Pemkab Gowa Laksanakan Pencerahan Qalbu Jumat Ibadah Secara Virtual

KabarMakassar.com — Sempat tertunda beberapa pekan akibat pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa kembali menggelar Pencerahan Qalbu Jumat Ibadah (PQJI) secara virtual, Jumat (5/6).

Pada kesempatan itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan selain pelaksanaan PQJI pertama juga merupakan hari pertama aktivitas kantor bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali normal.

Menurutnya hal ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo dengan noor 57/2020 tertanggal 28 Mei 2020.

“Ini menjadi momentum yang sangat penting untuk sama-sama berdoa kepada Allah SWT supaya kita semua yang hadir dan bekerja seperti biasa selalu diberikan kesehatan dan dalam lindungan Allah SWT,” kata Adnan.

Ia menyebutkan saat ini kasus Covid-19 masih sangat tinggi termasuk di Sulsel khususnya di Gowa. Kata dia, Sulsel sudah berada diurutan ke 3 di Indonesia kasus Covid-19 terbesar.

“Ini berarti terjadi tren kenaikan yang cukup signifikan, hari kita mengalami penambahan positif 8 orang sehingga di Gowa juga cukup tinggi yang terkena Covid-19,” ungkapnya.

Kata Adnan, jumalah masyarakat Kabupaten Gowa yang terkategorikan masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 505, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 251 orang, dan positif sebanyak 137 orang.

Karena itu, ia berharap ada pencerahan agar bisa meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan dan berdoa agar terjaga dari penyebaran Covid-19.

“Mari jaga diri kita, jaga keluarga kita dan jaga orang disekitar kita dengan cara memakai masker, menjaga jarak, tidak berkontak, tidak bersalaman dan rajin-rajin cuci tangan,” harapnya.

Sementara itu, dalam ceramahnya, Othman Omar Shihab mengajak untuk selalu berprasangka baik terhadap Allah SWT di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya apa yang terjadi saat ini merupakan ujian dari Allah SWT.

“Allah SWT mengatakan pasti senang atau tidak senang, pasti kita akan diuji oleh Allah SWT. Kita siap atau tidak siap orang beriman itu akan diuji oleh Allah SWT,” kata Othman Omar.

Karenanya, ia berharap pandemi Covid-19 ini cepat berlalu dan yang meninggal mati dalam keadaaan syuhada.

“Mudah-mudahan Allah SWT melindungi kita dari segala bala, dari segala musibah, dari segala fitnah dan kita diberi kesehatan diberikan rezeki yang dapat menenangkan kita, menenangkan hati kita dan keluarga kita dan Allah mengangkat wabah ini,” pungkasnya.

Adnan Minta Dana BOS Dipakai untuk Beli Kuota Guru dan Siswa

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku Dana dari Bantuan Operasional Siswa (BOS) akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan kuota internet para siswa selama menjalankan proses belajar mengajar dari rumah, Rabu (3/6).

Menurutnya meski aktivitas dalam lingkungan perkantoran akan kembali normal, tapi hal ini tidak berlaku dengan aktivitas di sekolah. Kata dia, pemberlakuan belajar dari rumah melalui masih akan terus dilakukan hingga kasus penyebaran Covid-19 belum mengalami penurunan.

“Kalaupun kebijakan pusat akan memperbolehkan anak-anak sekolah, khusus untuk di Gowa saya belum mempertimbangkan untuk dibuka,” kata Adnan.

Ia mengaku masih besarnya resiko yang akan terjadi penularan Covid-19 jika anak mulai sekolah. Apalagi, selama di sekolah aktivitas anak tidak ada yang menjamin dapat menjalankan protokol kesehatan dengan ikut imbauan pemerintah.

“Atas dasar inilah saya meminta agar dana BOS sebagiannya bisa kita alokasikan untuk pengadaan atau pembelian kuota internet bagi siswa dan guru selama menjalankan pembelajaran daring,” terangnya.

Adanya jaminan kebutuhan internet siswa dan guru akan menciptakan proses belajar mengajar dari rumah berjalan dengan baik. Selain itu, juga mengurangi beban para orangtua siswa karena selama adanya Covid-19 ini membuat pendapatan mereka menurun.

“Ini juga untuk menjawab keluhan masyarakat dalam hal ini orangtua siswa bahwa belajar dari rumah membutuhkan biaya besar karena harus terus beli pulsa untuk pemenuhan kuota. Sementara diantara anak-anak kita pasti ada orangtuanya yang kehilangan pendapatan dan terdampak pandemi ini,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Salam mengaku rencana Bupati Gowa untuk memberikan kuota internet bagi siswa melalui dana BOS sudah sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kata dia, aturan ini tertuang dalam Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 yang mana disebutkan bahwa dalam penggunaan dana BOS, kepala sekolah wajib menyiapkan kuota internet bagi guru dan siswa.

Begitupun dengan anggaran lain untuk penggunaan dana BOS ini seperti pengadaan buku semuanya diserahkan kepada pihak sekolah untuk mengelola seusai dengan kebutuhan.

“Disitu dijelasnkannya secara jelas, untuk keperluan menyiapkan kouta bagi siswa dan guru itu sudah diatur di dalam Kemendikbud. Kita akan tindaklanjuti ini secepatnya,” pungkasnya.

ASN Gowa Kembali Berkantor, Adnan Minta Wajib Pakai Masker

KabarMakassar.com – Aktivitas perkantoran dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa akan kembali normal pada 5 Juni 2020 mendatang. Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan meminta kepada ASN Gowa agar wajib pakai Masker.

“Sebelum masuk area kantor saya imbau ASN wajib memakai masker. Jika tidak maka diminta untuk pulang mengambil masker. Tidak diperbolehkan masuk kantor sebelum memakai masker,” kata Adnan, ketika memimpin Rapat Koordinasi Jajaran Pemkab Gowa melalui telekonferensi Senin, (2/6) kemarin.

Menurut Adnan, dengan diberlakukannya kerja dari kantor secara normal, sehingga seluruh ASN diwajibkan mematuhi seluruh protokol kesehatan penanganan Covid-19. Salah satunya, kata dia, yakni menggunakan masker.

Kata Adnan, dengan kembalinya seluruh ASN bekerja seperti biasa maka potensi penyebaran Covid-19 dinilai semakin besar. Apalagi penyebaran Covid-19 khususnya di Gowa masih cukup tinggi. Sehingga, perlu langkah antisipasi untuk mencegah penularan.

“Kalau sudah dua kali melanggar tidak pakai masker, saya minta ini dikasi sanksi supaya menjadi pembelajaran bagi yang lain. Mendisiplinkan orang harus memang butuh ketegasan,” katanya.

Selain itu, Adnan juga meminta seluruh kantor pemerintah di Gowa untuk menyiapkan tempat cuci tangan di pintu utama. Menurutnya semua ASN sebelum masuk kantor dan memulai aktivitas agar dalam kondisi bersih.

“Seluruh pimpinan SKPD dan camat agar mengajarkan seluruh pegawai dan stafnya sebelum masuk kantor sudah cuci tangan. Pasang semua tempat cuti tangan di pintu utama dan siapkan hand sanitizer setiap ruangan,” jelasnya.

Begitupun, kata Adnan, pada tatanan disetiap ruangan, misalnya pada letak meja kantor agar diatur berjarak setiap meja minimal 1,5 meter hingga 2 meter.

“Bahkan saya meminta agar dilakukan penyemprotan disinfektan setiap selesai berkantor atau tidak ada lagi aktivitas dalam ruangan,” pungkasnya.

9 Juni, Semua ASN Pemkab Gowa Kembali Aktif Berkantor

KabarMakassar.com — Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa akan kembali aktif berkantor pada bulan Juni mendatang atau tepatnya Selasa, 9 Juni 2020.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis, memastikan aktivitas berkantor ASN tersebut akan berjalan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

“Apa yang sudah di prakondisi-kan selama PSBB dan dilanjutkan dengan penerapan SOP setelah PSBB di Gowa, sesuai dengan surat yang kami keluarkan, maka mulai 9 Juni 2020, semua ASN akan berkantor kembali. Tentu dengan memperhatikan protokol percepatan penanganan Covid-19,” kata Muchlis dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/5).

Menurut Muchlis salah satu yang harus diperhatikan yakni setiap kantor harus menyediakan tempat cuci tangan menggunakan sabun, serta seluruh ASN wajib menggunakan masker mulai dari keluar rumah hingga kembali ke rumah lagi.

“Meskipun ASN mulai berkantor, nantinya semua harus mengikuti protokol kesehatan covid agar bisa meminimalisir penularan, dengan cara dilakukan sistem pengaturan jarak atau physical distancing. Semua kantor menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer dan wajib menggunakan masker,” terangnya.

Muchlis menjelaskan, kebijakan tersebut diambil sejalan dengan keputusan pemerintah pusat dalam penerapan New Normal yang di dalamnya berisi melonggarkan tempat-tempat yang semula tidak bisa, termasuk mengaktifkan kembali aktifitas perkantoran.

“Meskipun kita tidak masuk dalam new normal yang ditunjuk 25 Kabupaten/kota di Indonesia, tapi jika melihat syarat pemberlakuan kita termasuk salah satunya. Tapi itu masih kita tinjau dahulu, sementara yang kita aktifkan ASN berkantor,” katanya.

Selain itu, lanjut Muchlis, pertimbangan inipun diambil karena dalam beberapa hari terakhir secara internal sudah mampu mengendalikan angka perkembangan kasus atau hanya terjadi di area yang sudah ada.

Bahkan pihaknya juga mengaku sudah berhasil mengedukasi warga sedikit demi sedikit untuk menerapkan perilaku hidup sehat.

“Dengan kondisi seperti ini tentu yang kita harapkan dukungan warga, agar daerah kita bisa segera pulih dengan dimulai ASN masuk bekerja secara normal kembali,” ujarnya.

Kendati demikian, saat ini ASN Pemkab Gowa masih memberlakukan WFH atau kerja bergiliran hingga 8 Juni 2020. Dimana setiap harinya, pimpinan SKPD hanya menugaskan maksimal 3 orang staf untuk masuk kerja kecuali yang bertugas di pelayanan publik langsing (RSUD, Puskesmas, Damkar dll).

“Saat inikan WFH masih diperpanjang yang dimulai tanggal 18 Mei kemarin sampai 8 Juni, otomatis setelah itu atau tanggal 9 Juni, maka sistem shift pegawai telah dihentikan,” pungkasnya.

Rapat Paripurna Penyerahan LKPJ Bupati Gowa TA 2019 Dilaksanakan Secara Virtual

KabarMakassar.com — Penyampaian dan Penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Gowa Tahun Anggaran 2019 diserahkan secara virtual pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gowa melalui video conference, Rabu (27/5).

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dalam sambutannya mengatakan penyerahan LKPJ secara virtual ini dilakukan karena melihat situasi saat ini masih dalam pandemi Covid-19. Menurutnya, hal ini sudah sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Dalam Negeri.

“Dalam surat Menteri Dalam Negeri Nomor 700/1723/otda tanggal 24 maret 2020 perihal perpanjangan waktu penyerahan LKPJ pada poin 6 berbunyi bahwa bupati dapat menyampaikan LKPJ kepada DPRD dengan memanfaatkan sarana teleconference dan/atau video conference,” kata Adnan.

LKPJ ini, kata Adnan, merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah pasal 69 ayat 1, bahwa kepala daerah diwajibkan menyampaikan LKPJ dan ringkasan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagaimana diatur dalam pasal 19 ayat 1 peraturan pemerintah nomor 13 tahun 2019.

“Laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah disampaikan kepada DPRD dilakukan 1 kali dalam 1 tahun, paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir,” jelasnya.

Selain itu, Adnan juga mengungkapkan selama empat tahun pemerintahannya bersama H Abd Rauf Malaganni Gowa mengalami trend positif. Kata dia, itu sesuai hasil survei yang dilakukan oleh Jaringan Survei Indonesia (JSI).

“Hasil survei JSI menunjukkan bahwa kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan naik dari 83,3 persen di tahun 2018 menjadi 90,7 persen pada tahun 2019,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa hasil pembangunan Gowa kian nyata memberikan kebanggaan untuk masyarakat Gowa. Menurutnya, sampai dengan saat ini Pemkab Gowa telah menerima 103 penghargaan, baik di tingkat nasional, regional maupun provinsi.

”Berbagai penghargaan tersebut tentu menggambarkan adanya peningkatan kinerja pemerintahan yang semakin baik bagi daerah dan masyarakat Kabupaten Gowa,” katanya.

Selama empat tahun ini, beberapa urusan pemerintahan yang menjadi prioritas pembangunan di Gowa yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan hidup, perhubungan, ketahanan pangan, koperasi dan UMKM, kebudayaan dan pariwisata, pemerintahan umum, bidang keagamaan, bidang sosial, bidang keamanan dan ketertiban, bidang keuangan, kepemudaan, olahraga, komunikasi dan informasi, pelayanan publik, bidang organisasi dan tatalaksana.

“Penghargaan tertinggi diperoleh Gowa dari Menteri Dalam Negeri atas prestasi kinerja status sangat tinggi bintang dua dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah (LPPD) tahun 2017 peringkat ke-21 secara nasional,” terangnya.

Adnan menambahkan keberhasilan Pemkab Gowa ini tidak lepas dari keterlibatan dan kerja sama semua pihak, seperti DPRD Kabupaten Gowa, jajaran Pemerintah Kabupaten Gowa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat Kabupaten Gowa.

“Tentu menjadi harapan kita bersama, suasana yang aman dan kondusif ini dapat kita jaga dan rawat baik-baik. Apalagi menjelang Pilkada di Gowa ini,” pungkasnya.

Selama PSBB, Pemkab Gowa Salurkan Bantuan Melebihi Target

KabarMakassar.com — Penyaluran bantuan sosial selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Gowa melebihi dari target yang ditetapkan. Hal ini dengan merujuk pada data Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa.

Target awal bantuan akan diberikan kepada 98.786 Kepala Keluarga (KK) yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebanyak 77.675 RT, dan 21.111 KK dari data terdampak Covid-19 yang tidak masuk dalam DTKS.

Kepala Dinas Sosial, Syamsuddin Bidol mengatakan selama berjalannya penyaluran dan dibukannya layanan call center pengaduan untuk mengcover masyarakat yang layak menerima bantuan tetapi belum terdaftar data penerima naik hingga 135.494 KK.

“Ada tambahan 36.708 KK yang merupakan masyarakat wajib penerima bantuan, apalagi saat dilaksanakannya PSBB,” kata Syamsuddin Bidol.

Menurutnya bantuan yang disalurkan pun mulai dari bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemkab Gowa. Diantaranyta Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui anggaran desa dan kelurahan, kemudian Paket Sembako Covid-19.

“Bantuan ini kita salurkan sebelum dan selama penerapan PSBB berlangsung. Ini telah menjadi instruksi Bapak Bupati Gowa agar kebutuhan masyarakat terpenuhi selama berada di rumah,” jelasnya.

Kata dia, bantuan sosial terutama paket sembako merupakan jaringan pengaman sosial yang diprioritaskan Pemkab Gowa selama penerapan PSBB. Karena menjadi dasar atau kebutuhan pokok masyarakat saat melakukan aktivitas dari rumah, terlebih lagi bagi mereka yang terkena dampak penyebaran pandemi Covid-19.

“Untuk pengawasan penyaluran bantuan pun dijaga ketat tim gabungan yang terdiri dari TNI dan Polri dengan melakukan sesuai protokol kesehatan. Sementara, untuk mekanisme penyalurannya sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dari setiap bantuan yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, warga Desa Parigi, Kecamatan Tiggimoncong, Alimin Ditung mengaku mengembalikan sembako yang diterimanya untuk diberikan ke masyarakat lain yang lebih membutuhkan. Padahal, ia tidak menerima bantuan apapun selain paket sembako tersebut.

“Alhamdulillah karena masih diberikan rezeki, biarpun saya miskin tapi masih banyak orang dibawah saya, jadi saya terima dulu bantuannya baru saya kembalikan untuk diberikan ke orang lain yang lebih membutuhkan,” kata Alimin

Sementara Daeng Ngasseng mengaku sangat merasakan manfaat dari adanya bantuan tersebut. Menurutnya, selama pandemi aktivitas sosial terkendala dan berimbas pada pendapatan ekonomi, tetapi dengan adanya bantuan sembako tersebut cukup memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Bersyukur sekali pasti karena dapat bantuan, artinya pemerintah bertanggung jawab selama PSBB ini untuk mencukupi kebutuhan pokok kita,” pungkasnya.

283 Penyandang Disabilitas di Gowa Terima Bantuan Paket Sembako

KabarMakassar.com — Sebanyak 283 penyandang disabilitas fisik di Kabupaten Gowa menerima bantuan paket sembako dari Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Wirajaya Makassar, Kamis (21/5).

Penyerahan dilakukan di posko induk Penanganan Covid-19 Kabupaten Gowa, Baruga Karaeng Galesong Kantor Bupati Gowa. Bantuan itu diserahkan oleh Kepala BRSPDF Wirajaya Makassar, Saiful Samad kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Syamsuddin Bidol untuk disalurkan pengurus Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Gowa.

Terkait hal itu, Saiful Samad mengatakan bantuan ini merupakan upaya Kementerian Sosial (RI) melalui BRSPDF Wirajaya Makassar dalam penanggulangan dampak Covid-19 khususnya kepada para penyandang disabilitas.

“Tentunya ini bisa bermanfaat dan kami berharap ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita khususnya penyandang disabilitas fisik yang ada di Kabupaten Gowa ini,” kata Saiful.

Sementara itu, Syamsuddin Bidol mengku mengapresiasi dengan adanya bantuan ini. Menurutnya ini salah satu bentuk perhatian BRSPDF Wirajaya Makassar kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Gowa.

Ia menambahkan saat ini Pemerintah Kabupaten Gowa juga memiliki perhatian khusus kepada para penyandang disabilitas. Hal ini terlihat dari sejumlah program pembangunan di Gowa yang ramah dengan kaum difabel.

“Seperti kantor Dinas Sosial yang kita pindahkan ke lantai satu agar mudah diakses oleh penyandang disabilitas. Begitupun dengan pedestrian, itu menjadi hal yang diperhatikan untuk memberi akses kepada penyandang disabilitas di Gowa,” kata Syamsuddin Bidol.

Adnan Nilai Penanganan Covid-19 Butuh Sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku jika penanganan yang baik terhadap pandemi Covid-19 dibutuhkan sinergitas yang kuat antar pemerintah. Diantaranya dari pemerintah pusat hingga ke pemerintah daerah.

Hal ini disampaikan Adnan ketika menjadi narasumber pada seminar virtual bertajuk “Sinergi Kepemimpinan Mengatasi Covid-19” yang dilaksanakan Laboratorium Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas), Kamis (21/5).

Menurutnya, berdasarkan rujukan Undang-Undang Nomor 23 dijelaskan bawah sistem pemerintahan di Indonesia sifatnya linear. Misalnya, dari pusat sampai ke daerah, mulai dari gubernur, wali kota, bupati bahkan ke pemerintah desa.

“Penanganan pandemi ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja, tetapi menjadi tanggungjawab bersama. Semuanya itu satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” kata Adnan.

Selain sinergitas antara pemerintah, Adnan juga dibutuhkan sinergitas atau kerjasama dari semua pihak. Kata dia, masyarakat, para tokoh dan elemen dan organisasi kemasyarakatan termasuk pula para akademisi.

“Akademisi harus ikut andil dalam memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat terhadap dampak dan bahaya Covid-19 ini. Sehingga masyarakat dapat meningkatkan kedisiplinan dan tidak menganggap remeh hal ini,” jelasnya.

Lanjut, Adnan mengatakan sinergitas lain yang dibutuhkan yaitu antar pemerintah dengan pengusaha dan media. Utamanya, media yang menjadi sumber utama informasi bagi masyarakat sehingga informasi yang disampaikan pun harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menilai, penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Gowa sangat terlihat adanya kerja bersama dengan membangun solidaritas yang kuat. Buktinya, kata dia, saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) beberapa organisasi dan elemen masyarakat itu terlibat.

“Saya harap ke depan sinergitas antar pemerintah dan seluruh unsur bisa lebih diperkuat. Sehingga tidak ada yang saling menyalahkan antara satu dengan yang lainnya dan Covid-19 ini bisa segera tertangani di Indonesia. Terlebih lagi di negara kita sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Unhas, Muhammad Idrus Taba menilai bahwa PSBB yang dilaksanakan oleh Pemkab Gowa sudah berjalan dengan naik dan sukses. Bahkan, pelaksanaan PSBB di Gowa ini sudah sesuai dengan yang diharapkan.

“Saya sebagai masyarakat Gowa merasakan sendiri ketika diterapkan, betul-betul kita merasakan suasana seperti yang diharapkan masyarakat umum dan kita mejaga suasana itu dan saya kira PSBB itu terlaksana dengan baik,” kata Idrus.

Rektor UIN Alauddin Puji Pemkab Gowa untuk Makmurkan Masjid

KabarMakassar.com — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menjadi narasumber pada Dialog Ramadan yang diselenggarakan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar melalui aplikasi zoom, Selasa (19/5).

Kegiatan itu menghadirkan Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan dan Dewan Masjid dengan mengangkat tema “Memakmurkan Masjid Pasca Covid 19”.

Pada kesempatan itu, Adnan mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa dalam memakmurkan selama ini masjid, khususnya di Masjid Agung Syekh Yusuf yaitu dengan melaksanakan berbagai kegiatan dengan melibatkan berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Diantaranya, kata dia, kajian yang dilakukan Ormas Islam setiap minggunya seperti dari Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan beberapa ormas Islam lainnya.

Khusus untuk Masjid Agung Syekh Yusuf, Bupati termuda di Kawasan Timur Indonesia ini menyebutkan sudah mengalami beberapa kali renovasi. Mulai saat Pemerintahan Syahrul Yasin Limpo hingga di kepemimpinannya.

“Masjid Agung Syekh Yusuf itu dibangun oleh Pak Syahrul kemudian disempurnakan oleh almarhum Ayahanda tercinta Pak Ichsan Yasin Limpo lalu kemudian saya renovasi total,” kata Adnan.

Selain Masjid Agung Syekh Yusuf, kata dia, Gowa juga memiliki Masjid Tua Katangka. Menurutnya masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Sulawesi Selatan yang menjadi sumber peradaban islam di Sulsel khususnya di Gowa.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya masjid-masjid ini kita lebih membumikan agama kita dan juga ini menjadi kewajiban kita untuk mensyiarkan agama Islam di wilayah kita masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis mengaku sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Gowa dalam memakmurkan masjid dengan merenovasi masjid Agung Syekh Yusuf sehingga nyaman digunakan.

“Masjid itu betapa indahnya di dalam luar biasa. Kami juga aktif di situ memberikan kajian jumat ibadah yang sudah dilaksanakan bertahun-tahun. Nyaman sekali sound sistem juga sangat baik. Kalau ke masjid agung senang sekali,” kata Prof Hamdan.

PSBB Tidak Dilanjut, Pemkab Gowa Akan Siapkan Perbup Protokol Covid-19

KabarMakassar.com — Redaksi Kabar Makassar kembali menggelar diskusi online dengan mengangkat tema “Evaluasi Pelaksanaan PSBB Gowa”, Senin (18/5). Kegiatan itu menghadirkan dua pembicara yakni Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dan akademisi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto.

Pada kesempatan itu, Andi Luhur Prianto mengatakan jika langkah Pemkab Gowa dalam penanganan Covid-19 cukup baik daripada daerah lain. Menurutnya, kesiapan Pemkab Gowa dan modal sosial masyarakat Gowa dalam bergerak dan bekerjabersama adalah hal yang menjadi kunci keberhasilan.

“Saya kira memang kesiapan Pemkab Gowa dapat dilihat misalkan ketika penundaan pelaksanaan PSBB karena belum ada data pasti mengenai warga terdampak. Juga bagaimana penyaluran bantuan yang baik. Meski kita tahu juga ada yang bermasalah tapi saya kira itu hal yang biasa saja. Dan modal utama itu adalah sosial kemasyarakatan Gowa yang berbeda dari daerah lain,” kata Luhur.

Luhur mengatakan jika keputusan Pemkab Gowa untuk tidak melanjutkan PSBB harus dibarengi dengan kegiatan yang jelas dan terarah. Sebagai contoh, kata Luhur, Pemkab harus mengeluarkan regulasi yang jelas mengenai protokol kesehatan yang akan dilaksanakan ke depan.

“Regulasi ini penting, ini juga agar membuat masyarakat merasa tidak terpaksa mengikuti imbauan saja tapi karena memang ada regulasinya, misalnya bentuknya adalah Peraturan Bupati (Perbub). Di dalam regulasi itu nantinya akan diatur secara jelas terkait langkah yang akan diambil oleh Pemkab selama tidak dilakukan PSBB,” jelasnya.

Sementara itu, Adnan Purichta Ichsan mengaku jika pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gowa memutuskan untuk tidak melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jili II. Ia menilai selama pelaksanaan PSBB kesadaran masyarakat untuk beraktivitas dengan protokol kesehatan juga sudah mulai lebih baik.

“Jadi pada dasarnya untuk melihat keberhasilan PSBB itu tidak bisa hanya dilihat dari sisi medis yakni berkurangnya angka ODP, PDP, OTG. Tapi kita harus melihat aspek yang lain, seperti kesadaran sosial masyarakat untuk mengikuti protap kesehatan. Dan masyarakat Gowa sudah menyadari itu,” kata Adnan.

Walau demikian, mantan anggota DPRD Sulsel itu mengaku jika pihaknya akan tetap melakukan sosialisasi secara berskala kepada masyarakat terkait Covid-19. Menurutnya, ini penting untuk dilakukan secara terus menerus karena Covid-19 tidak bisa dipastikan waktunya akan berakhir secara pasti.

“Pemkab Gowa bersama Polres Gowa dibantu Dandim Gowa akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Terutama kepada daerah atau wilayah yang sudah kita petakan masuk zona merah dan kuning serta zona hijau agar tetap menjaga kewaspadaan dengan tetap rajin mencuci tangan, menggunakan masker, jika harus keluar dari rumah,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan tetap membentuk posko pada tiap perbatasan agar dapat melakukan peninjauan lalu lintas orang sehingga dapat melakukan pencegahan terutama yang berbatasan dengan Kota Makassar. “PSBB memang tidak diperpanjang, tapi kami akan tetap bekerja untuk menjaga Gowa dengan tetap membentuk posko pada tiap perbatasan,” ujarnya.

Terkait dengan usulan regulasi, Adan mengaku siap meramu regulasi yang tepat. Bahkan, kata Adnan, pihaknya akan mengundang khusus Andi Luhur Prianto untuk meminta saran dan masukan. “Saya kira saran yang bagus dari Pak Luhur, jadi nanti kita akan minta secara khusus untuk meminta saran terkait ini,” pungkasnya.