Sekda Sambut Kajari Selayar di Pelapuhan Pamatata

KabarMakassar.com — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Selayar, Adi Nuryadin Sucipto resmi bertugasnya di Kabupaten Kepulauan Selayar hari ini, Jumat (5/6).

Kedatangan Kajari baru tersebut disambut oleh Bupati Kepulauan Selayar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Marjani Sultan di Pelabuhan Pamatata.

Kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan siang di Rumah Jabatan Bupati Selayar bersama sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selayar lainnya.

Adi Nuryadin Sucipto menggantikan posisi Cumondo Trisno yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Selayar. Pergantian pimpinan dijajaran Kejaksaan tinggi Sulsel ini dilakukan Kamis (4/5) kemarin.

Terkait hal itu, Marjani Sultan menyampaikan selamat datang di Kabupaten Selayar. “Kami ucapkan selamat datang Pak dan selamat bertugas di Kabupaten Selayar,” kata Marjani Sultan.

Bupati Selayar Serahkan Bantuan Kepada Warga di Desa Teluk Kampe

KabarMakassar.com — Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Pasimasunggu, Rabu (3/6).

Pada kegiatan itu, H. Muh. Basli Ali menyalurkan bantuan jaring pengaman sosial (social safety net) secara simbolis kepada terdampak covid-19 di Desa Teluk Kampe.

Terkait hal itu, Kepala Dinas (Kadis) Sosial Selayar, Patta Amir yang mendampingi langsung melakukan verifikasi terhadap warga yang belum terdata untuk diberikan bantuan.

“Selain menyalurkan bantuan, Pak Bupati juga melakukan pemantauan terhadap beberapa ruas jalan yang masuk dalam anggaran Tahun 2020,” kata Patta Amir.

Menurutnya, Basli Ali juga menyenpatkan untuk berdiskusi untuk menyerap sejumlah aspirasi masyarakat yang untuk nantinya dianggarkan pada anggaran perubahan tahun 2020.

“Permohonan maaf disampaikan oleh Pak Bupati terkait adanya beberapa pekerjaan fisik yang tertunda disebabkan adanya pemotongan dan penarikan anggaran dari pusat,” pungkasnya.

Diketahui, H. Muh. Basli Ali juga akan melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Pasimasunggu, Pasimasunggu Timur dan Kecamatan Pasimarannu.

Pemkab Selayar Mengikuti Rakor Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Selayar mengikuti rapat koordinasi dalam rangka pelaksanaan monitoring dan evaluasi program pemberantasan korupsi Pemprov Sulsel dan kabupaten/kota se-Sulsel melalui video conference meeting, Rabu (3/6).

Sejumlah pejabat lingkup Pemkab Selayar mengikuti kegiatan ini, diantaranya Asisten Ekbangkes Ir. H. Arfang Arif mewakili Bupati Selayar, Asisten Pemerintahan Drs. Suardi, Asisten Administrasi Drs. Dahlul Malik, M.H., Inspektorat Kabupaten Ar. Krg. Magassing serta sejumlah pimpinan OPD terkait.

Selain itu, ada juga peserta lainnya antara lain adalah Satgas Korban dan KPK RI, Kepala Kanwil DJP Sulselbarta dan Kepala KPP, Kepala Kanwil BPN Provinsi Sulsel, para Inspektur, Bapenda, Badan Aset se-Sulsel, serta undangan lainnya.

Terkait hal itu, Ar. Krg. Magassing mengatakan bahwa dalam rapat itu membahas tiga agenda penting yakni menyangkut perizinan, pajak dan aset yang harus dipenuhi oleh pemerintah kabupaten.

“Soal perizinan itu harus dimudahkan namun harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pajak dan aset daerah juga demikian,” kata Ar. Krg. Magassing.

Meski tidak dijelaskan secara rinci dan detail, Ar. Krg. Magassing berharap agar OPD terkait dapat menjalankan program kerja sesuai peraturan perundang-undangan, khususnya pada tiga poin yang dimaksud.

Pemkab Selayar Raih WTP Keempat

KabarMakassar.com — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulsel kembali menganugerahi penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Kepulauan Selayar Tahun Anggaran 2019.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPK Sulsel Wahyu Priyono pada penandatanganan berita acara serah terima hasil pemeriksaan atas LKPD Pemkab Kepulauan Selayar TA 2019 yang dilaksanakan secara online zoom conference meeting, Jumat (29/5).

Berita acara dan penyerahan hasil pemeriksaan dari BPK Sulsel itu juga ditandatangani bersama oleh Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali serta Ketua DPRD Selayar Mappatunru di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Kepulauan Selayar.

Terkait hal itu, H. Muh. Basli Ali mengatakan penghargaan opini WTP ini sudah yang keempat kalinya pada masa kepemimpinanya bersama Wakil Bupati Dr. H. Zainuddin. Opini WTP, kata Basli, pertama kali diraih sejak tahun 2016 berturut-turut pada Tahun 2017, 2018 dan pada tahun Anggaran 2019 ini.

“Tentu saya sangat bersyukur atas opini WTP yang keempat itu. Ini adalah pertanda yang sangat baik terhadap pengelolaan keuangan oleh Pemkab Kepulauan Selayar,” kata Basli Ali.

Meski demikian, lanjut Basli, penghargaan opini WTP itu tidak terlepas dari seluruh unsur Pemkab Kepulauan Selayar, baik itu pimpinan DPRD beserta anggotanya dan seluruh OPD yang telah bekerja sangat serius dalam rangka mewujudkan penghargaan WTP.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan BPK Sulsel, atas segala arahan dan bimbingannya sehingga kita dapat mempertahankan opini WTP ini untuk yang keempat kalinya,” ungkapnya.

Hadir pula pada kegiatan itu Sekda Selayar Marjani Sultan, para asisten, Inspektur Kabupaten Ar. Krg. Magassing, Kepala BPKPAD Mesdiono, serta sejumlah pimpinan OPD lainnya.

Diketahui, dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, 18 kabupaten/kota diantaranya terpantau menerima hasil pemeriksaan BPK Sulsel secara bersamaan, termasuk Kabupaten Kepulauan Selayar.

Bupati Selayar Mengikuti Halal Bihalal Virtual Bersama Gubernur Sulsel

KabarMakassar.com — Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali mengikuti halal bi halal yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melalui video conference, Selasa (26/5).

Pada kesempatan itu, H. Muh. Basli Ali didampingi oleh Sekda Kepulauan Selayar Dr. Ir. H. Marjani Sultan, M. Si bersama Asisten Pemerintahan Drs. Suardi serta Kabag. Humas dan Protokol Siti Rahmania, S.H.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) mengatakan silaturrahmi yang dilaksanakan itu tidak seperti tahun sebelumnya karena dilakukan secara virtual karena dalam situasi pandemi covid-19. Tapi kata NA, kondisi ini tidak boleh melemahkan dan semangat lebaran harus tetap digelorakan.

Menurutnya bahwa dalam suasana pandemi covid-19 ini banyak persoalan di masyarakat yang membutuhkan perhatian besar dari pemerintah. Karenanya, ini adalah saat yang tepat untuk para pemimpin daerah berinovasi membuat terobosan dan bekerja sekuat-kuatnya untuk kepentingan masyarakat.

“Kita harus hadir untuk masyarakat, khususnya mereka yang terdampak covid-19. Pemprov Sulsel siap mendukung inovasi negara selama itu terukur dan fokus mengutamakan kepentingan masyarakat,” kata NA.

Walau PSBB Kota Makassar dan Kabupaten Gowa sudah berakhir, Gubernur tetap meminta kepada seluruh kabupaten/kota untuk tetap melakukan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas ekonomi masyarakat agar memenuhi protokol kesehatan.

“Kita harus membiasakan masyarakat untuk menerapkan standar hidup normal yang baru,” ujarnya.

Gubernur juga mengaku prihatin terhadap pandemi covid-19 karena masih terjadi peningkatan. Karenanya, ia berharap agar dalam situasi pandemi untuk saling menguatkan dan menopang. “Sinergi antara Pemprov dan kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan melalui masa-masa sulit ini,” ungkapnya.

Karenanya, ia mengajak untuk memanfaatkan suasana idul fitri ini untuk saling memaafkan.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya bersama keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya sekiranya ada khilaf dalam aktivitas kita sehari-hari. Mari kita saling mendoakan agar menjadi insan yang lebih baik dari waktu ke waktu,” pungkasnya. (*)

Lapor ke Gubernur, Bupati Selayar Berencana Laksanakan Sholat Idul Fitri

KabarMakassar.com — Bupati Kepulauan Selayar, H. Muh. Basli Ali melaksanakan rapat koordinasi melalui video conference bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Selasa (19/5). Rapat itu juga diikuti oleh para Bupati, Forkopimda, para Kepala Kantor Kemenag, para Ketua MUI dan tokoh agama se-Sulsel.

Pada kesempatan itu, Basli Ali melaporkan tentang rencana pelaksanaan shalat idul fitri di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, Basli juga menyampaikan kondisi terkini penanganan covid-19 yang sudah mulai melandai di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Ia mengaku jika Pemkab Selayar telah melakukan rapat dengan para tokoh agama, dan Forkopimda yang kemudian disepakati bahwa di Selayar akan untuk melaksanakan shalat idul fitri dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan terkait penanganan Covid-19.

“Ini sudah kami buat dalam sebuah keputusan dan sudah disampaikan kepada seluruhnya masyarakat yang ada di desa-desa agar tetap memakai masker, jaga jarak, membawa peralatan shalat sendiri, dan menyiapkan tempat cuci tangan,” kata Basli Ali.

Ia juga mengaku jika tiga hari jelang idul fitri Pemkab akan menutup Pelabuhan Bira-Pamatata sehingga tidak ada lagi orang yang bisa keluar masuk Selayar. “Ini dilakukan agar dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat Selayar untuk melaksanakan shalat idul fitri 1441,” ujarnya.

Terkait Covid-19, Basli Ali mengatakan bahwa satu dari dua yang dinyatakan positif dikembalikan ke Gowa sesuai dengan alamat domisilinya. Sementara satu pasein yang merupalan warga Selayar setelah tiga kali pemeriksaan swab dilaporkan sudah negatif dan sementara mengikuti program duta wisata covid-19 di Makassar.

“Sedangkan yang melakukan kontak dengan pasien positif ada sekitar 73 orang, namun setelah dilakukan pemeriksaan swab semuanya dinyatakan negatif covid-19, sehingga sejauh ini kasus positif Covid-19 sudah menunjukkan angka nol,” jelasnya.

Sementara itu, Nurdin Abdullah menyampaikan bahwa hasil rakor sebelumnya bersama Menkopolhukam dan seluruh Gubernur serta Forkopimda se-Indonesia dikatakan tidak ada larangan untuk tidak melaksanakan shalat idul fitri.

“Tetapi dihimbau dengan sangat agar para bupati dan walikota agar lebih menghimbau masyarakatnya untuk sholat idul fitri di rumah masing-masing bersama keluarga,” kata Nurdin.

Walau demikian, Nurdin Abdullah meminta agar masyarakat yang tetap melaksanakan idul fitri baik di masjid maupun di lapangan terutama daerah yang sudah bebas Covid-19 untuk tetap melakukan protokol kesehatan dengan ketat.

“Walaupun demikian saya berharap agar kita bersama-sama secara masif menyampaikan himbauan tentang bahaya covid-19 ini, terutama bagi daerah-daerah rawan penularan,” pungkasnya.

Ketua Persit KCK Dim 1415 Selayar Sumbang APD

KabarMakassar.com — Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXIX Kodim 1415/Kepulauan Selayar, Koorcabrem 141 PD XIV Hasanuddin Novi Tri Kusumaningrum menyambangi posko induk Covid-19 Kepulauan Selayar untuk menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD), Kamis (14/5).

Ketua Persit KCK Dim 1415 Selayar didampingi oleh Dandim 1415 Selayar, Letkol ARM Yuwono, S. Sos., M.M dan pengurus Persit KCK lainnya. Sementara bantuan APD tersebut diterima oleh Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC19) Selayar, Ahmad Ansar bersama Jubir GTPPC19 dr. Husaini, M. Kes.

“Bantuan yang yang kami serahkan adalah hasil inisiatif dan kreativitas anggota dalam memberikan sumbangsih bagi kemanusiaan dan secara bersama-sama sadar dan aktif untuk melawan COVID-19, semoga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata Ny. Novy Tri Kusuma Ningrum Yuwono.

Sementara itu, Ahmad Ansar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Ketua Persit KCK Dim 1415 Kepulauan Selayar bersama jajarannya. Ia berharap bantuan APD yang diterimanya itu dapat bermanfaat membantu paramedis dan petugas lainnya yang bertugas di garda terdepan penanganan Covid-19 di Selayar.

“Terima kasih banyak atas perhatian dan bantuannya, ini akan kami pergunakan dengan baik agar para tenaga media kita sebagai garda terdepan tetap dapat menjaga dan melindungi diri secara maksimal dalam pelaksanaan tugas,” kata Ahmad Ansar.

Hal yang sama juga disampaikan dr. Husaini. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berharga untuk para tenaga medis. “Kita berharap Covid-19 ini segera berlalu khususnya di Selayar, sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,” kata dr. Husaini.

Kunker ke Selayar, Gubernur Serahkan Bantuan APD ke Pemkab

KabarMakassar.com — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) melakukan kunjungan ke Kabupaten Selayar, Selasa (12/5). Pada kesempatan itu, NA menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Pemkab Selayar.

Bantuan itu pun diterima langsung oleh Bupati Selayar H. Muh. Basli Ali di Posko Induk GTPPC19. Bantun itu untuk pemenuhan APD ini menjadi salah satu kebutuhan yang paling dicari dalam penanganan Covid-19. Bantuan yang diserahkan dinilai spesial karena Selayar mendapatkan 16 jenis APD, sementara kabupaten lain hanya 13 jenis.

“Bantuan ini memang spesial untuk Kabupaten Selayar, semoga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata NA dalam sambutannya.

Ia mengatakan jika bantuan APD itu murni non APBD tapi merupakan amanah dari para donasi dari BUMN, BUMD, organisasi kemasyarakatan, juga dari persoarangan. “Karenya, amanah ini harus sampai kepada masyarakat,” ujarnya.

Gubernur mengatakan jika pandemi covid-19 bukan hanya memporak-porakdakan kesehatan, tetapi juga berimplikasi pada roda perekonomian masyarakat.

“Jangan karena corona sehingga ekonomi kita ikut terpapar juga. Jadi saya apresiasi Bupati Selayar yang begitu aktif menjaga masyarakatnya sehingga apa yang terjadi menyangkut Covid-19 ini bisa terdeteksi,” jelasnya.

“Karena corona belum ada vaksinnya, maka kuncinya adalah perbaiki imunitas tubuh kita. Jadi kita tidak boleh cemas berlebihan, panik dan stres. Inilah yang perlu kita sosialisasikan ke masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, H. Muh. Basli Ali menyampaikan jika Pemkab terus memperbaiki langkah untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 di Selayar. Termasuk, kata dia, dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19.

“Sejumlah permasalahan yang dihadapi dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19. Karenanya pihaknya meminta petunjuk dan arahan dari Gubernur Sulsel agar penanganan menjadi lebih baik,” kata Basli.

Diketahui kunjungan kerja Gubernur Sulsel didampingi oleh para Forkopimda Sulsel. Turut hadir juga Wakil Bupati Selayar Dr. H. Zainuddin, Sekda Selayar Dr. Ir. H. Marjani Sultan, M.Si., bersama para Forkopimda dan pimpinan OPD Pemkab Selayar bersama sejumlah tim medis penanganan Covid-19.

Doni Monardo Apresiasi Langkah Pemkab Selayar Tutup Sementara Bandara Aroeppala

KabarMakassar.com — Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Basli Ali selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melaporkan bahwa selama pandemi covid-19 di Selayar ketersediaan bahan pokok untuk masyarakat mencukupi hingga selesai lebaran.

Hal itu disampaikan oleh H. Muh. Basli Ali pada rapat koordinasi via vicon zoom bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Letjen TNI Doni Monardo, Minggu (10/5).

Sementara untuk pencegahan penyebaran covid-19, Basli Ali meminta agar jalur penerbangan ke Bandar Udara H. Aroeppala Selayar agar tetap ditutup selama pandemi covid-19. Selain itu, ia juga menyampaikan terkait pembatasan-pembatasan akses ke Selayar.

Kata dia, untuk akses melalui pelabuhan penyeberangan di Pelabuhan Pammatata hanya dibuka untuk pengangkutan kebutuhan logistik. “Ini kita lakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Selayar,” kata Basli Ali.

Laporan yang disampaikan Basli itu mendapat apresiasi dari Letjen TNI Doni Monardo. Ia pun mendukung langkah Pemkab Kepulauan Selayar dalam hal pembatasan akses menuju ke Selayar, termasuk permintaan menutup jalur penerbangan selama pandemi covid-19.

“Usul Pak Bupati Kepulauan Selayar terkait pembatasan akses ke Selayar sangat strategis dan kami serahkan kepada Bapak Gubernur Sulsel untuk memberikan perhatian dan dukungan,” kata Doni Monardo.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah juga memberikan apresiasi kepada seluruh Bupati/Walikota se-Sulsel atas upaya yang telah dilakukan untuk penanganan Covid-19 pada wilayah masing-masing.

“Kami berharap mudah-mudahan akhir Mei 2020 penanganan Covid-19 sudah bisa dikendalikan dan keadaan bisa kembali normal,” Nurdin Abdullah.

Diketahui, Rapat Koordinasi dengan topik progres penanganan Covid-19 dan pelaksanaan PSBB di Sulsel diikuti oleh para Ketua dan Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, para Ketua dan Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten/kota se-Sulsel.

Para wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, para Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, para koordinator bidang, wakil koordinator dan anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional, Deputi Kemenkomarvest, LO Kemenkomarvest Nasional untuk Sulsel, tim money dan tim pakar.

64 OTG Covid-19 Klaster Wings Air Diperbolehkan Pulang

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selayar telah melakukan rapid test kedua kepada 68 Orang Tanpa Gejala (OTG) covid-19 dari klaster penumpang Wings Air. Hasilnya, 64 diperbolehkan pulang dan empat lainnya masih harus menjalani isolasi lanjutan.

Pasalnya, empat orang tersebut hasil rapid testnya masih reaktif. Demikian disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Selayar, dr. Husaini, M. Kes.

Ia mengatakan bahwa walau hasil rapid testnya masih reaktif, para penumpang Wings Air agar tidak panik dan bersabar menunggu hasil pemeriksaan Swab PCR beberapa hari ke depan.

“Rapid test hanyalah metode screening awal untuk mendeteksi adanya anti bodi yang diakibatkan oleh infeksi virus corona bukan mendeteksi antigen atau adanya Covid-19 di dalam tubuh,” kata dr. Husaini, Sabtu (9/5).

Ia mengatakan rapid test reaktif menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah atau sedang terinfeksi Covid-19 dan sudah terbentuk antibodi. Tetapi, kata dia, ini bisa jadi bukan akibat dari infeksi Covid-19 tapi jenis lain dan terbaca reaktif pada alat rapid test.

Karena, kata dia, untuk pasien positif Covid-19 yang sebelumnya dilaporkan dua orang, kini tinggal menyisakan satu orang yakni AZA yang sementara menjalani perawatan di Makassar melalui program rekreasi duta Covid-19 Sulsel.

“Sementara pasien NH dipindahkan pencatatannya ke Kabupaten Gowa berdasarkan alamat domisili yang bersangkutan,” Pungkasnya.

Berikut update data terbaru penanganan Covid-19 di Selayar antara lain ODP 72 orang dengan rincian proses pemantauan 5 orang dan selesai pemantauan serta dinyatakan sehat 67 orang. PDP 3 orang, ketiganya sudah selesai pengawasan dan dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang.

Orang beresiko karena ada riwayat perjalanan dari daerah transmisi lokal/zona merah sebanyak 2.932 orang. Sementara menjalani isolasi mandiri 14 hari sebanyak 418 orang, selesai isolasi mandiri 14 hari sebanyak 2.514 orang. Orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 89 orang, yang menjalani pemantauan sebanyak 21 orang dan selesai pemantauan dan dinyatakan sehat sebanyak 68 orang.