Koperasi Dharma Wanita Sulsel Gelar RAT ke XXXVII

KabarMakassar.com — Koperasi Mamminasae Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) XXXVII Tahun Buku 2019 di Kantor Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa, (4/8).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar, Evi Aprialty mengatakan bahwa Koperasi Mamminasae merupakan salah satu koperasi yang dianggap bagus.

“Koperasi ini turut serta menunjang perekonomian di kota Makassar serta rutin melaksanakan RAT. Saat ini banyak koperasi yang tidak melakukan RAT dan hanya memberikan laporan saja, padahal RAT merupakan indikator keberhasilan suatu koperasi”, katanya.

Ia menjelaskan bahwa sebuah koperasi yang baik dapat dilihat dari bagaimana koperasi tersebut dapat memenuhi kebutuhan rekan-rekannya.

“Untuk itu kami berharap Koperasi Mamminasae ini dapat memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan anggotanya. Salah satu upayanya adalah dengan memfasilitasi UKM dan usaha sampingan lainnya untuk menyimpan produk usahanya guna memenuhi kebutuhan anggota koperasi”, jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan, Abd. Malik Faisal yang hadir dalam kegiatan tersebut menambahkan bahwa koperasi bukan sekedar tempat untuk kumpul-kumpul semata.

“Koperasi itu adalah badan usaha yang dimiliki oleh semua anggotanya. Jadi harus dipikirkan bagaimana cara mengelolanya secara bersama-sama supaya lebih berkembang, karena koperasi itu adalah perusahaan yang orientasinya profit, meskipun ada orientasi sosial kepada anggotanya”, tambahnya.

Abd. Malik Faisal juga menyampaikan bahwa dalam RAT terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan terkait bagaimana evaluasi laporan pelaksanaan kegiatan koperasi satu tahun sebelumnya dan satu tahun ke depan.

“Di sini juga kita akan menetapkan bagaimana rencana kerja perusahaan, jadi semua anggota harus memberikan ide, memberikan sumbangan pemikiran, karena kalau perusahaan ini jatuh, kita sendirilah yang akan merugi”, paparnya.

Senada dengan yang diungkapkan Abd. Malik Faisal, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan, Sri Rejek Hayat dalam arahannya menyampaikan bahwa pengelolaan koperasi yang baik adalah mengawali kegiatan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan untuk mewujudkan kegiatan yang lebih efektif dan efisien.

“Melalui forum ini, saya mengharapkan agar anggota koperasi dapat memberi masukan kepada pengurus dan pengawas, demi kemajuan dan pengembangan usah koperasi ke depan”, sebutnya.

Secara umum kegiatan Koperasi Mamminasae Tahun Buku 2019 berjalan dengan baik, sehingga Sri Rejeki Hayat mengharapkan agar semua anggota koperasi senantiasa berperan aktif untuk lebih mengembangkan koperasi.

“Hal tersebut dapat terlaksana dengan baik jika pengurus, pengawas, dan anggota melakukan langkah kebersamaan. Bukan lagi dengan adanya pembagian tugas pengurus dan pengawas serta partisipasi anggota pada berbagai aspek, sehingga anggota benar-benar merasa memiliki dan terlayani dengan baik, serta bermanfaat bagi pengembangan koperasi”, tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemberian hadiah kepada anggota teladan yang telah berpartisipasi aktif bagi Koperasi Mamminasae.

Gubernur Harap UNM Perhatikan Pendidikan di 330 Pulau di Sulsel

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, meminta Universitas Negeri Makassar (UNM) sama-sama memperhatikan pendidikan untuk warga masyarakat Sulsel di 330 pulau.

Hal tersebut disampaikan langsung Prof Nurdin Abdullah dalam sambutannya di acara Dies Natalies Universitas Negeri Makassar (UNM) Ke-59, di Ruang Teater Gedung Pinisi UNM, Selasa, 4 Agustus 2020.

“Pak Rektor, Sulsel ini memiliki 330 pulau, dan kalau kita lihat di perencanaan itu 94 persen masih di daratan. Semua masih tertuju di daratan, kita belum pernah berpikir bagaimana pulau-pulau ini juga bisa menikmati pembangunan yang merata, terutama sektor pendidikan,” harap Prof Nurdin Abdullah.

Selama dirinya menjabat Gubernur Sulsel, ia banyak memberikan perhatian untuk masyarakat di pulau lewat komunitas mahasiswa yang bergantian datang berbagi ilmu pengetahuan disana.

“Di pulau terluar Makassar saya ajak adek-adek mahasiswa, bikin salah satu kelompok untuk datang ke pulau secara bergantian, memberikan ilmu kepada anak-anak kita. Ternyata bukan hanya anak-anak saja yang belajar, tapi juga ibu-ibunya yang ikut belajar,” jelasnya.

Menurut dia, sangat penting UNM ikut serta dalam memberikan pemerataan pendidikan bagi masyarakat Sulsel di pulau-pulau.

“Minta tolong Pak Rektor, mudah-mudahan pulau-pulau kita bisa menikmati pendidikan yang baik. Sampai hari ini saya kira pulau-pulau kita masih terkendala soal air bersih, terkendala soal listrik, apalagi jaringan, dan layanan kesehatan apa lagi,” urainya.

Bukti Pemprov Sulsel memberikan perhatian khusus untuk masyarakat Sulsel di pulau-pulau, dengan mengusulkan anggaran sebagian besar pada tahun 2021 mendatang.

“Tahun 2021, APBD kita agak banyak kita bawa ke pulau-pulau. Karena pulau-pulau kita ini adalah warga kita yang berhak menikmati hidup yang layak,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof Husain Syam mengaku, akan turut ambil bagian untuk mendorong pendidikan bagi masyarakat Sulsel di 330 pulau-pulau.

“Saya akan ambil bagian sesuai dengan perintah Pak Gubernur, bahwa ayo UNM kenapa tidak sampai di pulau, ok saya akan melakukan itu. Saya akan lakukan sesuatu arahan Pak Gubernur,” tegasnya.

Menurut Prof Husain Syam, UNM merupakan mitra yang sulit untuk dipisahkan dengan Pemprov Sulsel. Terlebih pada hari ini semua ikut bangga karena Dies Natalies UNM Ke-59 tahun dihadiri langsung Gubernur Sulsel.

“UNM adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, karena itu sungguh-sungguh hari ini kami semua bangga, semua civitas akademika bangga, karena Pak Gubernur hadir menyemangati kita semua,” tutupnya.

Dharma Wanita Sulsel Gelar Penyembelihan Hewan Kurban

KabarMakassar.com — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar penyembelihan hewan kurban di pelataran Kantor Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu, 2 Agustus 2020.

Sebanyak 4 (empat) ekor sapi kurban disembelih dan dibagi-bagikan kepada warga sekitar dan warga yang kurang mampu di kota Makassar, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dalam sambutannya membuka acara, Ketua DWP Provinsi Sulawesi Selatan, Sri Rejeki Hayat mengatakan bahwa pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tersebut merupakan wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita dapat bersama-sama menghadiri penyembelihan hewan kurban. Ini merupakan salah satu bentuk program kerja DWP Sulsel di Bidang Sosial dan Budaya, khususnya dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Qurban 1441 H”, katanya.

Ia juga berterimakasih kepada seluruh anggota DWP Unit Kerja Provinsi Sulawesi Selatan yang telah turut serta dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Saya pribadi mengucapkan terima kasih, karena terselenggaranya kegiatan ini semua adalah berkat kerjasama dan partisipasi ibu-ibu pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Kerja Provinsi Sulawesi Selatan”, ucapnya.

Sri Rejeki Hayat berharap melalui kegiatan tersebut masyarakat yang kurang mampu juga dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.

“Melalui kegiatan ini kita dapat saling berbagi, khususnya kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi berkah bagi kita semua, Aamiin”, tutupnya.

Gubernur dan Pj Wali Makassar Bawa Bantuan ke Pulau Terluar

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah bersama Pi Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin membawa sejumlah bantuan sosial untuk kebutuhan warga Pulau Langkai dan Pulau Lanjukang, Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Sangkarrang, Minggu (2/8).

Kedua pemimpin ini membagikan sembako, masker dan juga bibit pohon sukun kepada seluruh penghuni pulau. Saat di pulau Langkai, Prof Nurdin dan Prof Rudy terlihat berdialog langsung sekaligus mendengar berbagai cerita kehidupan masyarakat setempat.

Dalam dialog yang berlangsung santai tersebut, warga secara bergantian menyampaikan berbagai permintaan pengadaan layanan dasar yang di butuhkan oleh mereka.

“Kami sangat butuh jaringan untuk menelpon pak, itu sangat berguna untuk kami berbicara dengan keluarga yang ada di seberang pulau. Misalnya jika air laut sedang pasang, minimal kita bisa memberi tahu keluarga lewat telepon untuk tidak menyeberang dulu sambil menunggu ombak tidak tinggi” ujar Ibu Sartia, salah satu ibu rumah tangga yang tinggal menetap di Pulau Langkai.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat menyapa warga mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang penyiapkan fasilitas air bersih yang bisa langsung di minum oleh warga pulau tanpa perlu lagi di masak atau di sterilkan.

“Salah satu yang paling penting yakni ketersedian air bersih. Kita sedang menyiapkan fasilitas penyulingan air bersih yang bisa langsung di minum oleh warga. Selain itu listrik dan juga jaringan telepon sedang kita bicarakan bersama PLN dan juga Telkom, Insya Allah semoga dalam waktu tidak lama warga kita sudah bisa menikmati semua fasilitas layanan dasar ini” ujar Nurdin yang disambut aplaus warga pulau Langkai.

Nurdin juga mengaku sedang merancang fasilitas dermaga serta angkutan umum Kapal Ro-ro yang berfungsi menghubungkan setiap pulau. Demikian pula pengadaan ambulance laut yang berfungsi memberi layanan kesehatan untuk seluruh warga pulau.

“Warga kita akan lebih mudah bertemu kerabat yang ada di pulau sebelahnya dengan adanya kapal Roro nanti, demikian pula keberadaan ambulance laut yang bertugas memberikan layanan kesehatan jika ada warga yang sakit” lanjutnya.

Sementara itu, Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin saat menyapa warga Pulau Langkai banyak berbicara tentang pendidikan anak Pulau.

“Kita sengaja datang untuk mendekatkan yang jauh. Jangan sampai yang jauh merasa semakin jauh jika kita tidak saling mengunjungi. Meskipun jaraknya jauh dari pusat kota, namun tetap saja warga yang tinggal di pulau terluar tetap berhak mendapatkan layanan publik dari pemerintah. Salah satu yang tidak kalah pentingnya yakni fasilitas pendidikan. Disini anak-anak kita hanya bisa mengakses pendidikan tingkat menengah pertama saja, selebihnya mesti harus ke kota. Kita sedang merancang ketersediaan asrama siswa dan mahasiswa asal pulau demi memastikan anak-anak kita disini bisa terus melanjutkan pendidikannya demi menggapai cita-cita tertinggi yang diimpikannya” ujar Prof Rudy yang disambut gembira penduduk setempat.

Sementara itu, saat bertolak ke Pulau Lanjukang, Prof Nurdin dan Prof Rudy melakukan penanaman pohon sukun yang di yakini bisa membuat air payau menjadi tawar. Keduanya juga membagi-bagikan masker kepada seluruh warga pulau untuk digunakan saat melakukan aktifitas diluar rumah.

Dalam kunjungan pulau ini, juga hadir Kepala Kantor Konsuler Jepang di Makassar, Miyakawa Katsutoshi serta sejumlah anggota Perhimpunan Alumni dari Jepang (Persada).

Gubernur Minta Warga Bersabar, Sholat Ied dengan Protokol Kesehatan

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah berharap seluruh masyarakat Sulsel bersabar menjalani sholat Idul Adha dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laailaha Illallahu Allaahu Akbar, Allahu Akbar Walillaah Ilham. Pelaksanaan hari raya Idul Adha atau Idul Qurban tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena adanya pandemi covid-19,” ungkap Prof Nurdin Abdullah dalam sambutannya, pada sholat Idul Adha di Lapangan Jalan Lingkar Binamu Jeneponto, Jumat 31 Juli 2020.

Ia, menjelaskan tentu banyak dari masyarakat Sulsel khususnya di Jeneponto yang sudah merencanakan beribadah haji tahun ini, namun harus ditunda sementara karena pembatasan yang dilakukan pemerintah Arab Saudi.

“Jangan ki kecewa, percayalah Allah sudah mengatur yang terbaik untuk setiap umatnya. Saya berharap ditengah pembatasan berbagai aktifitas, tidak mengurangi esensi dari idul adha tahun ini. Tetap jalankan protokol kesehatan seperti cuci tangan, gunakan masker dan selalu jaga jarak adalah cara paling ampuh melindungi diri dari virus corona,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan kondisi Covid-19 di Sulsel khususnya angka kesembuhan pasien Covid 19 di Sulsel sangat tinggi. Menurutnya ini adalah hasil kerja keras dari seluruh pihak. Mulai dari tenaga kesehatan, relawan, kesiapan TNI serta POLRI yang menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga situasi tetap kondusif di masyarakat di tengah banyaknya tantangan yang harus dihadapi dilapangan.

Lebih lanjut dirinya, menguraikan, Pemprov Sulsel saat ini bersinergi dengan pemerintah kabupaten kota dan seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dalam mengambil kebijakan. Termasuk bagaimana program wisata duta Covid-19 di Sulsel.

“Program wisata duta Covid-19 merupakan intervensi yang paling banyak berperan dalam menekan penularan dan kurva epidemi di Sulsel,” katanya.

Apalagi, berdasarkan analisa data, program wisata duta Covid-19 telah mencegah potensi penularan sekitar 170 ribu kasus baru di masyarakat dan menghemat sekitar Rp 765 miliar biaya rumah sakit yang dapat muncul dari kasus berat yang membutuhkan perawatan.

“Program ini juga ikut memajukan UMKM dimana hotel dan catering dapat terus beroperasi di masa pandemi, serta berkontribusi terhadap tingginya tingkat kesembuhan di Sulsel. Dengan angka ini, maka sekitar 2.000 peserta telah menjadi alumni dan siap untuk menjadi edukator di lingkungan masing-masing,” tutupnya.

Program Kemanusiaan, Wagub Resmikan Rumah Layak Huni

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meresmikan dua rumah layak huni AMCF, di Jalan Tamangapa Raya, Kota Makassar, Kamis, 30 Juli 2020. Rumah layak huni itu merupakan program kemanusiaan yang dilakukan Asia Muslim Charity Foundation (AMFC) atau Yayasan Muslim Asia Sulsel.

Ada dua rumah yang diresmikan oleh Wagub Sulsel dengan pengguntingan pita. Yakni rumah layak huni untuk keluarga Dg. Badulu di Jalan Tamangapa Raya 5 No. 56 RT III RW III, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala dan untuk keluarga M. Dg. Naja di Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Dalam laporannya, Administrator Pusat Kemanusiaan AMCF Sulsel, Haeruddin, menyampaikan pencapaian program kemanusian AMCF Sulsel sejak 2019. Program rumah layak huni sudah membangun 18 unit; pembuatan MCK umum 2 unit; 19 buah panel surya; pembagian sembako 2.856 paket; pemeriksaan kesehatan 2.963 jiwa; khitanan massal 340 jiwa; operasi katarak 222 mata; kursi roda 13 unit; tongkat untuk disabilitas 6 unit; serta program distribusi air bersih pusat kemanusian mencapai 1 juta liter. Selain itu, AMCF Sulsel juga aktif melakukan penyuluhan baik bidang pendidikan, kesehatan dan keagamaan.

Ia mengaku, ini menjadi momen langkah bagi AMCF Sulsel, dan kali pertama peresmian yang dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. “Kami berharap keberadaan AMCF, program kemanusian dapat memberikan pelayanan kemanusiaan yang lebih maksimal lagi,” ujar Haeruddin.

Dewan Pembina AMCF Sulsel, Dr. Muh. Ali Bakri, menghanturkan terima kasih kepada Wagub Sulsel. Orang nomor dua di Sulsel itu sudah sebagai pembina di AMCF atas support maupun menginisiasi program rumah layak huni untuk kaum duafa ini.

“Ini adalah komitmen kami dalam MoU yang kami tanda tangani bersama Gubernur Sulawesi Selatan yang diinisiasi oleh Wagub Sulsel pada Januari 2019 lalu,” ujarnya.

“Bapak Wagub mensupport kegiatan kami baik program kemanusiaan maupun keagamaan. Salah satunya Bapak Wagub menghadiri Wisuda Akbar Hafidz/Hafidzah Ma’had Al-Birr Unismuh Makassar,” akunya.

Dirinya berpesan, kepada penerima manfaat, (rumahnya) dijaga dan dipelihara dengan baik.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan, sejak awal pemerintahannya sudah berkoordinasi dengan pusat kemanusiaan AMCF.

“Sukses selalu untuk AMCF dalam aksi kemanusian di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Ia pun mendukung adanya pelibatan Pramuka Makassar dalam kegiatan AMCF. “Ini bagus sekali. Sebagai darma bakti kepada masyarakat. Sehingga kita bina empati sosial,” katanya.

Turut hadir diantaranya Dinsos Sulsel; Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Makassar, Iqbal Suhaeb; Camat Manggala; Lurah Tamangapa.

Untuk diketahui, AMCF adalah sebuah yayasan bertaraf nasional, terdaftar resmi di Kemenkumham RI yang memiliki jaringan nasional dan internasional, bergerak di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.

Saat ini AMCF mengelola 20 lembaga Bahasa Arab dan Studi Islam di kota-kota besar se-Indonesia, 55 Markas tahfizh Al Quran se-Indonesia dan 96 panti asuhan dari Aceh hingga Papua.

AMCF atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Yayasan Muslim Asia adalah organisasi sosial, nirlaba dan nonpolitik yang berkantor pusat di Jakarta. Untuk AMCF Sosial Kemanusiaan Cabang Sulawesi Selatan berdiri sejak 8 Februari 2018 yang memiliki dua bagian yakni Kapal dan Pusat Kemanusiaan.

Sekda Dan Mentan RI Panen 630 Sapi Inseminasi Buatan

KabarMakassar.com — Langkah Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi daerah penyangga daging nasional terus digalakkan. Hari ini, Kamis, 30 Juli 2020, bersama Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, Sekretaris Dinas Provinsi Sulsel, Dr. Abdul Hayat memanen 630 anak sapi usia sampai 8 bulan hasil inseminasi buatan. Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Sinjai Bersatu diikuti oleh 500 peternak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sinjai.

Abdul Hayat menyampaikan apresiasi luar biasa atas model peternakan yang dikembangkan Kementerian Pertanian dalam menguatkan stabilitas pangan nasional.

“Pemprov Sulsel sangat apresiasi atas pengembangan peternakan yang ada di Sinjai, ini salah satu model akselerasi untuk Sulsel menjadi wilayah penyangga daging nasional,” ujar Abdul Hayat.

Ia mengatakan, Kabupaten Sinjai merupakan daerah ketiga dengan peternakan terbesar setelah Kabupaten Bone dan Gowa. “Langkah ini tentu akan kita optimalkan dengan pengawasan dan evaluasi secara maksimal,” tuturnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada kegiatan ini menyampaikan langkah strategis yang dilakukan lembaganya untuk pengembangan sapi di Sinjai dengan membentuk klaster ternak.

“Di mana satu klaster ternak terdiri dari lima desa yang tiap-tiap desa mengembangkan 200 ekor sapi ternak. Jumlah ini dibagi 60 persen untuk penggemukan dan sisanya untuk budidaya,” jelas Syahrul.

Mantan orang nomor satu di Sulsel ini menyebutkan, meski di masa pandemi sektor pertanian masih mampu tumbuh dari 12,6 persen menjadi15,8 persen.

Sementara untuk ternak, ia menyebutkan, kebutuhan daging yang mampu disuplai dalam negeri adalah 400 ribu ton dari 700 ribu ton yang dibutuhkan.

“Kekurangan ini membuat kita masih harus impor sekitar 200 sampai 300 ribu ton. Dengan begitu, langkah untuk memaksimakan produksi daging dalam negeri harus terus kita optimalkan,” terangnya.

Syahrul optimistis, model peternakan melalui inseminasi buatan serta dukungan kepada para peternak mampu memperkecil nilai ekspor dan berdampak signifikan pada perekonomian peternak.

Dari data Dinas Peternakan Kabupaten Sinjai, dari tahun 2019 hingga triwulan kedua 2020, jumlah kelahiran sapi mencapai 3.400 ekor. Rata-rata terdapat 173 ekor sapi dalam 1 kilometer persegi wilayah Kabupaten Sinjai. Hasil ternak sapi dengan metode inseminasi buatan dapat menghasilkan sapi dengan bobot hingga tiga kali sapi biasa. Dengan bobot yang besar juga berdampak pada harga sapi yang juga meningkat.

Kawasan Wisata Bira Bulukumba Dianggarkan Rp 45 Milliar

KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, meninjau progres proyek senilai Rp 45 miliar di dalam Kawasan Wisata Bira Bulukumba. Dana proyek ini merupakan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tahun anggaran 2020.

Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, mengatakan, ini merupakan bentuk support Pemprov Sulsel untuk menjaga pariwisata di Bulukumba.

“Kami meninjau progres pembangunan pedestrian dan pembangunan lainnya di dalam Kawasan Wisata Bira Bulukumba ini,” ungkapnya, di Pantai Bira Bulukumba, Kamis (30/7).

Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Infrastruktur, Dr. Hendra Pachri, S.T., M.Eng menjelaskan, pembangunan untuk tahun ini terdiri dari pedestrian sepanjang 700 meter, pasar seni dan terminal. Sementara untuk pembangunan tahap dua atau anggaran tahun 2021 merupakan Pelabuhan Bira-Selayar.

“Ada dua tahap tadi yang disurvei terkait pembangunan pariwisata di dalam Kawasan Wisata Bira dan Bira Timur Bulukumba. Sementara untuk jumlah keseluruhan yang masuk di dalam Kawasan Wisata Bira Bulukumba sebesar Rp 43 miliar, dari Rp 50 miliar untuk Bulukumba,” jelasnya.

Adapun peninjauan lainnya yakni lokasi rencana pembangunan Pelabuhan Bira-Selayar. Area tersebut masih dalam proses pengukuran, berapa aset milik Pemprov Sulsel dan Kabupaten Bulukumba.

“Baru perencanaan berapa aset Pemprov di sana untuk pembangunan Pelabuhan Bira-Selayar. Saat ini belum ada luasannya. Dan diharapkan secepatnya ada hasil luasan, disitu perencanaan diselesaikan di 2020 akhir dan masuk tahap pekerjaan 2021,” pungkasnya.

Gubernur Optimistis Bisa Kembalikan Ekonomi Sulsel

Kabarmakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, mengaku sangat optimistis bisa mengembalikan ekonomi Sulsel. Pasalnya, Sulsel merupakan provinsi penyangga pangan nasional.

“Provinsi Sulawesi Selatan ini cukup berbeda dengan provinsi lainnya, karena Sulsel adalah salah satu penyangga pangan nasional,” ungkapnya, pada acara HUT SindoNews Ke-8 melalui virtual, Selasa, 28 Juli 2020.

Sulsel sebagai provinsi penyangga pangan tentunya lebih fokus bagaimana ketersediaan pupuk dan benih bagi masyarakat petani. Sulsel juga fokus untuk mempertahankan ekspor.

“Kita juga berharap ekspor kita bisa bertahan. Alhamdulillah Sulsel termasuk provinsi yang bergerak di sektor pertanian dan kehutanan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia mengucapkan selamat kepada seluruh tim Sindonews.com yang telah berkiprah sampai saat ini. Semoga kedepannya Sindonews.com bisa terus menyajikan berita-berita terpercaya dan profesional, dan menjadi portal news yang terus berjaya di era digital ini.

“Sulsel selalu berusaha beradaptasi dalam perkembangan jaman, termasuk dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Dengan itu kami melakukan berbagai inovasi dengan bersinergi melibatkan Forkopimda dan berbagai pihak,” pungkasnya.

Wagub Dampingi Mentan RI Bawa Bantuan di Lutra dan Wajo

KabarMakassar.com — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mendampingi Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL), dalam kunjungan kerjanya di beberapa wilayah di Sulsel. Selasa (28/7/2020), kunjungan pertama ini di Kabupaten Luwu Utara. Menteri Pertanian dan Wagub Sulsel menggunakan helikopter ke Lutra.

Pukul 13.43 Wita, helikopter yang ditumpanginya tiba di Bandara Andi Djemma, Kelurahan Bone, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara.

Di sana, Menteri Pertanian dan Wagub Sulsel dijemput oleh Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.

SYL bersama Andi Sudirman mengunjungi beberapa titik di Luwu Utara. Salah satunya menyerahkan bantuan kemanusiaan, yang diserahkan oleh Menteri Pertanian kepada Bupati Luwu Utara.

Usai di Luwu Utara, dilanjutkan mengunjungi Kabupaten Wajo. SYL didampingi Wagub juga menyerahkan bantuan.

Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, kehadiran Menteri Pertanian ini merupakan bentuk dukungan dari pemerintah pusat.

“Sinergitas Pusat dan Daerah harus terjadi untuk memudahkan pemulihan Luwu Utara dan Wajo dengan semangat gotong royong,” ujar Andi Sudirman.

Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, lanjut Andi Sudirman, pihanya memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada Menteri Pertanian yang telah membantu Luwu Utara dan Wajo, terutama sektor pertanian yang terdampak.