Seluruh Proses PPDB di Makassar Tahun Ini Dilakukan Secara Daring

KabarMakassar.com — Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Makassar tahun ini, akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Amalia Malik mengatakan, seluruh proses penyerahan berkas dan lain-lain akan dilakukan secara daring (online).

“Untuk PPDB tahun 2020 ini semuanya diupayakan sifatnya secara daring. Yang dulunya penyerahan dokumen dilakukan manual, untuk situasi pandemik Covid-19 ini semua dokumen harus di-scan diaplikasi yang ada,” kata Lia, Kamis (4/6).

Langkah ini, kata dia, diambil berdasarkan pada regulasi yang ada, dan sesuai dengan edaran pemerintah pusat.

“Ini sesuai dengan edaran dari pemerintah pusat berdasarkan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB, dan ada lagi SE Nomor 4 Tahun 2020 tentang simulasi proses belajar mengajar di dalam keadaan pandemik. Kemudian ada juga Perwali Nomor 31 Tahun 2020,” terangnya.

Menurut Lia, PPDB tahun 2020 rencananya akan mulai dibuka pada 20 Juni mendatang. Namun, jadwal tersebut masih bersifat dinamis.

“Kemarin kita sepakati tanggal 20 Juni untuk non-zonasi (jalur prestasi, afirmasi, dan perpindahan). Kemudian nanti tanggal 23 itu akan dimulai pendaftaran untuk jalur zonasi,” terangnya.

Perihal kemungkinan proses belajar mengajar di awal tahun ajaran baru akan dilakukan di rumah (pembelajaran jarak jauh) seperti saat ini, Lia mengatakan, hal itu sangat mungkin terjadi.

“Kemungkinannya seperti itu. Apalagi kalau kita melihat Makassar masih masuk kategori zona merah. Jadi kemungkinan masih akan dilakukan pembelajaran jarak jauh,” pungkasnya.

Sasar Paotere, Pemkot Makassar Siapkan 300 Alat Rapid Test

KabarMakassar.com — Sejak bulan Mei 2020, Pemerintah Kota Makassar menggelar rapid test di sejumlah pasar di Kota Makassar. Rabu (3/6), Penjabat Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf didampingi Kadis Kesehatan, dr Naisyah Tun Azikin dan Kadis Perikanan dan Kelautan, Rahman Bando, mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere di Kecamatan Ujung Tanah.

Kedatangan Pj Walikota Makassar bersama beberapa pimpinan OPD tersebut untuk melihat langsung proses pelaksanaan rapid test terhadap sejumlah pedagang dan pengunjung di TPI Paotere.

“Hari ini saya lihat masyarakat cukup antusias, meskipun masih ada beberapa yang merasa takut di rapid test. Padahal ini tidak susah dan baik untuk mendeteksi dini,” kata Yusran.

Rapid test ini, kata dia, merupakan bagian dari upaya Pemkot Makassar untuk mendeteksi virus Corona atau Covid-19, selaigus mencegah penyebarannya di Kota Makassar.

Kadis Kesehatan Kota Makassar, dr Naisyah menambahkan, pihaknya menyediakan 300 – 400 alat rapid test.

“Ini sesuai jumlah pedagang yang kami dapatkan datanya dari kecamatan,” terangnya.

Naisyah berharap, kerjasama antara pedagang dan pembeli untuk sukarela mengikuti rapid test hari ini. Termasuk juga tetap menerapkan prortokol kesehatan seperti selalu menggunakan masker.

“Kalau terbukti reaktif kan kita bawa ke hotel untuk isolasi dan test swab. Kalau hasil test swab negatif, pasien boleh pulang,” jelasnya. (*)

Pj Walikota Makassar Panen Jahe Merah dan Kangkung di BTN Karmila Sari

KabarMakassar.com — Penjabat (Pj) Walikota Makassar, Yusran Yusuf didampingi Ketua TP PKK A. Misnawati Z. Yusran melakukan panen jahe merah, kangkung, bunga kol, cabai, dan bawang merah Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sari, Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Selasa, (2/6).

“Ini patut kita apresiasi, utamanya menghadapi new normal dalam situasi pandemi saat ini. Pertama kita memastikan bahwa protokol kesehatan dilaksanakan secara disiplin. Kemudian akan mendorong penanaman tanaman kesehatan disamping memperkuat seluruh aktivitas ekonomi kerakyatan,” kata Yusran.

Ia mengaku jika KWT Dewi Sari adalah binaan Dinas Ketahanan Pangan di Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kota Makassar. Kata dia, sejumlah tanaman produktif yang menjadi bahan olahan berbaga jus dan minuman herbal untuk kesehatan dan peningkatan imunitas serta sayur-sayuran.

“Tanaman ini ditanam dipot-pot lorong dan tanah kosong milik warga di sepanjang BTN Karmila Sari,” ungkapnya.

Menurutnya kegiatan ini sejalan dengan program Pemkot Makassar untuk mengembangkan komoditi lokal di pekarangan warga serta lahan terbuka lainnya. “Ini bertujuan menjadi sarana pengembangan komoditi lokal dan tanaman suplemen dalam meningkatkan imunitas tubuh,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK A. Misnawati mengatakan jika hal ini sangat positif terutama kaitannya dengan estetika kota. “Jadi dengan adanya penanaman seperti ini, tanah kosong dan rumah warga yang ditempati tidak lagi kelihatan kumuh dan terlantar. Semua menjadi asri dilihat,” kata A. Misnawati.

Diketahui, pada kesempatan itu Yusran dan A. Misnawati mencoba langsung minuman yang terbuat dari jahe merah. Keduanya mengapresiasi minuman penambah imun tersebut dan berharap agar hal ini bisa lebih massif dilakukan dan terus dikembangkan secara berkesinambungan ke depan.

Pangdam dan Pj Walikota Pantau Penanganan Covid-19 di RSUD Daya

KabarMakassar.com — Penjabat (Pj) Walikota Makassar Yusran Yusuf bersama Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Andi Sumangerukka melakukan kunjungan di RSUD Makassar, Selasa (2/7). Kunjungan itu untuk melakukan pemantauan penanganan Covid-19.

Pada kesempatan itu, Yusran mengaku melakukan pengecekan dan memastikan protokol penanganan kesehatan lebih diperketat lagi. Selain itu, Alat Pelindung Diri (APD) lengkap yang harus dipergunakan, prosedur membuka dan melepas APD yang perlu diperhatikan.

“Kami di sini bersama Panglima, memberi semangat kepada tenaga medis kita sebagai garda terdepan, kita terus memberi support karena bagaimana pun ini menjadi tantangan kita bersama,” kata Yusran.

Selain itu, Yusran juga menyebut kunjungannya sekaligus untuk memastikan seluruh SOP di RSUD Makassar ini tetap berjalan. Bahkan Yusran juga menghimbau pemberlakuan protokol kesehatan bagi masyarakat Kota Makassar.

“Penguatan itu kami lakukan di level RT/RW sekaigus kita membangun kesadaran bahwa masalah Covid-19 ini adalah masalah kita bersama. Jadi perlu inovasi dan penyadaran masyarakat bahwa kita masih dalam situasi pandemi,” terangnya.

Tugas pemerintah, kata dia, senantiasa hadir secara bersama guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Seluruh elemen yakni petugas pemadam kebakaran, Satpol PP, dan dari Puskesmas terus memberi edukasi melaui pengumuman kepada masyarakat setiap pagi dan sore.

“Harapannya masyarakat menjadi semakin sadar akan hal-hal yang mesti dilakukan agar perlawannan terhadap Covid-19 menjadi tugas bersama,” katanya.

Sementara itu, Mayor Jenderal TNI Andi Sumangerukka mengaku dalam rangka HUT Kodam XIV Hasanuddin pihaknya memberi bantuan kepada tenaga kesehatan dan pasien Covid-19 yang membutuhkan.

“Kami juga bersama wali kota untuk mengecek kondisi penanganan di RSUD Makassar karena memang kebetulan kami berada dalam satu gugus tugas. Sekaligus mengecek kesiapan ke depan,” kata Mayor Jenderal TNI Andi Sumangerukka.

Sudah Disiapkan, Begini Skema Pembukaan Kembali Sekolah di Makassar

KabarMakassar.com — Meski dianggap belum memenuhi persyaratan untuk menerapkan konsep ‘New Normal‘ atau tatanan hidup kenormalan baru, Pemerintah Kota Makassar tetap menyiapkan sejumlah skema jika nantinya seluruh persyaratan sudah terpenuhi dan bisa mulai menerapkan konsep tersebut.

Salah satu skema yang sudah disiapkan yakni dalam bidang pendidikan. Pola atau sistem belajar dan protokol kesehatan dan social distancing yang nantinya harus diterapkan di sekolah-sekolah pun sudah disusun.

“Kalau nanti ada kebijakan dari pemerintah pusat bahwa sekolah kembali dibuka, maka kita sudah melakukan persiapan di sekolah-sekolah itu terkait protokol kesehatan yang akan diterapkan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Amalia Malik, Selasa (2/6).

Lia mengungkapkan, salah satu yang akan dilakukan jika nantinya sekolah kembali dibuka adalah dengan memberlakukan sistem shift bagi para siswa. Hal ini, kata dia, bertujuan agar social distancing di sekolah-sekolah dapat diterapkan dengan baik.

“Untuk SMP kelas VII, mereka masuk Senin dan Kamis. Kelas VIII Selasa-Jumat, IX Rabu dan Sabtu. SD juga seperti itu. Kelas I dan II itu Senin, kelas III dan IV itu hari Selasa, Kelas V dan VI itu hari Rabu. Setelah itu kembali lagi Kamis, Jumat, Sabtu,” terangnya.

Selain itu, lanjut Lia, nantinya proses belajar mengajar di sekolah juga hanya akan berlangsung selama 4 jam bagi SMP dan 3,5 Jam untuk tingkat SD.

“Kalau untuk SD kelas 1 dan 2 hanya 2 jam.Kalau untuk kelas 3 sampai 6 itu cuman 3,5. Sedangkan untuk SMP itu dia belajar 4 jam dari pukul 08.00-12.00 Wita. Ini sudah dengan jam istirahatnya,” paparnya.

Meski mengalami pengurangan hari dan jam masuk belajar, Lia memastikan para guru akan tetap mengontrol para siswanya agar belajar di rumah masing-masing.

“Jadi jam pelajarannya itu yang biasanya 40 menit per satu mata pelajaran, jadi tinggal 30 menit. Kemudian, yang 7 mata pelajaran itu akan dipersingkat menjadi hanya 3 mata pelajaran. Sisanya itu nanti akan dilakukan di rumah. Misal hari Selasa dia tidak masuk, itukan tetap ada pelajaran, tetapi di rumah seperti sekarang ini,” jelasnya.

Sekadar diketahui, pada 27 Mei 2020 lalu Dinas Pendidikan Kota Makassar dan pihak terkait telah melakukan rapat koordinasi. Dalam rapat tersebut, disepakati beberapa hal, diantaranya:

  1. Semua satuan pendidikan wajib menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 yang meliputi:
    a. Setiap sekolah wajib menyediakan tempat cuci tangan dengan menggunakan sabun di setiap depan kelas dan menyediakan hand sanitizer di dalam kelas;
    b. Setiap sekolah wajib menyediakan alat pengukur suhu serta wajib tenaga pendidik dan anak didik diukur suhunya, dan bilamana suhunya 38 c. Diwajibkan untuk kembali kerumah beristirahat dan menjaga imun tubuh;
    d. Setiap sekolah wajib melakukan pembersihan lantai, pegangan tangga, meja dan kursi.
    e. Alat peraga, komputer dan keyboard dengan disinfektan dengan cara dilap atau disemprot secara berkala minimal sekali dalam sehari.
  2. Pentingnya memberikan edukasi kepada Peserta Didik untuk menjaga jarak satu dengan yang lain sehingga mereka tidak saling bersentuhan.
  3. Ditetapkannya Proses Belajar Mengajar di sekolah selama masa pandemic Covid 19 adalah
    a. Untuk Peserta Didik Dari Jenjang PAUD tetap Masuk sekolah seperti biasanya dilakukan selama 1-2 Minggu setelah itu akan di lakukan evaluasi selanjutnya.
    b. Untuk Peserta Didik Jenjang Sekolah Dasar (SD) masuk secara bergantian selama enam hari proses belajar mengajar, adapun pembagiannya sebagai berikut: (1) Kelas l dan 2 Masuk hari Senin, Rabu, dan Jumat; (2) Kelas 3,4,5 dan 6 masuk hari Selasa, Kamis dan Sabtu; (3) Proses Belajar Mengajar diadakan dari pukul 08.00-11.30;
    c. Untuk peserta didik dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk masuk secara bergantian. Adapun pembagiannya sebagai berikut:
    (1) Kelas 7 masuk hari Senin dan Kamis; (2) Kelas 8 masuk hari Selasa dan Jumat; (3) Kelas 9 masuk hari Rabu dan Sabtu.
    d. Proses belajar mengajar diadakan dari pukul 08.00-12.30
  4. Bagi satuan pendidikan yang mengadakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dapat mengurangi jam pertemuan dan membatasi jumlah siswa.
  5. Perlunya dibuatkan protap bagi setiap tamu yang berkunjung ke kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar dan ke satuan pendidikan.
  6. Semua kepala sekolah di setiap satuan pendidikan wajib menerapkan Perwali Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Protokol Kesehatan di kota Makassar yang dijelakan pada Pasal 6 butir 1-12.

Besok, Ada Monitoring Serentak Penerapan Protokol Kesehatan di Makassar

KabarMakassar.com — Pemerintah kota Makassar akan melakukan monitoring serentak terkait penerapan protokol kesehatan yang diatur dalam Peraturan Walikota (perwali) Nomor 31 Tahun 2020, Jumat (29/5) besok.

Penjabat (Pj) Walikota Makassar Yusran Jusuf mengatakan, hal ini sesuai dengan hasil rapat tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Makassar sekaligus menindaklanjuti arahan presiden.

“Kita ingin memastikan masyarakat Makassar benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Oleh karena itu, satuan tugas (satgas) besok akan melakukan monitoring di seluruh Kota Makassar serentak jam 09.00 Wita,” kata Yusran, Kamis (28/5).

Monitoring serentak ini, kata dia, akan melibatkan seluruh elemen, baik pemerintah di tingkat kota, kecamatan, kelurahan, RT/RW, LPM maupun kepolisian dan TNI.

“Tujuannya adalah ingin melihat kepatuhan masyarakat di lapangan. Ingin melihat sejauh mana efektivitas penerapan perwali ini di lapangan,” ungkapnya.

Yusran menjelaskan, monitoring ini dilakukan sebagai salah satu upaya menekan jumlah reproduction number (Ro) atau atau angka reproduksi penularan dalam pandemi virus corona (Covid-19) di Kota Makassar.

“Jadi intinya arahan presiden memperketat penerapan protokol kesehatan, dan langkah kita besok adalah bagian dari itu. Secara massif kita ingin mengingatkan masyarakat, juga melakukan edukasi secara massal supaya protokol kesehatan ini terus bisa diterapkan, sehingga kita bisa menurunkan Ro,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan upaya ini, lanjut Yusran, Pemerintah Kota Makassar juga akan menggunakan fasilitas-fasilitas seperti ambulance, maupun mobil pemadam kebakaran.

“Nanti kami akan menggunakan berbagai fasilitas seperti seluruh ambulance akan ikut. Seluruh mobil pemadam, mobil Satpol PP juga untuk sekaligus menyampaikan informasi menggunakan pengeras suara,” terangnya.

Yusran menambahkan, jika pada monitoring besok ditemukan ada oknum yang melanggar Perwali Nomor 30, maka akan langsung diberikan teguran.

“Sekiranya ada kegiatan di lapangan yang bertentangan dengan penerapan perwali ini, tentu kita akan lakukan teguran saya kira itu,” tutupnya.

Kadisdik Makassar Belum Pastikan Pelaksanaan New Normal di Sekolah

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memutuskan akan segera memberlalukan kebijakan baru penanganan Covid-19 dengan konsep new normal berbasis kearifan lokal.

Dengan diberlakukannya konsep ini, masyarakat Kota Makassar ke depan akan kembali melakukan aktivitas seperti sebelumnya tapi dengan catatan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Demikian halnya dengan proses belajar mengajar yang sebelumnya dilakukan via daring atau secara online akan kembali dilakukan secara langsung di sekolah.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Rahman Bando mengaku sampai saat ini Pemkot Makassar masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait kapan penerapan new normal di sekolah.

“Keputusan akhir menentukan apakah anak-anak ini sudah memungkinkan kembali belajar di sekolah, itu menjadi ranahnya pemerintah pusat dan kita tunggu,” kata Rahman Bando, Rabu (27/5).

Ia menambahkan Pemkot Makassar telah mempersiapkan skema penerapan protokol kesehatan jika nantinya siswa-siswi kembali diperbolehkan untuk kembali belajar seperti biasanya.

“Jika nanti pemerintah memutuskan bahwa anak-anak sekolah kembali belajar di sekolah, penerapan protokol kesehatan sudah diatur dalam perwali nomor 31,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rahman mengaku jika pihaknya terus melakukan konsolidasi dengan sekolah-sekolah untuk memastikan kesiapan dalam menerapkan protokol kesehatan nantinya jika telah diizinkan.

“Kami telah melakukan konsolidasi di internal dulu, tadi kami lagi melakukan rapat kordinasi langsung dengan menghadirkan Kepala bidang, seluruh kepala seksi, dan perwakilan kepala sekolah SD maupun SMP,” katanya.

“Kemudian pekan depan kita akan lakukan pertemuan video vonference dengan para kepala sekolah di lima belas kecamatan, mungkin nanti ada yang 2 kecamatan, nanti kami atur tehknisnya kami akan jelaskan terkait protokolnya,” pungkasnya.

Pj Wali Kota Tinjau Persawahan Tingkatkan Produksi Pangan

KabarMakassar.com — Kondisi pandemi seperti ini sedikit banyak sangat berpengaruh pada perputaran roda perekonomian dunia. Masyarakat harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan namun juga di harapkan tetap produktif menghadapi wabah ini.

Pemerintah juga di minta untuk tetap memperhatikan kondisi perekonomian dan ketersediaan produksi pangan daerah masing-masing. Olehnya itu Penjabat Walikota Makassar Prof Yusran Yusuf bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Makassar Abd Rahman Bando di dampingi Camat Manggala Anshar Umar mengunjungi persawahan yang letaknya berada di kampung Kajenjeng, Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala, Rabu (27/5).

Dalam kunjungannya, Prof Yusran takjub melihat lahan persawahan seluas kisaran 300 ha ini yang menurutnya sangat berpotensi untuk menopang ketersediaan pangan di Kota Makassar.

“Alhamdulillah saya bersyukur di Makassar ternyata masih ada lahan persawahan seperti ini. Tinggal bagaimana di benahi agar ketahanan pangan dapat di amankan. Lahan ini tentu sangat potensial bagi keberlangsungan hidup masyarakat juga persediaan pangan Makassar”ujarnya.

Melihat lepas lahan persawahan tersebut, Pj Wali Kota Makassar ini optimis Makassar dapat menjadi penyuplai untuk daerah lainnya. Yang di butuhkan hanyalah pembenahan lokasi agar segera dapat di gunakan maksimal. Selain itu menurut Yusran, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pengerukan sungai Kajenjeng sebagai antisipasi banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Sederhana saja yang di butuhkan untuk mendapatkan hasil maksimal dari lahan ini yakni perbaikan tanggul dan drainasenya. Kita akan siapkan mobil excavator untuk melakukan pengerukan sungai Kajenjeng dan diharap nanti menjadi daerah tangkapan air jadi bonusnya karena berfungsi ganda”,tambah Yusran.

Sejalan dengan keinginannya itu, Prof Yusran meminta kepada dinas terkait agar juga menyiapkan pembinaan dan penyuluhan kepada petani agar produksi pertanian bisa lebih optimal. Bukan hanya itu, jika ini bisa di wujudkan maka kesejahteraan warga tentu akan meningkat dan dapat menjadi alternatif agrowisata mengingat minimnya persawahan di Makassar.

Pemkot dan Pelindo IV Sepakat Buat Parkir Transit Truk

KabarMakassar,com — Penjabat (Pj) Walikota Makassar Yusran Yusuf dan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Prasetyadi sepakat membangun tempat parkir sebagai areal transit bagi truk yang akan memasuki wilayah pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.

Kebijakan itu ditempuh untuk mengatasi kemacetan di Jalan Nusantara, khususnya di sepanjang pelabuhan Soekarno-Hatta.

Yusran mengaku, jika salah satu kendala pada areal pelabuhan adalah banyaknya truk yang parkir sehingga menimbulkan kemacetan.

“Kita segera membuat parkir transit di sekitar kawasan industri. Truk sebelum masuk pelabuhan bisa parkir di situ, sambil menunggu waktu bongkar muat. Pengoperasiannya berbasis digital,” kata Yusran, Selasa (26/5).

Menurutnya, luas area yang dipersiapkan sekitar 3 ha yang dapat menampung hingga 1.500 unit mobil truk. Kata dia, cara ini dapat menjadi solusi mengatasi kemacetan juga bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pemkot Makassar dan Pelindo IV sepakat membangun parkir transit. Kita upayakan dalam waktu yang tidak lama bisa ground breaking karena lahannya sudah ada milik Pemkot Makassar,” ungkapnya.

Diketahui, kebijakan PT Pelindo (Persero) membangun lahan parkir transit bagi kendaraan truk telah diberlakukan di DKI Jakarta dan hal ini terbukti dapat mengurangi kemacetan di area pelabuhan.

DPRD Makassar Apresiasi Pj Walikota

KabarMakassar.com — DPRD Kota Makassar mengapresiasi langkah yang akan ditempuh oleh Penjabat (Pj) Walikota Makassar Yusran Jusuf dalam membenahi berbagai sejumlah persoalan di Makassar.

Hal itu disampaikan langsung oleh sejumlah legislator kepada Yusran Yusuf ketika melakukan silaturahmi di Kantor DPRD Kota Makassar, Selasa (26/5).

“Program jangka pendek pasti ada kritik sana-sini, itu biasa. Saya yakin Pak Wali punya kemampuan manajerial yang tinggi untuk menjawab berbagai persoalan di Makassar,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali.

Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh Anggota DPRD dari Fraksi PDIP, Mesakh Rantepadang. Ia menilai upaya Yusran Yusuf dalam menangani pandemi Covid 19 menyerupai langkah yang ditempuh oleh Presiden Joko Widodo.

Ia juga mendukung konsep new normal berbasis kearifan lokal yang digulirkan Yusran. “Pak Wali tidak melakukan pelonggaran. Hanya memang ada prioritas. Pikiran Pak Wali 11 – 12 dengan Pak Jokowi,” kata Mesakh.

Sementara itu, legislator Partai Nasdem Mario David mengatakan konsep new normal yang digagas Yusran Yusuf berisi lima protokol kesehatan yakni penggunaan masker, jaga jarak, rutin cuci tangan, olah raga dan pemenuhan nutrisi lokal.

Apalagi, kata dia, untuk meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat dengan mengonsumsi tanaman lokal seperti Jahe, Kunyit, Mengkudu dan sejenisnya adalah hal yang menarik.

“Konsep new normal yang disampaikan Pak Wali dapat diterapkan di lorong-lorong. Petani lorong dapat menanam tanaman herbal yang dapat dikonsumsi warga untuk meningkatkan imunitas tubuh,” kata Mario David.

Sementara Yusran Jusuf menyampaikan berbagai kebijakan yang akan ditempuhnya selama kurang lebih setahun menjabat Pj Wali Kota Makassar. Menurutnya konsep new normal berbasis kearifan lokal yang digagas pemerintah dalam menyikapi pandemi Covid 19.

“Salah satu persoalan krusial yang kami hadapi adalah kemacetan balai kota. Kami sudah punya solusi dengan membuat kantong parkir bagi kendaraan roda dua dan roda empat. Selain itu, ada pembatasan parkir di halaman balai kota yang diperuntukkan sesuai jenjang jabatan,” kata Yusran.

Ia menambahkan jika kantor pemerintah mampu membenahi sistem perparkirannya, memberikan contoh yang baik maka akan lebih mudah mengajak dan mengedukasi masyarakat termasuk dunia usaha agar tertib parkir sehingga berbagai persoalan yang menyertainya seperti kemacetan dapat teratasi.

Untuk menciptakan tatanan kehidupan baru atau yang sering diistilahkan the new normal life, harus memaksimalkan peran seluruh RT/RW se-Kota Makassar dengan melibatkan seluruh SKPD yang akan dibagi secara merata per wilayah,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, Dinas Ketahanan Pangan bersama PKK dan RT/RW akan didorong untuk mengembangkan komoditi lokal di pekarangan warga serta lahan-lahan terbuka lainnya yang bisa menjadi sarana pengembangan komoditi lokal sebagai suplemen dalam meningkatkan imunitas tubuh.