Kondisi Pantai Ujung Tape Jadi Sorotan, Bupati Pinrang Janji Segera Carikan Solusi

KabarMakassar.com — Kondisi Pantai Ujung Tape di Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, yang beberapa hari belakangan menjadi sorotan karena dipenuhi sampah, mendapat perhatian dari Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid.

Senin (1/6) kemarin, Irwan Hamid turun langsung mengecek kondisi Pantai Ujung Tape. Di lokasi tersebut, selain mendapati tumpukan sampah yang berserakan di bibir pantai dan mengapung di perairan, ia juga mendapati seorang petugas kebersihan Pasar Langnga yang sedang membuang sampah ke laut.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Meski alasannya dikarenakan belum adanya lokasi pembuangan tetap atau TPA, ini tetap tidak benar karena merusak lingkungan dan mencemari laut,” kata Irwan Hamid, Selasa (2/6).

Olehnya itu, Irwan mengaku telah memanggil lurah dan camat setempat, termasuk pengelola Pasar Langnga, untuk mencarikan solusi terbaik dari permasalahan tersebut.

“Kita segera carikan solusi terbaik dari permasalahan sampah di Pantai Ujung Tape itu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pinrang, Hartono Mekka, membenarkan adanya pemanggilan terhadap pemerintah setempat termasuk pengelolah pasar terkait kondisi Pantai Ujung Tape yang dipenuhi tumpukan sampah.

“Smentara ini pak bupati rapatkan terkait persoalan itu untuk dicarikan solusi sesegera mungkin,” singkatnya.

Sebelumnya dikabarkan, sejumlah titik di Pantai Ujung Tape dipenuhi sampah yang berserakan dan menumpuk. Sampah-sampah itu diduga sengaja dibuang langsung oleh warga ke bibir pantai hingga akhirnya terbawa arus dan berserakan di periran sekitar pantai tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pinrang, Sudirman yang dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, kondisi itu bukan menjadi ranah atau tanggung jawab DLH.

Sampah yang berada di wilayah kecamatan, kata dia, adalah tanggung jawab camat atau kelurahan setempat.

“Itu bukan ranahnya DLH. Itu urusanya camat atau lurah untuk mempersiapkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS), karena sudah ada anggaran yang sudah disiapkan itu,” kata Sudirman, Ahad (31/5).

Terpisah Lurah Pallameang, Fajrin Abma, mengaku yang menjadi kendala selama ini adalah belum adanya TPS untuk menampung sampah masyarakat, termasuk sampah dari pasar setempat.

“Iya pak sampah-sampah tersebut kita simpan di bibir pantai, kalau malam dibakar oleh petugas, karena memang terkendala belum ada tempat pengelolahan sampah. Kami sudah upayakan itu,” kata Fajrin.

“Kami sudah tiga kali meminta ke DLH pengadaan armada atau kontainer untuk disimpan di pasar, tapi sampai saat ini belum ada, dan itu juga menjadi kendala kami di kelurahan,” ujarnya.

Dua Rumah di Pinrang Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

KabarMakassar.com — Kebakaran terjadi di Dusun Akkajang, Desa Mattunru Tunrue, Kecematan Cempa Pinrang, Selasa (26/5). Akibatnya dua rumah panggung ludes terbakar dilalap api.

Informasi yang dihimpun KabarMakassar.com, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 14.30 Wita dan menghanguskan rumah milik La Selle (45) beserta isinya, 2 unit kendaraan ruda dua jenis mio sporty dan suzuki shogun, serta uang tunai Rp50 juta.

Hal yang sama juga dialami Nurdin (56). Rumah tinggalnya juga ikut terbakar dan menghanguskan dua unit kendaraan roda dua jenis yamaha n-max dan honda wing, sebuah alat permainan anak-anak atau odong-odong, serta uang tunai Rp.50 juta.

“Api berasal dari dapur rumah La Selle, dengan cepat langsung menyebar ke dalam rumah dan menjalar ke rumah sebelahnya, karena angin kencang,” kata salah seorang warga setempat, Bahari.

Sementara itu, Kapolsek Cempa, Iptu Demianus Rante Balik membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan api dengan cepat menghanguskan dua unit rumah serta empat kendaraan roda dua.

“Iya benar, diduga akibat konsleting listrik. Anggota langsug ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengamankan dan membantu memadamkan api,” kata Demianus.

Lanjut Demianus, api berhasil dipadamkan setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi kejadian juga bantu petugas serta masyarakat setempat.

“Beruntung tidak ada korban jiwa. Kerugian diperkirakan sekitar 1,2 milyar rupiah,” pungkasnya.

Sungai Saddang Meluap, Puluhan Rumah Warga Terendam Air

KabarMakassar.com — Puluhan rumah warga dan satu masjid terancam ambruk akibat banjir dari luapan air Sungai Saddang, di Dusun Cilallang, Desa Bababinanga Kecamatan Duampanua, Pinrang, Jum’at (22/5).

Salah seorang warga, Salman mengatakan jika banjir itu terjadi karena tanggul sungai jebol sekitar 50 meter. Karena itu, kata dia, air meluap dan merendam sejumlah rumah warga, sekolah, dan satu masjid yang terancam ambruk.

“Takut dibawa banjir sudah dua kepala keluarga yang mengungsi. Sekitar 20-an rumah yang masih bertahan belum mengungsi, air saat ini setinggi pinggang hingga dada orang dewasa,” kata Salman.

Hal yang sama juga disampaikan warga lain, H Gaddong. Ia mengaku banjir diakibatkan tanggul sungai jebol sekitar 50 meter itu juga telah merendam area tambak sekitar 380 hektar.

“Ini banjir terparah, satu masjid terancam roboh. Sekirar 380 hektar tambak terendam banjir,” kata H. Gaddong.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD Pinrang, Andi Mattalata mengatakan jika pihaknya akan terus melakukan pemantauan. “Saat ini anggota BPBD dan Tim Sar Pinrang sudah menuju lokasi,” kata Andi Mattalata.

Bupati Pinrang Minta Warganya Salat Ied di Rumah Masing-masing

KabarMakassar.com — Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid, meminta agar masyarakat Pinrang melaksanakan Salat Idulfitri atau Salat Ied di rumah masing-masing, sesuai imbauan pemerintah pusat. Hal itu disampaikannya secara langsung melalui gelaran ceramah virtual yang digelar Pemkab Pinrang yang diisi oleh KH Abd Salam Latarebbi, Rabu (20/5) malam.

Keputusan sulit ini, kata dia, diambil setelah meminta pendapat dari para ulama dan juga atas aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Saya minta kesabaran pada masyarakat Pinrang untuk melaksanakan sholat Idulfitri di rumah masing-masing. Meski keputusan ini sangat berat, namun ini adalah aturan tegas dari pemerintah pusat dan imbauan Pemprov Sulsel,” kata Irwan.

Keputusan ini, lanjut Irwan, tentutnya sudah melalui kajian dan dengar pendapat dari berbagai elemen, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Forkopimda Kabupaten Pinrang.

Ia menegaskan, langkah ini adalah semata-mata untuk meproteksi masyarakat dari pamaparan dan penyebaran Covid-19 di Pinrang.

Selain itu, Irwan juga mengatakan, meski tren penyebaran Covid-19 di Pinrang belakangan ini mengalami penurunan, pihaknya tetap meminta agar masyarakat mengikuti imbauan pemerintah demi kesehatan dan keselamatan bersama.

“Mari kita sama-menjaga penyebaran Covid-19, serta ikuti imbauan pemerintah demi kesehatan dan keselamatan kita bersama,” tutupnya.

40 Data Ganda pada Penyaluran BLT di Paleteang Pinrang

KabarMakassar.com — Sebanyak 1.898 peserta penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) tersalurkan di Kecamatan Paleteang, Pinrang. Bahkan, ada sekitar 40 data ganda yang ditemukan.

“Ada tiga tahap penyalurannya yaitu pekan lalu, kemarin dan hari ini. Sebanyak 1.898 penerima BLT dari Kemensos yang sudah tersalurkan di 6 Kelurahan di Kecamatan Paleteang. Untuk tahap selanjutnya akan diupayakan sebelum Idul Fitri disalurkan,” kata Camat Paleteang Fakhrullah, Rabu (20/5).

Fakhrullah menyebut terdapat sekitar 40 penerima ganda BLT di 6 Kelurahan. Menurutnya data itu ditemukan setelah dilakukan cross check oleh petugas. Ia mengaku data ganda itu bermacam-macam, ada yang suami istri dan ada juga yang terdaftar penerima bantuan yang lain.

“Setelah dilakukan cross check berulang oleh petugas, sekitar 40 data ganda yang ditemukan, sudah berhasil kami cegal. Sesuai regulasi tidak diperbolehkan double,” ungkapnya.

Ia menambahkan untuk data ganda tersebut akan disalurkan kepada calon penerima yang telah diusulkan. Selain itu, sesuai penyampaian Bupati Pinrang akan ada lagi bantuan sembako bagi warga yang terdampak Covid-19

“Ada 1000-an calon penerima sembako yang sudah diusulkan, tergantung berapa nanti relisasinya,” pungkasnya.

Pasien Positif Covid-19 di Pinrang Bertambah 1 Orang

KabarMakassar.com — Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Pinrang kembali bertambah 1 Orang. Pasien positif terbaru ini masuk dalam klaster pasar Lakessi Kota Parepare dan kini dirawat intensif di RSUD Andi Makassau Parepare.

“Hasil swabnya tadi Positif Covid-19 setelah saya dikabari dari RS Parepre,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang, dr Dyah Puspita Dewi, Minggu (17/5).

Dewi menambahkan pada 15 Mei lalu, pasien nomor 002 di Pinrang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah hasil tes swab dua kali negatif.

“Jadi total yang sembuh dari Covid-19 di Pinrang sebanyak 4 orang. Sedangkan jumlah pasien positif menjadi 6 orang,” ungkapnya.

Sekedar diketahui update per 17 Mei, terdapat 1.470 orang tanpa gejala (OTG), 153 orang dalam pemantauan (ODP), 16 pasien dalam pengawasan (PDP) satu meninggal, 6 pasien positif Covid-19 empat dinyatakan sembuh.

Pulang Kampung, 19 TKI Asal Malaysia Diisolasi di Gedung Aisyiyah Pinrang

KabarMakassar.com — Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang melakukan penjemputan terhadap 19 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Malaysia yang tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare, Ahad (17/5).

Ke-19 TKI warga Kabupaten Pinrang yang tiba dengan menggunakan KM Thalia itu langsung dibawa ke Pinrang menggunakan kendaraan Ambulance dan mini bus, untuk selanjutnya menjalani isolasi mandiri di Gedung Aisyiyah Muhammadiyah Pinrang.

“Ini sebagai langkah antisipasi Pemkab Pinrang untuk menekan penyebaran Covid-19 di Pinrang. Apalagi jelang lebaran, tentu banyak warga perantauan kita yang ingin kembali ke kampung halaman,” kata Sekertaris Daerah Kabupaten Pinrang, Andi Budaya saat ditemui di lokasi isolasi, Ahad (17/5).

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Pinrang, dr Dyah Puspita Dewi mengatakan, 19 warga Pinrang yang pulang kampung setelah bekerja sebagai TKI di Malaysia dan diharuskan menjalani isolasi di Gedung Aisyiyah Muhammadiyah Pinrang itu terdiri dari 3 laki-laki dan 16 perempuan.

“Sesuai protap kesehatan, mereka harus menjalani isolasi selama 14 hari. Jika tidak terdapat gejala apa-apa, mungkin bisa kurang dari itu,” kata Dewi.

Selama masa isolasi, lanjut Dewi, ptenaga medis akan melakukan pemantauaan terhadap kondisi kesehatan ke-19 TKI tersebut. Untuk sisi keamanan, gedung yang menjadi tempat isolasi tersebut akan dijaga oleh personel gabungan dari TNI-Polri dan juga Satpol PP.

“Agar tidak jenuh, selama masa isolasi nanti kita isi berbagai kegiatan, seperti senam bersama, menjemur diri di bawah sinar matahari dan lain sebagainya. Keluarga boleh menjenguk, dengan memperhatikan physical distancing dan sosial distancing,” pungkasnya.

Beredar Kabar Pemkab Pinrang Izinkan Salat Idulfitri Digelar di Mesjid, Kabag Humas: Itu Informasi Keliru

KabarMakassar.com — Beredar informasi yang menyebutkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang mengizinkan masyarakat di wilayahnya untuk menggelar salat Idufitri atau Salat Ied secara berjamaah baik di Mesjid maupun di lapangan terbuka.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Bupati Pinrang, Andi Irwan Hamid melalui Kabag Humas Pemkab Pinrang, Rhommy Reynald Macley membantah kabar tersebut.

Rhommy menjelaskan, Bupati Pinrang memang telah mengundang beberapa tokoh ormas Islam di Kabupaten Pinrang, seperti MUI, BAZNAS, MDI, DMI, BKPRMI, NU, Muhammadiyah, FKUB dan tokoh agama lainnya, membahas situasi perkembangan pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci Ramadan dan persiapan Idulfitri 1441 H.

Namun, kata dia, dalam pertemuan tersebut belum ada keputusan soal diizinkan atau tidaknya masyarakat Pinrang menggelar Salat Ied secara berjamaah di Mesjid atau lapangan terbuka.

“Belum ada keputusan mengenai Salat Idulfitri. Tadi itu hanya rapat dengar pendapat. Itu informasi yang beredar tidak akurat,” tegas Rhommy, Jum’at (15/5) malam.

“Jadi yang beredar di media sosial dan WhatsApp Grup itu hanya laporan keterangan rapat, bukan keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Pinrang,” jelasnya.

Sekadar diketahui, sebelumnya Majelis Ulama Indoensia (MUI) pada tanggal 13 Mei kemarin telah mengeluarkan Fatwa tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idulfitri saat Pandemi Covid-19.

Berikut isi Fatwa MUI tersebut:

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA NOMOR 28 Tahun 2020 TENTANG PANDUAN KAIFIAT TAKBIR DAN SHALAT IDUL FITRI SAAT PANDEMI COVID-19

KETENTUAN DAN PANDUAN HUKUM

I. Ketentuan Hukum

  1. Shalat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah yang menjadi salah satu syi’ar keagamaan ( syi’ar min sya’air al-Islam ).
  2. Shalat idul fitri disunnahkan bagi setiap muslim, baik laki laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak, sedang di kediaman maupun sedang bepergian (musafir), secara berjamaah maupun secara sendiri.
  3. Shalat Idul fitri sangat disunnahkan untuk dilaksanakan secara berjama’ah di tanah lapang, masjid, mushalla dan tempat lainnya.
  4. Shalat Idul Fitri berjamaah boleh dilaksanakan di rumah.
  5. Pada malam idul fitri, umat Islam disunnahkan untuk menghidupkan malam idul fitri dengan takbir, tahmid, tasbih, serta aktifitas ibadah.

II. Ketentuan Pelaksanaan Idul Fitri di Kawasan COVID-19

  1. Jika umat Islam berada di kawasan COVID-19 yang sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktifitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah, maka shalat idul fitri dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushalla, atau tempat lain.
  2. Jika umat Islam berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas COVID-19 dan diyakini tidak terdapat penularan (seperti di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena COVID-19, dan tidak ada keluar masuk orang), shalat idul fitri dapat dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang/masjid/mushalla/tempat lain.
  3. Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri ( munfarid), terutama jika ia berada di kawasan penyebaran COVID-19 yang belum terkendali.
  4. Pelaksanaan shalat idul fitri, baik di masjid maupun di rumah harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan.

III. Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah
Kaifiat shalat idul fitri secara berjamaah adalah sebagai berikut:

  1. Sebelum shalat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.
  2. Shalat dimulai dengan menyeru “ash-shalâta jâmi‘ah”, tanpa azan dan iqamah.
  3. Memulai dengan niat shalat idul fitri, yang jika dilafalkan berbunyi;
    أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لله تعالى
    “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
  4. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر) sambil mengangkat kedua tangan.
  5. Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:
    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
  6. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
  7. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.
  8. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri ( takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca:
    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ.
  9. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
  10. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
  11. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

IV. Panduan Kaifiat Khutbah Idul Fitri

  1. Khutbah ‘Id hukumnya sunnah yang merupakan kesempuranaan shalat idul fitri.
  2. Khutbah ‘Id dilaksanakan dengan dua khutbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.
  3. Khutbah dimulai dengan takbir sebanyak sembilan kali, sedangkan pada khutbah kedua dimulai dengan takbir tujuh kali.
  4. Khutbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:
    a. Membaca takbir sebanyak sembilan kali
    b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله
    c. Membaca shalawat nabi Saw., antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد
    d. Berwasiat tentang takwa.
    e. Membaca ayat Al-Qur’an
  5. Khutbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:
    a. Membaca takbir sebanyak tujuh kali
    b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله
    c. Membaca shalawat nabi saw, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد
    d. Berwasiat tentang takwa.
    e. Mendoakan kaum muslimin

V. Ketentuan Shalat Idul Fitri Di Rumah

  1. Shalat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri
  2. Jika shalat Idul fitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut:
    a. Jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum.
    b. Kaifiat shalatnya mengikuti ketentuan angka III ( Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah) dalam fatwa ini.
    c. Usai shalat Id, khatib melaksanakan khutbah dengan mengikuti ketentuan angka IV dalam fatwa ini.
    d. Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan shalat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka shalat idul fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.
  3. Jika shalat Idul fitri dilaksanakan secara sendiri ( munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut:
    a. Berniat niat shalat idul fitri secara sendiri.
    b. Dilaksanakan dengan bacaan pelan ( sirr).
    c. Tata cara pelaksanaannya mengacu pada angka III ( Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah) dalam fatwa ini.
    d. Tidak ada khutbah.

VI. Panduan Takbir Idul Fitri

  1. Setiap muslim dalam kondisi apapun disunnahkan untuk menghidupkan malam idul fitri dengan takbir, tahmid, tahlil menyeru keagungan Allah SWT.
  2. Waktu pelaksanaan takbir mulai dari matahari di akhir ramadhan hingga jelang dilaksanakannya shalat Idul Fitri.
  3. Disunnahkan membaca takbir di rumah, di masjid, di pasar, di kendaraan, di jalan, di rumah sakit, di kantor, dan di tempat-tempat umum sebagai syiar keagamaan.
  4. Pelaksanaan takbir bisa dilaksanakan sendiri atau bersama-sama, dengan cara jahr (suara keras) atau sirr (pelan).
  5. Dalam situasi pandemi yang belum terkendali, takbir bisa dilaksakan di rumah, di masjid oleh pengurus takmir, di jalan oleh petugas atau jamaah secara terbatas, dan juga melalui media televisi, radio, media sosial, dan media digital lainnya.
  6. Umat Islam, pemerintah, dan masyarakat perlu menggemakan takbir, tahmid, dan tahlil saat malam idul Fitri tanda syukur sekaligus doa agar wabah COVID-19 segera diangkat oleh Allah SWT.

VII. Amaliah Sunnah Idul Fitri
Pada hari Idul Fitri disunnahkan beberapa amaliah sebagai berikut:

  1. Mandi dan memotong kuku
  2. Memakai pakaian terbaik dan wangi-wangian
  3. Makan sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri
  4. Mengumandangkan takbir hingga menjelang shalat.
  5. Melewati jalan yang berbeda antara pergi dan pulang
  6. Saling mengucapkan selamat (tahniah al-id) antara lain dengan mengucapkan تقبل الله منا و منكم

Tidak Dapat Bantuan, Warga Maccorawalie Datangi Kantor Kelurahan

KabarMakassar.com — Sejumlah warga di Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang, mendatangi kantor kelurahan setempat untuk mempertanyakan nasib mereka yang tidak mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan bantuan sosial Covid-19, Jum’at (15/5).

Kejadian itu bahkan sempat terjadi keributan ketika sejumlah warga mendatangi kantor Lurah Maccorawalie ketika mempertanyakan namanya yang tidak terdaftar sebagai penerima BLT.

“Kami belum dapat bantuan apa-apa, sementara tetangga kami dapat, padahal mereka lebih mampu ketimbang kami,” kata M Nasir, salah seorang warga dilokasi kejadian.

Sementara itu, Camat Watang Sawitto, Muhammad Taufik mengatakan jika berdasarkan data kecamatan yang diusul untuk mendapatkan bantuan itu sekitar 2500 dari kuota 2271 yang terealisai 1856 penerima pada 8 kelurahan.

“Untuk di Maccorawalie sendiri kurang lebih 321 penerima. Sudah disalurkan melalui POS sebanyak 123 penerima, untuk tahap selanjutnya penyalurannya melalui bank. Kami sudah mengusung nama-nama calon penerima BLT, yang tentukan pusat,” kata Muh Taufiq

Sementara untuk warga yang terdampak Covid-19 dan belum mendapat sama sekali bantuan, pihaknya akan usulkan untuk mendapat bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang.

“Warga yang belum dapat, kami akan usulkan untuk mendapatkan sembako APBD,” ungkapnya.

Hiswana Migas Parepare Salurkan Bantuan Sembako dan APD di Pinrang

KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) II Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Parepare bekerjasama Pertamina untuk menyalurkan bantuan paket sembako dan Alat Pelindung Diri (APD) kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Kabupaten Pinrang, Rabu (22/4).

Bantuan itu diserahkan secara simbolis kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang antara lain sebanyak 236 paket sembako untuk diserahkan ke warga yang terdampak Covid-19 dan APD diserahkan ke seluruh Puskesmas yang ada di Pinrang.

“Untuk sembako sudah diserahkan secara door to door pada beberpa titik. APD lengkap kita serahkan ke Dinkes Pinrang untuk disalurkan ke seluruh Puskesmas. Somoga bantuan ini bermanfaat,” kata Koordinator Tim Hiswana Migas DPC II Parepare, Hj Nita, Rabu (22/4).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pinrang, Dyah Puspita Dewi mengucapkan terima kasih atas bantuan APD dari Hiswana Migas DPC II Parepare.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan APD ini dari Hiswana Parepare, nantinya kami akan salurkan ke Puskesmas sesuai yang terdata,” kata Dewi.