikan, momentum Idulfitri ini harus dimanfaatkan untuk saling memaafkan.

“Saya bersama keluarga besar menyampaikan mohon maaf lahir dan bathin. Semoga Allah meridhoi perjuangan kita dan pandemi Covid-19 ini segera berakhir,” ucapnya.

Sementara, Ustadz H Usman Jasad dalam tausiahnya menyampaikan pentingnya mengendalikan amarah.

“Salah satu sifat yang dimiliki setiap manusia adalah sifat marah. Ini manusiawi, tetapi harus dikendalikan. Perjuangan melawan amarah tentu tidak mudah, karena yang dilawan adalah diri sendiri,” tuturnya.

Ia membeberkan, kebiasaan marah memberikan efek buruk bagi diri sendiri. Pertama, dapat merusak kesehatan tubuh, dimana orang yang punya kebiasaan marah rentan terkena serangan jantung. Kedua, kebiasaan marah bisa merusak pergaulan.

“Jangan marah, balasannya adalah surga. Bukan hanya di akhirat, tapi di dunia,” ucapnya. (*)

Dianggap Serampangan Keluarkan Kebijakan, Gubernur Tegur Pj Walikota

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menegur dan mengingatkan Penjabat (Pj) Walikota Makassar Yusran Yusuf, agar tak serampangan dalam mengeluarkan kebijakan di tengah masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Menurut Nurdin, kebijakan Yusran yang membolehkan digelarnya resepsi pernikahan di tengah gencarnya Pemprov Sulsel mengkampanyekan dan meminta warga untuk beraktifitas di rumah saja, sangat berisiko dan justru akan merugikan masyarakat.

“Kita sedang gencarnya meminta masyarakat untuk tetap di rumah saja, justru Pj Walikota membolehkan masyarakat berkumpul di luar dengan membolehkan pelaksanaan resepsi pernikahan. Keputusan ini terlalu dini dan tidak mempertimbangkan dampaknya,” kata Nurdin, Selasa (26/5).

Seharusnya, kata dia, Pj Walikota berkordinasi dengan Pemprov Sulsel dalam setiap keputusannya. Apalagi, untuk hal-hal menyangkut keselamatan banyak orang.

Nurdin menyebut, membolehkan atau membuka ruang resepsi pernikahan sama saja memberi ruang penyebaran Covid-19. Untuk itu, ia meminta Pj Walikota tidak mengeluarkan kebijakan yang bisa membuat masyarakat kebingungan.

“Fokus kita saat ini bagaimana terus menekan penyebaran Covid-19 tidak semakin banyak. Harusnya kita menghargai apa yang sudah jalan sebelumnya, bagaimana pejabat sebelumnya getol melakukan itu,” sesalnya.

“Harusnya juga kita menghargai pengorbanan para tim medis yang sudah bekerja keras, mereka rela meninggalkan keluarga demi mencegah dan menyelamatkan pasien covid-19,” pungkasnya. (*)

Gubernur Imbau Warga Sulsel Salat Idulfitri di Rumah

KabarMakassar.com — Gugus Tugas Percepatan Penanagan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengimbau massyarakat Sulsel untuk melaksanakan Salat Idulfitri atau Salat Ied di rumah masing-masing. Hal ini sesuai arahan dari pemerintah pusat.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, sesuai dengan analisa Badan Intelijen Negara (BIN), masih terjadi peningkatan kasus Covid-19 menjelang Hari Raya Idulfitri.

Berdasarkan hal itu, kata dia, maka dalam rapat yang digelar Forkopimda Provinsi Sulsel bersama Menkopolhukam, Kapolri dan Menteri Agama melalui video conference, telah disepakati bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel diminta untuk mengimbau kepada seluruh masyarakat agar melaskanakan Salat Ied di rumah masing-masing.

“Karena pandemi Covid-19 ini kita telah berkomitmen untuk memutus rantai penularan, maka lebaran kali ini diimbau untuk melakukan Salat Ied di rumah. Itu diimbau dengan sangat. Ini bukan larangan, tapi kita imbau. Tinggal kesadaran masyarakat untuk lebih berempati dengan upaya kita memutus penularan,” kata Nurdin, Senin (8/5).

“Karena tentu dengan kerumunan massa dan sebagainya, itu akan ada kecenderungan terjadi penularan lagi. Oleh karena itu, saya dan seluruh forkopimda diminta untuk lebih intens mensosialisasikan imbauan ini,” sambungnya.

Untuk daerah zona hijau yang memang clear dari Covid-19, lanjut Nurdin, jika warganya ingin melaksanakan Salat Ied secara berjamaah di Mesjid atau lapangan terbuka, maka pihaknya akan memfasilitasi, untuk memastikan bahwa protokol kesehatan benar-benar diterapkan.

“Semua diimbau untuk di rumah. Tapi sekiranya itu zona hijau dan ada yang memang ngotot untuk Salat Ied di lapangan, maka kita akan fasilitasi dan pastikan protokol kesehatan benar-benar diterapkan,” ujarnya.

“Itu harus dan wajib, sehingga sangat jelas penyampaian dari Kapolri, Menkopolhukam, Menteri Agama, mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulsel bahwa dalam rangka mendukung pemutusan penyebaran Covid-19 agar lebih cepat. Maka untuk Idulfitri kali ini untuk sebaiknya Salat Ied di rumah,” lanjutnya.

Terkait pernyataan Pj Walikota Makassar yang mengisyaraktkan membolehkan warga Makassar untuk melaksnaakan Salat Ied secara berjamaah di Mewsjid di lingkungan masing-masing, Nurdin Abdullah menampik hal tersebut.

“Kita baru mau rapat besok dengan seluruh bupati, walikota. tokoh agama, dan seluruh organisasi kemasyarakatan. Kita harus ikuti apa yang disampaikan tadi oleh pemerintah pusat,” tegasnya.

Soal Rencana Pembukaan Mal, Gubernur: Masih Dalam Kajian dan Belum Ada Keputusan Konkret

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah menyampaikan klarifikasi terkait informasi yang beredar bahwa Mal di Makassar yang akan dibuka. Nurdin menjelaskan bahwa hal tersebut masih dalam kajian dan belum ada keputusan.

“Mengenai mal di Makassar yang akan dibuka, hal ini masih dalam kajian dan belum ada keputusan konkret. Apalagi Makassar sementara PSBB,” kata Nurdin, Sabtu (16/5).

Walaupun banyak masukan dari pemilik Mal yang meminta pelonggaran mengingat usaha mereka sudah tutup hampir dua bulan, dan berdampak terhadap banyak karyawannya, Nurdin menegaskan tidak akan memberi pelonggaran jika penibgkatan jumlah pasien Covid-19 masih terjadi.

“Jadi saya tegaskan sekali lagi, pelonggaran PSBB tidak akan kita lalukan jika trend peningkatan pasien Covid-19 masih sangat terjadi,” ujarnya.

Upaya ini, lanjut Nurdin, dilakukan untuk mendukung kebijakan PSBB di Kota Makassar yang sudah diperpanjang. Pihaknya berharap, dengan begitu Sulsel bisa segera terbebas dari Covid-19.

Lebih jauh Nurdin mengatakan, sebagai gubernur, dirinya sangat memahami kerinduan masyarakat untuk kembali beraktivitas normal. Olehnya itu, kata dia, Tim Gugus Tugas terus bekerja keras dan terus mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah untuk menerapkan physical distancing (pembatasan fisik), pakai masker, dan rajin cuci tangan dalam beraktivitas.

“Sampai saat ini telah banyak saudara-saudara kita terpapar Covid-19, namun kita berusaha sekuat tenaga agar ekonomi kita tidak ikut terpapar,” sebut Nurdin. (*)

Penanganan Covid-19 Dipusatkan di Makassar, Gubernur Sebut Daerah Lain di Sulsel Sudah Clear

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, saat ini penanganan pasien Covid-19 di wilayah Sulsel sudah dilakukan secara terpusat atau dipusatkan di Kota Makassar.

Semua pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di seluruh daerah di wilayah Sulsel, kata dia, sudah ditarik atau dibawa ke untuk menjalani perawatan dan isolasi di Makassar.

“Kita sinerginya itu luar bisa dengan kabupaten kota. Kalau ada yang terkofirmasi positif, semua ditarik ke Makassar. Kalau dia ada gejala, dia dirawat di rumah sakit. Kalau orang tanpa gejala (OTG) itu di hotel, diikutkan program wisata Covid-19,” kata Nurdin di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, Jumat (15/5).

Dengan cara ini, lanjut Nurdin, selain Makassar semua daerah di Sulsel kini sudah clear.

“Alhamdulillah semua daerah sudah clear, tinggal Makassar. Sekarang tinggal bagaimana Makassar ini kita betul-betul terus lakukan tracing, rapid test, dan massifkan PCR supaya menemukan saudara-saudara kita yang terjangkit dan menjadi penular,” ucapnya.

“Makanya kita mau pastikan semua masuk dalam skema wisata Covid-19. kalau itu sudah masuk semua, maka selesai,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, jumlah kasus virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Sulsel sampai saat ini masih terus bertambah. Dalam dua hari terakhir (Rabu-Kamis), berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan setempat adqa penambahan sebanyak 90 kasus positif Covid-19 di Sulsel.

Hingga Kamis (14/5) total kumulatif pasien positif Covid-19 di Sulsel tercatat sudah sebanyak 837 orang. Dari jumlah tersebut, 293 orang sudah dinyatakan sembuh, 51 meninggal dunia, dan sisanya sebanyak 493 orang masih dirawat.

Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), sejauh ini jumlahnya tercatat sebanyak 1.314 orang (288 dirawat/proses follow up, 903 sehat/non Covid-19, 123 meninggal dunia). Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya sebanyak 4.542 orang (905 proses pemantauan, 3.637 selesai pemantauan)

Kasus positif Covid-19 di Sulsel juga sudah menyebar di 23 dari total 24 kabupaten/kota yang ada di Sulsel. Adapun lima daerah dengan jumlah total kumulatif kasus terbanyak yakni; Makassar (547 kasus); Gowa (60 kasus), Maros (46 kasus); Luwu Utara (27 kasus); dan Luwu Timur (24 kasus).

Sementara 19 kabupaten/kota lainnya, yakni: Sidrap (22 kasus); Parepare (21 kasus); Pangkep (16 kasus); Luwu (14 kasus); Soppeng (9 kasus); Sinjai (7 kasus); Bulukumba (7 kasus); Bone (6 kasus); Pinrang (5 kasus); Takalar (5 kasus); Enrekang (5 kasus); Jeneponto (4 kasus); Tana Toraja (3 Kasus); Barru (3 kasus); Palopo (3 kasus); Selayar (1 kasus); Wajo (1 kasus), Bantaeng (1 kasus); dan Toraja Utara (0 kasus).

Mal Dipertimbangkan Beroperasi Jelang Lebaran, Gubernur: Masyarakat Butuh Baju Baru

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mempertimbangkan untuk mengizinkan pusat perbelanjaan atau Mal-mal yang ada khususnya di Kota Makassar untuk kembali beroperasi jelang lebaran Idulfitri.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, salah satu yang menjadi pertimbangan adalah masyarakat butuh baju baru dan bahan makanan buat lebaraan.

“Karena begini, sekarang masyarakat butuh baju baru, butuh bahan makanan buat lebaran. Sementara mal ini punya karyawan banyak, yang tentu kalau dia tidak cepat beroperasi, mereka ini bisa-bisa peluang untuk dirumahkan lagi,” kata Nurdin, usai menggelar rapat bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat, membahas persiapan hari raya Idulfitri 1441 H, di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel, Jumat (15/5).

Olehnya itu, kata dia, hal ini akan dibicarakan dengan pihak terkait, termasuk para pengelola pusat perbelanjaan.

“Makanya kita harus bicara dengan mereka semua, mampu tidak mereka menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, pakai masker, termasuk menyediakan tempat cuci tangan dan handsanitizer. Dia juga harus komit bahwa dia bisa mengendalikan malnya itu tanpa kerumunan orang,” ujarnya.

Sementara untuk kemungkinan pemberian izin bagi masyarakat untuk melaksanakan Salat Ied secara berjamaah, Nurdin mengaku, hal itu juga baru akan dibicarakan.

“Ini baru mau dibicarakan, makanya kita butuh data. Jadi masyarakat tunggu dulu sampai ada keputusan akhir. Yang pasti, dari MUI itu supaya kita salat Ied di rumah. Nanti pak walikota akan bicara dengan seluruh komponen tokoh agama, gugus tugas. Karena ini harus dibicarakan dan dilihat dari semua aspek,” pungkasnya.

Wagub Sulsel: Semua Bantuan Pemerintah Adalah Uang Rakyat

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengirim tim khususnya ke 10 kabupaten untuk memastikan warga terdampak Covid-19 di daerah tersebut telah menerima bantuan dari pemerintah.

10 kabupaten tersebut yakni: Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai, Bone, Barru, Parepare, Pinrang, Soppeng, dan Wajo.

Sudirman mengatakan, tim khusus yang diutusnya itu membawa bantuan untuk diberikan ke masyarakat terdampak Covid-19, yang membutuhkan perhatian khusus.

Bantuan ini, kata dia, adalah bagian dari program jaring pengaman sosial, dan merupakan hak masyarakat di tengah wabah virus Corona.

“Ini semua bantuan pemerintah adalah uang rakyat, untuk yang membutuhkan. Kami atas nama pemerintah hanya menyalurkan dan melayani. Berterima kasih lah kepada Allah Subhanahu wa taala, dan mari berdoa semoga wabah ini cepat berlalu,” tutur Sudirman, Kamis (14/5).

Salah satu penerima bantuan, Syahrir Makkasau mengaku sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Kami atas nama warga Gempunge, Kelurahan Mangempang dan sekitarnya, mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Wakil Gubernur Sulsel,” ucap Syahrir, di sela-sela penyerahan bantuan.

Tiga Pola Penanganan Covid-9 yang Dijalankan Bersamaan di Makassar

KabarMakassar.com — Upaya penanganan Covid-19 di Kota Makassar, yang menjadi episentrum utama penyebaran virus tersebut di Provinsi Sulsel, terus dilakukan. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah.

Saat ini, ada tiga langkah penanganan dan pencegahan yang dilakukan secara bersamaan untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran Covid-19 di Ibukota Provinsi Sulsel itu.

Tiga upaya tersebut yakni Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), rapid test massal dengan menyasar para pedagang pasar, pengemudi ojek online, tukang parkir dan beberapa kelompok rentan lainnya, serta pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR).

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, hal ini dilakukan untuk memetakan sekaligus menjaring orang-orang yang berpotensi menjadi penyebar (carrier) virus Covid-19 tersebut.

“Sekarang kita secara berbarengan ya, di samping kita melakukan PSBB, kita juga secara masif melakukan rapid test, juga PCR supaya kita cepat bisa memetakan,” kata Nurdin, usai meninjau pelaksanaan rapid test massal di Pasar Terong Makassar, kamis (14/5).

Menurut Nurdin, orang-orang dengan hasil rapid test reaktif akan diikutkan pada program Wisata Covid-19 yang dikemas melalui isolasi di hotel-hotel mewah dengan pilihan makanan bergizi dan didampingi tenaga medis.

“Ada namanya program kita wisata Covid-19. Semua yang terjaring reaktif itu kita masukkan di wisata Covid-19, terutama yang tidak ada gejala,” terangya.

Nurdin berharap, melalui program rapid test massal ini bisa menjaring semua Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sebab jika belum terjaring semua, maka akan sulit untuk memutuskan mata rantai penularan.

“Harapan kita kalau ini semua sudah terjaring, ya tentu ada beberapa sektor-sektor yang mungkin sudah bisa kita longgarkan. Kalau ini belum, saya kira sulit, karena kita takut fase kedua,” ujarnya.

“Makanya walaupun dia sudah mulai melandai, tapi kita harus pastikan bahwa tidak ada lagi OTG OPD yang terus berkeliaran. Mudah-mudahan ini hari ketiga dan terus kita lakukan,” lanjutnya.

Nurdin menambahkan, pihaknya berharap, semua langkah penanganan Covid-19 ini bisa melahirkan formulasi yang tepat.

“Mudah-mudahan dalam beberapa hari kedepan kita sudah bisa melakukan formulasi yang tepat,” harapnya. (*)