Kemenhub Minta Instansi di Pelabuhan Makassar Bersiap untuk New Normal

KabarMakassar.com — Kementerian Perhubungan RI melalui Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut, Capt Wisnu Handokomeminta, meminta kepada seluruh instansi di Pelabuhan Makassar agar melakukan monitoring dan pengawasan arus balik setelah ada kemungkinan dibukanya angkutan laut pada 7 Juni nanti yang dimaksudkan untuk menghidupkan kembali perekonomian, khususnya di Makassar.

Hal itu disampaikan Capt Wisnu Handokomeminta saat melakukan rapat pembahasan kesiapan antisipasi pembatasan perjalanan arus balik dan protokol covid rapid test/PCR swab bagi penumpang angkutan laut di Pelabuhan Utama Makassar, yang berlangsung di Ruang Rapat Bonerate Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makasar, Rabu (27/5).

Rapat tersebut dihadiri Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Kepala Kantor Syahbandar Utama Makassar, Asops Danlantamal VI/Asops Satgas Terpadu Covid-19 Transportasi Laut Sulsel, Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), General Manager PT Pelindo IV Cabang Makassar, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar, Kepala Kantor Distrk Navigasi Klas I Makassar, Kepala Balai Besar Karantina Ikan Makassar, Kepala Balai Besar Karantina Tumbuhan Makassar, Kepala KKP Klas 1 Makassar, Kepala UPP III Selayar (melalui video conference), Kepala UPP III Bulukumba (melalui video conference) dan Kepala UPP III Bajoe (melalui video conference).

Selain melakukan monitoring, Wisnu juga meminta agar dilakukan antisipasi dan menyiapkan diri untuk new normal atau kenormalan baru yang dianjurkan pemerintah untuk mengendalikan transmisi Covid-19, dengan mengatur ketat tempat-tempat yang rentan berkumpulnya orang, termasuk pada sektor angkutan laut dengan memerhatikan protokol Covid-19 mulai dari menjaga kebersihan, memakai masker, serta physical dan social distancing.

Menurut Wisnu, Kementerian Perhubungan harus mengikutsertakan maskapai komersil dalam hal ini PT Pelni, berkaitan dengan penyediaan tiket angkutan laut untuk menegakkan aturan protokol Covid-19.

“Dimana penumpang harus melengkapi syarat-syarat seperti adanya surat kesehatan bebas Covid-19 dari rapid test, PCR/Swab test dan syarat lain yang telah ditetapkan dari pelabuhan asal baik dari luar Makassar ataupun dari Makassar. Kalau syaratnya tidak lengkap, maka bisa tidak dilayani untuk memudahkan pengawasan di pelabuhan,” terangnya.

Wisnu juga menuturkan, saat ini sudah ada aturan baru yang menyebutkan bahwa rapid test berlaku 3 hari dan PCR berlaku 7 hari. Setelah lewat harinya bisa dilakukan tes lagi.

Selama ini, lanjut Wisnu, telah terbentuk dan aktif bertugas Satgas Terpadu Covid-19 Transportasi Laut Sulsel untuk melaksanakan pengawasan, pengendalian dan penegakan hukum perjalanan orang dengan transportasi laut yang telah bekerja sama dengan berbagai instansi terkait di 15 pelabuhan di seluruh wilayah Sulsel, termasuk pelabuhan rakyat seperti Paotere dan Kayu Bangkoa dengan kontribusi yang besar dan selalu bekerjasama dengan baik.

“Jangan kaget setelah 7 Juni 2020, mulai penerapan new normal dan yakin semua pelabuhan di Sulsel telah menyiapkan pengawasan dan pengendalian sesuai protokol Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, Wisnu juga meminta agar penjualan tiket kapal tetap 50%, dan selalu menerapkan physical serta social distancing.

Wisnu juga menyampaikan, akan ada penerbitan surat izin keluar masuk ke wilayah tertentu, seperti yang sudah lebih dulu diterapkan di DKI Jakarta dan Bali.

“Diharapkan ekonomi bisa kembali tumbuh di masa pandemi Covid-19 dengan dibukanya transportasi laut secara bertahap, dengan tetap memerhatikan protokol Covid-19 dengan era baru new normal,” pungkasnya. (*)

Pemkot dan Pelindo IV Sepakat Buat Parkir Transit Truk

KabarMakassar,com — Penjabat (Pj) Walikota Makassar Yusran Yusuf dan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Prasetyadi sepakat membangun tempat parkir sebagai areal transit bagi truk yang akan memasuki wilayah pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar.

Kebijakan itu ditempuh untuk mengatasi kemacetan di Jalan Nusantara, khususnya di sepanjang pelabuhan Soekarno-Hatta.

Yusran mengaku, jika salah satu kendala pada areal pelabuhan adalah banyaknya truk yang parkir sehingga menimbulkan kemacetan.

“Kita segera membuat parkir transit di sekitar kawasan industri. Truk sebelum masuk pelabuhan bisa parkir di situ, sambil menunggu waktu bongkar muat. Pengoperasiannya berbasis digital,” kata Yusran, Selasa (26/5).

Menurutnya, luas area yang dipersiapkan sekitar 3 ha yang dapat menampung hingga 1.500 unit mobil truk. Kata dia, cara ini dapat menjadi solusi mengatasi kemacetan juga bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pemkot Makassar dan Pelindo IV sepakat membangun parkir transit. Kita upayakan dalam waktu yang tidak lama bisa ground breaking karena lahannya sudah ada milik Pemkot Makassar,” ungkapnya.

Diketahui, kebijakan PT Pelindo (Persero) membangun lahan parkir transit bagi kendaraan truk telah diberlakukan di DKI Jakarta dan hal ini terbukti dapat mengurangi kemacetan di area pelabuhan.

Tarif Masuk Pelabuhan Paotere Sesuai PD dan Kesepakatan Bersama

KabarMakassar.com — PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Makassar mengakui jika tarif masuk Pelabuhan Paotere sebesar Rp15.000 untuk kendaraan dan sopir, Rp3.000 untuk per kepala dan Rp15.000 untuk jasa dermaga dan penumpukan barang sesuai dengan Peraturan Direksi (PD) dan kesepakatan bersama dengan asosiasi yang berada di Pelabuhan Paotere.

General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Makassar, Aris Tunru mengatakan tarif pas masuk di Pelabuhan Paotere yang tertera pada setiap karcis yang diberikan oleh petugas di pintu masuk kepada pengunjung merupakan tarif resmi.

“Berdasarkan Peraturan Direksi dan juga kesepakatan bersama dengan asosiasi yang ada di dalam Pelabuhan Paotere,” kata Aris, Selasa (26/5).

Menurutnya tarif pas masuk itu untuk jasa dermaga dan penumpukan barang dikenakan kepada setiap pengunjung yang membawa barang, misalnya dalam kendaraan mini bus atau mobil pikap.

“Itu sesuai Peraturan Direksi PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Nomor : PD 31 Tahun 2006 tanggal 14 Desember 2006 serta Kesepakatan Bersama No. BA 20/KB.501/1/POT-2015 tanggal 14 Desember 2015,” sebutnya.

Ia menambahkan kendaraan yang masuk juga dikenakan biaya sebesar Rp15.000 sekali masuk dan sudah termasuk supir. Tarif itu, kata dia, diberlakukan sesuai Peraturan Direksi PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Nomor : PD 14 Tahun 2008 tanggal 04 Juni 2008 serta Kesepakatan Bersama No 19/HK/301/4/MKS-2017 dan No. 019/DPC/PELRA/MKS/IX/2017 tanggal 04 September 2017.

Aris menegaskan bahwa Pelabuhan Paotere merupakan pelabuhan rakyat yang di dalamnya terdapat aktivitas kepelabuhanan. “Seperti keluar masuk barang dari berbagai wilayah yang diangkut dengan menggunakan kapal-kapal phinisi atau kapal kayu,” pungkasnya.

Pelindo IV Tetap Produktif di Masa Pandemi Covid-19

KabarMakassar.com — PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) tetap memperlihatkan kondisi positif selama masa Pandemi Covid-19. Hal itu terlihat dari taksiran realisasi pendapatan tahun 2020 yang masih mengalami pertumbuhan kurang lebih 8,91% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi mengatakan, dari 25 pelabuhan cabang yang dikelola dan tiga anak perusahaan yang dimiliki perseroan, semuanya tidak ada yang mengalami kerugian.

Semua hasil tersebut terangkum dalam Rapat Kerja I Tahun 2020 yang dilaksanakan selama tiga hari, Senin hingga Rabu (18 s/d 20 Mei 2020), yang dihadiri oleh komisaris, direksi, para general manager pelabuhan cabang dan direksi anak perusahaan.

“Rapat Kerja tersebut bertujuan untuk menyamakan kesepahaman pemikiran, melakukan cascading dan alignment terhadap program Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2020 dan menetapkan strategi yang tepat di masa Pandemi Covid-19 ini,” kata Prasetyadi.

“Tidak ada aktivitas bongkar muat yang terhenti. Semua masih berjalan normal dengan protokol pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan. Pelayanan di sejumlah pelabuhan juga masih tetap 24 jam dan 7 hari dalam seminggu selama pandemi Covid-19 ini,” sambungnya.

Prasetyadi juga mengatakan, tiga Proyek Strategis Nasional (PSN) dan proyek internal perseroan juga tetap berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Seperti diketahui, Pelindo IV tengah mengerjakan tiga proyek pelabuhan yang ditetapkan pemerintah sebagai PSN, yakni Makassar New Port (MNP), Pelabuhan Pantoloan dan Pelabuhan Bitung.

“Tiga PSN ini tetap berjalan normal meski sedang Pandemi Covid-19. Selain itu, beberapa proyek investasi internal seperti penambahan alat dan peningkatan infrastruktur di beberapa pelabuhan juga tetap berjalan sesuai rencana,” terangnya.

Beberapa pelabuhan yang tahun ini akan mendapat penambahan alat berupa Shore Crane diantaranya Pelabuhan Sorong dan Terminal Petikemas Makassar (TPM). Sedangkan peningkatan infrastruktur Container Yard (CY) atau lapangan penumpukan untuk di Pelabuhan Sorong.

Secara umum Dirut Pelindo IV menegaskan, BUMN yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan ini tidak terdampak secara signifikan akibat pandemic ini karena Perseroan fokus pada pelayanan terutama logistik yang tetap dibutuhkan oleh masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

Tak Ada Pengurangan Karyawan

Prasetyadi juga menegaskan, manajemen tidak melakukan pengurangan pegawai baik organik maupun tenaga outsourcing di masa pandemi ini.
“Begitu juga dengan kesejahteraan pegawai tetap diberikan tanpa ada pengurangan,” imbuhnya.

Bahkan, kata dia, pihaknya sudah menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan Serikat Pekerja Pelindo IV, sebagai motivasi dan komitmen direksi dan perwakilan karyawan untuk senantiasa meningkatkan kinerja perusahaan, yang pada gilirannya akan berdampak terhadap perbaikan kesejahteraan pegawai.

“Mari kita sama-sama berdoa, semoga pandemi ini segera berlalu dan tidak berlanjut atau tidak berlangsung lama hingga akhir tahun nanti,” pungkasnya. (*)

SP dan Pelindo IV Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19

KabarMakassar.com — Serikat Pekerja (SP) PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menyerahkan bantuan sebanyak 1.000 paket bahan pokok untuk disalurkan kepada masyarakat Kota Makassar yang terdampak Covid-19.

Bantuan itu diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi bersama Ketua Umum SP Pelindo IV, Muhajir Djurumiah kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Yusran Yusuf di Posko Induk Info Covid-19 Makassar, Selasa (19/5).

Dalam sambutannya, Prasetyadi mengatakan bahwa paket bahan pokok yang diserahkan tersebut merupakan bentuk kepedulian para pegawai perseroan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Ini adalah wujud kepekaan sosial insan Pelindo IV kepada masyarakat karena Pelindo IV merupakan bagian dari mereka,” kata Prasetyadi.

Menurutnya selama Covid-19 ini, secara internal Pelindo IV sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan yang ditetapkan Pemkot Makassar. Kata dia, seluruh kapal juga harus melalui pemeriksaan sesuai SOP terlebih dahulu, sebelum sandar didermaga.

“Kami juga menyiapkan supporting seperti mobil ambulans di pelabuhan, sehingga manajemen selalu siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Intinya, Pelindo IV selalu siap membantu Pemerintah Kota Makassar,” jelasnya.

Sementara itu, Yusran Yusuf mengaku mengapresiasi Pelindo IV dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kata dia, diperlukan sinergitas dan social care dari semua pihak. “Karena kita tidak bisa bekerja sendiri, apalagi dalam menghadapi Covid ini,” kata Yusran.

Sementara Muhajir Djurumiah mengatakan pihaknya menyiapkan sebanyak 3.000 paket bahan pokok untuk wilayah Sulsel.

“Sebanyak 1.000 paket diserahkan melalui Posko Induk Penanganan Covid-19 Kota Makassar dan 1.000 paket untuk masyarakat melalui Posko Induk Provinsi Sulsel. Sebagian lagi kami salurkan bekerja sama dengan pegawai, Badan Amil Zakat dan teman-teman jurnalis,” kata Muhajir.

Ingatkan Jajaran Perseroan, Komut: Pelindo IV Titik Tumpu Pembangunan di Indonesia Timur

KabarMakassar.com — Posisi dan peranan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menjadi semakin penting justru karena berkembangnya atau adanya serangan dari pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Komisaris Utama PT Pelindi IV, Fachry Ali, saat membuka Rapat Kerja I PT Pelindo IV Tahun 2020 yang berlangsung selama selama tiga hari,18 – 20 Mei 2020.

Rapat Kerja I PT Pelindo IV Tahun 2020 ini digelar melalui aplikasi zoom, dan diikuti oleh seluruh komisaris, direksi, general manager (GM) cabang, direksi anak perusahaan dan Strategic Business Unit (SBU), serta pejabat struktural kantor pusat dan pejabat struktural yang ada di cabang.

“Karena kendati di bawah tekanan Covid-19 dan kita dihadapkan pada masa krisis, justru Pelindo IV berfungsi sebagai kekuatan logistik yang mendistribusikan barang dan jasa, terutama barang yang sangat dibutuhkan di wilayah Indonesia Bagian Timur,” kata Fachry.

“Jadi ada nilai kepahlawanannya. Bayangkan jika Pelindo IV tidak bekerja, bagaimana jadinya dengan Indonesia Timur yang wilayahnya cukup luas, hampir setengahnya Indonesia,” sambungnya.

Fachry menegaskan, meski di tengah pandemi Covid-19, Pelindo IV masih mampu berkinerja positif. Ia juga mengingatkan kepada seluruh insan Perseroan bahwa Pelindo IV adalah titik tumpu pembangunan di Indonesia Timur.

“Makanya anak-anak muda yang berkarya dan tersebar di Indonesia Timur harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara, Direktur Utama Pelindo IV, Prasetyadi memberikan sambutan dengan memotivasi seluruh peserta raker dalam pemaparannya yang bertema ‘CEO Aspiration & Direction 2020’.

Dalam paparannya, Prasetyadi berharap agar insan Perseroan menetapkan target jangka panjang, memiliki komitmen dan konsisten dalam mencapai tujuan dan hasil, serta terus berinovasi.

“3 hal itu harus menjadi fokus jika kita ingin berubah,” katanya.

Selain itu, Prasetyadi juga menekankan 3 hal yang harus dilakukan oleh seluruh insan Pelindo IV agar bisa berubah.

“Pertama atasi ‘mental block’, kedua gunakan akal sehat, dan ketiga tinggalkan zona nyaman,” paparnya.

Jelang Lebaran, Pelindo IV Berbagi 5.283 Paket Bahan Pokok

KabarMakassar.com — Jelang hari raya idul fitri 1441 hijriah, Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) membagikan sebanyak 5.283 paket bahan pokok kepada masyarakat terdampak Covid-19 di lingkup pelabuhan. Paket itu diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi, Senin (18/5).

Corporate Secretary PT Pelindo IV, Dwi Rahmad Toto mengatakan total paket sembako ini dibagikan pada beberapa lokasi seperti Kantor Pusat, Pelabuhan Makassar, Terminal Petikemas Makassar (TPM), Pelabuhan Parepare, masyarakat di sekitar kantor anak perusahaan grup Pelindo IV, serta warga Kelurahan Bulo yang berada di sekitar Makassar New Port (MNP).

“Tak lupa, petugas pemadam kebakaran Kota Makassar dan petugas kebersihan yang sehari-hari membersihkan di dalam pelabuhan juga mendapat rezeki ini,” kata Toto.

Ia mengaku total bahan pokok yang diserahkan sebanyak 2.615 paket dan diberikan kepada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Makassar, TKBM Pelabuhan Paotere, buruh bagasi pelabuhan, tenaga outsourcing, pedagang kaki lima Pelabuhan Makassar dan pedagang kaki lima Pelabuhan Paotere.

“Untuk area TPM, total bahan pokok yang diserahkan sebanyak 1.601 paket dan diberikan kepada cleaning service dan sopir tronton serta ekspedisi,” ungkapnya.

Untuk di Parepare, pihaknya juga menyerahkan 585 paket bahan pokok untuk TKBM Pelabuhan Parepare dan pedagang kaki lima Pelabuhan Parepare.

“Semoga paket bahan pokok yang diserahkan bisa bermanfaat dan meringankan beban, apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini,” pungkasnya.

Pelindo IV dan Kejari Bitung Teken Kesepakatan Penanganan Hukum

KabarMakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Bitung melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Kejaksaan Negeri Bitung tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Kesepakatan bersama itu ditandatangani oleh General Manager (GM) Pelindo IV Cabang Bitung, Dameanto M. Pangaribuan dan Kepala Kejaksaan Negeri Bitung, Ariana Juliastuty di Bitung, Kamis (14/5).

GM Pelindo IV Cabang Bitung, Dameanto M. Pangaribuan mengatakan kesepakatan bersama yang ditandatangani bersama itu dimaksudkan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi kedua belah pihak, dalam penyelesaian masalah hukum Perdata dan Tata Usaha Negara.

“Kesepakatan bersama ini juga untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian masalah hukum dalam Perdata dan Tata Usaha Negara baik di dalam maupun di luar pengadilan,” kata Dameanto.

Menurutnya dalam rangka peningkatan kompetensi teknis, kedua belah pihak juga dapat melakukan kerjasama dalam bentuk pendidikan dan pelatihan (diklat), workshop, seminar dan sosialisasi.

Dameanto berharap dengan kerja sama ini bisa lebih meningkatkan kompetensi teknis antar kedua belah pihak. “Serta untuk menjalin kerja sama yang lebih erat lagi, utamanya Pelindo IV Cabang Bitung dengan Kejari Bitung,” pungkasnya.

Pelabuhan Kelolaan Pelindo IV Tetap Produktif

KabarMakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menyampaikan aktivitas pada sejumlah pelabuhan kelolaan tetap produktif, meski pihaknya juga mendukung upaya preventif yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah dalam memutus penyebaran Covid-19 melalui pelabuhan.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menjalankan aktivitas seperti biasa terutama untuk bongkar muat barang pada semua pelabuhan kelolaan. Tapi, kata dia, selalu berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Tidak ada aktivitas bongkar muat yang terhenti meski sedang pandemi Covid-19. Semua masih berjalan normal dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Pelayanan di sejumlah pelabuhan juga masih tetap 24 jam selama 7 hari,” kata Prasetyadi, Jumat (15/5).

Ia mengaku hal itu dilakukan karena kebutuhan masyarakat saat pandemi Covid-19 juga normal seperti biasa. Bahkan, cenderung mengalami peningkatan pada beberapa kebutuhan lain seperti obat-obatan.

“Misal di Pelabuhan Jayapura yang terletak di Pulau Papua ini telah kedatangan Kapal MV Tanto Express pada Rabu lalu,” ungkapnya.

Menurutnya kapal yang melaksanakan kegiatan bongkar muat sebanyak 391 box container ini sandar di dermaga Pelabuhan Jayapura setelah berlayar dari Tanjung Perak Surabaya.

Hal yang sama juga terjadi pada pekan sebelumnya yakni Sabtu (9/5), Kapal MV Spil Ningsih juga sandar di Pelabuhan Jayapura setelah berlayar dari Tanjung Perak, Surabaya dan melakukan bongkar muat sebanyak 900 box container.

“Masih di wilayah Papua, Pelabuhan Fakfak juga melakukan bongkar 40 unit container dari kapal milik PT Temas Shipping MV Kedung Mas yang berlayar dari Pelabuhan Agats, Papua,” jelasnya.

Di Makassar sendiri, kata dia, saat ini terdapat tiga dermaga pelabuhan untuk bongkar muat barang yakni Dermaga Hatta di Terminal Petikemas Makassar (TPM), Dermaga Soekarno di Pelabuhan Makassar dan Dermaga Makassar New Port (MNP) juga masih terbuka.

“Pada pekan ini, sandar KM Sungai Mas yang kemudian melakukan aktivitas bongkar muat barang di dermaga yang baru dioperasikan pada ini,” katanya.

Karena itu, cecara umum kegiatan bongkar muat di pelabuhan tidak terganggu, walaupun ada treatment khusus untuk pencegahan Covid-19 bagi kapal-kapal yang akan sandar.

“Kebutuhan logistik masyarakat tetap normal seperti biasa dan kita tetap harus menjaga kesehatan,” pungkasnya.

Pelindo IV Optimis Kinerja Perseroan Tumbuh 8,9% di Triwulan II 2020

KabarMakassar.com — Manajemen PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) optimis kinerja perseroan pada triwulan II 2020 akan bertumbuh sebesar 8,9% jika dibandingkan posisi yang sama tahun lalu, meskisaat ini tengah dilanda pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi mengatakan, kondisi di wilayah timur Indonesia berbeda dengan di wilayah barat.

“Di wilayah timur basisnya adalah komoditas dan konsumsi. Tidak seperti di wilayah barat yang lebih banyak industri, sehingga dua hal tersebut tetap bertahan walaupun pandemi Covid-19,” kata Prasetyadi melalui pernyataan tertulisnya, Senin (11/5).

Menurut Prasetyadi, pendapatan paling besar di wilayahnya adalah dari pelayanan bongkar muat barang, dan itu hanya terdampak sedikit oleh mewabahnya Covid-19, terutama di Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Prasetyadi menyebutkan, total arus peti kemas (throughput) di seluruh pelabuhan kelolaan perseroan rata-rata mencapai 2,2 juta TEUs per tahun. Dari angka tersebut, hanya sekitar 2% kegiatan ekspor. Selebihnya bongkar muat domestik.

Dari sisi bisnis, lanjut Prasetyadi, pihaknya meyakini kegiatan ekspor utamanya dari Pelabuhan Makassar akan kembali menggeliat jika pelabuhan-pelabuhan di beberapa negara tujuan seperti China, Jepang dan Korea sudah dibuka kembali pasca diberlakukannya lockdown.

“Pada triwulan I tahun ini, kegiatan petikemas di Pelindo IV mengalami kenaikan 0,5% dibandingkan posisi yang sama tahun lalu. Semuanya untuk kegiatan logistik seperti konsumsi masyarakat, obat-obatan dan kebutuhan lainnya selama pandemi Covid-19,” terangnya.

“Secara umum kegiatan bongkar muat di pelabuhan tidak terganggu, walaupun ada treatment khusus untuk pencegahan Covid-19 bagi kapal-kapal yang akan sandar. Sebab, kebutuhan logistik masyarakat tetap normal seperti biasa,” pungkasnya.