Pasien Positif Covid-19 di Bulukumba Bertambah 34 Orang

KabarMakassar.com — Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bulukumba terus meningkat. Bahkan, berdasarkan data terbaru terdapat 34 orang terpapar Covid-19, Sabtu (27/6). Hal ini pun merupakan tambahan terbanyak di Bulukumba.

Terkait hal itu, Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Covid-19 Bulukumba, Daut Kahal mengatakan jumlah tambahan positif paling banyak terjadi pada Juni jika dibandingkan pada bulan sebelumnya.

“Pada Juni ini ini sudah tercatat ada 123 tambahan kasus positif Covid-19,” kata Daud.

Ia mengatakan tambahan pasien positif ini merupakan hasil tracing atau penelusuran kontak erat dengan beberapa pasien positif sebelumnya diantaranya dari pasien 029, 030, 031, 034, 042 dan 043.

“Data ini termasuk tambahan 1 kasus positif meninggal (70) asal Ujungbulu Jumat kemarin dan laporan tertulisnya baru diterima hari ini. Namun nomor register yang bersangkutan berubah dari register 100 menjadi register 123,” jelasnya.

Ia menambahkan kecamatan yang paling banyak tambahan positif adalah Kecamatan Ujungbulu yakni sebanyak 23 orang. “Total pasien positif di Ujungbulu sebanyak 73 orang, 2 meninggal dan 7 sembuh,” pungkasnya.

“Dengan bertambahnya kasus positif ini maka jumlah pasien positif Covid-19 Bulukumba sebanyak 134 orang dengan keterangan 25 sembuh, 3 orang meninggal dan 106 masih dirawat atau isolasi mandiri,” tambahnya.

Perketat Anggaran Covid-19, DPRD Bulukumba Bentuk 3 Pansus

KabarMakassar.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba menyepakati pembentukan tiga Panitia Khusus (Pansus) terkait dengan anggaran penanganan Covid-19.

Ketiga Pansus itu diantaranya Biaya Operasional Kesehatan (BOK), Bantuan Sosial (Bansos), serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa.

Keputusan itu ditetapkan melalui rapat dengan seluruh Badan Musyawarah (Bamus) yang digelar di ruang rapat paripurna.

Ketua DPRD Bulukumba, H Rijal mengatakan, rapat tersebut memang sedikit alot, ada beberapa fraksi yang menginginkan 1 atau 2 Pansus. Namun, unsur pimpinan kembali mengacu pada hasil rapat bersama pimpinan fraksi sebelumnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya memang dari 8 fraksi, ada 3 fraksi yang tidak sepakat pembentukan Pansus, yakni PKB, Gerindra dan PDIP. Namun disepakati untuk dilakukan sistem voting, akhirnya lahirlah keputusan tersebut.

“Rapat dengan seluruh Bamus, kita sepakat dari hasil rapat dengan ketua fraksi untuk mengusulkan pembentukan. Pimpinan menindaklanjuti sampai kepada rapat Bamus dan didalamnya disepakati pembentukan 3 Pansus,” kata Legislator PPP itu, Rabu (24/6) kemarin.

Pengusulan nama-nama Pansus kata dia,akan disepakati melalui rapat paripurna pada Senin 29 Juni. Setelah penetapan, anggota Pansus dijadwalkan bekerja yakni smpai 28 september atau selama 90 hari.

“Segera kami akan bersurat kepada ketua fraksi agar mengusulkan nama-nama anggota yang masuk dalam pansus tersebut,” ujarnya.

Pasien Positif Covid-19 di Bulukumba Bertambah 25 Orang

KabarMakassar.com — Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bulukumba kembali bertambah. Berdasarkan laporan hasil swab terakhir yang keluar 25 Juni, terjadi penambahan terbanyak yakni 25 orang.

Dua hari sebelumnya pasien positif bertambah 15 kasus sehingga totalnya menjadi 74. Tapi kini dengan penambahan kasus baru ini membuat total pasien Covid-19 di Bulukumba menjadi 99 orang.

Terkait hal itu, Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Bulukumba, Daud Kahal mengatakan jika pertambahan ini bisa ditandai bahwa tracing kontak yang dilakukan Tim Gugus Covid-19 Bulukumba cukup berhasil.

Karena, kata dia, penelusuran secara massif ini dapat sebagai bagian dari strategi untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Saat ini Gugus Tugas mempersiapkan langkah strategi untuk penanganan pengendalian laju pertambahan kasus positif di Bulukumba,” kata Daud Kahal.

Kepala Dinas Kominfo Bulukumba ini berharap jumlah kasus yang hampir 100 positif sudah menjadi warning bagi semua pihak dan masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Karena, kata dia, jika protokol kesehatan diabaikan maka tingkat penularannya juga akan sulit dikendalikan. “Mari kita saling menjaga dengan menerapkan protokol kesehatan setiap saat,” pungkasnya.

Anggota Dinas Perhubungan Bulukumba Dianiayaya Pengantar Jenazah

KabarMakassar.com — Sebuah video penganiayaan di jalan raya yang berdurasi 13 detik viral di jagad maya sosial facebook, Senin (22/6). Pada video itu terlihat seorang staff yang bekerja di Dinas Perhubungan Bulukumba tampak berlari menghindari kerumunan.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun Kabar Makassar, kejadian itu terjadi di Jalan Sam Ratulangi, Bulukumba. Penganiayaan itu diduga dilakukan oleh massa pengantar jenazah dan korban bernama Rizal.

Penganiayaan tampak jelas, apalagi sejumlah massa memukul dengan mengunakan balok kayu dan yang lain telihat mengambil sebuah batu yang akan dilempar kepada korban.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Bulukumba, Haerul yang dikonfirmasi via telfon membenarkan kejadian itu. Ia mengaku jika Rizal merupakan salah satu stafnya yang bertugas mengatur jalan di pertigaan Jalan Sam Ratulangi dan Jalan Matahari.

”Kasihan anggota saya, dia dipukul hingga babak belur, tapi katanya kini sudah di rawat di RSUD Bulukumba,” kata Haerul

Atas kejadian itu, Haerul mengaku telah meminta pihak kepolisan untuk mengusut kejadian ini. Ia mengatakan tidak terima stafnya yang sedang bertugas dianiaya. ”Kita minta kasus ini diusut dan hukum harus ditegakkan,” ungkapnya.

Pejabat di Bulukumba Umumkan Dirinya Positif Covid-19

KabarMakassar.com — Pejabat di lingkup Pemerintahan Kabupaten (pemkab) Bulukumba mengumumkan dirinya terpapar Covid-19 melalui media sosial di akun Facebook miliknya, adalah Amran Syaukani merupakan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bulukumba.

Ia mengaku terpapar virus tersebut berdasarkan hasil Swab nya di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selayan melalui Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bulukumba. Hal tersebut menambah jumlah pasien Covid-19 di Bulukumba yang mencapai 59 orang. Dimana sebelumnya 45 orang dan kini sudah bertambah 14 orang, per Minggu 21 juni 2020.

Amran Syaukani belum menjelaskan dan memberikan pernyataan ia terpapar virus ini dari mana, ia hanya mengatakan dirinya positif, sementara istrinya negatif dari hasil swab.

Ia menjelaskan jika sejak terjadinya pandemi, khususnya di Bulukumba, dirinya lebih banyak menjalankan aktivitas di kantor daripada work from home (WFH).

“Seingat saya hanya 4 hari saya tidak masuk kantor selama pandemi ini berlangsung. Selama masa pandemi ini, saya juga cukup sering menemani (menyopiri) isteri dalam menjalankan tugasnya selaku Koordinator Tim Gerak Cepat (TGC) Kabupaten pada Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bulukumba. Terutama di hari libur sabtu-minggu ataupun pada malam hari, termasuk di antaranya ketika melakukan kegiatan pengambilan sampel swab. Dalam 14 hari terakhir sebelum dilakukan pengambilan sampel swab, saya masih terus beraktifitas dengan beberapa kawan dan kerabat, terutama kegiatan kedinasan. Untuk itu melalui tulisan ini, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan meminta kepada kita semua, untuk tetap menjaga diri dan tidak ragu untuk memeriksakan diri sekiranya ada gejala sakit. Alhamdulillah, hingga saat ini, saya tidak mengalami suatu gejala sakit apapun, baik flu, bersin, batuk ataupun sesak. Sehingga jika memang tidak melakukan pemeriksaan swab, sayapun tidak akan percaya jika dalam tubuh saya telah ada virus corona yang mungkin saja pagi ini sedang “jogging”. Mohon maaf karena baru sempat menyampaikan, yang pasti sebelum saya memposting tulisan ini, kondisi saya sudah tersampaikan kepada kawan dan kerabat yang pernah kontak erat dengan saya dalam beberapa hari terakhir ini. Akhirnya mari kita berdoa, semoga kita semua senantiasa dalam Lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, kita segera terbebas dari wabah ini dan dapat kembali beraktifitas seperti biasa. #051Wassalam Amran Syaukani”,” petikan tulisan Amran Syaukani melalui facebooknya.

Selain dari Amran beberapa warga lain yang dinyatakan positif juga menyampaikan bahwa dirinya beserta 5 angota keluarganya juga dinyatakan positif covid 19. Bahkan mengunggah postingan dirinya di akun media sosial terpapar Covid-19, dan ini merupakan bentuk dan dukungan untuk memutus mata rantai penyebaran covid khususnya di wilayah Bulukumba.

Diterjang Ombak, Boardwalk Titik Nol Bulukumba Ambruk

KabarMakassar.com — Salah satu destinasi wisata yang menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Bulukumba yakni, Wisata Boardwalk Titik Nol ambruk diterjang ombak setinggi tiga meter. Akibatnya jembatan tersebut terputus dan rusak parah, padahl baru sepekan lalu diresmikan oleh Bupati Bulukumba A M Sukri Sappewali.

Jembatan penghubung yang terbuat dari kayu dikabarkan akan ditinjau langsung pihak dinas pariwisata Bulukukba untuk melihat kerusakan dan mengambil langkah untuk perbaikan obyek wisata di kawasan pantai Bira, Kabupaten Bulukumba.

Kepala Dinas Pariwisata Bulukumba, M Ali Sali Saleng dikonfirmasi membenarkan kejadian yang dialami obyek wisata titik nol tersebut. Ia mengatakan jika memang kerusakan diakibatkan ombak dan cuaca buruk di Bulukumba.

“Iya. Kejadiannya tadi malam, Rabu (17/6), kami sudah mengecek ke lokasi. Jembatan dihantam ombak hampir setinggi tiga meter,” kata Kadis Pariwisata, M Ali Sali Saleng.

Ia menjelaskan jika akan melakukan kajian ulang agar tidak terjadi hal-hal yang buruk nantinya. Dimana obyek wisata akan dilakukan perbaikan dan mengupayakan pencegahan agar tidak ada korban di kemudian hari.

Mengejutkan, Pasien Positif Covid-19 di Bulukumba Bertambah 16 Orang

KabarMakassar.com — Sejak lima hari terakhir, jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bulukumba terus bertambah. Teranyar berdasarkan laporan hasil swab yang keluar sebanyak 16 orang terpapar Covid-19, Kamis (19/6).

Dari 16 tambahan positif ini, 4 diantaranya adalah tenaga kesehatan dan 1 orang ASN. Seluruh pasien positif ini merupakan hasil tracing atau penelusuran kontak erat dengan pasien positif sebelumnya.

Terkait hal itu, Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Bulukumba, Daud Kahal mengatakan bahwa penularan Covid-19 ini masih menjadi ancaman yang serius, sehingga masyarakat harus tetap waspada.

“Ini hasil tracing kontak dan bisa kita lakukan upaya atau strategi untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Namun disisi lain, jika masyarakat mengabaikan protokol kesehatan maka tingkat penularannya juga akan sulit dikendalikan,” kata Daud Kahal.

Ia berharap semua pihak membangun kesadaran kolektif diantara warga masyarakat dan pemerintah melalui Gugus Tugas melakukan upaya edukasi, pencegahan dan penanganan.

“Demikian pula halnya dengan penerapan protokol kesehatan harus dilakukan secara sadar dan konsisten, seperti pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan pakai sabun dalam setiap aktifitas khususnya di luar rumah,” pinta Daud Kahal.

Karena itu, dengan bertambahnya kasus positif ini maka jumlah pasien positif Covid-19 Bulukumba sebanyak 45 orang. “Dengan keterangan 11 orang sudah sembuh, 1 orang meninggal dan 33 masih dirawat dan isolasi mandiri,” pungkasnya.

Pasien Positif Covid-19 di Bulukumba Bertambah Empat Orang

KabarMakassar.com — Pasien positif Covid-19 kembali bertambah di Kabupaten Bulukumba, Rabu (17/6). Hal ini disampaikan langsung
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bulukumba, H. Muh. Daud Kahal.

Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Bulukumba itu mengungkapkan ada empat pasien positif resmi bertambah. Menurutnya, penambahan pasien ini adalah nomor registrasi 025 jenis kelamin perempuan, usia 27 tahun, tenaga kesehatan.

“Kemudian pasien 026 adalah perempuan usia 47 tahun, tenaga kesehatan, 027 juga perempuan usia 32 tahun sebagai tenaga kesehatan dan nomor registrasi 028 merupakan kaki-laki berusia 45 tahun status Apratur Sipil Negara (ASN),” kata Daud Kahal.

Ia mengaku jika seluruh pasien positif tersebut sudah dirujuk ke Kota Makassar untuk mendapatkan perawatan. ”Mohon maaf, demi privasi pasien, kami tidak boleh membeberkan identitas pasien. Jadi saya menjalankan aturan untuk menjaga kerahasiaan pasien,” ujarnya.

Ia menambahkan jika total pasien positif Covid-19 di Bulukumba sebanyak 28 orang. Kata dia, satu pasien yang bersttus PDP yang merupakan seorang ASN di Dinas Kesehatan meninggal di RSUD Sultan Daeng Raja.

“Infox betul ada yang meninggal PDP tapi konfirmasi statusnya belum bisa saya konfirmasi. Sementara kita menunggu hasil swab dari rumah sakit rujukan Covid-19 di Sinjai,” ungkapnya.

Diketahui, dari 28 orang pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bulukumba, 15 orang diantaranya masih menjalani proses perawatan di Kota Makassar, satu orang isolasi mandiri dan 11 orang sudah dinyatakan sembuh.

Jumlah Nakes Positif Korona Bertambah jadi 10 Orang

KabarMakassar.com — Pasien positif dari Tenaga Kesehatan (Nakes) bertambah 1 orang lagi. Pasien dengan register 024 tersebut diduga terkena virus karena kontak erat dengan pasien 013 sebelumnya yang merupakan rekan sejawatnya di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja.

Pasien 024 perempuan umur 28 tahun alamat Desa Dampang Kecamatan Gantarang dinyatakan positif setelah hasil Swabnya keluar pada tanggal 15 Juni 2020.

“Pasien 024 ini sudah dirujuk ke Makassar usai shalat Ashar tadi sore. Dia akan dirawat di Hotel Grand Palace Makassar,” beber Jubir Covid-19 Bulukumba H Daud Kahal.

Dengan bertambahnya kembali pasien positif Covid-19, lanjut Daud maka total tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 kini berjumlah 10 orang. Tim Surveilens saat ini masih terus bekerja untuk melakukan penelusuran epideimologi terhadap kontak erat pasien positif Covid-19, terutama dari para tenaga kesehatan, baik yang di rumah sakit maupun puskesmas.

Untuk diketahui jumlah pasien Positif Covid-19 Bulukumba saat ini berjumlah 24 orang dengan keterangan sembuh 11 orang, dirawat 13 orang. Adapun Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 469 (masih dipantau 285, selesai dipantau 184 orang). Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 261 (masih dipantau 29, selesai dipantau 232 orang).

Sedangkan orang dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 37 orang (sembuh 28, dirawat 1, isolasi mandiri 2 orang, dan meninggal 6 orang).

Hari ini, Kawasan Wisata Bira Bulukumba Kembali Dibuka

KabarMakassar.com — Sejumlah kawasan wisata seperti Pantai Tanjung Bira dan Tebing Apparalang di Kabupaten Bulukumba dibuka kembali. Bahkan, Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali turun langsung melakukan peninjauan, Jumat (12/6) kemarin.

Terkait hal itu, AM Sukri Sappewali mengatakan jika keputusan ini diambil setelah melakukan pertemuan dengan para pelaku usaha di kawasan wisata Bira, seperti pedagang, pengusaha hotel maupun pengelola cafe di Same Resort Tanjung Bira.

“Hari ini kawasan wisata Bira kembali dibuka, namun pelaku usaha harus mengikuti dan menerapkan standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” kata Sukri Sappewali, Sabtu (13/6).

Menurutnya penerapan standar protokol kesehatan ini penting untuk menjaga keselamatan pengunjung, dan pengelola usaha. Karenanya, ia meminta para pelaku usaha disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Menyiapkan cuci tangan atau hand sanitizer, pengunjung harus pakai masker, para karyawan atau petugas hotel harus menggunakan face shield dan sarung tangan jika memberikan pelayanan makanan dan minuman,” ujarnya.

Ia juga mengaku jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba juga akan menyiapkan posko Covid-19 di pintu gerbang kawasan. “Setiap pengunjung akan diperiksa suhu tubuhnya dan petugas akan melarang masuk orang yang tidak menggunakan masker,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr Wahyuni mengatakan jika jika penerapan kebijakan dengan kehidupan normal baru tidak boleh mengabaikan standar kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Kata dia, untuk menghentikan penularan Covid-19 ini sangat ditentukan semua pihak dalam mendisiplinkan diri menerapkan pencegahan Covid-19.

“Untuk mencegah tertular Covid-19, sangat sederhana ji, hanya perlu disiplin pakai masker, jaga jarak dan sering mencuci tangan. Hal ini sudah mulai harus menjadi kebiasaan dan budaya dalam kehidupan kita,” kata dr Wahyuni.

GM Same Resort Bira, Mahmud Mas’ud mengatakan pihaknya telah mempersiapkan diri jauh hari sebelumnya jika Same Resort kembali dibuka untuk menerima pengunjung.

“Untuk penerapan standar protokol kesehatan kami sudah siapkan semuanya, seperti penggunaan masker dan face shield bagi petugas serta hand sanitizer dan pengecek suhu tubuh bagi pengunjung saat memasuki hotel,” kata Mahmud.

Ia mengaku telah menugaskan satu orang petugasnya untuk sewaktu-waktu melakukan koordinasi dengan pihak Gugus Tugas Covid-19 jika ada pengunjung terindikasi memiliki gejala Covid-19. “Jadi siapa pun orangnya jika memiliki suhu tubuh di atas 38 pasti kami tolak,” ujarnya.

Ketua DPRD Bulukumba, H Rijal mengaku mendukung upaya Pemkab Bulukumba untuk membuka kembali kawasan wisata Bira dengan tatanan new normal. Ia juga mengapresiasi Gugus Tugas Covid-19 dalam memberikan perhatian dan mempersiapkan penerapan standar protokol kesehatan.

“Tentu kami bersama rekan-rekan di DPRD akan terus melakukan pengawasan dalam pelaksanaannya,” kata H. Rijal.