Warga Babara Sinjai Tanam Pisang di Tengah Jalan

KabarMakassar.com — Sejumlah warga yang ada di Lingkungan Babara, Kelurahan Sangiaserri mengungkapkan kekecewaan kepada Pemkab Sinjai dengan menanam sejumlah pohon pisang di tengah jalan karena tidak kunjung memperbaiki jalan di wilayah itu.

Salah satu tokoh pemuda setempat, Fauzan mangakui apa yang dilakukannya bersama sejumlah warga itu adalah bentuk peringatan kepada Bupati dan Wakil Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa dan Andi Kartini Ottong tentang janji politiknya.

“Kami kambali mengingatkan ke Pemkab bahwa pada Pilkada lalu, diantara 21 TPS di Kelurahan Sangiasseri, hanya ada 3 TPS yang memenangkan Seto-Kartini yakni TPS 1, 2, dan 3 yang kesemuanya beraada di Lingkungan Babara,” kata Fauzan.

Apalagi, kata Fauzan, pada kampanye di Pilkada lalu, Andi Seto berkomitmen dan bahkan meneken kontrak politik bermaterai 6000. “Ini adalah puncak kekecewaan warga yang ada di sini. Dan saya kira kontrak politik bermaterai itu sangat sakral,” kasalnya.

Ia menambahkan perbaikan jalan yang ada di Puce’E, Lingkungan Babara terakhir dikerjakan oleh Pemkab Sinjai sekira 15 tahun yang lalu. “Kami harap Pemkab berkunjung dan melihat langsung dan segera dikerjakan, jangan hanya wilayah kota saja yang diperindah,” pungkasnya.

171 Peserta CPNS Sinjai Tidak Ikut Ujian SKD

KabarMakassar.com — Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Peegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Sinjai dengan sistem computer Assisted Tes (CAT) yang berlangsung selama empat hari, telah berakhir pada Jumat (14/2) kemarin.

Dari total 3.748 pelamar yang lulus seleksi administrasi dan dinyatakan berhak mengikuti tes SKD, hanya 3.577 orang yang mengikuti tes tersebut.

“Sedangkan sebanyak 171 orang tidak megikuti tes SKD dan dinyatakan gugur,” kata kepala BPSDMA, Lukman Mannan, Sabtu (14/2).

Menurut Mannan, ada beberapa hal yang membuat ratusan peserta tersebut tak bisa mengikuti tes SKD.

“Ada yang lupa membawa KTP, dan ada juga yang karena terlambat datang ke lokasi ujian,” terangnya.

Menurut Mannan, pihak panitia pelaksana ujian CPNS 2020 Kabupaten Sinjai telah memberikan pelayanan maksimal kepada peserta ujian. Bahkan ketika turun hujan pun panitia mengantar peserta dengan payung dan tenda kerucut.

“Kita memberi pelayanan maksimal ke peserta ujian, karena waktu pelaksanaan ujian harus tepat waktu. Awalnya panitia mengantar peserta pakai payung, cuma waktu pelaksanaan ujian sesi selanjutnya harus terlaksana, sehingga terpikirkan oleh panitia lebih efektif dan efisien waktu dengan menggunakan tenda kerucut makanya panitia melakukan itu,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, video aksi para panitia tes CPNS di Kabupaten Sinjai yang memayungi peserta dengan tenda kerucut saat hujan deras untuk mengantarkan peserta ke ruang ujian, beredar dan viral di media sosial.

Salah satu peserta tes dari Sinjai Selatan, Musdalifah mengaku bahwa video tersebut dishare di grup WA pada hari kedua sesi keempat.

“Hujan deraski kayaknya terus tempat pemeriksaan dan lokasi agak berjauhan, kemudian tendanya tidak bersambung dan tidak punya atap, sehingga panitia dari BKPSDMA membantu pakai payung untuk antar peserta ke tempat antrian,” tuturnya menjelaskan kejadian saat itu.

“Kemungkinan panitianya sudah capek antar pakai payung, jadinya tenda kerucut menjadi solusinya. Mereka tidak kehabisan akal meskipun harus basah kuyup, tetapi mereka tetap berusaha memandu para peserta CPNS untuk sampai di ruang tes tanpa harus basah kuyup Kmai sangat berterima kasih kepada panitia,” tutupnya.